Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 44: Ingin Tinggal di kampung saja.


__ADS_3

Walaupun Suasana Di kampung Sangat berbeda dengan Di kota. Namun Kirana merasa lebih nyaman dan bahagia Karena bisa Merasakan Suasana Masa kecilnya dulu waktu masih di Kampung halamannya. Yang hanya tinggal bersama Dengan Ayahnya.


"Disini Udaranya lebih segar mas, Aku Senang bisa Datang ke Tempat ini." Ucap Caca. Sembari tersenyum menatap kampung Yang baru mereka datangi itu.


"Syukurlah. Kalau kamu senang Karena kita liburan Di Kampung." ucap Dion.


"Iya, mas. Aku lebih Suka jika kita tinggal di tempat seperti ini. Karena Selain Udaranya segar Di sini juga Kita bisa hidup tenang, Tanpa Gangguan Dari Kirana lagi." menundukkan kepalanya.


Kali ini Dion hanya bisa melirik Istrinya dari Ekor matanya. Karena baru kali ini Ekspresi wajah Sang istri terlihat lebih cerah dan Nampak Sangat bahagia. Saat berada di Kampung halaman Verry.


Tidak lama kemudian Verry datang membawa Dua botol air mineral untuk Dion Dan Istrinya. yang sedang duduk di bawah pohon.


"Ini minumannya. Bos, Maaf Sedikit lama. Soalnya Warung di sini Cukup jauh." Ucap Verry. Tersenyum Menatap mereka.


"Iya. Nggak apa-apa kok, Mas Verry." Sahut Caca. Lalu ia langsung meminum Sebotol air mineral itu. Karena ia Sudah Sangat kehausan Sejak Tadi.


"Mas Verry. Apa di sini Ada tanah kosong Yang mau di jual nggak?" Menatap Verry, Dengan sangat serius.


"Aku belum tahu Non. Mungkin Di sekitaran Jalan Sana ada non, Karena beberapa bulan yang Lalu ada yang Mau Jual Tanah. Tapi Aku sendiri belum tahu Kalau itu sudah ada pembelinya atau masih belum. Memangnya kenapa Non?" Kembali bertanya.


"Oh. Aku suka Belih Tanah di kampung ini, Soalnya aku Udah capek di Gangguin sama Kirana." melirik Dion.


Verry Hanya bisa menatap Dion. Sambil Menundukkan Kepalanya.


"Memangnya sayang, Mau Belih lahan Tanah kosong di sini ya?" Menatap Istrinya.


Dengan cepat wanita muda itu Mengangguk.

__ADS_1


"Iya. Mas, Aku pengen Hidup damai Di Tempat Seperti ini. Jauh dari keramaian Dan Juga Dari Kirana."


Dion Hanya mengerutkan Dahinya.


"Baiklah. Nanti kita coba Bicara sama papa dan mama, Jika Sudah kembali ke kota nanti."


"Iya Mas." singkat Caca. Dengan Ekspresi wajahnya yang Begitu bahagia.


****


Setibanya Di Apartemen milik keluarga Dion. Kirana Langsung keluar dari Mobilnya Dan Pergi Ke apartemen itu. Beberapa kali wanita itu Terlihat Mondar-mandir Di Sekitar Situ. Namun ia Tidak menemukan adanya Dion Dan Istrinya. Sedang Di dalam Sana.


"Kemana mereka? Kenapa mereka tidak ada di sini." Gumam Kirana, Yang merasa Kebingungan Untuk mencari Dion.


"Yang aku tahu Mereka hanya memiliki Satu apartemen Disini. Dan Aku Juga sama Sekali tidak Tahu kalau mereka punya Rumah Lain Di Kota ini. Sebaiknya aku Pergi ke tempat meli bekerja. Agar aku Bisa menemukan Kabar lainnya dari Dia." Ucap Wanita itu. Lalu ia kembali Melajukan mobilnya. menuju tempat Sahabatnya bekerja.


Setibanya di Supermarket itu. Kirana Langsung masuk dan Mencari Keberadaan Sahabatnya itu di dalam sana.


Gadis muda itu Langsung Membalikkan Tubuhnya ke arah Sumber suara yang Tengah memanggilnya.


"Kirana?" Kapan Kamu sampai ke sini, Kok Kamu Nggak ngabarin aku dulu Si!" Ujar Meli yang Merasa Terkejut Dengan kedatangan Sahabat lamanya itu.


"Baru saja. Aku ke sini Karena ingin mencari Dion, Apa kamu Tahu Tempat tinggalnya Di sini?"


"Aku nggak tahu. Mungkin dia Tinggal di apartemen milik orang Tuanya."


Kirana menggelengkan Kepalanya.

__ADS_1


"Dia tidak tinggal di tempat itu lagi. Tadi aku Sudah mampir ke Sana, Tapi Apartemen itu terlihat sangat sepi dan Tidak ada orangnya."


"Kemana perginya mereka ya? Tadi juga kami nggak sempat ngobrol. karena Dion Terlihat sangat terburu-buru." ujar meli. Menatap Kirana,


"Aku harus cari tahu Tempat tinggal mereka di kota ini. karena aku Harus bisa merebut Dion Kembali sama Aku," Menatap Meli. Dengan serius


"Segitu Cintanya kamu Sama Dion, hingga harus Menjadi Pengganggu dalam Rumah Tangganya." ucap Meli Tertawa-tawa Menatap Kirana. yang Sudah Terlihat Emosi.


"Bukan Cinta. Tapi aku, Ingin Merebut Semua harta milik Keluarga Dion. Agar aku, Bisa membalas semua Dendamku sama Ibunya Dion." Menatap Meli.


Membuat Gadis itu Tercengang Dengan Perkataan Kirana. Ia Bakan Tidak Menduga Kalau kirana Bisa Sejahat itu.


"Kirana. Apa itu tidak terlalu berlebihan ya? Mereka kan sudah nikah. Gimana bisa kamu mau merebut Dion, Dari istrinya." Ujar Meli.


"Aku tidak perduli! Apa pun itu. Aku, akan Tetap Merebut Dion Dari Wanita kampung itu! Tugas kamu sekarang, Hanyalah mencari tahu Keberadaan Mereka saat ini. Bukan Untuk Menceramai Aku!" cetus Kirana.


"Bukan gitu Juga, Maksud aku kan Kamu bisa cari Pemuda yang Lebih tajir. yang bisa kamu Kuras Hartanya, Bukan Sama Orang yang sudah Beristri. Itu bisa membuat kamu Masuk ke penjara Kirana." ucap meli. Menasihati Sahabatnya itu.


"Kamu ini kenapa si!! Bukannya mendukung Rencana aku, Melainkan Menceramai aku! Memangnya kamu Sudah Merasa baik Gitu?"


"Maksud aku, Bukan Gitu Kirana. Aku cuma mau Kamu itu bahagia Dan hidup Lebih baik Bersama pilihan kamu sendiri, Tanpa merusak hubungan orang lain. Dan itu hanyalah saran dari aku saja kok, Jika memang kamu Tidak terima. Nggak usah di ambil hati saja, Dan aku Minta maaf jika sudah Membuat Kamu Marah, Dengan perkataan aku tadi." Ucap meli. Menatap sahabatnya itu.


Namun Rencana Kirana. Tidak bisa di rubah oleh siapapun. karena ia harus membuat Hubungan Dion dan Istrinya itu Harus berpisah.


Karena merasa Tidak bisa Di ajak Kerjasama. Kirana Langsung pergi meninggalkan Sahabatnya itu. Meli hanya bisa menggelengkan Kepalanya Saat melihat perubahan Pada Diri Kirana. Dulu Kirana Tidak seperti itu Yang ia kenal Seorang Kirana Adalah Gadis pendiam dan Baik Hati. Namun meli Merasa Heran karena kini Sahabatnya itu sudah jauh berbeda dengan yang Dulu ia Kenal.


"Semoga kamu Bisa Cepat Menyadari apa yang Kamu sudah Perbuat itu Kirana. Aku, Tidak mengerti apa yang membuat kamu Jadi Seperti Ini." Ucap Meli dalam Hatinya. Lalu ia pun kembali bekerja

__ADS_1


Kirana Merasa Bingung dengan sikap meli yang tidak bisa Di ajak Kerjasama olehnya. Ia Bakan Merasa kesal pada sahabat lamanya itu. Selama ini Kirana dan Meli Adalah teman yang sangat baik. Meli Selalu mendukung apa yang ia Rencanakan. Namun sekarang meli sama Sekali tidak bisa Di ajak Kerjasama lagi.


"Ada apa Dengan Meli?" kenapa dia bisa Menceramai aku Seperti itu! memangnya dia Sudah merasa paling baik Apa?" ucap Kirana. Sambil terus menyetir mobilnya. menyusuri sepanjang jalan Raya di kota itu.


__ADS_2