Cinta Tak Terpisahkan

Cinta Tak Terpisahkan
Cinta Tak Terpisahkan 123


__ADS_3

☀️☀️☀️


Sore hari di resto.


Setelah selesai dengan priper, seperti biasa ada yang sholat ashar ada pula yang memilih untuk makan mengisi tenaga untuk malam harinya.


"Yang lain pada kemana, Yu?" tanya pak Aziz yang menghampiri Ayu di depan kasir.


"Novi sama ka Tika lagi sholat ashar, Eka lagi ke toilet, Naya kan lagi makan pak." jawab Ayu.


"Kamu gak ikutan makan, Yu?" tanya pak Aziz.


"Belum pak, nunggu Eka dulu balik dari toilet." jawab Ayu.


"Udah gih, kamu makan aja bareng sama Naya." perintah pak Aziz.


"Kalo saya makan bareng Naya, nanti gak ada yang jaga depan pak." tolak Ayu.


"Udah gak apa-apa, ada bapak yang jaga di depan... mumpung belum ada customer Yu... makan gih!" bujuk pak Aziz.


"Ya udah, Ayu makan dulu ya pak." ucap Ayu yang akhirnya mendengarkan kata pak Aziz untuk makan bersama dengan Naya.


Ayu dan Naya makan berhadap-hadapan di meja yang sama. Jika Naya makan dengan lauk tahu krispi nya mie kocok di temani sambal dari dapur bebek, Ayu makan dengan lauk gorengan.


"Kamu, mau cobain Nay?" Ayu menawarkan Naya gorengan yang tadi di belinya di tempat pangkalan ojek.


"Gak Yu, udah makasih... kamu kalo mau tahu, ambil aja Yu." ucap Naya yang menawarkan Ayu balik.


Satu jam kemudian.


Pak Aziz berdiri di depan kasir.


"Anak depan, kita ke dapur dulu yuk... ada yang mau bapak sampein." ucap pak Aziz yang menyuruh anak waitres untuk berkumpul dulu di dapur.


Anak waitres, anak dapur dan juga anak asap semuanya berkumpul di dapur, memasang telinga untuk mendengarkan apa yang akan di sampaikan oleh pak Aziz.


Terlihat juga di meja dapur ada beberapa menu yang asing di mata Naya, tapi tidak asing di mata ka Tika, pak Aziz dan juga a Awan.


"Seperti ucapan bapak semalam, akan ada menu baru... ini yang ada di sini, namanya entok goreng." ucap pak Aziz dengan menunjuk ke arah piring yang di maksud.



"Coba di cicipin... gimana rasanya dan apa perbedaan antara bebek dan entog goreng." ucap pak Aziz yang meminta anak buahnya untuk mencicipi entog yang sudah di goreng.


Dengan bergantian kami pun mencicipi entog goreng yang sudah di sediakan.


"Enak, pak." ucap Novi.


"Selain enak, Novi." ucap pak Aziz.


"Dagingnya lebih tebel, pak." ucap Eka.


"Pinter, ada lagi?" tanya pak Aziz.


"Empuk, sama kaya bebek." jawab Naya.


"Jadi kalian tau kan, perbedaan bebek dan entog goreng?" tanya pak Aziz.


"Tau, pak." jawab yang lainnya serempak.


"Oke, kita beralih ke sini." ucap pak Aziz yang menunjuk piring yang satunya.



"Kalo yang ini, namanya entog asap... coba cicipin lagi!" seru pak Aziz.


Kami pun mulai mencicipinya.


"Eeemmm, enakan yang ini pak." ucap Ayu.


"Bedanya apa sama bebek asap?" tanya pak Aziz.


"Sama kaya tadi, dagingnya lebih tebel pak." jawab Eka.


"Empuk juga pak." ucap Naya.


"Gak bau ya, pak?" tanya Novi.

__ADS_1


"Iya, betul.." ucap pak Aziz.


"Kalo yang ini." tunjuk pak Aziz pada piring yang lain.



"Ada yang tau, apa namanya?" tanya pak Aziz memancing anak buahnya untuk menebak nama menu baru yang asing di mata Naya.


"Kaga tau, pak." celetuk Naya.


"Chicken katsu, Nay." ucap Tika.


"Iya, kalo yang ini namanya chiken katsu... apa itu chiken katsu?" tanya pak Aziz lagi.


"Kaga di suruh nyobain, pak?" celetuk Ipul.


"Lah ya boleh, Pul... ayo dah cobain dulu." ucap pak Aziz.


Karena udah di suruh, langsung deh di serbu untuk mencicipinya, mumpung gratis... nunggu makan menu ya lama, kudu nunggu satu bulan lagi.


"Kaya ayam, pak!" tebak Eka.


"Lah namanya aja chiken, Eka." ucap Tika.


"Iya, juga ya!" ucap Eka.


"Chiken katsu ini, bagian dada ayam tanpa tulang yang di balut dengan tepung roti." jelas pak Aziz.


"Kaya naget dah pak, naget yang mahal." celetuk Naya.


"Ah luh Nay, taunya naget harmoni doang si." ledek Novi.


"Apa bae Vi, luh kata." timpal Naya.


"Kalo yang itu, apa pak?" tanya Ayu yang penasaran dengan piring yang terakhir.



"Kalo yang ini, namanya chikem gordon blue." ucap pak Aziz.


"Iya, Nay." jawab pak Aziz.


"Itu kan, merah pak... ngapa gak red?" tanya Naya lagi.


"Kalo itu, bapak juga gak tau Nay... kalian gak mau cicipin?" tanya pak Aziz.


"Lah ya mao, pak... kaga nolak malah." ledek Novi.


Yang lain pun mulai mencicipi rasa chiken gordon blue.


"Apa bedanya sama chiken katsu?" tanya pak Aziz memancing anak buahnya untuk menebak lagi.


"Keju sama daging sapi, pak." Rion angkat suara yang dari tadi cuma diem.


"Bener kamu, Rion." ucap pak Aziz.


"Jadi tugas kalian, tawarin menu baru ini ya!" ucap pak Aziz lagi.


"Beres, pak." jawab yang lain serempak.


"Pak, ini boleh di abisin pak?" tanya Novi yang melihat entog asap dan goreng masih ada.


"Lah ya boleh, kan ini semua yang ada di meja emang tester buat kalian... jadi saat kalian menawarkan produk baru ke customer, kalian bisa menjawab pertanyaan yang di tanyakan ke kalian... mengerti sampe sini?" ujar pak Aziz.


"Ngertiiiii." jawab yang lain serempak.


"Embak, embak." suara bapak-bapak memanggil karyawan dapur bebek.


Pak Aziz yang memang tinggi pun melihat dengan jelas jika yang memanggil adalah bapak-bapak yang sudah duduk di meja 15 bersama dengan 2 teman lainnya.


Iya pak, tunggu sebentar." pak Aziz menjawab panggilan dari si bapak-bapak yang tadi memanggil.


"Ayo semangat, ada customer... jangan lupa tawarin menu baru." ucap pak Aziz.


"Semanget, kerja, kerja." ucap a Awan.


Yang lain pun berhamburan kembali ke tugas masing-masing.. ka Tika dan Novi di kasir.

__ADS_1


Naya, Eka, Ayu di depan sebagai waitres. A Awan dan Tohir di bagian asap.


"Ipul, Angga dan juga Rion tetap di dapur. Pak Aziz langsung berjalan ke depan untuk memantau anak depan sebagai tombak dari resto.


"Maju, Nay." ucap Tika dan Novi yang mau Naya maju untuk mencatat pesenan customer pertama hari ini.


"Bismilah, bisa." Naya maju dengan membawa buku menu di tangan.


"Menu favoritnya apa nih, mbak?" tanya bapak berkaos hitam saat Naya menyodorkan buku menu.


"Kalo menu favoritnya, bebek asap pak.. tapi di sini ada menu baru, enak deh pak.. gak kalah enaknya sama bebek asap." ujar Naya yang mulai beraksi menawarkan menu baru.


"Apaan tuh, mbak?" tanya bapak berkemeja putih.


"Entog asap, pak... dagingnya tebel pak, enak lagi, gurih deh." jelas Naya.


"Gak deh, pasti alot." tolak bapak berbaju batik.


"Kaga alot, pak... empuk dah, di jamin empuk." ucap Naya meyakinkan si bapak.


"Emang mbak udah nyobain? tar mbak nipu lagi.. ngaku empuk, gak taunya alot." ujar bapak berbaju batik lagi.


"Barusan nyobain, pak..." ucap Naya.


"Ya udah, mbak.. entog asap 1 ekor potong 6, teh manis panas 2, teh tawar panas 1, nasinya 4 porsi ya mbak." ucap si bapak berkaos hitam.


Naya mencatat orderan si bapak.


"Itu kaga salah, nasi 4 porsi... kita kan bertiga!" ucap bapak berbaju batik.


"Buat gua lah, takut kurang.." ucap bapak berkaos hitam.


"Saya ulangi ya pak, pesenannya... entog asap 1 ekor potong 6, nasi 4 porsi, teh manis panas 2, teh tawar panas 1.. ada lagi gak pak, tambahannya?" tawar Naya.


"Emang ada apaan lagi, mbak?" tanya bapak berkemeja putih.


"Bisa di tambah cumi tepung, ayam tepung, atau kentang goreng pak." usul Naya.


"Ya udah, kentang goreng sama cumi tepung ya ,mbak.." ucap si bapak berkaos hitam.


"Ya udah, di tunggu ya pak pesenannya." ucap Naya.


"Mbak, jangan pake lama ya!" ucap si bapak berbaju batik.


"Beres pak." jawab Naya yang berlalu meninggalkan meja nomor 15 menuju kasir dengan senyum terukir di bibirnya.


"Kayanya, berhasil nih." tebak Tika.


"Naya, gitu ka." ucap Novi.


Orderan baru." ucap Naya yang menyerahkan kertas order pada Tika.


Ka Tika membacanya dan berkata, "Wiiih, keren nih baru." puji Tika.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


bersambung....


terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author 😊😊


mohon 🙏🏻🙏🏻 dukung karya receh author 😊😊😊😊 dengan cara ↩️


...like...


...komen...


...vote...


...⭐⭐⭐⭐⭐...


...🌹...


...☕...


...♥️...


...🌸🌸🌸 salam manis 🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2