
Usai makan siang bersama Pemuda itu mengajak Caca ke kantor milik ayahnya. Saat mereka tiba di sana semua mata memandang ke arah Gadis cantik yang sedang berjalan bersama dengan Bos mereka.
Stefan merasa tidak Suka dengan cara tatapan mereka kepada Caca. Ia pun segera menggandeng kembali tangan wanita itu sambil berjalan pelan menuju ke ruangan kerjanya.
"Duduklah disini. dan jangan kemana-mana Sampai aku Kembali!" pinta Pemuda itu.
Lalu ia pun segera keluar dari ruangan itu Meninggalkan Caca sendirian di dalam sana.
wanita Muda itu hanya duduk di sofa sambil terus menatap ruangan di tempat itu. lalu ia berjalan ke arah jendela.
"Mas Dion, Aku sangat merindukan kalian mas. Bagaimana caranya aku bisa menghubungi kalian. Jujur aku Tidak bisa berlama-lama Di sini lagi mas," Keluh Caca dalam hatinya sambil menatap Suasana di Luar sana.
"Coba saja aku Tahu Nomor Ponsel kamu mas, Mungkin aku tidak Seperti ini. Tapi aku sama sekali tidak mengingat Nomer ponsel kalian semua." Batin Caca merasa sangat merindukan Suami dan anaknya. Dan sebentar lagi adalah Hari ulang tahun putra semata wayangnya. Namun ia tidak bisa bersama dengan mereka di saat hari bahagia putranya yang ke satu tahun.
"Sedang apa kamu di situ?" tanya seorang lelaki muda yang baru saja masuk ke tempat itu.
Caca pun segera Menoleh ke sumber suara itu.
pemuda yang masih berdiri di depan pintu itu. Menjadi Layu tak Berdaya ketika melihat kecantikan Wanita itu. Ia sangat terkesima dengan Kecantikan Caca yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
Caca merasa risi dengan tatapan Pemuda itu. Ia pun segera mengambil Jas milik Stefan yang berada di sofa. dan menutupi bagian dadanya dengan jas itu.
"Mas. Mas!" teriak Caca dengan Sedikit kuat.
Sehingga membuat lelaki itu Terkejut dan Ia pun segera masuk dan duduk di sofa. sementara Caca masih Berdiri di sudut Jendela.
Ia Bakan tidak bisa duduk Karena ia tidak merasa nyaman dengan Pakaiannya yang terlalu pendek itu.
"Dimana Stefan?" Tanya lelaki Muda itu.
Sambil terus menatap tubuh gadis itu.
__ADS_1
"Dia sedang Keluar. mungkin dia tidak lama akan kembali ke sini." jawab Caca.
"Apa kamu Pacarnya?" Kembali bertanya Sambil Berdiri dan berusaha Mendekati Caca.
"Bukan. Aku bukan pacarnya, Aku Hanya Pelayan di rumahnya saja!" jawab Caca. Sambil menjauh dari lelaki itu.
"Bolehkah aku Berkenalan dengan Kamu, Aku hanya ingin tau Namamu saja." Menatap Caca
"Namaku Caca." Singkat Caca terus berusaha menjauh dari Hadapan lelaki genit itu.
"Sepertinya nama kamu tidak terlalu asin bagiku, Tapi Tidak apa-apa. Yang penting kamu bukan Pacarnya Stefan." ucap kembali Lelaki itu. Berusaha Merai tangan Caca. namun dengan cepat Caca Mendorong Tubuh lelaki itu. agar tidak menyentuhnya.
"Kamu ini Sangat jual mahal sekali ya! Ayolah. Aku bisa mengabulkan semua yang kamu mau. Bakan aku bisa memberikan mobil dan Uang yang banyak untuk kamu," Rayu Lelaki itu kembali mendekati Caca.
"Kamu mau apa! apa kamu pikir saya wanita murahan yang bisa kamu belih dengan harta kamu?" ucap Caca Dengan sangat tegas.
"Ayolah. tidak usah malu-malu sama aku, Perlu kamu ketahui Stefan itu Tidak mungkin jatuh cinta sama kamu, apa lagi kamu itu hanyalah seorang pembantu di rumahnya. Lebih Baik Kamu Jalan bareng sama aku saja," Ucap Tio. Lalu Dengan cepat ia Menangkap Tangan Caca dan berusaha untuk Mencium Wajah Caca.
sehingga membuat Caca kesakitan dan Wajahnya Memerah.
"Berhenti berteriak! jika kamu ingin selamat!" Geram Tio Kembali Berusaha mencium Bibir Wanita itu. Namun tiba-tiba Sebuah pukulan yang sangat kuat hinggap di Wajah Tio.
Plakk!
Satu pukulan Dari stefan. hinggap di wajah tio. Membuat Tio Langsung Tersungkur ke lantai.
Stefan segera menarik Wanita itu dan Memeluknya dengan sangat erat.
"Apa yang kamu perbuat di kantorku! apa Kamu sudah gila ya!" bentak Stefan kepada tio.
lalu pemuda itu segera berdiri dan menatap Stefan yang sedang menggenggam tangan wanita Itu.
__ADS_1
"Wah-wah. Rupanya tipe kamu sekarang sudah sangat jauh berbeda juga ya Fan, Aku pikir kamu Bisa menemukan wanita yang jauh lebih baik Setelah putus dengan Mira. tapi nyatanya selera kamu sekarang lebih rendahan!" Ejek Tio. Menatap sinis pada Stefan dan Caca.
"Apa maksudmu Tio? Dan ada kepentingan apa kamu Datang ke kantorku!" Menatap tajam pada Lelaki muda itu
"Hahaha. Pemuda itu hanya tertawa kecil Menatap Stefan.
"Apa kamu lupa dengan perjanjian kita Dulu? atau kamu Pura-pura Lupa! Stefan. Saya harap kamu Tahu Kenapa saya datang ke sini."
"Oh. Jadi itu yang membuat kamu Harus Datang ke sini. Dan melakukan Kejahatan di sini?
Tio. Sebaiknya kamu segera pergi dari ruangan ini, Karena perjanjian kita tidak Akan Pernah terjadi lagi! Aku tidak akan pernah Menjual apapun dari kantor milik Ayahku ini!" ucap Stefan dengan sangat marah pada tio.
"Jadi kamu mau mencoba bermain Api denganku, Stefan! ingat Aku bisa membuat Keluargamu Lebih menderita lagi. Ingat itu!" ancam Pemuda itu. lalu ia segera pergi meninggalkan Stefan bersama Caca.
"Apa kamu Tidak apa-apa? Maafkan aku, karena aku Telah meninggalkan Kamu sendirian di sini. Astaga! wajah kamu Kenapa Jadi Merah begini ca, Apa Tio Sudah Memukuli kamu?" Menatap Caca Sambil Mengelus pipi wanita itu.
Sementara Caca menjauhkan tangan Stefan dari wajahnya. Karena ia tidak ingin Stefan Merasa Kasihan Kepadanya. Walaupun Stefan belum tahu Kalau ia sudah menikah Akan tetapi Baginya hanya Dion yang selalu ia Cintai sejak dulu hingga saat ini.
"Aku tidak apa-apa. Sebaiknya kamu Urus saja urusan kamu, Tidak usah perduli sama aku," Ucap Caca.
"Tapi wajah kamu itu sangat merah ca, Apa Kamu tidak ingin mengobatinya?" Ucap Stefan kembali dengan perasaan yang sangat bersalah kepada Caca.
"Tidak usah!" Singkat Caca. Lalu ia segera Duduk dan berdiam diri.
Stefan pun hanya bisa menatap Wajah Gadis itu. Ia Bakan tidak berani menyentuhnya lagi. karena Caca Sangat Membencinya.
Harapannya saat ini hanya Ingin bisa menemukan Tempat tinggal suaminya. Karena ia sangat merindukan mereka. Ia Bakan tidak Tahu harus Berbuat apa untuk bisa menemukan Dion dan putranya.
"Kenapa orang-orang itu ingin mencelakai ku, Apa salahku sama mereka. Kenapa mereka telah Menjauhkan aku dari Suami dan anakku," Gumam Caca. Dalam hatinya sambil Bercucuran air mata di wajah cantiknya.
Ketika melihat Caca sedang menangis. Pemuda itu memberanikan Diri untuk Mendekatinya. Lalu Ia Mengambil tisu dan Mengusap air mata yang sedang Bercucuran itu.
__ADS_1
"Maafkan aku ca, Mungkin aku memang Orang yang paling Jahat yang kamu temui. Dan karena aku juga. kamu kesakitan seperti ini." Ucap Stefan. merasa bersalah kepada Karena Ia sama sekali tidak Tahu apa yang sedang wanita itu pikirkan.