
Kini kirana bersama Dito. hanya bisa diam saat Siska menghina mereka. Dito masih berdiri sambil menggenggam Tangannya Kirana. agar Kirana bisa Bersabar dalam menghadapi Segala apa yang sedang Terjadi pada mereka berdua saat ini.
"Ma. Cukup ma, Aku yakin mereka tidak akan melakukan hal Seperti itu. Kasihan bapak sama ibunya Dito, yang Rela Masuk ke kebun hanya untuk Mengambil buah pisang ini untuk di berikan sama kita. Tapi kita Mala menghujat keluarga mereka seperti ini ma." ucap Caca. Yang merasa tidak bisa menerima hinaan terhadap Kirana dan Dito.
"Iya Bu. bapa yakin kedatangan mereka ke sini Itu tulus Bu, Bukan karena mereka mempunyai maksud yang tertentu." Yudianto Merasa Malu dengan Perilaku Istrinya yang sudah berlebihan itu.
"Kalian ini kenapa Jadi belain Wanita jahat ini! apa kalian sudah lupa atas apa yang sudah ia perbuat pada Kita Sebelumnya!" Menatap tajam Pada Kirana.
"Ma, Apa yang sudah berlalu tidak usah di ungkit lagi ma. Aku yakin mba Kirana sudah berubah. ma, Tolong mama Maafin mba Kirana ya,". bujuk Caca. agar ibu mertuanya itu Memaafkan Kirana.
"Sampai kapan pun Saya tidak akan pernah bisa memaafkan kamu Kirana!! walaupun kini Caca Sudah memaafkan kamu. Tapi jangan pernah berpikir kalau saya akan mengampuni kamu!" Tegas Siska. lalu ia segera meninggalkan Meja makan.
Kirana hanya menundukkan kepalanya. Karena mungkin ini sudah menjadi takdirnya yang akan menerima semua penghinaan dari Siska. atas semua perlakuannya beberapa bulan yang sudah berlalu.
Wajah yang cantik Kini di penuhi oleh linangan air mata. gadis itu sudah tidak bisa menahan tangisnya saat berada di samping Dito.
"Maafkan atas kesalahanku Dito. gara-gara aku, Keluarga kamu ikut menerima penghinaan dari mereka. ternyata sangat sulit jika berusaha untuk menjadi baik." ucap kirana. sambil terisak-isak.
Lalu Pemuda Itu Mengambil buku kecil yang sudah ia bawah dan ia kembali menulis di buku tersebut.
"Kamu harus kuat dan sabar, aku yakin mereka akan mempercayai kamu lagi," ucap dito. di balik tulisan itu
"Tapi, Dito. mereka sudah menghina keluarga kamu! Yang seharusnya mereka hina itu aku. Bukan keluarga kamu, Dito."
pemuda itu kembali Menulis dengan cepat.
"Tidak apa-apa. Aku Tidak akan memberitahu sama Bapa dan Ibu, Tentang Masala ini. Terpenting bagi aku, kamu tidak boleh Sedih kita harus hadapi semua ini bersama-sama."
__ADS_1
Lalu Dito. Menarik Tubuh Kirana hingga jatuh dalam pelukannya. Pemuda itu merasa Kasihan kepada Kirana. yang kini sudah merasakan atas apa yang sudah ia perbuat Dulu.
"Mba Kirana?" Suara seorang wanita memanggilnya.
Wanita muda itu pun menoleh ke arah samping dan ia melihat Caca Sedang Berdiri bersama anaknya. Kirana merasa sangat sedih ketika melihat Caca yang Berdiri di depannya.
"Maafkan aku, Caca. Seharusnya aku tidak datang ke sini. Semua ini adalah salahku Kenapa dulu aku sangat jahat sama kamu dan Dion," Ungkap Kirana. sambil terus berlinang air matanya.
"Sudahlah. mba, Semua ini memang sudah terjadi Dan aku sudah memaafkan kamu. Aku yang seharusnya minta maaf sama kalian, Karena aku tidak bisa membelah kalian." ucap Caca. mengelus Wajah Kirana
"Maukah mba menjadi Kakakku?"
Tatapan Kirana kini Melotot pada Caca. Bakan Tangisannya berhenti sesaat mendengar perkataan Gadis itu.
"Memangnya kamu tidak akan malu Jika mempunyai Saudara sepertiku, Caca?" tanya Kirana dengan serius Menatap Caca.
"Nggak mba. Karena sejak dulu aku dan ayahku Hanya tinggal Berdua. Dan aku Yakin, ayah akan menerima kamu sebagai anaknya."
Dengan cepat Kirana merangkul Caca dan Anaknya. hingga kini mereka saling berpelukan Dito terharu dengan kebaikan Caca. kepada Kirana meskipun dulu Kirana selalu membuat Masala terhadapnya. namun hati Caca Tidak pernah Menyimpan rasa dendam sedikit pun pada Gadis itu.
"Mari kita pergi dari sini." Ajak Caca. pada Kirana.
Membuat Kirana merasa Bingung pada Gadis itu.
"Tunggu Caca! Kita mau Kemana? Kamu nggak boleh pergi dari sini. Dion bisa marah besar sama kamu ca, Biar aku sama Dito yang akan pergi dari sini. kamu masuk saja ke dalam sana." Ucap Kirana. yang tidak ingin Caca meninggalkannya Rumah itu.
"Mereka tidak menginginkan aku lagi mba. Karena bagi Mereka aku sama seperti kamu." ucap Caca Menatap Kirana
__ADS_1
"Tapi ca, Anakmu masih membutuhkan Kasih sayang Dion. tidak seharusnya Kamu pergi dari sini." Ucap kirana. menahan Tangan Caca untuk tidak Keluar dari rumah itu.
"Mba. Buat apa kita bertahan jika Kita Hanya di Anggap sampah oleh keluarga ini, Aku bisa Menerima semua Penghinaan mereka. tapi aku nggak bisa tinggal seatap dengan orang yang tidak bisa Mengerti dengan perasaan kita." Menatap Kirana.
"Caca!" kamu mau Kemana? Kenapa kamu mau ninggalin aku?" Ucap Dion. sambil berjalan Keluar Mendekati Istrinya yang sedang berdiri bersama Kirana dan juga Dito.
"Ca, Aku mohon sama kamu. Tetaplah tinggal disini. Jangan kamu Pergi Hanya karena masalah aku," ujar kirana menatap Caca Dengan permohonan.
"Caca. Apa kamu yakin sudah akan meninggalkan aku?" lirih Dion. menatap Istrinya.
"Untuk apa aku tinggal di sini mas? jika hati aku selalu merasa sakit. Bakan mama tidak mau bicara sama aku, apa menurut mas, aku masih pantas tinggal di sini?" kembali menanyakan hal yang sama pada Dion.
"Tapi itu kan mama. Bukan aku, Sayang. Aku mohon jangan pernah tinggalkan aku,"
"Kirana. Tolong bujuk Caca tidak Meninggalkan Rumah ini, Aku tidak bisa hidup tanpa mereka berdua Kirana." Dion Memohonkan pada Kirana agar mendapatkan pembelaan dari mantan pacarnya itu.
Namun Caca sudah terlanjur malu dengan kelakuan ibu mertuanya yang Sama Sekali tidak memandang pengorbanan Orang lain.
Dito mendekati Caca dan anaknya yang masih berdiri Di Samping Kirana. Pemuda itu langsung menulis apa yang hendak ia ingin sampaikan Pada Gadis itu.
"Aku tahu kamu itu Wanita yang baik. dan pasti kamu juga akan Mendengar apa yang aku minta,
Jika kamu menganggap kami adalah bagian dari keluargamu. tolong dengarkan perkataanku, Tetaplah di rumah ini Demi anak dan suamimu." Ungkap Dito. tertulis dalam kertas putih yang sudah ada di tangan Caca.
"Nggak mas Dito. aku harus tetap pergi dari rumah ini. Karena aku merasa malu sama kalian yang sudah capek-capek Kesini. Tapi nyatanya apa? kalian Mala Mendapatkan penghinaan dari Sini." ucap Caca Menatap Dito.
Tanpa banyak bicara pemuda Bisu itu segera bersujud di bawah kaki Caca dan Kirana. Ia memohon agar Caca Tetap Berada di rumah itu. karena ia tidak ingin Anaknya Caca. Menjadi Sepertinya yang kehilangan semua harapan Sejak Ia kecil.
__ADS_1