
✉️ 0896222***
Udah dapet jadwal libur belom?
✉️ Naya
Udah dong
✉️ 0896222***
Kapan?
✉️ Naya
Rabu
✉️ 0896222***
Ya udah nanti aku ke rumah kamu ya yank, kita maen ke tempat Maya.. mau gak?
✉️ Naya
Liet nanti aja, aku kerja dulu.
✉️ 0896222***
Iya, met kerja yank.
Pak Aziz yang tengah berdiri di sisi kanan kasir, ka Tika yang sedang berdiri di belakang mesin kasir, sedangkan Fifi di sisi kiri kasir.
Naya lagi mencuci gelas yang ada di westafel dapur. Nini lagi lap botol minuman dan langsung menyusunnya di ciler.
Eka dan juga Elsa lagi berdiri mematung di depan westafel sambil memperhatikan customer.
Novi berdiri di samping pak Aziz.
"Besok, kamu jadi Tika?" tanya pak Aziz saat resto mulai senggang.
"Jadi pak." jawab ka Tika.
"Terus kasir siapa pak?" tanya Fifi yang juga lagi nimbrung ngobrol sambil berdiri.
"Ada Novi dan Naya.. bapak juga bisa loh megang kasir." seru pak Aziz.
Saat malam menjelang, hanya ada 1 meja yang terdapat customer yang sedang menikmati makanan yang di pesannya, meja lain kosong melompong.
"Mulai sepi pak? mobil dari tadi banyak yang masuk lari kemana ya?" tanya Naya yang tiba-tiba nongol di belakang pak Aziz dan juga Novi.
"Ke belakang kali Nay, banyak resto juga kan yang udah pada buka." jawab pak Aziz.
"Kenapa gak nyebar brosur aja pak?" usul ka Tika.
"Emang brosur udah jadi ya Tika?" tanya pak Aziz yang tidak tahu jika brosur sudah jadi.
"Udah pak, itu yang waktu ibu sama pak Pangesta dateng nganter barang tapi gak mampir." jelas ka Tika.
Ka Tika membuka pintu lemari yang di gunakan sebagai meja kasir dan mengambil brosur yang ka Tika simpan di dalam lemari.
"Ini dia pak." ucap ka Tika sambil memperlihatkan setumpuk brosur yang ada dalam plastik putih.
"Wah iya nih udah jadi, ayo siapa yang mau nyebar brosur?" tanya pak Aziz.
__ADS_1
Semuanya diam tidak ada yang berani mengusulkan diri untuk menyebar brosur.
"Ya udah, kamu aja gih Nay." ucap pak Aziz sambil menyerahkan beberapa lembar brosur pada Naya.
"Nyebar di mana pak?" tanya Naya.
"Nyebar di sana aja, tuh samping pos masuk mobil." ucap pak Aziz sambil menunjuk jari telunjuk kanannya ke arah pos masuk mobil.
"Kapan pak?" tanya Naya.
"Besok Nay.." ucap pak Aziz.
"Wiiih enak besok!" seru Novi.
"Sekarang Nay." ucap pak Aziz sambil menepuk bahu Nay.
"Iya pak, bercanda." ucap Naya dan berjalan menuju tempat yang di maksud.
"Pok, numpang ya.. nyebar brosur." izin Naya yang sudah berdiri di samping pos masuk bagian mobil.
"Oh iya neng.. mao bae luh di suruh nyebar brosur?" tanya si empok penjaga parkiran.
"Lah ya mao pok, bos yang nyuruh mah." jawab Naya.
"Coba luh suruh gua sini yang nyebar brosur, tapi ada syaratnya." ujar si empok.
"Syaratnya apaan pok?" tanya Naya dengan penasaran.
"Buatin gua es teh gitu." ujar si empok.
"Lah kalo itu mah, nanti saya bilang dulu sama onoh bos ya pok." jawab Naya, jelas kalo masalah itu Naya gak berani kalo bukan di suruh langsung sama pak Aziz mah ya.
"Gaji di situ berapa neng?" tanya si empok di sela waktu saat sedang tidak ada mobil yang masuk parkir.
Di saat ada mobil yang masuk parkiran, setelah si empok memberikan kertas parkir, giliran Naya yang bertugas menyodorkan selembaran brosur pada pengemudi.
"Misi ka, brosurnya boleh mampir ka.." ujar Naya seraya memberikan brosur pada pengemudi.
"Jual apa nih, mbak?" tanya pengemudi yang usianya cukup do bilang dewasa.
"Kita ada menu spesial bebek asap ka." ujar Naya.
"Restonya di mana, mbak?" tanya si pengemudi mobil lagi yang terlihat antusias.
"Itu ka, di situ." ucap Naya sambil menunjukkan letak resto yang berada persis di belakang Naya.
"Wah dekat ya, nanti deh saya mampir." ucap si pengemudi mobil dan melajukan mobilnya lagi.
"Empok bikang, jaga dimana pok?" tanya Naya yang hanya mengenal po bikang dan empok Siti.
"Lah luh kenal sama Bikang?" tanya si empok lagi.
"Kenal disini itu juga pok." jawab Naya, "Kalo empok, namanya siapa si?" tanya Naya.
"Gua Fitri, kalo Bikang lagi jaga pintu masuk yang ada di belakang noh, deket mesjid." jawab empok Fitri, yang baru Naya ketahui namanya.
"Empok kerja disini udah lama?" tanya Naya.
"Yah lumayan lama." jawab Naya.
Saat ada mobil masuk lagi ke parkiran.
__ADS_1
"Karcis masuknya pak, jangan sampai hilang ya." ujar empok Fitri mengingatkan.
"Beres, mbak." ujar pengemudi mobil yang sudah berumur.
"Permisi pak, brosurnya.. boleh di coba menunya pak." ujar Naya sambil menyodorkan selembar kertas brosur.
"Apa ini? dapur bebek, kok embak gak jadi bebek?" tanya pengemudi mobil.
"Nama restonya doang pak.. yang kerja mah manusia." ujar Naya.
"Jawaban yang pinter.. nanti saya mampir ya!" seru pengemudi.
"Makasih, pak." ucap Naya, dan pengemudi mobil itu berlalu.
Hingga mobil yang berikutnya..
"Permisi ka, brosurnya!" seru Naya sambil menyodorkan kembali kertas brosur pada pengemudi wanita muda nan cantik.
"Maaf, mbak!" seru pengemudi mobil dengan mengangkat tangan kanannya sebagai tanda penolakan.
Melihat tanda dari wanita cantik itu pun Naya sudah mengerti dan menarik kembali tangannya yang sedang menyodorkan kertas brosur ke arah wanita cantik tadi.
"Heet ya, cantik sih tapi sayangnya angkuh gitu." batin Naya melihat tingkah wanita cantik yang tadi mengemudi mobil.
"Permisi ibu, brosurnya." ucap Naya kala menyodorkan selembar kertas brosur pada ibu yang sedang berhenti di parkiran masuk mobil.
"Baru buka ya, mbak?" tanya si ibu dengan ramah.
"Baru satu bulan, ibu.. itu di sana letak restonya." ujar Naya yang menunjuk ke arah resto.
"Oh, oke.. nanti saya mampir ya!" seru si ibu dengan senyum manisnya.
"Iya ibu, saya tunggu ya!" seru Naya balik dengan senyum yang tidak kalah manisnya.
Hingga beberapa menit Naya berdiri di samping parkiran mobil masuk untuk menyebarkan brosur, akhirnya Nini menghampiri Naya dan menyuruh Naya untuk berhenti dari aksinya menyebar brosur, itu pun atas perintah dari pak Aziz.
Naya dan Nini kembali ke resto dan Naya melihat resto yang saat ini sudah ramai dikunjungi customer dan ada beberapa dari customer yang duduk di sana adalah orang yang tadi Naya berikan selembaran brosur di parkiran masuk mobil.
Naya menaruh sisa lembaran brosur ke atas meja kasir, sedangkan Nini sudah kembali sibuk dengan aktivitasnya mengangkat piring kotor dari meja yang sudah tidak ada customer.
"Nay, ini kasih ke meja nomor 5." perintah ka Tika.
"Beres." Naya mengantar pesenan ke meja nomor 5 dengan semangat.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
bersambung...
terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊
mohon 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 dukung karya receh author 😊😊😊 dengan cara ↩️
•••> 👍 like
•••> ✍🏻 komen
••••> ⭐⭐⭐⭐⭐
••••> 🎁☕🌹
••••> vote
__ADS_1
•••> ♥️ favorit biar gak ketinggalan cerita'nya 😊
🌺🌺🌺🌺 salam manis 🌺🌺🌺🌺