
Nov! Udah riset belom lu? Gw mau stok daging nih!" Seru ka Fajar dengan wajah datar.
"Oh, iya... tunggu tunggu!" Ka Novi langsung meninggalkan dapur dan duduk di belakang mesin kasir membuatkan risert hari ini agar bisa di cocokkan dengan stok barang yang ada.
"Udah di jemput aja lu, Nay!" Seru Adi.
"Yang bener, ka?" Tanya ku yang belum melihat Surya.
"Onoh, apaan!" Adi menunjuk warung yang ada di belakang, dekat trotoar jalan.
"Dih, iya!" Seru ku.
Aku menghampirinya dengan mengenakan jaket dan tas selempang.
"Kamu dari tadi, apa baru dateng?" Tanya ku yang melihat Surya menyeruput teh gelas.
"Baru nyampe, emang udah bubar?" Tanyanya berjalan menuju motornya si menor, aku jalan beriringan dengannya.
"Dikit lagi, ka Novi lagi nyamain stok ama k Fajar!" Seru ku.
"Owh." Surya duduk di atas motornya.
Ku tarik lengan jaket yang sedang Surya kenakan.
Bak seekor kucing, hidung ku mengendusnya.
"Kamu tumben pake minyak wangi kaya gini!" Seru ku.
"Minyak wangi apaan si? Aku belum beli minyak wangi." Terang Surya, apa iya minyak wangi Meli nyangkut di jaket gw ya?
__ADS_1
Kening ku mengkerut, mata ku menyelidik dengan menatap tajam Surya, belum beli minyak wangi, tapi ini wanginya minyak wangi cewe.
Kini Surya ikut mengendus lengan jaket yang ia kenakan. Mampussss gw, minyak wangi Meli bener ketinggalan ini wanginya di jaket gw, pasti ini yang buat Naya nanya kaya gitu.
"Ta- tadi a- ku minta minyak wangi Sani, iya minyak wangi! Kan minyak wangi aku di kamar habis, aku belum sempet beli," Terang Surya, gak apa lah bohong, Naya mah percayakan ini anaknya, paling gampang di kibulin lah pokonya mah.
"Nay!" Ariyanti memanggil nama ku.
"Aku ke sana dulu, yank!" Surya hanya mengangguk.
Setelah berdoa, mendengar brifing, akhirnya bubar.
Sampai di lampu merah, aku menghentikan laju motor ku, begitu pun Surya, menghentikan laju motornya tepat di samping kanan motor ku.
Ku tatap wajah lelah Surya.
"Tadi kamu ngapain, yank di tempat kerja?" Tanya ku saat Surya menatap ku sekilas.
"Kamu kenapa sih?" Tanya ku menyentuh dan menggenggam tangan kirinya, ku rasakan telapak tangannya yang basah dan berkeringat.
"Kamu sakit, yank?" Kaga cima badan gw bawannya dingin.
"Kaga." Ujar Surya, Udah jalan, lampunya udah hijau itu.
Aku pun melajukan motor ku sampai rumah.
Surya mendudukkan dirinya di lantai, sudah biasa.
Surya duduk menyandar pada dinding rumah dambil menunggu Naya yang sedang di dalam rumah.
__ADS_1
Haduuuh, pusing nih gw, ongkos buat sebulan berkurang gara gara kena tilang. Nyari kemana ya sisanya, buat gantiin ongkos gw yang ke pake itu.
...
Bener hari ke mudian.
Surya kelabakan ongkos, uang yang harusnya cukup sebulan untuk ongkosnya kerja, beli bensin dan roko terpakai untuknya membayar tilang yang terjadi 2 kali dalam sehari.
Niat hati mau enak jemput sales promotion gril, malah sebaliknya,, jadi kebelangsattan.
Surya mengirim pesan singkat pada ku di saat jam di resto menunjukkan pukul 5 sore.
"Honey, bisa tolongin aku, gak?" Pesan yang Surya kirim untuk Naya.
Berhubung resto juga lagi sepi, kami pun bebas untuk main hape, atau mengerjakan yang lainya.
Aku yang sedang mengobrol dengan Ariyanti pun meluhat haoe ku yang bergetar dari dalam saku celana bahan yang aku pakai
"Tolong, apa? Emangnya kamu gak kerja, yank?" Cerocos ku.
"Tolong cariin aku pinjeman dong,. honey!"
Ku tatap layar hape ku, Apa aku gak salah baca, Surya minta aku untuk cariin pinjeman.
Bersambung...
...🌷🌷🌷🌷...
Terima kasih udah mampir 😊
__ADS_1
Jangan lupa 👍
Komen ya 😊😊😊 barang cuma 10 huruuuuuf bae dah