Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 14: Kehilangan Segalanya


__ADS_3

Sejak Kepergian Orang Tuanya Bersama Istri. Dion Bukannya Merasa Kehilangan atau pun Sedih Melainkan Ia Merasa Bahagia Karena Bisa Selamanya Bersama Kirana, Wanita yang selama Ini Ia Cintai. Bagi Dion Kepergian Caca Tidak Membuat Dirinya Merasa Kehilangan Karena Selama Ini dirinya memang Tidak pernah Mencintai Istrinya itu.


"Akhirnya Mereka Pergi juga dari Kehidupanku." Ucapnya Tersenyum Sinis


"Kamu Kenapa Senyum-senyum Sendiri si Sayang?" Tanya Kirana yang Baru Duduk Di Sampingnya Dion.


"Nggak kok, Aku Lagi senang Karena Wanita Aneh itu Akhirnya Pergi dari rumah Kita ini." Jawab Dion. Mengecup Bibir Mungil Gadis itu


"Iya, Kamu Benar sayang. Selama ada Wanita itu Di sini Hubungan kita tidak Akan Pernah Baik." Sambung Kirana Tersenyum Puas Karena ia Sangat Bahagia Bisa Merebut Dion pewaris Kekayaan Yudianto dan Siska.


Namun Mereka sama Sekali tidak mengetahui Kalau Siska dan Yudianto sudah Memblokir Semua Fasilitas Milik Dion.


"Gimana Kalau Untuk Merayakan kebahagiaan Kita Berdua, Kita pergi Jalan-jalan Sambil Shopping." ajak Kirana


"Ok. Ayo Kita pergi," Singkat Dion dan Mereka Langsung Pergi.


Namun Pada saat Mereka mau masuk ke Dalam Mobil Milik Dion. Ada beberapa Orang Yang Datang Ke rumah Milik Dion dan Caca. Mereka itu adalah Suruhan Yudianto Ayahnya Dion. untuk Mengambil Fasilitas yang Masih Dion Pakai.


"Selamat Sore Pak Dion!" ucap Pria Bertubuh Besar yang Sudah Berada Di halaman Rumah.


"Selamat Sore juga." Jawab Dion Menatap Tiga orang Pria Bertubuh Kekar Di depannya itu.


"Kalian siapa Ya? Dan ada kepentingan apa Datang Ke rumah Saya." Tegas Kirana


"Kami Orang-orang Suruhan Bos Yudianto. Untuk mengambil Mobil dan Beserta Kunci rumah ini." Ujar Pria besar Itu.


"Apa?? Papa Menyuruh kalian untuk mengambil Mobil Saya?" Ulang Dion Dengan Kesal


Ketiga Pria itu mengangguk lalu Segera merampas Kunci rumah Dan Yang satunya Masuk ke dalam mobil milik Dion. Sementara kedua orang Lainnya Pergi ke mobil mereka.


"Ahhh Sial!! Kenapa Hidupku Jadi Seperti ini Sejak ada Gadis Sial Itu Di Keluarga kami!" Ujar Dion Yang merasa marah Karena Mobil Beserta Rumahnya Sudah Di ambil Oleh Ayah dan Ibunya.


Kirana Menatap Dion Sambil Berusaha Menghasut Dion Agar Tidak Tinggal Diam.


"Sayang, Menurut aku ya. Kamu itu Lebih Berhak Dibandingkan Gadis Itu. Dan Jika Kamu Tidak Keberatan Lebih baik ATM Dan Buku Tabungan Kamu Biar aman Aku ajah Yang Menyimpannya." Usul Kirana Tersenyum Menatap Dion.


"Iya Sayang. Kamu Memang Benar, karena Kapan Pun Mama Pasti akan Datang Mengambil Buku Tabungan aku," Balas Dion Yang Sudah Terpengaruh Dengan kata-kata Kirana


"Ya udah, Sayang. kita naik Taksi Saja ya," Ajak Dion Pada Kirana. Akan tetapi Wanita Jahat itu Merasa tidak nyaman Jika harus Naik Taksi.


Dan ia pun Mencari alasan agar tidak Pergi Bersama Dion lagi. Karena yang ia Inginkan Kini Sudah ada dalam Genggamannya.


"M'mm. Gimana Ya sayang, Sebenarnya Aku tu Mau Cepat ke restoran. tadi Tika Kirim pesan sama Aku, Kalau ada rekan Bisnis Ayah Yang ingin Bertemu dengan aku. Jadi Kamu Pergi saja dulu Nanti Kabari aku jika kamu Sudah sampai di sana."

__ADS_1


"Gimana kalau Aku Ikut bareng kamu Saja, Biar nanti aku Tunggu di luar." Usul Dion.


"Jangan sayang. Ntar kamu Mala Lama Menunggu aku lagi, Mendingan Kamu Jalan-jalan Dulu Nanti serlok Ke aku jika udah Sampai Gimana Apa kamu Setuju?" Berusaha Membohongi Dion.


Dion Pun mengangguk Pelan Dan Kirana Sengaja Mencarikan Taksi Untuk Dion. agar segera pergi.


Setelah Taksi Yang di tumpangi Oleh Dion Sudah pergi Dengan cepat Kirana Mengambil Ponselnya Dan Meminta Sopirnya Untuk Menjemputnya Di alamat Yang Sudah ia Kirim.


"Sekarang Semua Uang kamu sudah ada sama Aku Dion, Dan aku Bisa pergi Dari Kota ini Agar Kamu tidak lagi Menemukan aku." Gumamnya Tertawa Senang.


Dirumah Kediaman Yudianto Pranata. Seorang Gadis duduk Melamun Di Dalam kamarnya. Ia Sangat Menghawatirkan Keadaan Dion Yang Sudah Tidak di anggap oleh Kedua Orang Tuanya.


Entah mengapa Ia Tiba-tiba Merindukan Sosok Suaminya Yang Tidak Pernah Menganggapnya Itu.


"Sekarang kamu sedang apa tuan? Apa kamu Lagi Bersenang-senang Dengan Mba Kirana?" Batin Caca Merasa tidak tenang.


Gadis itu segera pergi Ke luar untuk Memohon pada Kedua Mertuanya itu agar Mengembalikan Mobil Milik Dion pada Dion Lagi.


"Pa, Ma." Sapa Caca Dengan Sedikit Ragu Untuk Mengatakan Hal itu pada Yudianto dan Istrinya


"Ada apa Caca?" Tanya Siska Menatap Menantunya.


"Ma. Aku mohon sama Papa dan mama. Agar bisa Mengembalikan Mobil Mas Dion. Ma," ungkap Caca Memohon pada Kedua mertuanya itu.


Namun Siska Sama Sekali tidak ingin mengembalikan Mobil itu pada Dion. Selama Dion Masih tinggal bersama Dengan wanita itu


"Mau Sampai kapan kamu Mau Jadi Kambing hitam di antara Dion dan Wanita jahat itu Caca? Apa kamu Tidak ingin Mengubah diri kamu Jauh Lebih Cantik dari Kirana?" Menatap Menantunya Penuh Rasa Kasihan.


"Besok Kita ke salon untuk mengubah Penampilan Kamu, Agar Dion bisa Jatuh Hati sama Kamu." Ucap Siska Sembari Tersenyum pada Caca.


Gadis itu hanya bisa mengangguk Dan Mematuhi perintah Kedua mertuanya itu. Walaupun sebenarnya ia Tidak Ingin tampil Seperti para wanita lain agar bisa di Sukai oleh banyak Lelaki. Sejak dulu Caca Sudah terbiasa Dengan Kehidupannya Di kampung yang hanya Tampil apa Adanya Bukan karena ada apa-apanya.


"Sekarang kamu Pergilah Beristirahat. Ini Sudah larut Malam." Pinta Yudianto


"I--iya. Ayah," Singkat Caca Lalu Segera Masuk ke dalam Kamarnya.


Namun pikiran Gadis itu masih Memikirkan Suaminya Yang Tidak ia Ketahui keadaannya Lagi.


"Gimana aku bisa tidur, Jika aku belum tahu Keadaan Tuan muda. Apa tuan Udah makan Atau belum ya?"


"Nggak Caca. Kamu tidak boleh Memikirkan Dia Lagi. Kalian sudah sepakat Untuk tidak Menganggap Pernikahan ini Benar, Kalian hanya Pura-pura menikah saja," batin Caca Semakin bercampur aduk.


Hingga ia Tidak Bisa Memejamkan Kedua Matanya Untuk Tidur.

__ADS_1


"Aku tidak boleh Egois. Tuan muda itu adalah Suami Aku, Walaupun Kami hanya Berpura-pura Saja. Namun Tuan Muda adalah Tanggung Jwabku Juga." Gumam Caca lalu Ia Segera Bangun.


Dengan Sangat perlahan Ia Menginjakkan Kakinya Di Lantai Agar Tidak Terdengar Oleh Yudianto dan Istrinya. Langkah Demi Langkahnya akhirnya Gadis itu berhasil Keluar Dari Dalam rumah Besar itu. Dengan cepat Caca Berlari Keluar Halaman agar bisa Pergi Ke rumah Dion Dan wanita itu.


"Tapi Jarak rumah itu Dari sini Sangatlah Jauh, Apakah aku bisa Cepat sampai ke sana?" Ucapnya Terus berjalan Disepanjang Pinggiran Jalan Raya itu.


Waktu terus berputar Namun Gadis itu Masih tetap berjalan kaki Agar cepat sampai ke rumah Milik Dion Yang baru itu.


Tatapan Mata Caca Membelok Ke arah Pemuda Yang Sedang Duduk Di Pinggir Jalan Itu.


"Itu kok Mirip dengan Tuan Muda ya?" Ucapnya Dengan Ragu-ragu


Ia berjalan Mendekati Pemuda yang Tengah duduk Sendirian di Pinggir jalan raya Itu. Dan Sesampainya Disana. Caca Langsung Terkejut ketika Di lihatnya Itu adalah Dion.


"Tuan Muda?" Sapa Caca Dengan nada suaranya Pelan Memanggil Dion.


Dion pun Terkejut Ketika Melihat Caca Berdiri Di Sampingnya.


"Mau apa kamu kesini? Apa kamu mau Mengejekku? Setelah apa yang Sudah Menimpa HidupKu sekarang!" Ujar Dion Menatap Caca Penuh Dengan Kebencian.


"Kenapa tuan Muda selalu Mempersalahkan Aku Si? Aku ke sini karena Mau Mencari tuan. Bukan Mau Mengejek," Jawab Caca Yang Sudah Duduk Di Samping Suaminya


Mata Caca Melirik kesamping Kiri dan Kanannya.Ia seperti sedang mencari Seseorang.


"Mba Kirana di mana? kenapa tuan Muda Mala Duduk Sendirian di sini?" Tanya Caca Pada Suaminya


"Bukan Urusanmu!! Sekarang aku minta kamu Pergi dari Sini, Atau aku Akan Mempermalukanmu di sini." Bentak Dion.menatap tajam pada Caca


"Kamu Ini Kenapa Si tuan? Aku kan cuma Tanya Bukan Mau Cari perhatian dari Kamu."


"Aku Relah jalan kaki Ke sini Untuk mencari Tuan, Tapi apa tuan merasa Pernah Menghargai Pengorbanan aku?"


"Aku memang Sadar Kok, Tuan Hanya Mencintai Mba Kirana. Tapi apakah salah Jika seorang Istri Menghawatirkan Keadaan Suaminya Walaupun Sebenarnya Suamiku itu Tidak pernah peduli? Apa itu salah Tuan?"


"Jika memang menurut Tuan. Kedatangan Saya ke sini Hanya Mengganggu Ketenangan Tuan. Maka Saya akan pergi Dan Tidak akan pernah muncul Di Depan tuan lagi." Ucap Caca. Lalu Ia Segera Berdiri dari Samping Dion. Namun tangan Pemuda itu Dengan cepat menarik Tangannya Caca. Hingga Tubuh Gadis itu Terjatuh Ke pangkuan Dion. Kini Tatapan Mereka Saling Bertemu Satu Dengan yang lainnya. Membuat Denyut jantung Caca Terasah Berhenti Ketika Berada Di Sampingnya Suaminya Itu.


Dengan cepat Caca Mendorong Tubuh Dion Hingga Ia Kembali Berdiri. Namun Pemuda itu Kembali Memeluk Caca Dari arah Belakangnya. Membuat Caca Semakin Tidak Nyaman lagi Dengan Perasaan nya.


"Bawah aku jauh Dari Kota ini Ca, Aku pengen hidup Jauh dari orang-orang Yang Hanya mementingkan Hartaku Saja." Keluh Dion Yang Masih Memeluk Tubuh Caca.


Gadis itu Sama Sekali tidak tau Harus mengatakan apa lagi. karena baru pertama Kalinya Dion Memohon padannya.


Caca Hanya berdiri kaku Tanpa bergerak Sedikitpun. Ia membiarkan Pemuda itu Memeluk Tubuhnya dari Belakang.

__ADS_1


"Tuan, Lepaskan aku. Jika ada yang melihat Maka Hubungan Kamu sama mba Caca akan Berantakan." Ucap Caca berusaha Melepaskan Genggaman tangan Pemuda itu yang masih melingkar Di bawah Perutnya.


"Memangnya kenapa? Jika ada yang Melihat kita Seperti ini, Kita kan pasangan Suami-istri." Ujar Dion. Yang tidak ingin Melepaskan Pelukannya dari Tubuh Istrinya.


__ADS_2