Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Pasti akan di permudah


__ADS_3

...🌷🌷🌷...


"Emang lu kuat buat jalannya, Nay?"


Akhirnya Naya di antar bunda untuk ke klinik.


Sampai di klinik Naya di berikan obat penurun panas, tambah darah dan anti biotik.


Surya mendapat teguran dari nenek Fatimah. Saat tahu Naya ke klinik hanya di antar oleh bunda itu pun dengan jalan kaki.


"Lu tong, bukannya bangun udah siang. Anterin onoh bini lu orang mah! Malah enak enakan tidur lu! Tar lu ngerasain di tinggal mati bini, baru tau rasa lo!" Oceh nenek Fatimah dengan kalimat sarkasnya yang terdengar nyelekit di telinga.


"Iya nek." Jawab Surya, apes banget sih.


Siang harinya setelah membantu Naya meminum obatnya Surya ikut berbaring di kamar menemani Naya, ia ijin tidak masuk kerja untuk mengurus Naya yang tengah sakit.


Surya tidur dengan memeluk tubuh Naya yang begitu terasa panas saat Surya berada dekat dengan Naya.


Naya terpejam dalam lelapnya karena pengaruh obat yang baru saja ia minum, sedangkan Surya yang terlelap terus mengigau dan meracau dengan keadaan mata yang terpejam.


Kening Surya mengkerut, wajahnya tampak cemas, kakinya tampak tidak bisa diam. Sesekali Surya menendang angin, tangannya mengudara seolah sedang memukul entah apa yang ia pukul.


"Jangaaan!" Teriak Surya yang langsung terduduk dari posisinya yang tengah tertidur.

__ADS_1


Deru nafasnya terengah engah, nampak bulir peluh ke luar keningnya.


Naya mengerjapkan matanya saat mendengar teriakan Surya, "Kamu kenapa, yank?" Tanya Naya dengan ke dua tangannya yang mengucek matanya.


Surya menoleh ke arah Naya dan bibirnya tampak terukir senyum dan matanya berbinar, Surya langsung memeluk tubuh Naya dengan rasa haru, sukur kamu masih idup yank!


Naya mengerutkan keningnya, merasa heran dengan tingkah Surya.


Tangan Naya terulur mengusap punggung Surya yang berguncang hebat, "Kamu kenapa yank?" Tanya Naya yang merasa khawatir dengan keadaan Surya.


Naya membatin, Surya kenapa sih? Aneh banget dah.


Surya mengurai pelukannya dari tubuh Naya, ke dua tangan Surya menangkup pipi Naya dengan tatapan matanya yang dalam ia menatap Naya.


"Kamu jangan tinggalin aku ya, yank! Aku cinta banget sama kamu! Aku janji gak akan aneh aneh lagi sama cewek, aku cuma serius sama kamu!" Seru Surya.


Naya menggenggammm jemari Surya, "Emang kamu aneh aneh gimana sama cewek? Apa yang udah kamu lakuin?" Tanya Naya dengan sabar.


"Aku di hape sering chat sama cewe, itu cuma pelarian aku aja ko. Aku janji ini yang terakhir kali yank. Aku gak gini lagi." Ucap Surya dengan tangannya yang menyapu air matanya yang mengalir deras di pipinya.


"Apa yang buat kamu mau berubah, yank?" Tanya Naya dengan sorot mata yang menyelidik.


"Aku mimpi kamu hamil besar, terus anak itu gak mau akuin aku ayahnya, anak aku milih pergi sama kamu ninggalin aku." Surya menjeda perkataannya, "Terus yang lain ikut ikutan ninggalin aku, aku sendirian gak ada yang mau temenin aku!" Ujar Surya.

__ADS_1


"Terus apa lagi? Itu doang yang bikin kamu berubah?" Tanya Naya.


"Aku mimpi aku mati terus gak ada kamu di samping aku, aku dewekan. Aku sendirian."


"Itu kembang tidur, yank" Ucap Naya.


"Tapi kaya nyata banget, yank." Ujar Surya.


Dari saat itu Surya mulai berubah menjadi sosok yang lebih baik lagi, sosok yang lebih bertanggung jawab pada keluarga kecilnya.


Naya dan Surya pindah menempati rumah kaka sepupunya. Tidak berselang lama Naya di nyatakan hamil dengan tes pack bergaris dua.


Sembilan bulan ke mudian keluarga Surya menjadi lengkap dengan kelahiran bayi mungil berjenis kelamin perempuan.


Surya naik jabatan menjadi supervisor dengan gaji yang lumayan dapat mencukupi ke butuhan keluarganya.


Rezeki itu akan selalu ada di setiap kaki melangkah, jika dengan tujuan yang baik pasti akan di permudah. Namun jika niatnya saja hanya untuk pamer, ada saja halangannya yang akan di hadapi.


...•••••••••...


...Tamat...


...🌷🌷🌷🌷...

__ADS_1


Terima kasih yang selama ini sudah rajin membuka dan membaca karangan author gabut.


Sampai ke temu lagi di novel yang lainnya. 😊😊😊


__ADS_2