Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 109: kerja sama yang baik


__ADS_3

Dion dan Stefan Berada di Ruangan yang lain. Sementara Caca masih mengerjakan pekerjaannya yang sudah di percayakan Oleh Stefan kepada dirinya. ia Bakan tidak menoleh ke arah Mertuanya yang sedang duduk sambil menatapnya.


"Apa kamu masih mencintainya?" tanya Kembali Stefan Sambil Meneguk Segelas air putih..


"Aku memang masih mengharapkan dia untuk kembali Padaku. Akan tetapi Aku juga tidak bisa Memaksanya untuk kembali padaku lagi, Aku sangat kagum atas Apa yang ia lakukan hari ini Bakan aku tidak pernah mengetahui kemampuan Istriku sendiri." Keluh Dion Sambil menundukkan kepalanya.


"Bro. jika kamu memang masih menginginkan dia, Saran ku, Temui dia dan perbaiki apa yang salah pada kalian berdua, Caca itu Adalah wanita yang sangat Pintar dan juga berprestasi dalam Pekerjaannya. Aku sangat Yakin dia akan bisa menerima kamu kembali," Ujar Stefan menyemangati Dion.


"Makasih Bro, karena kamu sudah membantu menjaga Dia Dengan baik. Seharusnya akulah yang bertanggung jawab atas semua Yang terjadi pada kami, Tapi Semua ini mungkin hanya menjadi Kenangan dalam Hidupku."


"Apa Yang terjadi sama Dirimu, Kenapa kamu Putus asa seperti ini. Apa kamu tidak ingin berjuang demi istri dan anakmu Lagi?"


"Entahlah Bro. Aku juga merasa malu Jika harus terus memaksa nya. Sementara aku Mala menyakiti dia, Aku bahagia walaupun hanya menatap Wajahnya dari Arah yang jauh. Itu sudah cukup bagiku,"


"Dion, Kalau aku boleh jujur. Saat pertama aku Bertemu dengan dia, Aku sangat Membencinya Karena orangnya suka usil dan Menjengkelkan. tapi seiringnya waktu Aku Mulai Jatuh hati padanya, Tapi semua niatku itu aku kubur dalam-dalam. Karena aku sadar yang dia cintai cuma kamu seorang." Ungkap Stefan. Tersenyum menatap Dion.


"Tapi mungkin itu sudah tidak mungkin terjadi lagi Pak, Karena dia Sudah memintaku untuk Menceraikan Dia,"


"Lalu, Apa kamu mau Menceraikan dia? apa kamu Ingin Melepaskan dia begitu saja? Bagaimana jika kamu Benar-benar Kehilangan dia Untuk selamanya, Ingat bro. Mungkin aku bisa Mengubur dalam-dalam Isi hatiku pada dia. Tapi tidak Dengan orang lain, Caca itu baik dan juga Cantik. Pasti banyak yang akan antri untuk memperebutkan Cintanya."


"Kamu benar, Dia cantik Dan juga baik hati. Tapi aku, Yang sudah menghancurkan Semua kebaikannya."


"Lakukan saja tugasmu dengan baik, Dan semoga kerja sama Kita ini berjalan dengan Baik juga. Aku harap kamu tidak mengecewakan apa yang sudah aku Buat ini Dion," Menatap Dion


"Maksud kamu apa?" Tanya Dion


"Sebenarnya aku tidak bisa menerima Kerja sama Antara Pekerjaan kita. namun demi menyatukan hubungan kalian berdua, Aku menerima tanggung jawab itu dengan baik. Dan aku Harap Kamu bisa melakukan apa yang sudah ku lakukan untuk Pekerjaan Mu, Dion!"


Dion Merasa Bingung dengan sikap pemuda itu. Ia benar-benar Tidak menyangka Ternyata hati Stefan begitu baik Dan mulia sehingga ia rela Menerima Kerja sama antara mereka. Demi menyatukan Mereka berdua.


"Terimakasih banyak Bro. Aku janji akan Melakukan pekerjaanku dengan baik." Jawab Dion

__ADS_1


"Bukan hanya itu saja Dion. Kamu harus bisa Membuat Istrimu kembali Menyukai kamu, Seperti saat pertama kalian bertemu!" Tegas Stefan


Dan Dengan terpaksa Dion Mengangguk permintaan Stefan itu.


"Baiklah. entah apa yang harus aku Perbuat untuk Membalas Semua kebaikan Kamu, Terhadap keluargaku."


"Aku Hanya meminta kamu bisa menjaga istrimu dengan baik. Itu saja, dan jangan pernah kamu menyakiti dia lagi. Jika sampai itu terulang kembali Maka aku Tidak akan segan-segan Merebut Istrimu Dari kamu," Ucap Stefan. Tertawa-tawa Di depan Dion.


"Sudahlah, Sebaikanya Kita Kembali ke dalam Saja. Tapi aku minta sama kamu, Jangan Sampai Caca Mengetahui semua rencana kita ini."


"Baik," Singkat Dion. Lalu mereka kembali Ke ruang meeting untuk menemui Mereka di dalam sana.


Saat Dion dan Stefan sudah kembali ke ruang meeting. Yudianto Dan Siska Menatap Penuh Kecenderungan pada kedua pemuda itu. Kini yang dalam benak Mereka Hanyalah Masalah Dion dan Istrinya yang kini semakin memanas. Hingga Saat ini Caca Belum Menyapa Kedua mertuanya itu Atau pun menyapa Suaminya.


Yudianto Merasa bersalah karena sudah mengajak Dion untuk Ikut serta dalam Pekerjaan Itu. Kalau saja Mereka tahu yang akan menjadi Partner Dalam Pekerjaan itu adalah Caca. Yudianto Tidak akan pernah Mengajak Dion. Karena Yudianto Tidak Ingin Dion Terus Merasa bersalah Atas semua yang terjadi pada Rumah tangganya.


"Bagaimana Ca, Apa kamu sudah menyelesaikan Apa yang saya minta?" Tanya Stefan. Dengan nada suaranya yang sedikit pelan.


"Baiklah, Jika Sudah Selesai Kita akan segera Pulang." Ucap Stefan Dengan Sangat Serius di depan Yudianto dan istrinya.


"Iya, Siap Pak." Singkat Caca Kembali.


Dion masih menatap istrinya yang sejak tadi Sangat Fokus dengan Pekerjaannya. Dion merasa bangga kepada Caca Yang ternyata memiliki Kemampuan yang tidak pernah ia Ketahui. Yang ia kenal Caca Adalah Gadis sederhana yang Hanya menikmati hidupnya apa Adanya saja. Tanpa Ingin mengejar sesuatu yang bukan menjadi Hak miliknya. Dion sangat mengenal Kepribadian Istrinya itu dengan baik. Namun ia juga tidak mengetahui kelebihan tersembunyi dalam diri Caca.


"Ini pak Berkasnya sudah selesai." Ucap Caca Memberikan Berkas yang baru ia buat Kepada Stefan.


"Makasih ya ca, Kamu Sudah berusaha menyelesaikan Berkas ini dengan baik." Balas Stefan Sembari Tersenyum Menatap Caca.


Membuat Yudianto Merasa Malu dengan apa yang Sudah di Kerjakan oleh menantunya itu untuk perusahaan yang ia miliki.


"Iya, Sama-sama Pak. Karena Pak Stefan, Sudah mempercaiku Untuk Menangani pekerjaan ini." Ucap Caca kembali.

__ADS_1


Dan hanya di Anggukkan oleh Stefan.


"Dion, Bagaimana Pendapatmu? Apa kamu Menyukai Ide cemerlang dari Asisten pribadiku Ini?" Lirik Stefan Kepada Dion


Dion pun menjadi serba salah ketika Di tanyakan Stefan.


"I--iya, Itu sangat Baik. dan aku sangat Menyukai idenya. Terimakasih banyak Bu Caca, eh. Bu Clarissa Putry Suhendra. karena sudah Bersedia menjadi partner Kami." Ucap Dion Dengan sedikit Gugup.


"Sama-sama Pak Dion Alexander pranata. atas Pujiannya." sambung Caca. Menatap serius pada Suaminya itu.


"I--iya," Singkat Dion.


"Kami sangat berterima kasih. kepada kalian berdua, karena sudah menjadi Partner Kami. Semoga ikatan Perusahaan kita akan semakin meningkat Setelah Kerja sama ini." Timpal Yudianto.


Dan di anggukan oleh Stefan dan Caca.


"Baiklah. karena urusan ini sudah Selesai, maka kami harus segera kembali Karena masih ada urusan yang ingin kami Kerjakan di kantor." Ucap Stefan. Dan Caca pun segera berdiri Dan berpamitan kepada kedua Mertuanya itu.


"Kami Permisi dulu pak, Bu. Terimakasih banyak atas Kerjasamanya. Saya harap Kita bisa bekerja dengan baik Dan Profesional," Ujar Caca dengan serius.


lalu ia segera Mengajak Stefan untuk segera Pergi dari tempat itu. karena ia sudah tidak tahan lagi melihat wajah Suaminya.


"Yuk kita pulang Pak, Aku sudah Lapar." Ajak Caca dengan nada suaranya yang sedikit manja di depan Stefan. Lalu ia pun Segera Menggandeng Lengan tangan Stefan di depan Dion dan Kedua Mertuanya. Kini rasa sakit hatinya Mulai terbalaskan satu demi satu kepada Dion.


Stefan merasa aneh dengan sikap Caca. yang tiba-tiba Berubah Seperti itu Saat di depan Suaminya. Namun ia juga memahami Isi hati Wanita itu. sehingga ia hanya terdiam saat Caca Menggandeng Lengan tangannya.


Melihat perubahan Terhadap istrinya itu. Membuat hati Dion Terasa Sakit. dan rasanya ia sudah tidak bisa melanjutkan Pekerjaannya itu bersama dengan Stefan. namun ia juga harus melakukannya demi janjinya pada Stefan.


Yudianto dan Siska hanya Menatap Tangan Menantunya yang saat ini sedang Menggandeng lelaki lain.


"Kami Permisi dulu." Ujar Stefan. dengan sedikit Malu di depan Keluarga Dion

__ADS_1


"Iya pak." Singkat Dion Menatap Caca


__ADS_2