
"Bagaimana Verry, Apa Makanannya Sudah ada?" Tanya Dion. Saat melihat Verry Yang Baru saja Masuk.
"Iya Bos. Sarapan untuk kalian berdua sudah ada Di meja makan." Jawab Verry.
"Lalu Kamu Nggak ikut Sarapan bareng kami?"
"Aku belum Lapar Bos, Lagian Saya Gampang kok. Bisa langsung cari Sendiri."
"Mas?"
Evan menoleh, Dan Berjalan Mendekati Istrinya yang Baru saja Keluar dari kamar.
"Ada apa, Sayang?" Apa kamu Lapar?" tanya Dion.
Caca Mengangguk Pelan.
"Iya mas. Aku lapar." Jawab Caca,
"Ya sudah. Ayo kita makan," Ajak Dion. Dan ia membantu istrinya ke meja makan.
"Mas Verry, Kemana mas?" kok Dia nggak sarapan Bareng kita?" Menatap Suaminya.
Dion Mengernyitkan Dahinya sesaat. Karena ia Sangat tahu Sikap Verry yang Sangat pemalu di depan Mereka.
"Katanya dia Masih kenyang sayang. Makanya dia Nggak sarapan Bareng kita.
" Makan Yang banyak ya, Biar Dede bayinya Tetap sehat di dalam Sana." Ujar Dion. Tersenyum Menatap Istrinya.
Caca Hanya mengangguk.
Usai sarapan bersama istrinya. Dion Langsung Membawah Caca kembali ke Kamar. untuk beristirahat. karena ia harus Menghubungi Seseorang untuk Memastikan Kirana. yang Selalu Mencoba Mencari tahu Keberadaan mereka.
"Kamu istirahat dulu di sini, Aku mau cari Keperluan kita Untuk Makan Siang nanti," ucap Dion. Sambil mengecup Dahi kening istrinya
Dan Caca Hanya mengangguk pelan
"Ingat. Jangan Kemana-mana Sebelum aku Kembali."
"Iyaa mas."
Dion meminta Verry Untuk Mengawasi Caca. Yang Yang sengaja ia tinggal di rumah. karena Dion Tidak mau Istrinya terlalu Kelelahan.
Setibanya di Sebuah Supermarket. Dion Langsung mengambil ponselnya yang berada di saku Celananya.
__ADS_1
Lalu ia langsung menghubungi Salah satu sahabatnya yang Sangat ia percayai Di Jakarta.
"Halo Bro." Sapa Dion.
("Kenapa, Dion?") Tanya Roni Di balik ponselnya.
"Apa kamu Sudah punya kabar terbaru tentang wanita Itu?"
("Sekarang yang aku tahu. Dia sedang mencari tahu keberadaan kalian, Karena ia sudah tau kalau Kamu dan istrimu. Tidak berada di rumah itu lagi.")
"Sialan! Ternyata wanita itu sudah benar-benar Gila. Terus awasi Pergerakannya Jangan Sampai ia Menemukan kami di sini."
("Kamu tenang saja. Nikmati saja Hari liburan Kalian di situ.") Ujar Roni.
"Ok. Aku percaya sama Kamu, Buat wanita itu menjadi sibuk. Agar dia tidak melakukan apapun."
("Siap. Bos,") tertawa Kecil.
Lalu Dion langsung mematikan sambungan Teleponnya dan kembali masuk Ke dalam Supermarket itu. Untuk mencari beberapa keperluan di dalam Sana.
Namun Seseorang yang mengenali Dion Sedang berbelanja di supermarket itu. langsung mengirimkan Kabar pada Kirana. Karena wanita itu Adalah Sahabatnya Kirana Dan Dion. Dan Ia Juga tahu kalau Dion dan Kirana Perna berpacaran.
Setelah menerima Sebuah pesan Melalui WhatsApp. Wanita Jahat itu tersenyum bahagia Dengan Kabar yang ia dapatkan dari Meli Sahabat Lamanya.
Lalu Ia pun Membalas Pesan meli. dan Langsung Tersenyum
"Ternyata kamu tinggal di Di sana, Ok. Saya akan Ke sana untuk memberikan Suprise Untuk kamu Dan Istri tercintamu Itu Dion!"
Setelah usai dari berbelanja Dion langsung pergi membayar semua belanjaannya.
"Meli?" Kamu kerja disini?" tanya dion. dengan sedikit Gugup karena ia tahu meli dan Kirana, adalah sahabat Yang baik. Dion Sangat yakin kalau Meli pasti sudah mengabari Keberadaannya di supermarket itu.
"Iya. Dion, Kamu sama siapa ke sini? Kembali bertanya
"Oh. Aku Cuma sendirian saja Kok, Ya sudah aku Pamit Pulang dulu." Ujar Dion. Lalu ia langsung pergi Meninggalkan supermarket.
Dalam Perjalanannya Dion Merasa kalau Kirana akan Segera datang ke kota itu. Dan mungkin keberadaan mereka akan di temukan oleh wanita Jahat itu.
"Sebaiknya aku segera membawa Caca, pergi Ke Tempat lain Saja. Itu lebih aman," Gumam Dion. terus menyetir mobilnya dengan kecepatan yang tinggi.
Sesampainya di apartemen Dion Tidak langsung membawa Segala keperluan yang baru saja ia Belih. Namun ia masuk untuk mengajak Istrinya Dan juga verry, Untuk pinda ke Tempat Lain.
Melihat wajah Suaminya yang Nampak Gelisah. Caca Langsung Mendekati sang suami
__ADS_1
"Mas?" kamu kenapa? Apa ada masala?" Tanya Caca, Dengan sedikit pelan.
"Sayang. Maafkan aku, Sebaikanya kita segera pergi dari Sini. tadi aku bertemu Dengan Sahabat Kirana. Dan aku sangat yakin Kalu meli Sudah memberitahu Keberadaan kita di sini."
Caca terkejut ketika mendengar informasi itu dari Dion. Bakan Ia merasa tidak pernah tenang Di setiap tempat yang ia Datangi.
"Kenapa ya, Kirana tidak pernah mau berhenti Mengejar mas Dion, Apa dia memang Sangat Sakit hati ya?" gumam Caca dalam hatinya.
"Sayang?" Ada apa Denganmu, apa kamu Membenciku. Karena kita tidak bisa Liburan dengan Nyaman?"
Caca Hanya Menggelengkan Kepalanya.
"Tidak kok mas, Hanya saja Aku Merasa Bingung dengan Kirana. Kenapa sampai detik ini kirana, Tidak pernah Menyerah untuk menghancurkan Hubungan kita Ya,"
"Maafkan aku Ya Sayang, Semua ini karena salahku." Ujar Dion,
"Iya, mas. Nggak apa-apa kok, Mungkin jika aku Di posisi Kirana, Juga akan Melakukan hal Yang sama Juga mas."
"Tapi posisi kamu Tidak akan Pernah tergantikan Oleh Siapapun. Karena aku sudah sangat mencintai kamu Dan Calon Anak Kita yang Sebentar lagi akan Segera lahir."
"Makasih mas. Karena sudah mencintai aku, dan Anak kita."
Dion pun langsung Memeluk Istrinya. Lalu Ia Mengajak Caca Untuk Segera Meninggalkan Tempat itu.
"Mau Kemana kita bos?" tanya Verry. Yang sudah siapa mengemudi mobil Mereka.
"Kita ke kampung kamu Saja." Ucap Dion. Menatap Verry.
Verry merasa terkejut mendengar usul Dari Dion. Yang tiba-tiba ingin Berkunjung ke kampung halamannya saja. pemuda itu Bakan Tidak pernah Mengajak anak majikannya itu ke rumahnya. Namun kini Dion Memintanya untuk Membawa mereka kesana.
"Apa bos, Sudah yakin. Kalau kita pergi ke kampung halamanku?" Lirik Verry. Masih dalam Kebingungan.
"Iya, Aku mau Kamu Membawah kami kesana. Karena hanya di kampung kamu, Kami akan merasa Tenang dari Kejaran wanita Jahat itu."
"Baiklah. Kita berangkat sekarang," Ujar Verry. lalu mereka langsung meninggalkan Apartemen milik keluarga Yudianto. kini Mobil Milik Dion sudah Berjalan mulus Mengikuti Jalan Kecil Menuju Ke kampung Verry.
Di tengah perjalanan Dion Terus menggenggam Tangan Istrinya dengan erat. Bakan Ia Tidak mau Lepas dari Istrinya itu. Dion merasa Tidak Tenang Selama ada Kirana yang berkeliaran di Samping mereka.
"Setelah anak kami lahir Aku bersumpah. Akan Membuat perhitungan denganmu Kirana! Karena Kamu sudah tidak pantas untuk aku Maafin." Batin Dion.
"Apa perjalanan kita masih jauh?" Tanya Dion.
"Dua jam lagi bos. Baru kita bisa sampai di Sana," Jawab verry. Sembari tersenyum pada anak Majikannya itu.
__ADS_1
"Ok. Pelan-pelan Saja. Aku khawatir Dengan Kandungan Istriku," Ucap Dion. Kembali Sambil Menatap Istrinya yang Kembali Tertidur saat Dalam Perjalanan.