Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 55


__ADS_3

Wajah senang tampak nyata terlihat jelas di setiap wajah anak yang bekerja di dapur bebek, gimana tidak.. kami semua menerima gaji pertama setelah berjibaku dengan customer yang berbeda sifat, dari yang menyenangkan sampe yang nyebelin. Di tambah lagi ketegangan yang terjadi saat pak Pangesta datang. Kini terbayar sudah dengan gaji yang kami terima.


Karena di resto belum ada customer yang datang, hari juga masih sore. Kami pun di perbolehkan duduk dan memang pekerjaan sudah selesai di kerjakan.


Naya yang sedang duduk menggunakan krat botol minuman dengan santainya bersandar pada ciler, sambil tangannya memainkan game ular.


Sedangkan ka Tika lebih memilih duduk di lantai yang berada di depan ciler membenarkan makeup'nya.


"Ka Tika.." panggil Naya.


"Apa?"


"Aku iseng nih." keluh Naya.


"Sonoh gih makan." jawab ka Tika.


"Eeet ya, orang iseng juga."


"Tau deh yang abis gajian. Mau jajan apa Nay?" tanya ka Tika balik.


"Beli es krim cone yuk!" jawab Naya dengan semangat.


"Tanya yang laen gih, kali aja ada yang mau beli juga." usul ka Tika.


Naya menghentikan bermain game ular dan menyimpan ponselnya ke dalam saku yang ada di sebelah kirinya, lalu berdiri dari duduknya sambil berkata, "Novi.. yang laen pada mau ikut beli es krim cone gak?" tanya Naya.


"Aku mau Nay." ucap Novi.


"Kalo yang laen, gimana? mau ikut ga nitip beli es krim cone?" tanya Naya pada Novi untuk menawarkan yang lainnya juga.


Novi pun menanggapi pertanyaan Naya... dan menawarkan Eka, Elsa dan Nini yang kebetulan sedang duduk di meja yang sama.


"Kalian mau beli es krim cone juga?" tanya Novi pada Eka, Elsa, Nini yang sedang duduk di meja nomor 6. Jika di lihat seperti sedang rapat, padahal lagi ngerumpi, ada aja yang di bahas, sesekali berfoto selfi.


"Gak deh, aku mau beli baso malang aja." ujar Nini.


"Aku mah mau nunggu tukang somay lewat aja." ujar Eka.


"Elsa, ikut beli es krim cone gak?" tanya Novi.


"Gak deh, aku masih kenyang." jawab Elsa.


Novi pun mengalihkan perhatiannya dari Elsa, Eka dan Nini.. kini tatapan matanya terfokus pada Naya sambil berkata, "Gak ada yang beli Nay." ucap Novi.


"Liet Fifi gak Nov?" tanya Naya yang belum melihat keberadaan Fifi.


"Itu di mie kocok, lagi ngobrol sama Midun." jawab Novi sambil menunjuk ke arah Fifi berada.


Fifi tengah duduk sambil mengobrol dengan Midun di area mie kocok.


"Kenapa Nov?" tanya Fifi yang merasa namanya di sebut Novi.


"Luh mau nitip beli es krim cone gak? noh si Naya ngajakin." ujar Novi.


"Udah gak usah, nanti beli sama aku aja." tawar Midun, anak mie kocok yang sedang dekat dengan Fifi.


"Aku gak beli Nov." ucap Fifi pada Novi.


"Oke deh kalo gitu." ujar Novi menanggapi jawaban Fifi.


Novi pun membuang pandangannyan dari Fifi, kini pandangannya fokus pada Naya.


"Yang beli gue doang Nay." ujar Novi pada Naya.


"Kamu mau yang rasa vanila apa coklat?" tanya Naya.


"Aku rasa coklat ya Nay." ucap Novi.

__ADS_1


Naya pun kini ikut duduk di lantai di hadapan ka Tika, "Aku, Novi sama ka Tika doang yang beli es krim cone." ucap Naya yang kurang bersemangat.


"Coba anak cowok, udah di tawarin apa belom?" tanya ka Tika.


"Aku baru juga duduk ka." keluh Naya dan berjalan ke arah pengasapan, tempat anak cowok bekumpul.


Naya memilih berdiri sambil bersandar di dinding dekat pengasapan.


"Kenapa Nay? ada customer?" tanya pak Aziz, yang mengira sudah ada customer.


"Belom ada pak." ucap Naya, "Anak belakang ada yang mau beli es krim cone gak?" tanya Naya.


"Siapa yang mau ke macdonald?" tanya a Awan.


"Aku sama ka Tika." ucap Naya.


"Emang kamu dapet izin dari bapak, Nay?" tanya pak Aziz dengan wajah tampak marah.


"Boleh kan.. ya pak? boleh ya pak?" pinta Naya dengan wajah memelas.


"Iya boleh, ahahaha." ucap pak Aziz sambil tertawa geli melihat anak buahnya Naya yang terbilang polos, umur doang 18 tahun, tapi sifatnya bak bocah kecil.


"Anak cowok, ada yang mau beli es krim cone gak?" tanya Naya dengan semangat.


"Gue mau dong Nay, rasa vanila." ucap Rion.


"A Awan mau yang rasa vanila juga ya, Nay." ucap a Awan sambil menunjukkan 1 jari telunjuk tangan kanannya.


"Aku fanta float ya, Nay." ujar Angga.


"Bapak sama ya, kaya Angga... fanta float, kayanya seger tuh." seru pak Aziz.


"Ipul, kamu gak nitip beli es krim cone?" tanya a Awan yang melihat Ipul asik dengan polosnya.


"Gak deh a." ujar Ipul.


"Kalo Heru, apa?" tanya Naya.


"Aku mah gak usah." ujar Heru.


"Inget gak Nay harus di beli apa aja?" tanya a Awan.


"Lupa, aku ambil kertas dulu deh, buat di catet." ujar Naya dan langsung berjalan ke arah meja kasir.


"Aduh.. Naya, Naya," ujar a Awan dengan geleng kepala melihat Naya.


"Kalo sama pacar, inget gak tuh anak? perasaan lupa mulu." ujar pak Aziz.


"Coba aja di tes pak, pacar pertamanya siapa." seru Rion.


Naya langsung meraih kertas catatan dan hendak mencatat nama siapa saja yang nitip beli es krim.


"Udah Nay? kamu lagi buat catetan apa Nay?" tanya ka Tika yang melihat Naya sedang mencatat di kertas.


"Lagi nyatetin siapa aja yang nitip, sama apa yang di beli ka." ujar Naya, " Vi, tadi kamu rasa vanila ya?" tanya Naya memastikan lagi pada Novi.


"Iya Nay." jawab Novi.


Isi catatan di kertas yang di pegang Naya.


Novi : coklat


Naya meletakkan kertas di atas meja panjang, dengan membungkukkan badan Naya siap mencatat pesanan dari teman cowok yang akan membeli es krim.


"Tadi rasa apa Rion?" tanya Naya.


"Rasa vanila Naaaay, aku, Tohir, a Awan.. rasa vanila semua ada 3 buat anak cowok." tutur Rion.

__ADS_1


Novi : coklat


Rion : vanila


Tohir : vanila


a Awan : vanila


"Kalo pak Aziz apaan ya tadi sama Angga?" tanya Naya sambil berusaha mengingat.


"Catet Nay, fanta float." ujar Angga.


"Nah iya itu, si float." seru Naya dan mulai mencatat.


Novi : coklat


Rion : vanila


Tohir : vanila


a Awan : vanila


Angga : fanta float


pak Aziz : fanta float


"Udah deh.." seru Naya.


"Ini Nay, uangnya." ucap Rion yang ternyata sudah mengumpulkan semua uang yang tadi memesan es krim.


"Ini pas ya?" tanya Naya.


"Iya pas." jawab Rion.


"Tinggal aku saka ka Tika nih yang belom." seru Naya.


"Lah gimana sih, dia yang ngajakin, dia juga yang belom mesen." ujar pak Aziz.


"Hehehe, belakangan pak." jawab Naya, "Pak, Naya ama ka Tika ke macdonald dulu ya!" seru Naya.


"Iya."


"Ayo ka.." ajak Naya pada ka Tika.


Ka Tika dan Naya berjalan bersama ke macdonald untuk membeli es krim.


🌹🌹🌹🌹🌹


bersambung...


terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊😊


mohon πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» dukung karya receh author 😊😊😊😊😊 dengan cara ↩️


β€’β€’β€’β€’β€’> πŸ‘ like


β€’β€’β€’β€’β€’> ✍️ komen


β€’β€’β€’β€’β€’β€’>⭐⭐⭐⭐⭐


β€’β€’β€’β€’β€’> β™₯️ favorit biar gak ketinggalan cerita'nya 😊😊


β€’β€’β€’β€’β€’β€’>πŸŽπŸŒΉβ˜•


β€’β€’β€’β€’> vote


🌺🌺🌺🌺 salam sayang 🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2