Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 49: Bayi Yang tampan.


__ADS_3

Setibanya di rumah sakit. dion Segera memanggil beberapa perawat di rumah Sakit Tersebut. Lalu mereka Segera Membawah Caca Ke ruang bersalin. Sedangkan Dion, Verry Dan juga Yanto. Menunggu Di luar. Karena mereka tidak mengijinkan Siapapun yang masuk ke dalam Sana. Terkecuali para Suster yang akan membantu Persalinan Caca.


Beberapa menit kemudian Yudianto bersama istrinya. dan juga Bu fatma, Tiba di Rumah sakit dimana Dion dan Caca Berada.


"Bagaimana keadaan Istrimu, Dion?" Tanya Yudianto. Saat tiba Di sana.


"Belum ada kabarnya Pa. Mereka belum juga keluar," Jawab Dion. yang merasa Sangat menghawatirkan Keadaan Istrinya di dalam sana.


"Yanto?" lirik Siska. ketika melihat Mantan Sopir pribadi mereka. sedang Berada di rumah sakit itu.


"Pak Yudi, Bu Siska. Bagaimana kabar bapak Sama Ibu." Sapa Yanto. Dengan ramah Pada kedua Mantan Majikannya.


"Kami baik To, Kamu sendiri gimana Kabarnya?" Sudah Sepuluh tahun lebih kita tidak Pernah berjumpa." Ucap Yudianto, dengan ramah


"Baik, Juga pak." Singkat Yanto.


"Lalu kenapa kamu bisa berada di sini? Siapa yang Sakit?" kembali bertanya


"Saya kesini bersama Nak Dion, Dan Istrinya. Pak, Karena selama ini Mereka tinggal bersama Kami." Ucap Yanto.


Yudianto bersama istrinya tercengang ketika mendengar Perkataan Yanto. Lalu mereka melirik Dion yang sedang duduk bersama verry.


"Ceritanya Panjang pa. Nanti Aku ceritakan setelah Caca melewati Masa bersalinnya." Ucap Dion. Menatap ayahnya.


Yudianto hanya mengerutkan Dahi keningnya ketika menatap Dion.


Kini mereka masih setia menunggu Kedatangan Sang Buah Hati dan juga Cucu pertama bagi Yudianto dan juga Siska. Fatma bersama Dion dan Juga Verry. duduk di depan Pintu ruang bersalin. Sementara Yudianto bersama istrinya dan juga Yanto. Masih berdiri menunggu kedatangan Cucu mereka.


Setelah dua puluh menit kemudian. Suara tangisan bayi Sudah Terdengar hingga ke luar sana. membuat Dion Dan Fatma. Serentak Berdiri Sambil Menunggu para suster dan juga dokter keluar dari sana. Dion Merasa Sangat bahagia ketika mendengar Suara tangisan Pertama dari anaknya. Yang Sudah datang ke dunia ini.


"Terimakasih Tuhan. Anakku bisa lahir dengan selamat." Ucap Dion. Dengan sangat Gembira


Mendengar Suara tangisan sang cucu. Yudianto dan juga Siska. sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke dalam sana.


"Kenapa mereka sangat lama Di dalam sana Ya?" ucap Dion. yang tidak sabaran lagi untuk melihat anak dan Istrinya.

__ADS_1


"Sabar Den Dion, Mungkin mereka masih membersihkan Bayinya." Ucap Bu Fatma. Sembari tersenyum menatap Dion.


"Iya juga si Bi, Soalnya aku sudah tidak sabar lagi. untuk masuk ke dalam Sana." Ucap dion. yang masih berdiri di depan pintu itu.


Dan tidak lama kemudian. Seorang dokter sudah keluar dari ruang bersalin itu.


Dion bersama Keluarganya langsung menghampiri Dokter itu.


"Gimana Dok? Apa istri dan anakku, Dalam Keadaan yang sehat semua?" tanya Dion.


"Iya pak. Dan Selamat untuk bapak. karena anak kalian laki-laki." Jawab dokter itu. lalu ia segera pergi Meninggalkan mereka.


Dion Langsung menerobos ke dalam ketika mendengar kabar dari Dokter tadi. ia Bakan sudah tidak tahan lagi ingin Menggendong Bayinya.


Setelah melihat istrinya yang sedang berbaring. Dion Langsung mendekat dan ia Menciumi dahi kening istrinya berulang-ulang kali.


"Makasih. Sayang, Kamu sudah memberikan Harta yang paling berharga untuk aku, Dan mulai sekarang Aku akan lebih giat lagi untuk bekerja. Demi menafkahi kalian berdua." Ujar Dion. Dengan Sangat senang


Lalu para perawat itu langsung membawa Bayi Dion dan Caca. ke Pada mereka


"Selamat ya pak. Bayinya Laki-laki, dan Sangat tampan." ucap Salah satu perawat yang Membantu Persalinan Caca.


Yudianto bersama yang lainnya. Juga ikut masuk untuk melihat Anak Dion dan Caca.


Mereka sangat senang ketika melihat Wajah tampan dari Cucu Mereka itu.


"Selamat Nak Caca. Semoga kamu, dan Cucu Mama. Selalu Sehat," Ucap Siska. Menatap Menantunya itu dengan sangat bahagia.


"Makasih, Ma." Ucap Caca, Tersenyum Menatap Kedua mertuanya itu.


Yudianto Merasa Senang dengan kehadiran Cucu pertama mereka. sudah lama ia Menanti-nantikan Seorang Cucu. Dari Dion dan Caca, Dan sekarang semua sudah terkabulkan.


"Cucu opa, Sangat tampan." Ucap Yudianto, Mengelus Pipi Lembut Cucunya.


"Makaci opa." Sahut Caca. Dengan nada Suaranya yang seperti anak-anak kecil.

__ADS_1


"Semoga cepat tumbuh besar. Dan Jadi Anak yang Berbakti kepada Papa dan mamaMu. Terlebih kusus kepada Sang empunya kehidupan." ucap Yudianto, Mengelus Pipi Lembut sang bayi.


"Amin." Sambung Dion,


Setelah kehadiran seorang Bayi Lucu yang sangat tampan. Keluarga Yudianto merasa Tercukupi Dengan Ketambahan Seorang Cucu. di keluarga Kecil mereka.


Harapan Yudianto Saat ini Semoga Dion Lebih Dewasa dalam menyikapi Semua Permasalahan Yang akan ia hadapi Nanti.


Setelah jam besuk sudah selesai. Yudianto bersama Istrinya dan juga Fatma. Berpamitan pada Dion dan Istrinya. Sementara Verry dan ayahnya, Masih Duduk bersama dengan Dion, Karena mereka ingin menemani Caca Dan Putranya Yang Masih berada di rumah sakit.


"Sayang, Aku Mau cari Keperluan Dede bayinya Dulu ya, Kamu Istirahat saja." Ucap Dion. Sambil Menciumi Putra kecilnya dan Juga Istrinya.


"Iya mas, Hati-hati di jalan mas. Jangan ngebut." Jawab Caca Sembari Tersenyum menatap Suaminya.


"Iya. Sayang, Jagain baik-baik Putra kecilku."


Lalu pemuda itu langsung berjalan keluar sambil di ekori Oleh Verry. yang selalu setia Menemani Dion.


Setelah melihat mobil Dion Dan Verry. Sudah meninggalkan halaman Rumah sakit. Yanto Bergegas untuk masuk kedalam ruangan Di mana Caca Dan Putranya berada. Lelaki tua itu Merasa Khawatir dengan Kondisi Caca yang masih sedikit Lemas untuk Bergerak Lebih.


"Paman?" kok, paman Masih di Sini?" Tanya Caca.


"Iya. nak, Paman Sengaja Tetap disini. Agar bisa Menjaga Kalian berdua."


Jawab Yanto.


"Apa paman Sudah makan?" kembali bertanya


"Sudah nak. Barusan paman makan Di kantin Sebelah, Karena sudah tidak bisa menahan lapar." ucap kembali Yanto.


"Nak, Jika Kamu tidak keberatan. Sebaiknya untuk sementara waktu Kamu dan Putramu Tinggallah bersama kami dulu, Hingga Keadaan Kamu Sudah kembali Membaik." Pinta Yanto.


"Iya paman. Aku Mala Suka kembali ke rumah paman dulu, Agar aku bisa Beristirahat dengan baik di Sana." jawab Caca.


Dan lelaki tua itu merasa senang karena Caca Ingin kembali kerumahnya.

__ADS_1


Yanto sengaja ingin mengajak Caca kembali tinggal bersamanya. Karena ia Sudah tau Tentang Apa yang sedang terjadi pada Caca Dan Suaminya. Ia hanya ingin membantu Gadis muda itu Agar terhindar dari Wanita yang Berniat jahat kepada Caca dan juga Putra Kecil Caca Dan Dion.


Karena sebelumnya Verry sudah menceritakan semua Yang terjadi diantara Dion dan Caca. Kepada ayahnya.


__ADS_2