Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 72


__ADS_3

"Oh iya, tadi ada yang telpon ke ponsel kamu Nay.. ayah angkat." ucap ayah sambil melahap bakso ke dalam mulutnya.


"Siapa yang telpon, yah?" tanya Naya, "Cewek apa cowok.. yang telpon yah?" tanpa menunggu jawaban dari ayah, Naya langsung meninggalkan mangkok baksonya dan berjalan ke kamar untuk melihat ponselnya.


"Makan dulu Nay, baru maen hape!" seru bunda yang lagi menonton televisi di kamar Naya.


Naya meraih ponselnya yang di letakkan di atas lemari box dekat dengan kipas angin.


"Tar dulu bun, cuma liet doang." ucap Naya dan langsung kembali ke tempat ia meninggal mangkok baksonya dengan tangan kiri memegang ponsel.


Naya dan ayah makan bakso di sela ruang antara kamar Naya dan juga tempat sholat.


Naya mengecek ponselnya dan melihat panggilan masuk, nomor yang tidak di kenal dari 0896222*** siapa lagi kalo bukan Surya 🤣🤣


"Itu kok, gak ada namanya sih Nay?" tanya ayah kepo.


"Nama siapa yah?" bukannya menjawab, Naya malah balik bertanya pada ayah.


"Itu pacar kamu." celetuk ayah.


"Emang tadi dia ngakunya siapa sama ayah?"


"Lah ya au, orang dia cuma nanya kamu.. udah di rumah apa belom." ucap ayah sambil berjalan ke arah mejikom dan menyendokkan nasi ke dalam mangkuk.


"Terus ayah bilang apa?"


"Ya ayah bilang 'udah di rumah."


"Terus apa lagi yah?"


"Ayah bilang kamu lagi sama bunda beli bakso."


"Terus dia nanya lagi gak yah?"


"Ah kamu Nay, nanya mulu.. tanya orangnya langsung napa!" rupanya ayah kesel nih di tanya-tanya sama Naya mulu.


Naya membuka pesan dan melihat bamyak pesan masuk dari Surya.


0896222***


Kamu udah di rumah?


0986222***


Kamu lagi apa yank?


0896222***


Aku udah di jalan pulang nih


0896222***


Aku pengen mampur ke rumah kamu, tapi kamu gak bales.


0896222***


Aku dah mau nyampe rumah nih


0896222***


Kamu lagi ngapain sih? ada cowok ya? sampe gak balas pesan aku.


Setelah selesai membaca pesan yang masuk, Naya geleng-geleng kepala.


"Ngapa Nay?" tanya ayah yang melihat Naya geleng-geleng kepala.


"Ora ngapa yah."

__ADS_1


"Nay, abis makan tidur.. tidur jangan malam-malam." ucap bunda yang sudah mematikan televisi dan berjalan ke kamar bunda untuk mengistirahatkan badan dan rebahan di kasur yang empuk.


"Iya." jawab Naya.


Ayah yang memang makannya dan sudah menghabiskan makannya, langsung menaruh mangkok kotor ke dapur.


Tinggal lah ayah yang lagi menyeruput segelas kopi hitam yang tadi di seduh sendiri air panasnya.


"Ayah makannya udah?" tanya Naya.


"Ya udah lah."


"Cepet amat."


"Ngapain lama-lama, emang kaya kamu.. anak ayah makannya lama." ayah berkata sambil mengacak-acak pucuk kepala Naya.


"Yeee ayah nih.. wajar dong Nay makannya lama.. kan di hayati."


Ayah berjalan ke arah kamar menyusul bunda sambil membawa serta kopi hitamnya.


Naya yang tinggal seorang diri, menatap ke arah jendela dan merasa iseng.. lalu memilih membawa mangkok bakso dengan tangan kiri, beserta mengantongi ponselnya ke saku celana kolor yang dirasa nyaman untuk Naya dan tangan kanan membawa botol minuman soda.


Naya meletakkan botol minuman soda di atas lemari box. Naya melanjutkan makan bakso dengan duduk di pinggiran kasur, dengan tangan kiri masih memegang mangkok bakso dan sesekali tangan kanannya mengetikkan pesan dengan ponsel yang di letakkan di atas paha kanannya.


Naya membalas pesan Surya.


Naya


Aku udah di rumah, tadi beli bakso sama bunda di depan gang.


Naya


kamu udah tidur ya yank?


Lama Naya menunggu balasan, pikiran jelek menghinggapi pikirannya.


Merasa sudah kenyang dengan baksonya dengan kuah yang masih tersisa, Naya menaruh mangkok kotornya ke dapur.. masalah nyuci piring mah ada besok pagi. toh bunda juga ngerti kalo udah malam mah. 🤣🤣🤣


Naya meminum minuman sodanya, "Bun, masih mau gak?" tanya Naya yang melihat bunda tengah mengobrol dengan ayah, sambil menunjukkan botol minuman sodanya.


"Enggak, udah buat kamu aja." ucal bunda.


"Naya abisin ya?"


"Iya, abisin ajah."


"Jangan keseringan minum soda, kamu Nay!" omel ayah.


"Baru juga minum, yah."


Naya langsung ngacir ke kamar, takut di omelin lagi sama ayah.. ada ajah yang di bahas sama ayah dan bunda.


Balik lagi ke Naya.


Naya melihat layar ponselnya dan terdapat pesan masuk dari Surya, loncat-loncat dah tuh saking senangnya di balas sama ayang embeb.


Surya


Aku udah di rumah, tadi abis makan.


Surya


Kamu lagi apa yank?


Pedan dari Surya.. dengan cepat Naya membalas.


Naya

__ADS_1


Lagi nunggu pesan dari kamu.


Jadi lah Naya berkirim pesan, hanya dengan berkirim pesan sambil bertukar cerita tentang keseharian yang tadi di lakukan, samapai waktu tidak terasa menunjukkan pukul 12 lewat, alis tengah malam.


Bunda yang mendengar Naya masih maen hape, melihat ke kamar Naya sambil berdiri di depan pintu kamar Naya.. bunda melihat Naya tengah rebahan namun tidak dengan kedua matanya, tengaj asik menatap layar ponselnya dan tangannya tengah asik mengetikkan huruf-huruf sambil sesekali senyum tampak dari sudut bibi Naya.


"Ehem ehem." deheman bunda mengagetkan Naya.


"Eh bunda, belom tidur bun?" tanya Naya sambil menolehkan kepalanya ke arah bunda yang sedang menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Belum tidur kamu Nay?" sambil berjalan mendekat ke arah tempat tidur Naya.


"Hehehe, belom.." sambil cengengesan Naya menjawab.


"Aduh, ngomel dah nih si bunda." batin Naya.


"Mao tidur jam berapa kamu, Nay?" tanya bunda yang sudah duduk di pinggir kasur.


"Dikit lagi tidur, bun."


"Bunda gak larang kamu buat pacaran, asal tau batesannya Nay." ujar bunda.


"Iya bun."


"Udah malam, tidur gih.. awas aja kalo besok di banguninnya susah." peringatan dari bunda, ngeri-ngeri sedap.


"Iya." jawab Naya dan langsung mengirim pesan terakhir pada Surya.


Naya


Udah malam yank, aku tidur ya. dah.


Surya


Met bobo, jangan lupa mimpiin aku. mimpi indah yank. muach.


"Ehem ehem." deheman bunda lagi, ternyata bunda tidak langsung meninggalkan kamar Naya, justru berdiri di depan pintu kamar Naya.. memastikan apakah Naya langsung tidur atau tidak.


"Iya, nih Naya tidur." ucap Naya sambil meletakkan ponselnya di atas lemari box.


"Udah gih, bunda juga tidur.. udah malam loooh.. awas nanti kesiangan." ledek Naya yang secara halus mengusir bunda dari depan pintu kamarnya.


"Kamu nih, udah pinter jawab ya sekarang!!" seru bunda yang melihat tingkah Naya.


"Kan di ajarin sama bunda.. hehehe."


"Jangan lupa baca do'a sebelum tidur, Nay." bunda yang tidak pernah bosan dan hentinya mengingatkan Naya untuk membaca do'a sebelum tidur.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


bersambung....


terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊😊


mohon 🙏🏻🙏🏻 dukung karya receh author 😊 dengan cara ↩️


••••> 👍


••••> ✍🏻


•••> ⭐⭐⭐⭐⭐


••••> vote


••••> 🎁☕🌹


••••> ♥️ favorit biar gak ketinggalan cerita'nya 😊😊

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺 salam manis 🌺🌺🌺🌺


__ADS_2