
"Sayang. Kenapa aku merasa nggak percaya sama Perubahan Kirana Ya?" ucap Dion. Menatap istrinya.
"Nggak boleh berpikiran seperti itu mas, Aku sangat yakin kalau mba Kirana itu memang sudah berubah. buktinya saja dia Sampai Segitunya menghadapi Dito yang bisu itu. pada hal kan Mba kirana, Orangnya paling nggak suka sama orang berpenampilan seperti dito," Meyakinkan Suaminya. Yang tidak mempercayai Perubahan Kirana.
"Ya, Bisa saja kan Dia berpura-pura baik dan perduli sama Dito dan keluarganya. pokoknya aku Masih Belum Yakin sama Kirana!" cetus Dion. lalu ia segera merebahkan tubuhnya di tempat tidur samping putranya.
Caca hanya menghembuskan napas kasar Melihat Sikap Suaminya yang sangat Dingin pada Kirana.
Malam itu Caca belum merasa ngantuk. ia masih berpikir tentang Kirana yang kini Sangat Berbeda Dengan yang dulu.
"Apa mungkin Yang di katakan oleh mas Dion tadi benar ya? Tapi Menurut aku, Mba kirana memang sudah berubah." gumam Caca. sambil menatap dirinya di balik cermin.
"Pokoknya aku nggak boleh Berpikir yang aneh-aneh lagi. tentang mba Kirana, lebih baik Aku doakan dia agar dia benar-benar Bisa Berubah dan bisa Membuktikan pada Semua orang kalau Dia memang pantas untuk Mendapatkan Kasih sayang dari orang yang benar-benar sayang kepadanya."
Sementara di tempat lain. Kirana juga belum tidur ia masih berbaring dan menatap langit-langit kamarnya. Wanita muda itu Merasa lebih tenang saat mendapatkan maaf dari Caca. meskipun Siska dan Dion, juga Yudianto. belum terlalu mempercayainya namun gadis itu Sudah merasa bahagia karena bisa menjadi sahabat bagi Caca.
"Makasih. ca, kamu sudah memaafkan aku. Dan aku Janji akan menjadi Sahabat yang baik untuk Kamu. Agar Dion dan keluarganya bisa mempercayai aku lagi." ucap Kirana. Tersenyum Menatap Langit-langit kamarnya.
"Apa Dito sudah tidur ya?" Gumam Kirana. lalu ia pergi Untuk melihat dito yang tidur di luar karena kamarnya sudah di tempati olehnya.
perlahan Kirana membuka pintu kamarnya dan Mengintip pemuda yang masih duduk di samping meja makan. pemuda itu terlihat murung sehingga membuat Kirana harus pergi menemuinya.
"Dito, Kenapa kamu belum tidur? ini kan sudah tengah malam, Apa kamu nggak bisa tidur karena banyak nyamuk ya?" tanya kirana. sambil duduk di samping Pemuda itu.
Namun Dito Menggelengkan kepalanya dengan cepat. agar Kirana tidak merasa Khawatir dengan Dirinya.
Lalu Kirana Berdiri dan Pergi mencari sesuatu di dalam kamarnya. dan tidak lama kemudian Gadis itu kembali Sambil Membawah sebuah buku kecil dan pena.
Lalu ia memberikan buku dan pena itu kepada Dito. agar Dito bisa menulis apa yang ingin ia katakan nanti.
"Jika kamu mau ungkapkan isi hati kamu, Tulis saja di buku ini. biar aku bisa tahu apa yang kamu sedang pikirkan." ucap Kirana. tersenyum menatap Dito.
Dengan sangat senang pemuda itu mengambil Buku dan Pena yang sudah di berikan oleh gadis itu. lalu ia menulis apa yang hendak ia ingin sampaikan pada kirana.
__ADS_1
"Makasih. kirana, Karena kamu sudah Perhatian Sama aku, Dan juga baik pada keluargaku." Isi tulisan dalam kertas yang sudah dito Berikan pada Kirana.
Wanita muda itu sangat terharu dengan kata-kata yang tertera di dalam kertas itu.
"Iya. sama-sama Dito, Aku juga berterimakasih sama Keluarga kamu. Karena sudah membuat aku seperti ini. berkat kalian Aku bisa Menjadi orang yang baik."
Dito Tersenyum sambil menatap wajah Kirana dengan tatapan yang amat berbeda. Akan tetapi ia kembali memalingkan tatapannya itu ke arah pintu. Karena ia Tidak pantas mendapatkan cintanya Kirana.
diam-diam pemuda itu sudah mulai Jatuh cinta pada Kirana. namun ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya pada Wanita itu. karena dengan keadaannya seperti itu mungkin akan membuat Kirana Menyesal untuk mencintainya.
Lalu pemuda itu kembali menulis. dan di berikannya kepada Kirana.
"Sebaiknya kamu Masuk tidur saja, Ini sudah larut malam. Nanti kamu bisa sakit," Ucap Dito. dalam kertas putih.
Kirana Mengangguk Pelan. Dan ia pun Segera masuk kedalam kamarnya. dito merasa senang karena gadis itu bisa membuatnya tersenyum kembali setelah apa yang sudah menimpa dirinya dan Kedua orang tua yang sangat ia Sayangi.
Paginya di dalam rumah kediaman keluarga pranata. Yudianto dan Siska Sedang duduk sambil membaca koran di ruang tamu. Sementara Caca Sudah beraktifitas seperti biasanya.
Dion baru saja masuk Dalam Rumah itu. Ia baru Kembali dari Mencari Susu untuk Anaknya.
"Pagi. Juga dion, Kamu dari mana Saja?" Tanya Siska. menatap Dion dengan heran. karena tidak Biasanya pemuda itu bangun pada Jam Seperti ini.
"Aku habis dari Minimarket ma, Membelikan Susu untuk Geral," Jawab Dion. lalu ia kembali berjalan menuju ke dapur untuk menemui istri dan anaknya yang sedang berada di sana.
Siska dan Yudianto Saling bertatap muka. ketika melihat Dion yang sudah mulai dewasa untuk menyikapi segala urusan Rumah tangganya.
"Sekarang Dion. sudah banyak berubah ya pa, Coba saja Sejak dulu ia seperti ini. mungkin mama tidak Terlalu Memikirkannya," ucap Siska. Terheran-heran pada anaknya itu.
"Semua ada waktunya ma, Mungkin dulu Dion Memang manja. karena ia Belum memiliki Anak Dan istri. sekarang kan dia sudah berkeluarga Jadi sudah sepantasnya dia berubah menjadi lebih dewasa." Ujar Yudianto.
"Kamu benar pa. Mungkin dulu kita terlalu memanjakan Dion. Makanya dia jadi sangat Susa di atur."
Rencana Yudianto Hari ini Setelah mereka Sarapan pagi. Ia ingin mengajak Dion untuk berkeliling melihat pabrik yang sedang Lambat dalam Berproduksi.
__ADS_1
"Dion!" panggil Yudianto. yang masih duduk Di ruang tamu.
"Iya pa, Ada apa?"
Berjalan mendekati kedua orangtuanya.
"Apa kamu Punya waktu untuk menemani papa. ke Pabrik di jalan Bogor?" tanya Yudianto.
"Memangnya ada apa di sana pa?" kembali bertanya.
"Papa ingin Mengecek Cara mereka bekerja di sana. karena papa merasa tidak ada yang beres di pabrik roti itu." Ucap Yudianto. menatap serius pada Dion.
"Baiklah pa, Nanti aku ijin sama Caca terlebih dahulu."
Dan di anggukan oleh Yudianto.
Saat mereka sedang sarapan pagi bersama. Terdengar suara Bel berbunyi di ruang tamu. Dion Kembali Menatap ayahnya dan juga Siska.
"Siapa yang datang pagi-pagi Begini?" Tanya Siska. menatap Verry dan juga Yanto.
"Sebentar Bu, saya Lihat dulu." Ucap Verry. melepaskan Makanannya dan berjalan keluar halaman untuk melihat orang di depan sana.
"Pagi, Verry." Sapa Kirana yang sedang membawah Buah pisang bersama Dito. wanita muda itu terlihat sangat Senang di pagi ini.
"Pagi juga, Mba Kirana." Sahut Verry. membukakan Pintu Pagar untuk Kirana dan dito.
Setibanya di dalam sana. Kirana langsung Membawah masuk buah pisang hasil dari Kebun Milik Keluarga Dito.
"Maaf Caca. Pagi-pagi Gini aku dan Dito, sudah datang kesini. Soalnya Semalam ibu dan Bapaknya Dito. Merasa sangat senang karena Mendapatkan Bingkisan makanan dari kamu, Dan ini adalah Ungkapan rasa terimakasih mereka sama kalian. Walaupun hanya buah pisang namun ini hasil dari Kebun Milik Keluarga Dito," ungkap Kirana. Sembari tersenyum menatap Caca dan Suaminya.
Siska memanyunkan mulutnya menatap Kirana.
"Hati-hati Caca. bisa jadi dalam buah pisang itu sudah tercampur racun." Singgung Siska. menatap sinis pada Kirana.
__ADS_1
Membuat Kirana merasa malu di depan Dito. karena buah pisang itu adalah jualan bapak sama ibunya Dito. namun karena Mereka merasa Senang atas pemberian Caca semalam. maka Kedua orang tua Dito. menyuruh mereka untuk mengantarkan buah pisang itu ke rumah Keluarga Yudianto. Akan tetapi mereka Mala mendapatkan Hinaan dari Siska. yang tidak menyukai Kirana Berada di dalam rumah itu.