Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 27: Jalan-jalan Ke pasar


__ADS_3

Caca Mengajak bi Fatma Pergi ke pasar Terlebih Dahulu untuk mencari Sayuran dan Ikan-ikan Segar di sana. Gadis muda itu Tidak merasa Malu Saat berjalan dengan Seorang Pembantu Di Rumah mertuanya. Karena Baginya Ia bukanlah Orang kaya Yang bergelimang harta. Ia hanya seorang gadis Desa yang Sama Nasip Dengan Bi Fatma.


Gadis itu Menggandeng Lengan tangan Bi Fatma Seperti memperlakukan Ibunya sendiri.


Bi Fatma Merasa Sangat Bahagia bisa Memiliki Majikan sebaik Caca. Walaupun Selama ini Ia Sudah di campakkan Oleh anak-anaknya Namun kini Bi Fatma Menemukan seorang Gadis yang jauh lebih baik Dari sikap Kedua anaknya.


"Bu. Kita cari Ikan Di dalam Sana dulu ya, Baru kita Cari sayuran." Ucap Caca Tersenyum pada Bi Fatma.


Bakan Caca Tidak memanggilnya Dengan sebutan Bibi lagi. melainkan Gadis itu memanggil Wanita dewasa itu Dengan Panggilan yang sangat Sopan Pada Bi Fatma.


Setelah usai berkeliling Di Pasar itu. Caca Pun Mencari kendaraan untuk Mengangkut Belanjaan mereka. Lalu ia Kembali Mengajak Bi fatma Ke Supermarket.


Wanita dewasa itu terlihat sangat senang dan bahagia Saat berjalan dengan Caca.


"Non, Sebaikanya bibi Tunggu di mobil saja. Biar Non sendiri yang masuk ke dalam Sana." Ujar Wanita dewasa itu.


"Kenapa Bu? Kan Aku maunya Belanja Bareng Ibu. Kok ibu nggak mau?"


Fatma Bakan Tidak tau harus berbuat apa lagi. Karena supermarket yang Hendak mereka datangi itu. adalah miliknya sendiri Namun Karena sikap Keserakahan Istri dari Anaknya. Ia sampai Di Usir dan Di terlantarkan oleh putranya sendiri.


"Bu? Ibu kenapa?" apa ada yang Salah dengan Supermarket ini."


"Tidak ada Non. Hanya saja Bibi Merasa Malu untuk masuk Ke dalam Sana." Ungkap Bi Fatma.


"Udah bu. Kan ada aku, Jadi ibu nggak usa malu-malu Lagi." Tersenyum menatap Wanita dewasa itu.


"Jika kamu Tahu hal yang sesungguhnya Nak Caca. Mungkin kamu tidak akan Mengajak aku Kesini." Ungkap Fatma dalam hatinya.


Fatma adalah seorang pemilik Supermarket Bimasakti Di Kota itu. Bakan Ia Juga memiliki Dua Hotel Yang Ternama. Namun Karena Sikap Ke angkuhan dari Menantunya Ia di fitna dan Di usir dari rumahnya sendiri. Sehingga ia Harus mengadu nasip mencari Sesuap nasi di kotanya sendiri.


Dengan Langkah yang Sedikit berat wanita dewasa itu mengikuti Caca ke Dalam supermarket itu.


Caca Bakan Tidak Melepaskan Sedikit pun Genggaman Tangannya dari Wanita dewasa itu.


Beberapa Karyawan yang Sudah mengenali Bi Fatma hanya Menatap Bingung dengan Cara berpakaian bos mereka yang terlihat sangat Berbeda dari biasanya.


"Bu. aku Kesana sebentar, ibu tunggu di sini ya," Ucap Caca


Dan di angguki oleh wanita dewasa itu.


Melihat Gadis muda itu Meninggalkan Bi Fatma. Salah satu karyawannya datang menghampiri Bosnya.


"Selamat Siang Bu. Ini benar Bu Fatmawati Bima Kusuma kan?" Tanya karyawan itu dengan lembut


Wanita Dewasa itu pun mengangguk Pelan.


"Jangan pernah kamu memanggilku Dengan Sebutan ibu Di depan gadis Tadi." ungkap Fatma pada Karyawannya itu

__ADS_1


"Memangnya kenapa Bu? Dan Gadis itu siapa?"


"Dia itu majikan Saya. Dan saya bekerja di rumah Mereka."


Pemuda itu pun Terkejut dan melongok ke arah Fatma. Karena Seorang Fatmawati yang Terkenal kaya raya di kota itu. sekarang Mala Jadi Pembantu Di rumah Gadis muda itu.


"Jadi selama ini Bu Fatma kerja di Rumah Gadis itu ya? Bos Sandro Terus Mencari Ibu kemana-mana. Katanya dia Sangat mencemaskan Keberadaan ibu, yang Belum di Temukan."


"Biarkan saja. Saya lebih nyaman menjadi orang Yang Biasa-biasa Saja. Ketimbang tinggal serumah dengan Sandro dan Istrinya itu."


"Lalu gimana Dengan Bos Rehan Bu? apa Bos Rehan Sudah Bertemu dengan ibu juga?"


"Mereka belum tahu Tempat tinggal ku sekarang. Dan Saya minta agar kamu tetap merahasiakan Hal ini Dari Sandro dan Rehan. Termasuk Gadis itu." Ujar Fatma Menatap serius pada Karyawannya itu.


"B--baik Bu. Saya berjanji tidak akan Menceritakan hal ini pada Siapapun. Tapi Gimana jika Yang lainnya Sudah melihat ibu Di sini, Pasti mereka akan Segera memberitahu pada bos Sandro, Bu."


"Katakan saja. jika saya bukanlah Fatma yang sedang mereka cari. Dan Segera kamu Hapus Rekaman cctv-nya."


"Baik Bu." Singkat pemuda itu.


Beberapa menit kemudian Caca pun datang sambil membawah Beberapa buah-buahan yang Sangat segar. Lalu ia memberikan buah itu pada Fatma.


"Ini Bu. buat ibu saja," Ucap Caca. Sembari tersenyum Memberikan Bingkusan Buah-buahan itu pada Fatma.


Melihat kebaikan gadis itu. Pemuda yang Sejak tadi berdiri di samping Fatma pun Merasa Senang karena masih ada orang yang baik Menolong Wanita dewasa itu.


"Makasih banyak Ya mas, Karena kamu Sudah Menjaga Ibu saya," Ucap Caca Dengan Lembut.


Membuat Pemuda itu bertambah Bingung. Karena Fatma Memberitahu padanya. Kalau Fatma Adalah Pembantu di rumah gadis itu. Namun di sisi lain Gadis itu Mala Mengakui Kalau Fatma adalah Ibunya.


"I--iyaa. Sama-sama Bu." Ucap pemuda itu Penuh Kebingungan.


"Non Caca ini Adalah Majikan saya, Tapi dia Sangat baik terhadap saya." Tutur Fatma. Berusaha Meyakinkan Pemuda itu.


"Oh. seperti Itu ya, Sungguh Mulia hati kamu Ca,"


"Eh. Bukan begitu mas. Ini memang Ibu aku, Bukan Pembantu aku."


Karena melihat Caca Sudah Mulai berdebat dengan Pemuda itu. Fatma Langsung mengajak Caca Keluar dari Supermarket itu.


"Bu. Kenapa kita jadi Keluar? kan Aku masih mau Belanja lagi." Ucap Caca


"Sudahlah nak. Didalam Sana Tidak Baik. Bibi Tidak mau Jika Tuan Dion, tahu kalau istrinya lagi Berdebat dengan Salah Satu karyawan Di dalam sana. Jadi alangkah baiknya kita Belanja di tempat lain saja." Bujuk Bi Fatma


"Ya udah Bi, kita ke Supermarket di ujung sana Saja."


Lalu mereka pergi ke ujung Jalan Raya yang Tidak Jauh dari tempat itu.

__ADS_1


Mobil yang Mereka tumpangi itu pun Berhenti tepat di Depan supermarket yang Caca Beritahukan itu. Sang sopir masih menunggu Dengan setia di dalam mobilnya.


"Non Caca, Bibi Tunggu di mobil saja ya. Masalahnya Kaki bibi Sudah terasa pegal Sejak Tadi Keliling."


"Baik Bu. Biar aku saja yang Masuk ke Dalam."


gadis muda itu sudah tidak Memaksa lagi pada Fatma. Karena ia juga sudah merasa kasihan melihat Fatma yang Terlihat Sangat kelelahan.


Caca pun Segera masuk ke dalam Sana. Untuk Mencari beberapa keperluan yang Belum ia Belih. Dengan Penuh Semangat ia Memasuki Supermarket itu. Namun Ketika ia sedang Mencari Beberapa kepentingan Untuknya Dan Untuk Fatma. Tiba-tiba Ia Melihat Seorang Pemuda Yang Sedang duduk Di Sebuah cafe yang bersebelahan dengan supermarket itu. Caca pun Berjalan pelan menuju Kaca Sebagai pembatas antara Cafe Dan Supermarket itu.


Ia menatap wajah pemuda itu dengan baik-baik. Dan Ternyata Dugaannya memang benar Itu adalah Dion Suaminya. Yang Sedang Duduk berduaan dengan Kirana. Entah apa yang sedang mereka bicarakan Di dalam Sana. Caca hanya bisa melihat dari Depan kaca itu saja. Karena ia sama Sekali tidak bisa mendengarkan Apa yang sedang mereka Bicarakan itu.


"Ternyata kamu Berbohong lagi mas. Katanya kamu Tidak akan berhubungan dengan dia lagi. Tapi nyatanya apa mas?" Gumam Caca Sambil Berlinang air matanya. menatap Suaminya Sedang bersama Kirana.


"Maaf Bu. apa ada yang Bisa kami Bantu?" Tiba-tiba Seorang Wanita muda yang Sedang berdiri di sampingnya.


"Tidak Mba. Aku cuma Melihat Bunga ini saja Mba." Ucap Caca Berusaha agar tidak Ketahuan oleh Gadis muda itu


"Oh. Baiklah Bu. Silakan pilih-pilih saja dulu,"


lalu Gadis biru kembali berjalan meninggalkan Tempat itu. sementara Caca kembali melihat ke arah Suaminya dan Kirana.


Saat itu Caca Merasa Kecewa dengan apa yang sudah ia lihatnya kembali. Ia pun Berlari ke luar untuk Menemui Dion di dalam Cafe itu. Namun langkah kakinya Kembali Terhenti. Ketika melihat Fatma yang Sedang Duduk di dalam Mobil Sedang Menunggunya.


"Bagaimana aku bisa Ke Cafe itu ya? Kalau aku Lewat sini. Bu Fatma akan melihat aku." Gumam Caca Berbicara sendiri.


Lalu ia mencoba mencari jalan lain selain Jalan depan.


"Maaf Pak. Apakah ada jalan belakang menuju ke arah cafe itu?" tanya Caca Pada Seorang Lelaki yang Sedang berdiri di Depannya.


"Memangnya kenapa Mba? Kok mau Jalan belakang, Apa mba sedang Bersembunyi dari Seseorang ya?" Tanya Lelaki itu


"Nggak kok pak, Hanya saja aku mau Memastikan Seseorang di cafe itu. Jadi aku Nggak Boleh Ketahuan sama dia." Balas Caca


"Oh. Gitu ya mba. Mari ikuti saya," Ajak Lelaki itu Lalu ia menunjukkan sebuah pintu keluar dari Supermarket itu. dan pintu Tersebut mengarah ke Depan Cafe itu.


Dengan cepat Caca Keluar dan Kembali Memasuki Cafe tempat Suaminya Bertemu dengan wanita itu.


Setelah melihat dengan sangat dekat. hati Caca Bertambah Sedih Ketika melihat Sikap suaminya di depan Kirana. Namun pada saat Caca Sedang Berdiri mengintip Dion dan Kirana.


Tanpa sengaja Gadis jahat itu Telah melihat Caca Sedang Berdiri di arah Samping mereka. Ia pun Kembali memainkan dramanya di depan Dion. agar Dion Merasa Kasihan sama dia.


"Aduuu. Perut aku terasa sakit Dion, dan kepala aku Juga rasa pusing." Ucap Kirana Sambil melirik ke arah Caca.


"Apa yang terjadi sama kamu Kirana? Jangan-jangan Penyakit kamu Kambu lagi. sebaiknya kita segera ke dokter." Ucap Dion Yang Merasa Khawatir dengan Keadaan Kirana


Namun Dion juga tidak menyadari kalau itu hanyalah Permainan Kirana untuk Membuat Caca Cemburu.

__ADS_1


__ADS_2