
Setelah puas berkeliling keluar masuk di beberapa toko yang ada di Bintaro Plaza, akhirnya Surya mengajak ku untuk membeli cemilan di supermarket yang ada di dalam Bintaro Plaza, sebagai teman di perjalanan pulang menuju rumah ku.
Surya mengambil cemilan sukro rasa pedas, karena selera ku dan Surya sama, Surya mengambil cemilan sukro dengan ukuran yang sedang dari rak dan air mineral ukuran sedang juga Surya ambil dari dalam lemari pendingin. Setelah itu Surya berjalan ke arah kasir untuk membayarnya, aku pun berjalan mengekor di belakangnya.
Cuaca saat itu sangat mendukung, biasanya jam 1 siang akan panas, tapi tidak kali ini. Cuaca berawan dan tampak matahari malu-malu untuk memperlihatkan dirinya.
Surya dan Naya pun akhirnya menyusuri jalan trotoar yang ada di bahu jalan, tidak banyak pejalan kaki yang terlihat, hanya sesekali ada orang yang berjalan kaki yang kami temui.
"Angkot bang." sopir angkot berteriak pada Surya.
"Engga bang, makasih." ucap Surya sambil mengangkat tangan kanannya.
Sepanjang perjalanan menuju rumah Naya. Surya yang membawa kantong plastik yang berisikan botol air mineral. Sedangkan Naya memegang bungkusan sukro rasa pedas yang tadi Surya beli.
Menikmati jalan raya yang ramai dengan lalu lalang mobil dan motor yang melintasi mereka. Sambil menikmati pedasnya sukro isi kacang.
"Aaaaaa..." Naya menyuapkan sebutir sukro ke mulut Surya.
Surya pun menerima suapan sukro yang di berikan Naya.
"Cowok yang kerja di dabek, cakep-cakep gak?" tanya Surya.
Mendengar pernyataan Surya barusan, membuat ku menoleh ke arah wajah Surya.
"Kenapa tiba-tiba Surya nanya gitu ya?" tanya ku dalam hati.
"Biasa aja." jawab Naya seadanya.
"Handphone kamu, mana yank?" pinta Surya sambil memasukkan tangan kanannya ke dalam bungkusan sukro yang sedang di pegang oleh Naya.
"Buat apa?"
"Ya aku mau liet lah."
"Liet apa?"
"Ih bawel... mana sini handphone, kamu?" pinta Surya yang sudah tidak sabaran.
"Udah maksa, pake ngatain aku bawel pula. Dasar cowok aneh, saking bae lu cowok gwe. Kalo bukan, udah gwe jitak lu." Monolog Naya sambil mengunyah sukro yang ada di dalam mulutnya dengan kasar.
"Nih..." Naya menyerahkan handphone miliknya pada Surya.
Setelah handphone milik Naya berpindah tangan ke Surya, Surya langsung mengecek daftar nomor telepon yang tersimpan dalam handphone Naya.
Setelah selesai sibuk dengan handphone Naya, Surya pun menyerahkan kembali pada Naya. "Nih... laen kali, jangan simpen nomor telepon cowok."
"Emang kenapa? itu kan teman aku?" Naya menyimpan kembali handphone miliknya ke dalam saku celana yang ia kenakan.
"Aku gak suka, kamu nyimpen nomor cowok." ucap Surya ketus.
"Dih bisa gitu. Coba aku liet handphone kamu." gantian Naya yang meminta handphone milik Surya.
"Kenapa sama handphone aku?" tanya Surya.
"Gantian lah. Enak aja cuma aku doang yang gak boleh nyimpen nomor cowok. Kamu juga gak boleh nyimpen nomor cewek." ujar Naya.
"Iya gampang, nanti aku apus sendiri." ngeles Surya.
__ADS_1
"Ogah amat ngapus sendiri. Sini aku aja yang ngapus." pinta Naya, yang tidak mau mengalah.
"Kontak aku kebanyakan cewek, nanti kamu ngapusnya pegel."
"Gak pegel lah, tibang ngapus doang. Udah sini ih..." Naya pun mencubit pinggang Surya.
"Iya iya. Nih..." Surya menyerahkan handphonenya pada Naya.
"Anak pinteeer, mukanya gak usah kusut gitu dong.." ledek Naya, saat melihat raut wajah Surya yang tidak biasa.
"Mampu* nih gwe, kalo sampe Naya buka kotak pesan masuk. Mana gwe belum cek lagi. Kira-kira tadi siapa yang sms ya? Beneran gak ya, Naya bakal ngapusin nomor cewek dari daftar buku telepon. Batin Surya, hatinya was-was karena dari tadi Surya belum sempat membuka kotak masuk yang di terimanya.
"Wah wah waaah, hebat banget kamu yank." ucap Naya, dengan tatapan mata yang sulit di artikan oleh Surya.
"Kenapa yank?" jawab Surya dengan santainya.
"Ini apa maksudnya?" tanya Naya, sambil memperlihatkan layar handphone ke wajah Surya.
đ Fitri
Aa lagi dimana?
đ Fitri
kata ka sani, aa lagi jalan ya sama Naya?
jalan kemana si a?
đ Fitri
kalo udah pulang dari rumah Naya, jangan lupa ke rumah ade ya a.
Kamu libur y? hari ini gak keliatan di toko??
đ Novi
Besok jalan yuk, tapi kamu bawa motor gede ya. motor kamu jangan di pinjemin ke teman kamu lagi.
đ Ayu
kamu sekolah dimana?
Begitu kira-kira isi yang ada di dalam kotak masuk handphone milik Surya. Jangankan untuk menghapusnya, melihatnya saja belum sempat. Karena dari tadi Naya terus berada di dekat Surya.
"Cakep banget deh kamu yank." ucap Naya sinis.
"Bukan gitu yank. Dia salah kirim sms kali, itu di kirim bukan buat aku." kata Surya dengan wajah memelas, agar Naya percaya.
"Yakin?? udah jelas itu buat kamu. Dari rumah aku, kamu mau kerumah Fitri?" tanya Naya yang sudah dibakar api cemburu.
"Ya gak lah. Ngapain juga aku kerumah Fitri. Pacar aku kan cuma kamu." sambil merangkul bahu Naya.
"Apa sih, malu tau, jalan umum nih." Naya menyingkirkan tangan Surya dari bahunya.
"Jangan marah napa, yank."
"Siapa tuh Devi? gak keliatan di toko. Terus emmmm, Novi mana lagi tuh? kamu kan gak ada motor, yank? Ayu lagi tuh tadi, orang udah kerja pake ngaku masih sekolah. Malu apa ama umur." Naya mencecar pertanyaan pada Surya.
__ADS_1
Surya membuang nafas lega, karena Naya tidak membuka kontak telponnya, justru hanya membuka kotak masuk pesan. Itu saja sudah cukup membuat Surya harus memutar otak untuk memberi alasan pada Naya.
"Suapin aku lagi dong sukronya yank. Rasanya tambah enak kalo di suapin sama kamu yank." kata Surya mengalihkan pembicaraan.
"Suap aja sendiri. Punya tangan kan? malas aku sama kamu." ucap Naya.
"Devi itu cuma SPG, aku suka di suruh buat buang sampah yang ada di tokonya, yank." ujar Surya.
"Kalo Novi? Kenapa dia bisa bilang kamu jangan pinjemin motor gede kamu ke teman? Berarti kan kamu pernah ketemu sama dia?" tanya Naya, meminta penjelasan pada Surya.
Surya diam beberapa saat, lalu menarik nafas panjang dan menjawab pertanyaan Naya.
"Kemaren aku nemenin Heru ketemuan sama cewek, terus minta di ajak jalan, aku bilang ajak gak ada motor lagi di pinjem sama teman."
"Masa? Gak percaya aku." ucap Naya.
"Sumpah demi Allah yank, aku gak bohong." sambil jarinya membentuk huruf v dan menunjukkan ke arah Naya.
"Oke, Yang bohong kamuu, yang jujur juga kamu. Cuma kamu sendiri yang tau, kamu bohong apa gak." ucap Naya dengan entengnya.
"Sumpah yank, ngapain juga aku bohong." kata Surya, masih ngeles đ đ
"Kalo yang Ayu, gimana tuh? Kamu kan udah kerja, masa ia kamu ngaku masih sekolah??" tanya Naya lagi.
"Oooh kalo itu mah... teman aku pinjam handphone aku buat kirim pesan ke pacarnya. Mungkin teman aku lupa bilang kalo ini bukan nomor teleponnya dia." ucap Surya sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
Bersambung....
terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author đđ
.
.
.
mohon đđģđđģđđģ dukung karya receh author đđđđ dengan cara âŠī¸
.
.
\=\=\=\=\=\=> đ like
.
\=\=\=\=\=\=> âī¸ komen
.
\=\=\=\=\=\=> âââââ
.
\=\=\=\=\=\=\=> vote
.
__ADS_1
\=\=\=\=\=â \=\=> Jangan lupa tambahkan âĨī¸ favorit biar g ketinggalan cerita'nya đđ