
"Laen kali, jangan gitu ya Nay... itu ada rezeki teman kamu juga." ujar ayah yang tidak sejalan dengan Naya.
"Iya, ini kan rezekinya Naya sama Ani sama Apri... yeeeee makan es krim." ujar Naya yang kembali ceria.
"Astaga, anak gua." gumam ayah sambil geleng-geleng kepala mendengar ucapan Naya.
Sampai di rumah.
Naya langsung buru-buru turun dari motor saat motor berhenti di depan rumah.
"Bunda kamu, ketiduran lagi gak tuh Nay?" tanya ayah yang masih duduk di atas motornya.
"Ora tau, yah." jawab Naya yang sudah melepas menenteng sepasang sepatunya di tangan kiri dan tangan kanannya menenteng plastik es krim.
Takut kejadian semalam terulang lagi, ayah langsung membunyikan klakson motornya berharap bunda tidak ketiduran lagi.
Tiiiiin... tiiiiiin...
"Ayah mah, ngagetin bae." omel Naya yang di buat kaget dengan klakson yang ayah bunyikan.
"Ahahaha, kamu Nay.. gitu doang kaget."
Tok tok tok
"Bunda... Naya pulang." ucap Naya sambil mengetuk pintu menggunakan punggung tangan kirinya.
"Iya dulu, kaaa." suara Apri yang menjawab dari dalam rumah.
"Dih, Apri tau bae ada es krim... belom tidur dia." gumam Naya.
Ceklek.... suara kunci berputar.
Kreeeeeek... pintu di buka oleh bunda.
"Assalamualaikum Nay, kalo baru pulang mah." omel bunda yang tidak mendengar Naya mengucapkan salam.
Naya mencium punggung tangan kanan bunda.
"Iya maap bun, Naya lupa." ucap Naya lirih, "Ini, bun." sambil mengarahkan kantong plastik ke depan bunda.
"Apaan ini, Nay?" tanya bunda menatap kantong plastik yang sudah berpindah ke tangannya melihat ada 3 cup ice cream dengan dua varian topping di atasnya.
Naya masuk ke dalam rumah, menaruh sepatu nya di dapur.
"Apri, sini kamar kaka." ajak bunda saat melewati depan kamarnya.
"Apaan tuh, bun?" tanya Apri yang menatap ke arah kantong plastik yang bunda tenteng.
"Kaka Nay, bawa es krim." ucap bunda.
"Apri mao ya, bun!" seru Apri yang langsung menghampiri bunda dan masuk ke kamar Naya bersama dengan bunda, sedangkan ayah memasukkan motor nya ke dalam ruang depan lalu mengunci pintu.
"Es krim, bun." ucap Naya sambil berjalan ke kamar mandi untuk cuci muka.
"Telat jawab kamu Nay, bunda udah liet isinya." jelas bunda.
"Kamu beli, Nay?" bunda duduk di kasur Naya di ikuti oleh Apri yang juga ikut duduk dekat dengan bunda.
Apri langsung melihat isi plastiknya dengan mata berbinar, takjub dengan bentuk ice cream yang baru kali ini di lihatnya di depan mata, biasanya beli ice cream tukang lewat yang pake gerobak.
"Apri, mao bun!" seru Apri yang menatap bunda dengan rasa penasaran dengan rasa ice cream yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Ani juga mao, bu!" seru Ani yang lagi duduk di tempat tidurnya.
"Ini... boleh Nay, di makan adek kamu?" tanya bunda dari dalam kamar Naya.
"Iya boleh, bun." jawab Naya yang sedang berjalan ke kamar.
"Ayo yah, makan es krim... enak tau yah!" seru Naya mengajak ayah untuk ikut serta makan ice cream yang tadi di belinya bersama dengan ayah.
"Buat kamu aja,sama bunda dan ade kamu Nay." ayah yang menolak ajakan Naya.
"Tuh, kata kaka boleh." ucap bunda yang mengizinkan Ani dan juga Apri untuk mengambil ice cream yang sudah membuat ngiler.
Naya muncul dengan wajah yang terlihat lebih segar setelah mencuci mukanya, lalu duduk di kasur atas dekat dengan Ani.
"Ayah kamu, gak mau Nay?" tanya bunda.
"Gak mau, kata ayah buat kita aja." jelas Naya.
Ani mengambil rasa chocolate sundae dan Apri yang rasa strawberry sundae.
"Nay, kamu beli es krim banyak amat?" tanya bunda?
Naya menyuapi bunda es krim dengan coklat di pinggirnya.
"Enak gak bun?" tanya Naya.
"Emmmm, enak Nay." jawab bunda menikmati enaknya es krim di dalam mulutnya.
"Bun, cobain punya Apri juga." ucap Apri yang tidak mau kalah ikut menyuapi bunda dengan es krimnya.
"Emmm, enakan punya kaka kamu.. ini ada asem-asemnya." ujar bunda dengan wajah kecutnya karena ternyata bunda memakan potongan buah strawberry nya.
"Ayah, sini... enak tau!" seru Ani yang memanggil ayah.
Sementara ayah menyeduh kopi hitamnya, bunda di kamar meminta penjelasan dari mana Naya bisa beli ice creamnya.
"Kamu duit dari mana Nay, buat beli es krim?" tanya bunda yang sedang mengintrogasi Naya.
Sedangkan Apri dan Ani hanya mendengarkan dan sesekali menyuapi bunda dengan ice cream.
"Di kasih sama orang, bun." jawab Naya yang menyodorkan cup ice crem ke hadapan bunda, biar bunda menyuap ice creamnya sendiri.
"Baik banget itu orang, Nay? pake ngasih kamu duit, emangnya kamu ngapain Nay?" tanya bunda.
"Cuma nganterin pesenannya ke mobilnya bun... jauh bun, ada di ujung resto dah pokoknya mah." jelas Naya.
"Temen kamu, di bagi gak?" tanya bunda.
"Kaga, orang aku dewekan yang ngambil piring kotornya, udah gitu Ipul sama Eka pada ngeluh sama aku." tutur Naya sambil sesekali membuka mulutnya saat bunda tengah memegang sendok ice crem, Naya kolokan nih udah gede masih minta di suapin bunda.
"Ooooh." bunda hanya berkata oh.
"Anak luh, ngerjain gua tuh Im." ucap ayah yang duduk di depan pintu dengan secangkir kopi hitamnya yang di tataki dengan piring kecil.
"Bukan ngerjain, yah... tapi ngarahin." jelas Naya.
"Emang kaka, kenapa yah?" tanya Ani.
"Ya gitu Ni, begini ceritanya... tadi tuh..." ayah menceritakan kejadian saat di Drave thru Macdonald saat tadi mau membeli ice cream, tidak ada cerita yang terlewat kan oleh ayah.
Ani dan Apri yang mendengar cerita ayah pun di buat tertawa geli, apa lagi saat ayah harus mendorong mundur motor nya saat terlewat dari tempat untuk memesan.
__ADS_1
"Seneng yaaa, pada ngetawain ayah." ledek ayah dengan wajah yang di buat semarah mungkin.
Dreet... dreet...
Hape Naya bergetar tanda pesan masuk di hapenya.
Naya mengambil hape yang di simpannya di saku bajunya.
Terlihat ada pesan dari Bayu dan juga nomor 089671****.
"Ini pasti nomor Radit." gumam Naya.
"Radit, kenapa Nay?" tanya bunda yang mendengar gumaman Naya.
"Ini, Radit ngirim pesen." jawab Naya.
"Pesen apa?" tanya bunda penasaran.
"Mao tau bae luh Im." celetuk ayah.
"Ngapa si lu bang, ngopi... ngopi bae orang mah." sarkas bunda.
Naya geleng-geleng kepala melihat bunda dan ayah yang berdebat.
"Kamu udah pulang?" pesan yang di kirim Bayu.
"Eeeet ya, sombong amat si.. pesen gua ora di bales." isi pesan dari Bayu lagi.
"Kamu udah di rumah Nay?" 089671****.
"Surya, lagi ngapain ya? biasanya jam segini dia ngirim pesan ke aku, nanya udah nyampe rumah apa belom." batin Naya yang merindukan perhatian Surya.
"Eh, tunggu tunggu.." batin Naya yang kembali membaca pesan yang di kirim dari Bayu.
"Kamu udah pulang?" pesan yang di kirim Bayu.
"Tuh kan, bener." batin Naya.
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
bersambung...
Kira-kira, bener apaan ya, yang di maksud Naya πππ
terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author ππ
mohon ππ»ππ» dukung karya receh author ππ dengan cara β©οΈ
...like...
...komen...
...vote...
...βββββ...
...πΉ...
...β...
...β₯οΈ...
__ADS_1
...πΈπΈπΈ salam manis πΈπΈπΈ...