Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Traktir


__ADS_3

...🌷🌷🌷...


Aku tidak bisa lagi menyembunyikan rasa bahagia ku saat Surya mengatakannya, tapi ada rasa takut di hati ku yang terdalam, mengingat Surya yang selalu berselingkuh di saat masih pacaran, apa Surya akan berubah jika hubungan ini memang benar serius?


Intensitas pertemuan ku dengan Surya akhirnya di batesin, cari aman mengingat masih lama hubungan ini akan jelas arahnya.


Surya pun tidak keberatan saat di depan bunda, tapi ia mengeluh saat di depan ku.


Sore hari di Bif Stop, karena masih sepi pengunjung, aku dan Ari kemilih duduk standbay di depan. Dodi di belakang bersama dengan chef alias ka Fajar dan juga Adi.


"Udah gajian, belum si bang?" Tanya Adi pada Fajar yang duduk di pinggiran dinding belakang.


"Mana gw tau, gw belum dapat kabar dari Novi... coba gih lu yang tanya!" Seru Fajar.


"Yah lu, bang... males gw kalo di suruh nanya dia mah." Ujar Adi.


Entah ada masalah apa antara Adi dan ka Novi, yang pasti Adi kurang akur dengan ka Novi, padahal Adi bisa berhasil kerja di Bif Stop itu juga karena ka Novi yang masukin kerja.


"Udah cek ATM belum, Nay?" Tanya Ari.


"Belum... emang udah gajian ya?" Tanya ku balik.


"Gak tau juga sih." Ujar Ari.


"Tapi ini baru tanggal 25, biasanya kan tanggsl 28."


"Kemaren itu absen anak anak udah di bawa sama pak Jaya, kemungkinan ya sekarang kita udah gajian kalo emang langsung di urus gajiannya ya!" Seru Ariyanti.


Aku malah menyuruh Ari untuk mengecek ATM miliknya, "Ya udah coba aja cek ATM gih!"


Dodi menghampiri ku dan Ariyanti lalu menaruh apron miliknya di atas meja.


"Titip dulu, ya!" Serunya.


"Mao kemana, bang?" Tanya Ariyanti.


"Minimarket dulu sebentar." Ujarnya.


"Mau cek ATM ya, Dodi?" Tanya ku.


"Untung lu ingetin, iya sekalian cek ATM, kali aja kan udah turun duit gajian kita." Dodi berjalan ke dapur dan tidak berapa lama ia pun ke luar dari dapur. "Titip ya!" Serunya.


"Titip dong, Dod!" Seru ku yang menyerahkan uang lima ribu rupiah padanya.


"Titip apaan ini?" Tanya Dodi bingung.


"Nitip keju balok, itu dapat yang ukuran kecil." Ujar ku.


"Oke lah." Dodi melangkah pergi ke minimarket sementara aku dan Ari masih duduk di meja kasir.

__ADS_1


"Sayang banget Nai, lu kerja di sini belum ada 5 bulan." Ujar Ari.


"Emang kenapa kalo belum 5 bulan kerja?" Tanya ku bingung.


"Kan kalo mau dapetin tunjangan hari raya apa THR, itu syaratnya karyawan yang udah kerja selama 5 bulan." Terang Ariyanti.


"Owh gitu ya! Seru ku dengan rasa kecewa di hati, "Tapi gak apa lah Ri, yang penting aku lebaran ini kaga nganggur, seenggaknya masih ada duit buat beli barang yang aku mau." Ujar ku lagi harus bisa menguatkan hati.


Seorang pengunjung wanita datang ke Bif Stop, aku dan Ariyanti pun menyambutnya.


"Selamat datang di Bif Stop kaka!" Seru ku bersama dengan Ariyanti.


Wanita itu hanya mengangguk kecil dengan menarik sudut bibirnya ke atas, lalu ia mendudukkan dirinya di meja paling belakang dekat pembatas dinding.


"Biar gw aj, Ri!" Seru ku yang berjalan maju menghampiri wanita cantik itu.


Ku catat apa yang di pesan wanita itu, lalu aku jalan ke jendela penghubung dapur dan aku pun membunyikan bel tanda ada pesenan masuk ke dapur.


Ting.


Ka Fajar langsung berjalan ke dapur, meraih kertas yang aku tempel di dinding.


Ia pun langsung menggrill daging sirloin dan Adi menggoreng kentang sesuai porsiannya.


Aku langsung ke dapur menyiapkan minumnya.


"Beres." Ari langsung mengantarkan minuman ke meja pengunjung.


Tidak lama Dodi kembali setelah dari minimarket, "Ini seriusan, Nay?" Dodi tidak percaya dengan ukuran keju yang aku pesan.


"Asik... makasih yo!" Seru ku senang mendapat cemilan yang aku pesankan padanya.


Dodi geleng geleng kepala, "Segitu mana kenyang!" Serunya.


"Kenyang lah, kan yang makan gw, hehehe." Ledek ku.


"Gimana bang Dod! Udah turun belum itu duut gajian?" Tanya Ari setelah kembali mengantar minuman.


"Udah, ini gw tadi langsung transfer ke kampung, mayan lah gajian di awal, tau aja anak perantauan udah sekarat isi dompetnya." Ujar Dodi dengan senyum mengembang tidak perlu lagi makan dengan mie instan, bisa lah dapet nasi padang.


Asiiik aku juga nih bisa beliin bunda belanjaan buat keperluan kamar mandi ama dapur.


Ting.


Fajar membunyikan bel tanda pesenan sudah jadi.


Dodi langsung menghampirinya, "Aiiih bikin laper aja ini steak!" Seru Dodi melihat tampilan steak di atas piring, menggugah selera.


__ADS_1


"Sirloin weldan whit saus barbeque, mantep da'ah." Ujar Dodi yang membawanya langsung ke pengunjung dengan menggunakan nampan.


"Ka Fajar, borong gih!" Seru Ariyanti.


Fajar membola, "Borong apaan?"


"Kan duit gajian udah turun ka, ayo lah traktir es krim McDonald's!" Seru Ariyanti yang minta di traktir ka Fajar.


Fajar yang merasa belum mengecek ATM-nya pun langsung berkata, "Kata siapa duit gajian udah turun? Ngecek ATM juga belum!"


"Ih, itu bang Didi tadi ngecek di minimarket, udah turun itu dia gajiannya." Ariyanti memberi tahu jika Dodi sudah mengecek saldo ATM-nya.


"Ya udah gih, tar kalo udah gak ada pengunjung, lu berdua ama Naya ke McDonald's." Ujar ka Fajar yang membuat Ariyanti bersorak senang.


"Asiiik, dapet traktiran." Sorak Ariyanti.


Malam ini aku di jemput ayah yang sudah standbay di belakang Bif Stop, ku lihat ayah tengah ngobrol dengan bapaknya Ariyanti.


"Apri gak ikut, yah?" Tanya ku saat sudah berdiri di samping ayah yang duduk di atas motor.


"Kaga, Apri lagi nemenin bunda, lagi hibur bunda." Ujara ayah.


"Emang bunda kenapa yah? Pake di hibur segala." Tanya ku bingung.


"Nanti aja di jalan ayah jelasin."


Di jalan aku pun tidak sabar ingin mendengar cerita ayah. Setelah aku mendudukkan diri di boncengan motor, ayah melajukan sepedah motornya memecah jakan menuju rumah.


"Bunda kenapa, yah? Ada yang bikin kesel lagi?" Tanya ku.


"Ya biasa bunda kamu, kalo udah kepengen."


"Bunda pengen apaan, yah?" Tanya ku lagi penasaran.


"Bunda pengen buat dodol tapi kan gak punya teplon, tadi bunda kamu ngomong mau minjem teplon sama Holidah, tapi gak di kasih udah gitu pake ngomong yang kaga enak di denger, bunda kamu nangis bae ono." Terang ayah.


"Ya kalo gak di kasih ya jangan marah lah yah!" Seru ku.


"Kan tadi ayah bilang, bunda kamu buka ayah!"


Bersambung...


...🌷🌷🌷🌷...


Terima kasih udah mampir 😊


Jangan lupa 👍


Komen ya 😊😊😊 barang cuma 10 huruuuuuf bae dah

__ADS_1


__ADS_2