
...🌷🌷🌷...
Ke esokan paginya di rumah Naya.
Aku membuka mata dan melihat Surya masih terlelap dalam tidurnya dengan mata yang terpejam dan bibir yang mengatup rapat.
Semalam aja ngaku gak bisa tidur, sekarang aja nyenyak banget tidurnya.
Tangan ku usil menowel nowel hidungnya, "Bangun, yank! Udah siang!" Ku lihat dari jendela nampak matahari mulai terbit di bawah langit yang cerah.
Surya mengulet dengan mata yang masih terpejam, ia mengerjapkan ke dua matanya.
"Ini minggu kan?" Tanya Surya.
"He'em."
"Aku masih libur tau!" Dengan mata yang masih terpejam kini Surya membalikkan badannya hingga memunggungi ku.
Aku bangun dan melihat ke luar kamar, nampak rumah yang kotor sisa acara kemarin. Ku lihat kamar serbaguna yang di alih fungsikan menjadi kamar ayah dan bunda, sementara aku menempati kamar bunda.
"Bunda dan ayah juga tidak ada, Ani juga tidak ada... pada kemana ya? Kalo Apri udah pasti maen."
Dengan mengucek ke dua mata ku dengan tangan, langkah kaki ku membawa ku ke rumah nenek Fatimah dengan jalan perlahan menahan nyeri di area sensitifff ku.
Ku lihat ayah yang sedang merapihkan kursi kursi bersama dengan om Nata dan tukang penyewa taman.
Ada juga yang sedang membongkar tenda, kemaren itu tidak lama setelah acara ijab kabul tempat ku di guyur hujan tapi untungnya hujan turun tidak lama, tapi cukup membuat tanah yang kering menjadi becek.
"Yah! Bunda ke mana?" Tanya ku pada ayah.
"Ada itu di rumah nenek, biarin aja dulu bunda tidur jangan di bangunin... bunda kamu kecapean itu!" Seru ayah yang menghentikan kegiatannya sesaat.
"Kalo Ani, ke mana, yah?"
"Ani tadi di samper ama temennya, lari pagi."
"Oooh."
"Surya udah bangun?" Kali ini ayah yang bertanya.
"Dikit lagi bangun." Jawab ku asal.
Dari depan pintu rumah nenek, aku bisa melihat bunda yang masih terlelap tidur di atas kasur nenek.
Tangan kanan ku terulur mengusap kening bunda ke belakang rambutnya, "Cape ya, bun?"
Bunda hanya mengerang dan mengulet dengan mata yang masih terpejam, "Eeem."
__ADS_1
Aku kembali ke rumah melihat Surya, apakah sudah bangun atau belum.
"Yank!"
Ternyata seruan ku yang memanggil Surya membuat Surya yang tengah bersandar pada kepala ranjang menjadi kaget dan hape yang ada di tangannya terlepas hingga jatuh di atas kasur.
"Apa sih! Ngagetin bae!" Surya menjawab dengan ketus.
"Lah ya maaf, mana tau aku kalo kamu kaget!" Cuma gitu dong pake marah, huh.
Surya kembali meraih hapenya yang ada di atas kasur, berseluncur kembali pada benda pipih yang ada di tangannya.
"Mandi yuk, yank!" Aku mengeluarkan kaos, celana bahan dan juga pakaian dalammm ku dari dalam lemari yang terdapat di dalam kamar.
"Iya nanti." Surya nampak acuh dengan tatapan matanya yang tidak berpaling dari layar hape.
"Mandi dulu yuk! Abis itu makan... aku laper nih!" Seru ku.
"Ihs... ya udah iya mandi." Surya menyimpan hapenya di dekat bantal kepalanya.
Surya mengeluarkan kaos dan celana jinsnya dari dalam tas beserta segitu pengamannyaaa.
Aku melangkah menuju kamar mandi di ikuti Surya yang berjalan di belakang ku.
Naya jalannya gitu amat, udah kaya pingwin, "Itu kamu gak sakit, honey?"
"Lah ya sakit lah, kamu lagi!" Di kata ora sakit apa ya! Ora tau bae gw jalan juga perihhh ini!
Surya membatin dengan mata yang menyapu isi ruang kamar mandi, mana berani gw mandi sendiri... kamar mandi yang asing! Pake ada ember segede gaban lagi itu di kamar mandi, itu lagi bak isinya baju kotor apa baju bersih sih! Ko di taronya di kamar mandi! Kaya gak ada tempat laen aja buat naro itu benda.
"Mandi bareng aja!" Surya menolak untuk mandi sendiri dan mengajak ku untuk mandi bersama.
"Dih! Bisa gitu!" Oceh ku yang hendak meninggalkan Surya di kamar mandi.
Hap.
Brak.
Surya menarik tangan ku hingga masuk ke dalam kamar mandi dan pintu di tutupnya dengan mengaitkan kunci dari dalam.
Surya menatap ku dari ujung kuku sampai ujung rambut dengan pandangan yang sulit di artikan.
Main lagi seru kali ya, pake gaya yang berbeda dari yang semalam.
"Udah buka pakaian kamu, honey!" Surya mulai menanggalkan pakaian yang melekat dari tubuhnya satu persatu hingga oplos.
Aku masih malu dan risih, tapi kalo aku gak menanggalkan pakaian ku, yang ada aku hanya akan tertahan lebih lama lagi di dalam kamar mandi ini!
__ADS_1
Dengan perlahan dan membelakangi tubuh Surya, aku menanggalkan pakaian ku dan menaruh pakaian ku yang kotor ke dalam bak yang memang tersedia di dalam kamar mandi untuk menyimpan pakaian kotor.
Ku lihat Surya masih berdiri dan bukannya mengguyur tubuhnya dengan air pake gayung, Surya hanya menatap ku.
Baru juga mau berjongkok, tangan Surya lebih dulu menarik lengan ku hingga ku berdiri dan menghadap ke arahnya
"Apa lagi? Kan mau mandi!" Oceh ku bingung dengan sikap Surya.
Tanpa banyak bicara Surya menuntun ku ke arah ember merah besar yang biasa bunda gunakan untuk menampung air lengkap dengan penutupnya.
Rumah bunda belum memiliki jetpam air, selama ini masih meminta air dari rumah nenek Fatimah lewat selang air.
"Mau ngapain sih?" Tanya ku makin di buat bingung dengan Surya.
Surya membuat tubuh ku membungkuk dengan ke dua tangan bertumpu pada tutup ember penampung air.
"Kakinya buka, honey!" Surya menjarak kaki ku yang satu dengan yang lain.
Surya menepuk punggung ku pelan, "Cuma sebentar ko!" Seru Surya.
Surya memeluk tubuh ku dari belakang dengan tangan yang meremasss si kemarrr ku.
Astaga Surya, yang semalam aja udah... masih mau lagi? Suara lenguhan keluar dari bibir ku, "Eeemmmh."
Dengan berdiri tegak di belakang ku, Surya kembali memasukkan jemarinya ke dalam goa ku yang masih terasa perih dan panas, dari yang awalnya satu jari kini Surya menamah lagi hingga menjadi 2 jari.
Kaki ku menggeliat ada yang mengganjal di area sensitifff ku dengan suara lenguhan, "Aaah, eeeemh."
Surya mengeluarkan jarinya di saat goa yang selalu memberinya kenikmatannn surga duniaa yang memabukkan dan membuat nagihh si empunya adik kecil yang selalu berdiri tegak serasa di panggil si goa.
Kini goa yang tadinyanya mengering tampak basahhh dengan ulah jari yang Surya tusukkan ke dalam, adik kecil yang sedari tadi berdiri tegak kini mulai di arahkan nya menghunuss ke dalam goa, dan Surya pun mulai memacunya dari yang pelan hingga cepat dan akhirnya suara erangan juga ke luar bebas dari bibir ku dan bibir Surya.
"Emmmmm, aaaah!"
Surya mencapai titik kenikmatannya dan menyemburkan larva vanilanya di dalam goa ku yang terasa hangat.
Pluk.
Prang.
Bersambung
...🌷🌷🌷🌷...
Terima kasih udah mampir 😊.. salam manis dan love love love love sekebon
Jangan lupa 👍
__ADS_1
Komen ya 😊😊😊 barang cuma 10 huruuuuuf bae dah.
Komen mu merubah popularitas ku 😁