Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Dongkol


__ADS_3

Hati Surya di penuhi kembang api yang menyala.


Tanpa izin dari Naya, Surya menempelkan bibirnya pada bibir Naya, yang awalnya kedua benda kenyal itu hanya menempel kini berubah dengan lidah Surya yang menerobos masuk ke dalam mulut Naya dan menari nari di dalamnya saling bertukar saliva.


Naya seperti hilang akal dengan permainan Surya.


'Mati gue, ini kan depan rumah, kalo ada yang liet, gimana ini.' saat akal Naya kembali sadar dengan kelakuan Surya.


"Hah." Naya menghela nafas saat ciuman usai.


"Maaf ya, aku udah gak bisa nahan liet bibir kamu." ibu jari Surya menyusut di bibir Naya yang basah karena ulahnya.


Blush.


Pipi Naya merona, baru kali ini merasakan nikmatnya ciuman dan di lakukan dengan seorang pria yang Naya cinta rasanya seperti terbang, hati di penuhi bunga.


"Hampir aja." gumam Naya.


"Hampir apa, Nay?" tanya Surya.


"Hampir aja bablas, mana ini depan rumah, kalo ada orang yang lewat kan jadi berabe." timpal Naya


"Iya, maaf ya Nay... abisnya bibir kamu ngegoda aku mulu." Surya mencuil dagu Naya.


"Ya au amat."


'Akhirnya bisa juga gue balikan ama Naya.' ada rasa lega dalam hati Surya.


Sesaat Naya inget perkataan Ratna, teman sekolahnya dulu, sambil jemari Naya menyentuh bibirnya, 'Begini ya rasanya kalo ciuman itu, bener kata Ratna, bisa nagihin, hehehe.'


Surya melihat tingkah aneh Naya, 'Kenapa dia senyum senyum sendiri ya? apa mao lagi kali ya? gua sih yang mao lagi mah, bibir Naya manis, nagihin gue jadinya.'


"Kamu kenapa, Nay?" Surya menyentuh bahu Naya, "Naya? kamu mau lagi?"


Naya malah manggut manggut.


Yang Surya pikir itu jawan iya untuk nya, seperti mendapat angin segar buat Surya.


Cup


Cup


Surya mengecup singkat bibir Naya.


***


Selepas kepulangan Surya, Naya masuk ke dalam kamar hendak tidur.


Ting.


Notifikasi pesan masuk di hape Naya.


"Pasti dari Surya." senyum merekah di bibir Naya, Naya membaca pesan dari Surya dari dalam hati tanpa bersuara.

__ADS_1


Pesan dari Surya, "Jangan tidur malam malam ya honey, love you, makasih bibirnya.


Bibir Naya komat kamit, kesel, jengkel, senang melebur jadi satu,


'Eeet ya Surya mah, masih bae di bahas ciuman yang tadi, kalo bunda baca pesan dari Surya kan bisa berabe ini.' Naya yang langsung membalas pesan Surya.


Balesan yang Naya kirim untuk Surya, "Ini kan emang udah malam, emang aku madu di panggil honey? kamu hati hati di jalan, langsung pulang.


"Hooom." Naya menguap.


'Baru juga jam sebelas lewat, ngapa mata ngantuk banget ya?' batin Naya.


Baru saja Naya memejamkan mata karena rasa kantuk, harus terbangun lagi saat mendengar notifikasi pesan masuk.


Ting.


Pesan Surya, "Iya lah aku langsung pulang... honey itu panggilan sayang aku buat kamu Nay, kamu tidur aja kalo udah ngantuk... met bobo honey, mimpiin aku ya, love love."


"Iya aku tidur, udah ngantuk juga." pesan yang Naya tulis untuk Surya.


Setelah mengirim pesan, Naya langsung menghapus semua pesan dari Surya dan pesan yang ia kirim ke nomor Surya juga tidak luput di hapus oleh Naya juga, berabe urusannya kalo sampe bunda baca.


***


Kukuruyuk, petok petok.


Ayam tetangga berbunyi bagaikan jam weker alami, seolah mengajak semua yang mendengar nya untuk segera sadar dari alam mimpi dan memulai aktivitas nya kembali.


Seperti biasa bunda orang pertama yang bangun di rumah.


"Bangun bang, udah subuh." bunda Imah menepuk nepuk bahu ayah Adi, berharap suaminya itu segera bangun.


"Eeeeemh." ayah Adi mengulet.


"Bocah liet, udah pada bangun apa belom?" ujar ayah Adi dengan ciri khas orang bangun tidur.


"Ora pake luh suruh juga, gua pasti bangunin, bang." dumel bunda Imah sambil menguncir rambut nya dengan karet gelang.


Ayah Adi langsung nyelonong ke kamar mandi untuk cuci muka dan berwudhu lalu bergegas ke mushola terdekat.


Bunda Imah melihat ke dua anak gadis nya masih berteman bantal guling.


"Naya, Ani, bangun bangun, udah pagi nih!" oceh bunda Imah sambil mengguncang kaki Naya dan Ani secara bergantian.


"Eeeeemh, dikit lagi bunda." keluh Ani yang merubah posisinya memunggungi bunda Imah.


Bunda Imah membuka gorden yang ada di kamar Naya, pandangan di luar rumah masih tamaran.


"Alhamdulillah masih bisa nikmatin ciptaan mu ya Allah." ujar bubda Imah.


Bukan lagi kesel tapi dongkol yang di rasa bunda Imah saat melihat tidak ada satu pun di antara Naya dan Ani yang bangun dari tidur.


Naya jangan di tanya, gak ada suara, anteng tidur, suara bunda gak kedengaran di telinga Naya.

__ADS_1


Plak, plak, plak.


Tangan bunda mendarat di paha Ani, "Bangun kaga luh, solat subuh dulu biar seger." oceh bunda Imah.


"Eeeemh bunda mah." oceh Ani yang langsung bangun.


"Ini lagi nih, bocah bukannya bangun.. molor bae." omel bunda Imah yang mendapati Naya masih anteng dengan posisi nya.


"Nay, bangun Nay... semalam tidur jam berapa luh? di bangunin susah banget luh!" omelan terlontar lagi dari bibir bunda dengan tangan menepuk nepuk kaki Naya.


Bugh.


"Awh." keluh Ani saat jidatnya mendarat di pintu.


Bunda melihat ke arah Ani geleng geleng kepala, "Jalan pake mata, Ni."


"Pake dengkul, bun." timpal Ani yang matanya seger setelah kejedot pintu.


"Susah banget di banguninnya nih." omel bunda Imah sambil meninggalkan kamar Naya, menyusul Ani ke kamar mandi untuk berwudhu.


Ani ke luar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang basah, "Ka Nay belom bangun, bun?"


Gantian bunda yang masuk ke dalam kamar mandi, "Tadi mah belom... jangan lupa bangunin kaka kamu, Ni!" suara bunda Imah dari dalam kamar mandi.


"Iya nanti Ani bangunin."


Ani melihat Naya yang masih terlelap tidur.


Ani menyambar mukena dan mengenakannya sambil bibirnya mengoceh berharap Naya bangun, "Ka, bangun ka... udah subuh... bangun dulu ka, tar di semprot bunda loh kalo sampe bunda tau kaka belom bangun."


"Eeeeh." Naya mengerang sambil meregangkan tangannya di atas kasur.


Mata Naya tertuju pada Ani yang berbalut mukena hijau, "Mao sholat, Ni?"


Ani menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Mao tidur, lah ya iya mao sholat lah ka."


Ani mulai sholat subuh dengan 2 rokaat sedangkan Naya langsung menyambar hape yang terletak di dekat bantal kepala nya.


"Surya udah bangun apa belom ya?" gumam Naya.


Senyum merekah saat ada pesan dari Surya, "Bangun honey, jangan lupa sholat subuh."


"Aku berangkat kerja ya, jemput rezeki buat masa depan kita nantinya." pesan kedua dari Surya yang sukses membuat hati Naya berbunga bunga lagi.


Bunda melihat Naya yang sedang menatap layar hapenya sambil senyum senyum sendiri.


Bersambung...


Bunda marah gak ya?


Mohon 🙏🏻🙏🏻 dukung karya receh author 😊😊


No koment julid,

__ADS_1


Izin promo ya, nih yang masih anget.



__ADS_2