
π
"Habis dari sini, rencana kalian mau naro lamaran kerja di mana?" tanya pak Aziz lagi.
"Coba di Jayen deh pak." ucap Heru.
"Paling Nini mah buat lamaran kerja dulu, pak." ucap Nini.
"Jalan-jalan ke Bintaro Plaza pak, kali bae ada lowongan kerja." ucap Fifi.
"Aku beneran gak enak hati inih, Fifi di putus kontrak.. lah aku ama Novi malah di perpanjang kontrak.. aku gimana ini!" batin Naya.
Naya, oh Naya, masih aja mikir gak enak hati, apa lagi setelah Fifi tahu jika Naya dapat di perpanjang kontrak kerjanya, ada perubahan sikap Fifi terhadap Naya, lebih bersikap acuh seperti tidak menganggap Naya ada, makin sedih deh batin Naya di buatnya.
Malam saat pulang, seperti biasa Naya di jemput ayah.
Ayah duduk di atas motor dengan Apri duduk di depan berada dalam jaket yang ayah kenakan hanya memperlihatkan wajah Apri dan kakinya, sedangkan badannya terselimut dalam jaket yang ayah sreting.
"Ya ampun, embul pake ikut lagi bae." ucap Naya saat berada di hadapan ayah, lalu mencium punggung tangan kanan ayah tidak lupa lupa menowel pipi gembul Apri.
"Iya, pengen ikut jemput kamu Nay.. ini aja Apri yang ngajakin jemput dei tadi." ujar ayah.
"Pindah belakang yuk, Pri?" ayak Naya biar Apri mau pindah duduk di belakang.
"Gak mau, Nay aja yang duduk di belakang.. Empi mao di depan ajah, tuh liet tuh nanti bisa liet mobil." ujar Apri yang tidak mau pindah duduknya.
"Udah gak apa, Nay.. kamu aja yang di belakang.." ujar ayah.
"Oke lah kalo gitu." Naya duduk di jok belakang motor.
"Gajian, Nay?" tanya ayah.
"Iya, yah." jawab Naya nengan lesu tanpa gairah.
Ayah mulai melajukan motornya menuju rumah dengan kecepatan sedang.
"Kenapa lagi?" tanya ayah.
"Sedih nih, yah." Naya menyandarkan kepalanya di punggung ayah yang sedang mengendarai motor.
"Gajian ko sedih?" tanya ayah heran, gajian bukannya seneng nampanin duit ini malah sedih, gak ada tampang seneng-senengnya di wajah Naya.
"Fifi, di berentiin kerjanya yah." jelas Naya.
"Lah emang ngapa itu bocah?"
"Iya kontrak kerjanya gak di perpanjang yah, jadi di berentiin kan?"
"Belom rezekinya kali Nay, kalo kamu gimana Nay? anak ayah, di perpanjang gak nih kontrak kerjanya?" tanya ayah sambil melihat muka Naya dari balik kaca spion.
"Naya, di perpanjang kontrak kerjanya yah."
"Ya baagus dong kalo kamu di perpanjang kontrak kerjanya Naya."
"Tapi sedih, ko Fifi gak di perpanjang kontrak kerjanya, kan Naya kerja di resto juga boleh di ajak kerja ama Fifi."
"Ya mau gimana lagi? kan bos kamu yang ngambil keputusan Nay.. begitu lah kalo orang kerja Nay, resiko jadi kuli, coba jadi bos."
"Kapan ya, Naya jadi bos?"
"Kerja aja yang bener Nay, kalo ada jalannya juga nanti jadi bos."
"Bos apaan, yah?
"Bos tukang tidur? bos tukang taneman? apa aja."
"Eeet ayah mah."
__ADS_1
"Kamu sekarang tugasnya kerja aja Naya yang bener, jangan di jadiin beban kalo Fifi gak di perpanjang kontrak kerjanya." tutur ayah.
"He'eh."
Dreeet... dreeeet...
Hape Naya bergetar.
Naya meraih hape yang ada di saku bajunya, melihat isi pesannya.
"Kamu udah pulang? sama siapa?" isi pesan dari Surya.
"Lagi jalan pulang, sama ayah." pesan yang Naya kirim untuk Surya.
"Ko ga bilang kalo udah pulang? ama cowok lu ya?" Surya.
"Ama ayah, apa bae luh mah di kata." Naya.
Naya langsung menyimpan hapenya kembali ke saku bajunya tanpa menunggu pesan balasan dari Surya.
πΏπΏπΏ
Sampai di rumah Naya.
Naya turun dari motor di ikuti Apri, pintu rumah langsung di buka oleh bunda.
"Udah jemput Nay nya?" tanya bunda saat Apri langsung memeluk kedua kaki bunda.
"Udah, kaka gajiam bunda." ucap Apri dengan suara pelonya.
"Asiiik nih, bunda nampanin duit lagi segepok." ujar bunda.
Naya mencium punggung tangan kanan bunda dan tangan kirinya menenteng sepasang sepatu yang tadi di kenakannya.
Lalu masuk ke dalam rumah di ikuti bunda dan Apri, ayah tidak langsung memasukkan motor ke dalam rumah malah asik ngelap motor dengan kanebo.
"Alhamdulillah, ini kamu udah ngambil belom Nay?" tanya bunda yang langsung membuka isi amplop.
Bunda masuk ke kamar Naya dan duduk di kasur Naya, menghitung jumlah uang gajian Naya.
"Belom, masih utuh." ucap Naya yang langsung ke kamar mandi untuk cuci muka.
Apri yang melihat bunda sedang menghitung uang langsung merengek pada bunda.
"Bunda, Apri mao mertabak." ucap Apri.
"Ani juga mao dong, bun!" seru Ani yang dari tadi matanya tertuju pada televisi.
Naya masuk ke kamar dengan wajah yang lebih segar setelah mencuci muka.
"Kamu mao mertabak gak, Nay?" tanya bunda saat Naya duduk di kasurnya.
"Mao, emang ada bun?"
"Lah kan duitnya baru ada, beli gih!" perintah bunda.
"Siapa yang beli, bun?" tanya Naya.
"Ya kamu sama ayah, Nay." ucap bunda.
"Lah ayah mana, bun? dari tadi ora nongol." tanya Ani.
"Apri tong, coba liet ayah.. ada ora di depan?" perintah bunda agar Apri melihat ke depan rumah.
"Gak mau, kaka aja." tolak Apri.
Naya langsung bangun dari duduknya dan melihat pintu yang masih terbuka, menampakkan ayah yang sedang mengelap motor dengan kanebo.
__ADS_1
"Ayah di depan bun, lagi ngelap motor pake kanebo." ucap Naya memberi tahu bunda.
"Ya ampun, itu orang ora ada bosennya apa ama motor, motor bae yang di usap-usap pake kanebo ora pagi, siang, malam juga ampuuun dah." keluh bunda.
"Biar mentereng, bun." ucap Ani.
"Panggil ayah kamu gih." ucap bunda.
"Ayaaaah, sini.. di panggil bunda." teriak Naya.
Plak.
Tangan binda melayang di paha Naya.
"Kaga teriak juga kali Nay." omel bunda.
"Hehehe." di balas tawa sama Naya.
"Ngapa? lu manggil gua, Im? tanya ayah yang sudah berdiri di depan kamar Naya.
"Mao ora, beli mertabak buat ini bocah!" seru bunda.
"Emang ada duitnya?" tanya ayah.
"Lah kapan ini bos abis gajian." ucap bu da dengan melirik Naya.
"Bos kuli." celetuk Naya.
"Amiiiin kalo orang tua ngomong mah." jelas bunda.
"Iya amin."
Bunda menyerahkan uang lima puluh ribu satu lembar pada ayah, "Ini bang, duitnya."
"Yang mao ikut, siapa nih?" tanya ayah.
"Apri mao."
"Naya apa Ani yang mao ikut?" tanya ayah menawarkan antara Ani dan Naya.
"Kaka aja." ucap Ani.
Akhirnya Naya, Apri dan juga ayah pergi lagi dari rumah untuk membeli mertabak.
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
bersambung...
terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author πππ
mohon ππ»ππ» dukung karya receh author π dengan cara β©οΈ
...like...
...komen...
...vote...
...βββββ...
...β...
...πΉ...
...β₯οΈ...
...πΈπΈπΈ salam manis πΈπΈπΈ...
__ADS_1