Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 128


__ADS_3

🌿🌿🌿


Seperti pesan Surya tadi pagi, jika Naya akan berangkat kerja, jangan lupa mengabarinya.


Jam di hape menunjukkan pukul 10 pagi lewat 25 menit, Naya sudah jalan hendak ke resto dengan berjalan kaki hingga perempatan cikini.


"Naya berangkat, bun." pamit Naya.


"Iya, hati-hati luh Nay." ucap bunda yang selalu mewanti wanti anaknya.


Di jalan sambil main hape Naya mengetik pesan untuk Surya.


"Aku lagi di jalan nih." pesan yang Naya kirim ke Surya.


Dreet... dreet


"Jangan lupa Nay, nomor hapenya Icha." pesan dari dabek Rion.


"Pantesan tumbenan amat ini bocah ngirim pesen, inget bae ya ama nomor nya Icah." batin Naya.


Naya mencari nomor Icha di buku telponnya, mulai mengetik pesan.


"Icah." pesan yang Naya kirim ke nama '3ak Icha' yang ada pada buku telepon hapenya.


"Ngapa, Nay?" balasan dari '3ak Icha'.


"Widiiiii, cepet amat Icha balesnya." batin Naya.


"Cha, temen Nay ada mao kenalan... boleh ya?" pesan yang Naya kirim untuk 3ak Icha.


"Siapa? Icha kenal gak sama anak nya?" tanya Icha lewat pesan balasan.


"Kayanya mah kaga dah, temen sekolahnya Serly ama Desi waktu sekolah SD.. boleh gak nomor Icha nanti Naya kasih ke anaknya?" tanya Naya ke intinya.


"Iya udah, boleh Nay." balas Icha.


Mendapat jawaban boleh dari Icha. Naya pun langsung mengirimkan nomor Icha ke Rion.


"3ak Icha nomor telepon 0821133****." pesan yang Naya kirim ke nomor dabek Rion.


"Itu tadi nomornya Icha aya, awas luh... jangan macem-macem ama Icha, temen gua tuh." pesan yang Naya kirim lagi ke nomor dabek Rion, Naya seperti sedang mengancam Rion.


"Thanks, makasih Naya." pesan yang Rion kirim ke nomor Naya.


☘️☘️☘️


Sampai di sektor 9.


"Lah, tumben neng... jam segini udah dateng?" tanya empok Bikang yang berada di dalam pos parkiran.


"Iya, nih po... sekarang di buat jadi 2 sif." ujar Naya sambil berdiri di samping pos parkiran.


"Lah ya enak itu." ucap pok Bikang, "Temen luh kaya nya belom pada dateng dah, neng!" ucap pok Bikang lagi.


"Paling lagi di jalan, pok." ujar Naya, "Naya ke resto dulu dah ya!" pamit Naya yang memilih untuk dudul di resto sambil menunggu Tika membuka resto.


Naya duduk di bangku yang menghalangi meja panjang kasir dengan papan putih panjang.

__ADS_1


"Aku baru nyampe resto nih, yank." pesan yang Naya kirim ke nomor Surya alias yank.


"Iya, kamu tadi udah makan?" tanya Surya lewat pesan singkat yang di kirimnya.


"Iya, udah... kamu lagi apa?" tanya Naya.


"Lagi ngasoh nih." balas Surya.


Karena saking seriusnya Naya dengan hape, hingga tidak menyadari kedatangan Ayu yang sudah duduk di meja keramat, Ayu juga sibuk dengan hape di tangannya.


Tidak lama Angga datang berbarengan dengan Tika, bedanya Angga datang dengan berjalan kaki sedangkan Tika dateng ke resto dengan berboncengan dengan Tika.


Naya menyimpan kembali hapenya begitu juga dengan Ayu.


Tika turun dari motor, Rion memarkir motornya dan menyalakan mesin air yang ada di belakang, dekat dengan tempat pengasapan.


"Wiiih, baru nyampe bro?" tanya Angga yang langsung mengadu kepalan tangannya ke kepalan tangan Rion.


"Iya, nih bro." jawab Rion.


"Dari tadi ya, Nay? Yu?" tanya Tika yang langsung membuka kunci pada rolling door resto.


Sedangkan Naya dan Ayu langsung berdiri dan berjalan begitu tau Tika akan membuka rolling door.


"Naya, yang dari tadi ka." ucap Ayu.


"Lu dateng, gua kaga tau Yu?" ucap Naya yang kini berdiri tidak jauh dari Tika.


"Ya lu nunduk, bae fokus bener ama hape." celetuk Ayu.


"Ya iya lah, masa ya iya dong." ujar Ayu.


Rion mendorong rolling door sampai ke atas dengan bantuan besi panjang.


Mulai lah Rion, Angga, Tika, Ayu dan Naya priper.


Mulai dari memindahkan nampan yang berisi tempat tisu, kecap, tusuk gigi, nomor meja, tempat sedotan, sendok garpu, plastik dan sebagainya.


"Yang masak nasi, siapa nih Tik?" tanya Rion saat melihat Tika langsung sibuk dengan kolong meja kasir.


"Lu aaja deh, Rion." jawab Tika.


"Yang sabar ya, Rion." celetuk Angga yang lagi menuangkan minyak ke wajan.


"Sib nasib." ucap Rion yang langsung mencuci beras di wadah mejikom besar.


Angga juga mengeluarkan beberapa pack plastik bebek, entog dan juga ayam dalam wadah stainless yang berbentuk persegi panjang.


Tidak lupa mengeluarkan beberapa plastik cumi dan juga potongan ayam fillet ke wadah bowling yang sudah di isi air.


"Cumi sama ayam fillet nya gak usah banyak-banyak, Angga." ucap Rion.


"Beres." jawab Angga.


Selesai dengan nasi, Rion beralih dengan memasak teh dalam panci yang berukuran besar.


"Sekalian aja kali ini ya ampe sore?" Rion bermonolog sendiri.

__ADS_1


"Iya udah, gak apa-apa... langsung masak bamyak bae." ucap Angga.


"Kalo udah mateng nasi, kasih tau ya!" ujar Naya yang berbicara sambil berjinjit kaki dengan kedua tangannya meraih tembok pembatas dapur dan juga depan.


"Astaghfirullah, Naya... udah kaya medi luh... ngagetin bae." ujar Angga yang sampai berjingkat melihat kelakuan Naya.


Kalo dari dapur, yang tampak oleh Angga hanyalah kepalanya Naya dengan jemari di atas tembok pembatas.


"Hehehe, kaget ya Ga?" ucap Naya cengengesan.


"Lu apa gua ni Nay, yang nyapu?" tanya Ayu.


"Lu aja deh Yu, biar Naya tar yang ngepel." jawab Naya.


Naya berjalan ke arah dapur, melihat meja panjang dekat kasir belum tersusun dan masih berantakan.


Naya juga melihat Tika yang sedang membuka pintu meja kasir yang terbuka, entah apa yang sedang di lakukan Tika. Yang pasti tangannya Tika sedang sibuk di dalam sana.


Naya mulai mengatur meja panjang, mulai dari mengelap meja, menata tempat sedotan, tempat sendok dan garpu, botol lada bubuk dan garam bubuk, asbak, nampan yang berisi beberapa ukuran plastik, stryorofoam kecil, dus box, nampan kosong yang nantinya akan di jadikan wadah untuk stok sambal.


Melihat Ayu yang sudah mau selesai dengan menyapu, Naya buru-buru mengambil ember dan menuangkan cairan sabun.


Naya mulai mengepel lantai di saat Ayu mulai menyapu dapur.


Ayu yang sudah selesai dengan menyapu, menaruh sapu dan juga pengki di belakang tempat pengasapan.


"Temen mu, lagi ngapain si?" tanya Rion yang lagi duduk di bangku panjang yang ada di tempat pengasapan.


"Lu, ngelietnya lagi ngapain?" tanya balik Ayu.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


bersambung...


Rion jawab apa ya?


Tika lagi ngapain ya?


Baca kisah selanjutnya 😊


terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊


mohon πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» dukung karya receh author 😊😊 dengan cara ↩️


...like...


...komen...


...vote...


...favorit'in novel ane...


...🌹 yang di nanti...


...β˜• yang di tunggu...


...🌺🌺🌺salam manis🌺🌺🌺...

__ADS_1


__ADS_2