
Naya mengambil piring nya dulu, lalu gelas jus dan terakhir bowling stanlis.
"Apaan tuh?" ucap Naya saat melihat ada kertas yang berada di tindihan bowling stanlis tadi.
"Alhamdulillah, rejeki anak soleha." ucap Naya saat mengetahui kertas yang di tindih bowling stanlis ternyata uang kertas tiga puluh ribu rupiah, Naya langsung menyimpan uang tersebut ke dalam saku bajunya.
"Lama amat, Nay?" tanya Ipul yang melihat Naya baru kembali dari mengambil piring.
Naya langsung menaruh piring, gelas jus dan juga bowling stanlis ke dalam westafel yang ada di dapur.
"Au nih, mao pulang nih, udah cape." ucap Eka ketus.
"Iya lah lama, orang tempatnya jauh." bela Nini yang tadi ikut mengantar makanan nya.
"Udah gak usah ribut." pak Aziz menengahi annak buahnya.
Naya langsung ke luar dari dapur dengan di sambut Nini yang sedang membawakan tas milik Naya.
Pak Aziz langsung menutup rolling door dan menguncinya, ka Tika mematikan aliran listrik.
Rion mematikan mesin air.
"Makasih, Ni." ucap Naya saat tasnya sudah berpindah tangan ke tangannya.
"Iya, sama-sama." jawab Nini.
"Nietnya tuh tadi aku mau kasih tau dapat uang tips, tapi malah pada jutek gitu, ya udah biat aku aja." batin Naya.
"Sebelum kita pulang, alangkah baiknya kita berdo'a sesuai kepercayaan nya masing-masing... berdo'a mulai." ucap pak Aziz memimpin do'a dengan semua kompak menundukkan kepalanya.
"Berdo'a selesai." semua yang ikut berdo'a kompak mengangkat kepala, "terima kasih untuk kerja samanya hari ini, semoga kita tetap kompak, selamat beristirahat, sampai ketemu lagi besok." ucap pak Aziz.
Semuanya pun membubarkan diri.
"Yeee, pulang." ucap Naya girang sambil menepuk kedua tangannya.
"Girang amat Nay? di jemput Radit ya?" ledek Novi.
"Noh, ayah yang jemput." ucap Naya sambil menunjuk ke arah ayah yang lagi berjongkok sambil ngobrol dengan bapaknya Novi.
"Eka gak di jemput bapaknya ya?" tanya Naya.
"Kaga, Eka di jemput pacarnya." jawab Novi.
"Anak ayah, girang banget nih?" tanya ayah yang melihat senyum Naya terus mengembang.
Ayah pun langsung berdiri yang di sambut dengan Naya yang langsung mencium punggung tangan kanan ayah.
"Apa bae ayah mah di kata."
Novi naik motor bersama bapaknya, "Duluan, Di!" seru bapaknya Novi pada ayah.
"Iya, hati-hati luh." ucap ayah.
"Yah, yah, mampir dulu yuk!" seru Naya sambil meletakkan kedua tangannya di belakang badannya seolah sedang menggendong.
"Mampir kemana?" tanya ayah sambil memicingkan kedua matanya.
Naya menunjuk telunjuk kanannya ke arah Macdonald, "Situ yah." dengan senyum yang masih mengembang.
"Duh, Naaaay... ayah lagi boke nih." ucap ayah sambil menggelengkan kepalanya.
"Siapa juga yang minta di beliin sama ayah, yeeee."
"Terus minta ke Macdonald, ngapain?" tanya ayah yang sudah duduk di atas motor.
"Mao beli es krim yah, ayo yah!" seru Naya yang juga sudah duduk di boncengan.
"Kamu, punya duit?"
"Punyaaaa, ayoo, Naya mao es krim." rengek Naya sambil meletakkan dagunya di atas bahu ayah.
__ADS_1
"Umur doang tua, tingkah ora kalah kaya Apri." batin ayah yang melihat tingkah Naya jauh dari kata dewasa.
Ayah langsung melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
"Masuknya gimana ini Nay?" tanya ayah yang mau memasuki area Macdonald dan memperlambat laju motornya.
"Situ, yah... ikutin tanda panah yang ada di jalan." ucap Naya memberi tahu ayah untuk masuk area Drive thrue dengan menunjuk dengan tangannya.
Ayah pun mengikuti arahan Naya, di depan ayah juga ada mobil yang sedang melakukan Drive thrue.
"Nanti, jalannya pelan-pelan ya yah." ucap Naya.
"Itu mobil, ngapain sih Nay di depan." tanya ayah.
"Itu mobil, lagi mesen makanan yah."
"Lama amat si." omel ayah yang sudah menunggu lama.
"Sabar, yah."
Saat mobil yang di depan maju, ayah juga ikut melajukan motornya.
"Yah, yah, kelawatan yah.. mundur lagi yah." ucap Naya sambil menarik-narik baju ayah.
Naya menoleh ke belakang, "Maaf ya, maaf, mao mundur dulu." ucap Naya sambil turun dari motor.
Dengan terpaksa ayah memundurkan motornya.
"Udah yah, udah." Naya menghentikan ayah agar tidak menundukkan lagi motornya, lalu Naya naik lagi ke atas motor.
"Selamat malam, ada yang bisa di bantu." suara operator pun terdengar.
"Ada suara, orangnya gak ada Nay?" tanya ayah yang lagi celingak celinguk mencari asal suara.
"Itu yah, dari situ." ucap Naya menunjuk asal suara.
"Mao pesen es krim, ka." jawab Naya.
Sedangkan ayah mendengar kan Naya.
"Itu kaaa... yang di tempat, ada yang pake coklat ada juga yang pake strawberry." ujar Naya menjelaskan apa yang ada di dalam otak nya tapi gak bisa ngomong nya.
"Oooh itu, chocolate sundae dan strawberry sundae... mau berapa ka?" tanya operator.
"Yang coklat 2, strawberry 1."
"Ada lagi ka, pesenan nya?"
"Udah itu aja."
"Baik, pesenan nya segera kami siapkan.. di mohon untuk menyiapkan uangnya di kasir... terima kasih.
"Sama-sama ka, ayo yah jalan lagi... terus di depan berenti." ucap Naya yang mengarahkan ayah.
"Eeet dah, mao pesen es krim doang ngapa ribet gini si!" omel ayah.
"Cari pengalaman, yah." ledek Naya.
"Berenti di situ, tuh yah." ucap Naya yang menunjuk ke arah jendela yang ada pada bangunan Macdonald.
"Maju yah, maju." ucap Naya saat melihat mobil yang di depan melajukan mobilnya.
"Selamat malam kaka, tadi pesenannya 2 chocolate sundae dan 1 strawberry sundae... semua jadi ******." ucap orang yang berjaga di kasir.
Naya menyerahkan uang nya pada kasir.
"Terima kasih, nanti ambil pesenan nya di sebelah ya, ka." ucap kasir lagi dengan menyerahkan kertas struk.
"Nanti ininya di kasih gak gak?" tanya Naya sambil memperlihatkan struk yang ada di tangannya.
"Boleh ka."
__ADS_1
"Oke, ayo yah.. jalan lagi."
Ayah hanya menggelengkan kepalanya.
"Ini, pesenannya kaka, 2 chocolate sundae dan 1 strawberry sundae." ucap karyawan macdonald dengan menyerahkan plastik yang berisi ice cream pesenan Naya.
"Makasih, ka." ucap Naya senang.
"Ayo yah, kita pulang." Naya menaruh plastik yang berisi ice cream di tengah-tengah dirinya dan ayah, berharap agar ice creamnya tidak cair.
"Iya, pulang." jawab ayah.
"Mimpi apa gua semalem, di kerjain ama si Naya, ada bae nih bocah.. tahu-tahuan bae lagi ada kaya gituan." batin ayah yang merasa di kerjain sama Naya.
Yang sabar ya yah, ngadepin Naya.
Di jalan menuju rumah.
"Mau tau gak yah, Naya dapet duit dari mana?"
"Dari bos kamu?"
"Dih, pak Pangesta mana pernah ngasih duit."
"Dari temen kamu ya, Nay?" tebak ayah lagi.
"Bukan juga yah." ucap Naya sambil menggelengkan kepalanya.
"Kamu, gak nyuri kan Nay?"
"Enak bae kalo ngomong yah." jawab Naya dengan memonyongkan bibirnya.
"Terus dari siapa?"
"Dari customer, yah."
"Baik banget customer kamu Nay."
"Baik yah, orang minta di anterin pesenannya, jauh banget yah.. noh di ujung." ujar Naya.
"Temen kamu, kamu bagi gak Nay?"
"Engga."
"Kenapa gak di bagi?"
"Abisnya aku kesel, aku yang ngikutin itu orang sendiri.. nganterin pesenannya berdua sama Nini... tapi pas ngambil piring kotornya aku ngambil sendiri... udah gitu nyampe di resto malah di jutekin sama Ipul sama Eka."
"Laen kali, jangan gitu ya Nay... itu ada rezeki teman kamu juga." ujar ayah yang tidak sejalan dengan Naya.
"Iya, ini kan rezekinya Naya sama Ani sama Apri... yeeeee makan es krim." ujar Naya yang kembali ceria.
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
bersambung...
terima kasih sudah mampir untuk membaca karya receh author ππ
mohon ππ»ππ» dukung karya receh author ππ dengan cara β©οΈ
...like...
...komen...
...vote...
...βββββ...
...β₯οΈ...
...πΉ...
__ADS_1
...β...
...πΈπΈπΈ salam manis πΈπΈπΈ...