Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 10: Hari pernikahan


__ADS_3

Undangan Pernikahan Dion Dan Caca. SuSudah mulai Di Sebarkan Pada Setiap Teman Dan Rekan Kerjanya Yudianto. Dan Undangan Pernikahan Itu Juga sampai Ke Rumah Kirana Wibowo Pacarnya Dion. Wanita Itu sangat Terkejut Ketika melihat Isi Undangan itu.


"Jadi Ini penyebab Tante Siska melarangku Untuk Bertemu dengan Dion?" Gumam Kirana. Tersenyum Tipis


Sementara Di kediaman Yudianto pranata Sudah Terlihat Sibuk Dengan Renovasi Rumah Untuk persiapan acara pernikahan Dion Dan Caca, Yang akan Di Laksanakan Pada Besok Hari.


Yudianto Terlihat Sangat sibuk di dalam Rumahnya. Sedangkan Dion Masih Duduk dengan Santai Di Sofa Ruang tamu.


"Dion!" Apa kamu Tidak Berencana Mencari Sesuatu untuk Calon Istrimu?" tanya Siska Saat Melihat putranya yang Terlihat Sangat Santai.


"Mau Belih apa Lagi Si ma? Kan Semua Udah Mama Pesan Kan? Lalu apa lagi yang Harus Aku Cari?" tanya Dion dengan ekspresi wajah Yang Sedikit Kesal.


"Dion. Kamu itu adalah Calon Suaminya. dan kamu harus belajar Untuk Mencari apa yang Ia inginkan Dion!"


Pemuda itu merasa Hidupnya terlalu Di atur oleh Ibunya Sendiri Hingga membuat Dion Semakin Membenci Caca.


"Aku berjanji Akan membuat Gadis itu Menderita Saat Bersamaku." Gumam Dion Dalam hatinya.


Sementara di dalam Kamar Kecil. Seorang Gadis Polos sedang Menangis Meratapi Nasipnya Yang Tidak bisa ia Pahami. Besok adalah hari Pernikahannya Dengan anak Seorang Kolomerat Di Kota. Namun ia sama Sekali tidak merasa Bahagia Dengan hari Pernikahannya.


"Jika bukan Karena Ayah. Aku tidak akan pernah Menikah Dengan Kamu Tuan," Batin Caca.


Lalu ia di kejutkan dengan suara Ketukan Pintu Dari Luar sana.


Tok Tok Tok "


"Permisi Non," Ucap seseorang dari luar sana.


Membuat Caca Harus keluar untuk Membukakan Pintu rumahnya.


Setelah pintu Di bukanya Ternyata Seorang Kurir Yang Sedang Berdiri di depan Rumahnya.


"Ini Untuk Non Caca," Kata Kurir itu


"Tapi ini Dari Siapa ya pak?" Tanya Caca Bingung.


"Itu dari Tuan Dion," Jawab Kurir itu Dan Langsung Memberikan Kotak Yang Terbungkus Dengan pita Merah Dan Terlihat sangat Cantik.


Gadis itu Menerimanya Dengan Penuh Kebingungan Di dalam batinnya.


Setelah kurir itu telah pergi Caca Kembali Ke kamarnya lagi Dan Membuka Kotak itu dengan Sangat Berhati-hati.

__ADS_1


Mata Caca Terlihat Melotot Pada Isi kotak itu.


"Gaun Pengantin? Bagaimana bisa Dia Mengirimkan Ini Sama aku?" Gumam Caca.


Sambil menatap gaun Putih yang Sangat Indah dan Mewah Yang masih Berada dalam Kotak Itu.


Tak lama Kemudian Heru Masuk ke kamar Putrinya yang Masih Menatap Gaun Pengantin Di Dalam Kotak itu.


"Apa kamu menyukainya?" Tanya Heru.


"Ayah. Gaun Ini Terlalu Mewah untuk aku ayah," Keluh Caca


"Ini memang sangat Mewah pasti kamu akan Terlihat Sangat Cantik Mengenakan Gaun Ini Nak," Ujar Heru Sembari Tersenyum Menatap Putrinya.


Caca hanya Menundukkan Kepalanya.


"Apa yang Membuat Kamu Seperti ini Nak, Apa kamu Tidak menginginkan Pernikahan ini?"


Kembali Menatap Caca.


"Entahlah ayah. aku sendiri masih bingung Dengan Hati aku ayah."


"Nak, Apa bila Kamu memang Belum Siap Untuk Menerima Semua ini. Sebelum terlambat Kamu Pergilah yang Jauh Nak, Ayah akan Selalu MendoakanMu." pinta Heru Yang Tidak Tega Melihat Kesedihan putrinya.


ini Dengan Baik." Sahut Caca Memaksakan Senyumannya Di depan Sang ayah.


Namun Heru Sangat Mengenal Sikap Putrinya jika Ia Sedang Bersedih hati. Ia juga Sangat mengetahui Kepribadian Putrinya dengan baik.


"Maafkan ayah Nak, Jika ayah Belum Bisa Memberikan Kebahagiaan Untukmu." Batin Heru


\*\*\*\*


Hari pernikahan pun Tiba. Caca Hanya bisa Menundukkan Wajahnya Dengan Beribu pikiran yang menghantuinya Hingga saat ini. Gadis itu masih Berdiri Tegak Di depan Cermin Dalam Kamarnya. Ia bakan Tidak tau harus seperti Apa Pernikahannya nanti dan apa yang akan ia Lakukan Saat malam pertama nanti. Karena Ia sendiri Masih Belum pernah memiliki banyak Pengalaman Dalam dunia asmara.


Tiba-tiba Suara ketukan pintu Di depan Pintu Kamarnya.


"Nak, Apa kamu sudah Siap?" Suara Heru Memanggil Putrinya untuk segera Menemui Penghulu yang sudah berada Di Ruang tamu sejak Tadi.


Namun gadis itu masih tetap menatap Dirinya dalam cermin itu. Hingga Ayahnya masuk dan Mengajaknya Untuk Segera Keluar.


"Apa yang sedang kamu Pikirkan Nak?" Apa kamu Memang belum Siap untuk menikah?"

__ADS_1


Sesaat Caca menghembuskan Napasnya Dan Segera Menatap ayahnya penuh Rasa Percaya diri


"Nggak Kok ayah, Aku bisa Dan aku pasti Kuat." Ungkapnya Sambil Memeluk Sang ayah. Dan sesaat Air matanya Pun Menetes.


"Doakan aku ayah, Semoga aku Bisa Menjadi Istri yang baik Untuk Tuan Dion."


"Iya Nak, Ayah akan Selalu Mendoakanmu." Balas Heru. Sambil menciumi Kening Putrinya.


"Makasih ayah."


Lalu Heru pun Tersenyum Menatap Kecantikan Putrinya Di hari pernikahannya.


"Kamu Sangat Cantik nak, Persis dengan Ibumu Dulu."


"Sebaiknya kita segera Keluar Nak, Mereka Sudah lama Menunggu." Ujar Heru


Caca Pun Berjalan Sambil Di Gandeng Oleh sang Ayah. Gadis itu sangat Terlihat Cantik Di hari Pernikahannya. Semua orang Menatap Kedatangan Caca Dan ayahnya Yang baru saja Keluar dari dalam Kamar.


Di karenakan Caca Adalah anak semata wayang dari Heru Suhendra. Maka Caca Di nikahkan Dirumah Kecilnya Sesuai permintaan Caca.


Sementara Keluarga Yudianto juga belum datang Bersama Dion. Mereka masih dalam Perjalanan Menuju Kampung Caca Bersama Para tamu Undangan yang lainnya.


Tidak lama Kemudian Beberapa Rombongan Mobil Mulai Berdatangan Di halaman Rumah Caca. Beberapa orang yang Datang Berpakaian Rapi Keluar dari dalam mobil tersebut. Membuat Semua orang Menatap ke luar rumah


Semua keluarga besar Dari Yudianto pranata Juga hadir dalam acara pernikahan Dion.


Dengan cepat Caca Melirik segerombolan Tamu yang sudah datang. Dan salah satunya Adalah Calon Suaminya.


Pemuda itu juga terlihat sangat tampan Dengan Memakai Tuksedo berwarna Putih. Membuat Caca Tidak berkedip saat Menatap Calon Suaminya.


"Apa yang kamu Pikirkan Tentang aku?" Tanya Dion Yang Sedang Berdiri di samping Caca.


Namun Caca Masih bingung dengan perasaannya.


"Apakah ada yang salah dengan saya?"


Gadis itu hanya menggelengkan Kepala Pelan Di Depan Dion.


"Saya Adalah calon suami kamu, Harusnya kamu Bahagia dong Bisa NIkah Sama Anak Kolomerat." Ucap Dion Tepat di telinga Caca.


Dan hari itu pun Mereka Menikah Dengan Sah. Tanpa ada halangan apa pun.

__ADS_1


Walaupun Keluarganya Dion Terkenal Kaya. Namun Caca Meminta Saat hari pernikahan Mereka Tidak terlalu meria.dan Tidak akan Ada Makanan Apa pun yang terhidang Di meja. Dan Ijabnya Juga sangat singkat Setelah itu Caca Di Bawah Kerumah keluarga Dion. Dan para tamu Undangan yang Lainnya langsung bubar.


__ADS_2