
☀️☀️☀️
Panasnya terik matahari tidak menyulutkan semangat pada diri ayah untuk pulang ke rumah, mengagetkan bunda yang lagi berada di teras rumah bersama dengan Naya.
"Nay, sebelah sini Nay... pala bunda gatel nih." ujar bunda menggaruk kepalanya yang gatel.
"Wiiih tombe bunda banyak bun." ucap Naya yang menggaruk kepala bunda.
"Suara motor ayah tun bun." ucap Naya yang mendengar suara motor ayah di gang.
"Masa, iya? baru juga jam sebelas Nay... ayah kan biasanya pulang jam setengah dua belas." sanggah bunda.
Ayah muncul dari depan gang dengan mengendarai sepedah motornya lalu memarkir motornya di halaman rumah nenek Fatimah.
Terlihat ayah berjalan dengan tergesa-gesa setelah turun dari motornya.
"Tumben bang, ada yang ketinggalan?" tanya bunda yang masih anteng duduk.
Sampai di depan rumah ayah langsung melepas sepatu botnya. Tanpa melepas jaket yang sedang di kenakan nya.
"Iya, nih." jawab ayah yang langsung masuk ke dalam rumah dan membuka kulkas, meminum air dingin yang ada di botol.
"Aus amat, yah?" tanya Naya.
Iya, nih." jawab ayah singka.
Ayah duduk di teras dekat dengan bunda.
"Imah, luh punya duit ora?" tanya ayah pada intinya.
"Punya, mao berapa bang?" tantang bunda.
Ayah menunjukkan ke lima jarinya pada bunda.
"Lima rebu? buat apaan?" tebak bunda.
"Bukan lima rebu, tapi lima puluh rebu." jelas ayah.
"Buseeet, banyak amat bang? buat apaan emangnya?" kagetnya bunda sampe keluar tuh kata kasar.
"Masya Allah, bun!" Naya mengingatkan.
"Ada ora luh? gua penting nih, sekarang juga kalo ada." desak ayah yang belum mau mengaku untuk keperluan apa uangnya nanti.
"Jawab dulu, tuh duit buat apaan?" selidik bunda dengan memicingkan kedua matanya.
Dengan tingkahnya ayah, menjawab pertanyaan bunda dengan cengengesan.
"Hehehe, gua kena tilang." ucap ayah lirih.
"Kena tilang di mana?" bunda kaget mendengar penuturan ayah yang mangatakan dirinya kena tilang.
"Itu di Bintaro, deket masjid raya... eeet ya, lu punya ora? penting nih gua, kalo ora ada tar STNK motor di suruh nebus ke tempat sidang, itu lebih gede lagi duitnya." ujar ayah yang frustasi mengacak rambutnya.
"Bingung da'ah ini gua, mana ora megang duit, pake kena tilang lagi... di kasih waktu ama itu pak polisi sebelum jam 1, pagimana ini... kalo ngikut sidang gegara tilang bisa lebih berabe lagi urusannya, ora punya duit, buntung iya." batin ayah.
Naya menghentikan aktivitasnya mencari ketombe bunda, lalu main game di hape jadulnya.
"Emang ayah kenapa kena tilang, yah?" tanya Naya.
Bunda berjalan masuk ke dalam rumah, gak tau mau ngapain.
"Ayah kan gak punya SIM, Nay.. jadi kalo ada razia, udah pasti kena bae." ujar ayah.
__ADS_1
"Itu kena lima puluh ribu doang yah?" tanya Naya.
"Iya, itu juga ayah nego... tadinya malah minta dua ratus ribu." ucap ayah.
"Laaah, baru denger Naya... tilang bisa di nego." celetuk Naya.
"Bisa lah Naya, buktinya ayah kan? hehehe." ucap ayah sambil cengengesan lagi.
Apri yang baru pulang main, melihat motor ayah berada di halaman rumah nenek Fatimah, langsung berlari.
"Ayah pulang, ayah pulang." teriak Apri kegirangan melihat ayah yang sudah ada di rumah yang langsung menggelayut manja pada ayah.
"Iya nih tong, ayah pulang... tapi mao pergi lagi." ujar ayah sambil membawa Apri ke pangkuannya.
"Ayah, mau kemana lagi yah?" tanya Apri.
"Imah, ada kaga? udah jem berapa ini!" teriak ayah dari luar rumah.
"Iya, dulu napa." bunda muncul di depan pintu lalu duduk lagi di depan Naya.
"Ni bang, tebus sono STNK." sambil menyodorkan uang lembaran berwarna biru alias lima puluh ribu.
"Ayah mao jajan? Apri mao!" tanya Apri yang melihat bunda memberikan uang pada ayah.
"Tong, tong, bangun dulu ya!" ayah memindahkan Apri duduk di teras rumah.
"Ayah mao kerja lagi ya, Pri." ucap ayah.
"Do'ain Pri, biar ayah pulang bawa duit banyak." ujar bunda.
"Aaaamiiin." jawab Naya mendengar penuturan bunda.
"Yang ada kan, gua nih yang minta duit ama lu!" sanggah ayah yang mendengar permohonan bunda.
Ayah memakai sepatu botnya lagi.
"Aminin kalo bini ngomong mah." ketus bunda.
"Iya, amiiin Imah." ucap ayah yang sudah memakai sepatunya.
"Gua pergi, Imah." pamit ayah.
"Iya, hati-hati, bang... jangan ngebut." jawab bunda sambil berdadah ria.
"Nay." panggil bunda sambil menepuk-nepuk paha Naya lalu mengarahkan tangan bunda ke kepala bunda sendiri.
"Tombe lagi, bun?" tebak Naya yang menaruh hapenya ke lantai dekat tempat Naya duduk.
Naya mulai lagi mencari ketombe di kepala bunda.
Ting
Notifikasi pesan masuk di hape Naya yang baru.
Naya membaca pesan yang masuk di hape barunya.
"Kamu lagi apa, yank?" pesan dari Surya, alias 'yank' di hape Naya.
Naya membalas pesan dari Surya.
"Lagi nyariin ketombe bunda." pesan yang Naya kirim ke nomor Surya.
"Kamu udah makan, yank?" tanya Surya.
__ADS_1
"Iya, udah." jawab Naya.
Naya menaruh hapenya lagi di lantai dan mulai mencari ke tombe bunda.
"Bunda, Apri mao jajan." rengek Apri.
"Mao jajan apaan lagi si, tong?" tanya bunda.
"Mao beli jajan, bunda." jawab Apri.
Bunda merogoh saku celana kolornya.
"Abis jajan, langsung pulang ya tong!" perintah bunda yang sambil menyodorkan uang dua ribu ke arah Apri.
"Abis jajan, Apri mao maen bunda." Apri menolak untuk pulang jika sudah jajan, Apri juga langsung mengambil uang dari tangan bunda.
Ting.
Notifikasi pesan masuk lagi dari hape Naya yang baru.
Lagi-lagi Naya menghentikan aktivitas tangannya yang menari-nari di kepala bunda.
"Kamu udah makan apa belum, yank?" tanya Surya lewat pesan singkat yang di tulisnya.
"Aku udah makan, kamu udah makan apa belom?" pesan yang Naya kirim ke nomor Surya.
Naya menunggu balasan dari Surya.
"Eeet ya, hape mulu nih bocah!" umpat bunda sambil merebut hape dari tangan Naya.
"Yaaah bun, orang lagi nunggu balesan juga dari Surya.
"Kaga ada, nih cariin dulu ketombe bunda,
ora tau apa kepala bunda gatel banget." umpat bunda yang meletakkan hape Naya di tengah-tengah paha bunda yang tengah berselonjor.
"Yah elah, bunda mah.. kaya ora ngerasa muda bae." keluh Naya.
"Jamannya bunda mah ora ada pacar-pacaran Nay, noh nenek kamu galak banget." oceh bunda.
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
bersambung....
terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊
mohon 🙏🏻🙏🏻 dukung karya receh author 😊😊😊😊 dengan cara ↩️
...like...
...komen...
...vote...
...⭐⭐⭐⭐⭐...
...🌹...
...☕...
...♥️...
...🌸🌸🌸 salam manis 🌸🌸🌸...
__ADS_1