
Yudianto berjalan mendekati Bima, Dan membantunya Berdiri.
"Terimakasih Yudi." Ucap Bima Dengan sangat malu di depan Yudianto.
"Apa yang sudah terjadi padamu Bima, Kenapa Kamu bisa menjadi seperti ini." lirik Yudianto.
"Mungkin ini sudah Karma atas dosaku Yang sudah ku perbuat pada keluarga kalian Yudi, Hanya untuk Memenuhi Kemauan Mila. Saya menjadi Hilaf Dan Tidak pernah Merasa Takut Dengan Dosa," Ujar Bima. Menyesali perbuatannya.
"Sudahlah. Yang penting Sekarang kamu sudah Menyadari apa yang Sudah kamu perbuat, Dan Semoga Semua itu akan menjadi Pelajaran Untukmu Dan keluargamu." Ucap Kembali Yudianto. Menepuk Pundak Bima dengan pelan.
"Iya Yudi, Maafkan Saya."
Sementara Mila masih berdiri di Sudut Jendela Sambil Menatap Yudianto dan ayahnya yang sedang Berbicara Di sana. Ia merasa Kesal melihat Yudianto yang sudah Memaafkan ayahnya. Sehingga ia Kembali masuk ke Dalam Kamar dan Memaksa Ibunya untuk Bangun dari tempat tidur. Melihat Kelakuan Anaknya yang Sudah Sangat di luar batas Bima Langsung pergi Menarik Mila dari kamar itu.
"Mila! Apa yang kamu lakukan pada ibumu? Apa kamu sudah tidak waras lagi?! Ucap Bima Memarahi Putrinya.
"Diam kamu?! Saya Tidak Ingin Ibuku Tinggal bersama Orang Munafik seperti Kamu!" Bentak Mila Dengan sangat kasar pada ayahnya.
"Ada apa denganmu Mila? Apa Kamu Tidak Merasa Kasihan pada Ibumu, Yang kini hanya Terbaring lemah Dalam keadaan yang Sakit? Dimana Rasa Kepedulian Mu pada Kedua orang Tuamu. Apa ini Balasan kamu terhadap mereka, Setelah apa yang sudah kamu Perbuat Pada Kedua Orang tuamu?" Ucap Yudianto Menatap Mila
"Udah deh Om. Jangan sok Tau menasihati aku. Lebih baik kalian Pergi dari sini dan Jangan mencampuri urusan pribadi Kami!" Melotot pada Yudianto.
"Saya Bukannya ingin Mencampuri urusan keluarga Kalian, Akan tetapi Perlakuan kamu ini Sudah di luar batas. Apa salahnya saya Membantu Ayahmu Yang sudah Tertindas oleh Perbuatan Putrinya sendiri." Ujar Yudianto
"Memangnya Apa yang bisa kamu lakukan untuk Menolong Ayahku? Apa Kamu ingin memberikan Kekayaanmu Untuk Keluarga Kami? atau kamu ingin Membawah Ayah Ke Kantor polisi?!
"Saya tidak pernah Punya pikiran Pendek sepertiMu Mila. Harusnya kamu merasa Malu Karena sudah Membuat mereka seperti ini," Ujar kembali Yudianto.
"Udahlah. Saya tidak ingin mendengarkan Mu, Lagi. Saya minta kalian Segera pergi dari sini!" menatap tajam pada Yudianto.
__ADS_1
Yudianto hanya Menggelengkan Kepalanya Melihat Kelakuan Mila yang sangat Jahat pada kedua orangtuanya.
"Ayo Bangun!" Jangan Berpura-pura Sakit seperti Itu Bu! Cepat bangun. Dan Buatkan makanan untuk Aku!" Ujar Mila Menarik-narik Tangan Arista dengan Kasar.
Karena melihat Mila yang Sudah tidak bisa Di atur lagi. Yudiana segera Menarik lengan tangan Gadis itu keluar dari kamar Ibunya. Dan Membawahnya ke luar.
"Saya tegaskan sekali lagi Kepada kamu, Mila. Jangan Berlaku kasar pada Ibumu, Yang sedang sakit. Kalau kamu tidak ingin saya masukkan kedalam penjara atas apa yang sudah kamu perbuat dalam perusahaan milikku!" Tegas Yudianto. Mengancam Gadis itu.
"Oh. Jadi sekarang om Mengancam aku ya? Om Kira aku takut dengan ancamannya Om?!
"Saya tahu kamu memang tidak pernah Takut dengan ancaman dari saya. Dan saya Juga tidak sedang mengancam kamu." kembali menatap Mila.
Kemudian Dion datang menghampiri Ayahnya yang sedang Bersama Dengan Mila di luar Sana.
"Mila, Apa yang Kamu lakukan kali ini belum tentu bisa Membuat kamu Selamat dari kejaran Para petugas. Karena saya sudah mendapatkan Semua bukti-bukti Yang Menyangkut dengan Penipuan yang telah kamu Lakukan di Tempat kami dan juga tempat Lainnya, Jadi bersiap-siap Saja Kamu akan segera Jadi buronan Di kota ini." Ujar Dion. Tersenyum tipis pada Gadis itu.
"Siapa bilang aku tidak Memiliki bukti kuat. Dulu Kamu juga Telah menabrak Kirana. Dan itu sudah di temukan di rekaman CCTV. Dan ke dua kamu Sudah menipu Rekan kerja saya, Dan Semua bukti juga sudah ada Di tangan Saya. Apa itu belum cukup kuat untuk Membuat kamu sadar?! ulang Dion Menatap Tajam Pada Mila.
"Terserah kamu saja Dion! lagi pula Saya Tidak akan pernah Tertangkap Oleh siapapun. Karena saya akan secepatnya Pergi dari tempat ini!"
"Kamu sangat jahat Mila! apa kamu tidak pernah memikirkan Keselamatan Kedua orang tuamu? Apa di pikiran kamu hanyalah uang Dan uang Saja!" Timpal Yudianto.
"Untuk apa aku Memikirkan mereka? lagi pula mereka sudah tidak berguna lagi. Apa Untungnya bagi saya Mengasihani Orang yang sudah tidak Berguna Seperti mereka itu!" ujar Mila Lalu ia segera meninggalkan Rumahnya.
Dion Masih memantau kepergian Wanita itu. Karena ia mencemaskan keadaan Istri dan anaknya yang saat ini Sedang Menunggu di mobil bersama Verry.
"Mari kita masuk ke dalam Saja Dion, Biarkan Dia pergi!" Ucap Yudianto.
"Papa masuk saja dulu, Aku masih memantau dia. karena Caca dan Dede masih di dalam Mobil Takutnya dia akan Melakukan Hal yang Aneh-aneh pada Mereka." Balas Dion.
__ADS_1
Dan Di anggukkan oleh Yudianto.
Setelah melihat keadaan aman. Dion Kembali masuk ke dalam Rumahnya Bima.
"Apa Tidak sebaikanya Kamu Membawanya Ke rumah Sakit saja Bima, Di sana Istrimu akan mendapatkan Perawatan yang baik Dan juga Obat-obatan Dari dokter." Ucap Yudianto
Seketika Bima Menundukkan kepalanya. Karena Ia sudah tidak memiliki apa-apa lagi untuk Membawah Istrinya ke rumah Sakit.
Yudianto merasa Kasihan Melihat Bima Yang Sudah Pasrah dengan keadaan Hidupnya yang Saat Ini sudah hancur oleh Keserakahan anaknya Sendiri.
"Bim, Apa yang di katakan Oleh suami Saya itu ada Benarnya juga, Apa Kamu tidak ingin Istrimu kembali Seperti Dulu lagi? Agar kalian bisa memulai kehidupan Yang baru Ketika Istrimu sudah Sehat," Sambung Siska.
"Tidak apa-apa Siska, Dengan keadaan kami yang seperti ini mungkin itu Jauh lebih baik, Agar kami Bisa Selalu bersama Dan tidak menyakiti orang lain lagi." Jawab Bima
"Bima. Sejak dulu Kamu Sudah ku anggap Sebagai Saudaraku sendiri, Sebelum kamu pergi ke Luar Negeri kita selalu bersama-sama Dalam Suka maupun Duka. Melihatmu Dalam Keadaan seperti ini Saya tidak mungkin bisa Merasa Tenang, Jadi sebaiknya Kamu bersiaplah Kita akan membawa Istrimu bersama-sama Ke Rumah Sakit." Ucap Yudianto Tersenyum Ramah pada Bima.
"Tapi Yudi, Saya tidak memiliki Sepeser uang Untuk Membawah Arista ke rumah Sakit, Uang kami sudah Habis di pakai oleh Mila." Ungkap Bima Dengan Penuh kesedihan.
"Sudahlah. Jangan Pikirkan soal itu lagi, Terpenting Istrimu bisa sehat Biar Kami yang Mengurusi semuanya di sana." Timpal Siska kembali.
Lalu Bima Bersujud Di bawah kaki Yudianto dan Siska. Ia sangat menyesali apa yang sudah pernah ia perbuat pada Yudianto.
Kini ia baru sadar apa yang ia perbuat hanyalah Membuatnya merasa malu di depan Keluarga Yudianto.
"Jangan lakukan itu Bima. Saya tidak pernah Menyuruh kamu untuk Berbuat seperti itu pada saya, Bangunlah Dan Bersiap-siaplah Kita akan Segera Membawah istrimu ke rumah sakit." Ucap Yudianto kembali.
Dan dengan cepat Bima Berdiri dan segera masuk ke dalam kamar untuk Menyiapkan perlengkapan mereka.
Siska dan Suaminya hanya tersenyum Ketika melihat Bima Yang Kini Sudah menyadari Semua kesalahannya Bahkan ia Sudah Jauh berbeda dengan Sikapnya yang Beberapa Hari Sebelumnya.
__ADS_1