
Setelah malam Tiba Bima dan Istrinya Baru terbangun dari tidur mereka. Arista Langsung menuju Meja makan Didapur sementara Bima masih Berada di kamar.
Malam itu Arista merasa Ada yang aneh karena Sejak tadi Mila belum juga bangun. Tidak biasanya Gadis itu Tidur selama berjam-jam.
"Dimana lelaki bisu Itu, Kenapa dia tidak ada di sini?" Gumam Arista. ketika melihat Mila Tidur di sofa sendirian.
Wanita dewasa itu segera Menyalakan lampu di seluruh ruangan itu. dan ia kembali mencari Lelaki itu di setiap sudut ruangan di apartemennya. Namun ia sama sekali tidak menemukan Adanya Lelaki itu berada di Apartemen itu.
"Apa dia sudah pulang ya? Tapi Rasanya tidak mungkin jika dia bisa keluar sendiri dari apartemen ini." Ujar Arista Berbicara Sendiri.
"Ada apa denganmu Bu, Sejak tadi Aku Perhatikan Ibu Mondar-mandir Kesana kemari." Ucap Bima. Sejak tadi sudah memperhatikan Istrinya.
"Ini pa, Lelaki bisu itu tidak ada di apartemen ini lagi. Rasanya Nggak Mungkin dia bisa Pergi Begitu saja dari sini." Jawab Arista.
"Apa ibu sudah Mengecek semua ruangan di sini?" Menatap istrinya.
"Sudah pa. Tapi sama saja Dia tetap tidak ada,"
"Mila, Mila. bangun Mila!" Panggil Bima dengan Kuat agar Putrinya segera bangun.
Gadis Muda itu Pun Bangun dan Mengucek Kedua Matanya yang masih terasa ngantuk itu.
"Ada Pa, Mila masih ngantuk." Keluh Mila Dengan raut wajahnya cemberut.
"Sejak kapan kamu Ngantuk Di jam seperti ini Mila! Apa Kamu tidak tahu kalau lelaki bisu itu sudah kabur dari apartemen kita!" Ujar Yudianto. menatap Tajam pada Putrinya.
Mendengar perkataan ayahnya. wanita itu langsung Berdiri dan mencari Dito.
"Cepat kamu periksa setiap barang-barang kita. Siapa tahu Lelaki itu Sudah Memanfaatkan Waktunya saat kita sedang tidur tadi." Ujar Kembali Yudianto.
dan di anggukan oleh Mila.
Setelah memeriksa lemari pakaiannya dan juga Semua Barang-barang Miliknya. wanita itu kembali menemui Kedua Orang Tuanya yang masih duduk di sofa.
"Tidak ada yang hilang pa, ma. Semua barang-barang aku masih utuh termasuk Perhiasan aku," Ucap Mila.
"Aneh juga ya, Siapa lelaki itu. Dan bagaimana bisa dia mengetahui Kode Pin Pintu Apartemen Ini!" Sambung Arista.
"Mungkin Dia Tadi melihat saat aku Memasukkan Kode PINnya saat kami masuk Ma,"
__ADS_1
"Bagaimana bisa Dia melihat Saat Kamu memasukan kode itu. Sementara Kata kamu dia Di bawah kesini dalam kondisi yang tak sadarkan Diri!" cetus Yudianto.
"Iya juga si." Singkat Mila Lalu mereka tertegun.
"Sudahlah Pa, ma, Yang penting Tidak ada barang-barang Berharga milik kita yang Hilang kan,"
Akan tetapi Bima masih merasa Curiga Karena Lelaki Mungkin Memang tidak Membawah barang berharga dari Apartemennya. Namun ia Masih Penasaran Apa yang sedang lelaki itu Rencanakan untuk keluarganya.
Di kediaman Yudianto pranata. Dito dan juga Kirana sudah berpamitan pulang pada Yudianto dan Siska. Verry pun mengantarkan mereka Pulang Hingga ke rumah.
"Dion, apa kamu Akan Kembali esok pagi ke rumah Istrimu?" Tanya Yudianto pelan pada Putranya.
"Belum pa. Aku harus melakukan Sesuatu di kantor dulu, Baru aku Kembali ke kampung." Jawab Dion.
Dan Yudianto Hanya Mengerutkan dahi keningnya.
Hari semakin larut Dion masih Sibuk dengan urusan Pekerjaannya yang harus ia segera selesaikan Malam Ini. Ia Bakan lupa mengabari Istri dan anaknya. yang sejak pagi Menunggu Kabar darinya.
"Kenapa Mas Dion Belum juga menghungi aku ya, Apa dia sedang sibuk?" Gumam Caca Terus Menatap layar Ponselnya. yang sejak tadi berada Di Sampingnya.
"Lebih baik Aku Saja yang menghubungi mas Dion, Siapa Tahu dia sudah selesai Kerja." Ucap Kembali Caca. lalu dengan cepat ia Mencari nomor Suaminya.
"Sebenarnya Dimana mas Dion ya, Kenapa dia tidak mengangkat Panggilan dari aku," ucap Caca.
Sementara Dion yang masih Menatap layar laptopnya Merasa sudah ngantuk. dan akhirnya Lelaki itu Tertidur Di ranjang tempat tidurnya Tanpa melihat Ponsel Miliknya.
\*\*\*\*\*
Keesokan paginya. Suara Ayam Sudah berkokok Menandakan hari sudah pagi. Suara Bunyi Alarm di kamar sudah terdengar cukup nyaring hingga ke telinga Pemuda yang masih Tertidur Nyenyak di kasurnya. Dengan cepat Dion Membuka Kedua Matanya dan Merai Benda Tipis yang sejak semalam ia Biarkan di Nakas Samping tempat tidurnya. Seketika Lelaki itu menghembuskan Napas kasar Ketika melihat Beberapa kali panggilan Masuk dari istrinya yang tidak pernah ia Jawab.
"Astaga! Ternyata Semalam Caca Dari menelpon Di Ponselku." Gumamnya Sambil Bangun dan Berjalan Ke samping jendela. Lelaki Muda itu Kembali menelpon Istrinya untuk meminta maaf Karena sejak kemarin ia sudah Lupa Menghubungi Mereka.
"Kenapa Nomornya nggak aktif? Apa Caca Marah karena Semalam aku Tidak menjawab Panggilan Darinya?" Ucap Dion. Terus berusaha menghubungi Nomor Ponsel sang istri yang sudah tidak aktif dari semalam.
Caca memang sengaja Mematikan Ponselnya Karena semalam Hujan badai dan Gemuruh yang sangat kuat Di kampung mereka. Hingga membuat Gadis itu tidak mengaktifkan kembali Ponselnya.
"Maafkan aku Caca, Karena terlalu sibuk dengan urusan pekerjaanku. hingga aku lupa Mengabari kamu dan Anak kita," Batin Dion. merasa tidak tenang.
Tok Tok Tok!
__ADS_1
Suara ketukan pintu di depan kamarnya. Ia Pun berjalan Pelan Menuju pintu itu.
Ceklek! pintu di Buka Oleh Dion
"Selamat pagi. Bos!" Sapa Verry. Dengan ramah pada anak Majikannya.
"Iya pagi Juga Ver, Ada apa?"
"Bos. Pak Yudianto Meminta Bos untuk segera Ke ruang kerjanya." ucap Verry.
"Baiklah. Nanti aku Kesana." Ucap Dion Kembali.
Lalu pemuda itu kembali masuk ke kamarnya. Dan Membersihkan dirinya terlebih dahulu di Kamar mandi.
Setelah usai dari Membersihkan dirinya Dan Berganti pakaian Pemuda itu langsung berjalan keluar dari kamar dan menuju Ruang kerja Ayahnya.
"Pagi, Pa." Sapa Dion Pelan. Lalu ia Duduk di depan ayahnya.
"Pagi juga Dion, Apa Hari Ini kamu mau Ke kantor?" Tanya Yudianto.
"Iya Pa, Hari ini aku Akan Mengecek beberapa Laporan Dari Noldy yang sudah ia Siapkan di kantor." Jawab Dion.
"Baguslah. Kalau begitu papa Akan menunggu Hasil kerja kalian," Ujar Yudianto. menatap Dion Dengan Serius
"Baik pa," Singkat Dion. Lalu ia Segera Keluar dari ruang Kerja Ayahnya.
"Selamat pagi Den," Sapa Fatma
"Pagi juga Bi," Jawab Dion. Dengan sedikit Lemas.
"Kenapa wajah den Dion Terlihat Lemas seperti itu, Apa den Dion lagi Sakit?" Gumam Fatma dalam hatinya.
"Bi, Apa Caca Tidak mengabari bibi?" Tanya Dion.
Dan wanita tua itu hanya menggelengkan Kepalanya.
"Tidak den, Memangnya Kenapa? Apa Non Caca Tidak menghubungi den Dion, ya?" Kembali bertanya.
Dan Dion juga Menggelengkan kepalanya dengan Lemas
__ADS_1