Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 09: Menunggu Caca


__ADS_3

"Dion, Kenapa Kamu belum Makan Nak?" Tanya Heru Saat melihat Pemuda Itu Duduk Di kursi Dekat Kamarnya Caca


" Iya, Belum Paman. saya Masih Nungguin Caca Bangun." Jawab Dion


"Lo. Memangnya Caca Belum bangun ya, Ini kan Sudah Hampir Jam Delapan pagi."


"Tadi Si sudah bangun Paman. Tapi dia ngambek Sama aku, Dan akhirnya masuk lagi ke kamarnya." Tutur Dion


Heru Hanya Tersenyum Menatap Calon Menantunya itu.


Lalu ia Mendekati Pintu kamar Putrinya.


Tok Tok tok!


Heru terus Mengetuk Pintu Kamar Caca namun Sama Sekali Belum ada jawaban dari dalam Sana Sehingga membuat Heru harus Membuka Pintu Tersebut. Ketika mereka masuk ke dalam Kamar Gadis itu Mereka sama sekali tidak menemukan Caca Sedang tidur di kamarnya.


"Kemana Caca?" Ayahnya Caca merasa Kebingungan Karena putrinya tidak sedang berada di dalam kamarnya.


"Saya juga tidak tahu paman. Tadinya dia memang masuk ke sini." ucap Dion Kembali


Pria tua itu pun Segera Menatap ke arah jendela Yang Sudah Terbuka lebar.


"Pasti Caca Sudah keluar lewat Jendela itu." Tunjuk Heru pada Dion.


"Kemana dia Ya paman?" Dion Merasa Kebingungan Harus Mencari Caca Kemana karena Ia sendiri tidak terlalu Paham Seluruh Pelosok di kampung itu.


"Mungkin Dia Ke rumah Sahabatnya," Jawab Heru


Dion hanya mengangguk Pelan Lalu ia Segera Mengikuti Calon Mertuanya itu ke Luar.


"Paman kita Sarapan duluan Saja, Mungkin Caca Masih Lama Pulangnya." Ujar Dion Yang Sudah merasa Lapar sejak tadi


"Kamu Makanlah Duluan. Paman mau Mencari Caca Dulu," Ucap Heru Tersenyum Menatap pemuda itu


Dion pun mengangguk antusias. Lalu ia segera Duduk Dan menikmati makanan Yang sudah ia Pesan sejak Pagi tadi. Sementara Heru pergi mencari Putrinya di Sungai yang Tidak jauh dari Rumah mereka.


"Ayah!" suara Caca Memanggil Ayahnya


Heru pun Segera Berbalik ke sumber suara itu.


"Caca, Kamu sedang apa di sini. Kasihan Nak Dion, Sejak Tadi Nungguin kamu Sarapan." Ucap Heru Menatap Putrinya


"Aku dari rumahnya Kiki, Tapi Kiki Tidak Ada Jadi aku balik saja." jawab Caca Membalas Tersenyum pada ayahnya.


"Ya sudah, Sebaikanya kita cepat Pulang Kasihan Nak Dion Sedang makan sendirian di rumah."


Caca Hanya tertawa mendengar Perkataan Ayahnya.

__ADS_1


Setibanya di rumah Caca Langsung masuk Ke dalam Dan Menemukan Dion Masih Duduk di meja Makan.


"Ca. Ayo makan, Aku sangat lapar sejak Tadi Belum makan Karena Nungguin kamu sama Paman." Ucap Dion Sambil Memegangi Perutnya


Caca merasa kasihan kepada Dion yang sudah Menunggu lama.


"Tuan makan duluan saja, Aku mau cuci tangan Dulu." jawab Caca Tersenyum pada Dion


Tanpa basa-basi Pemuda itu langsung Mengambil Piring dan makanan.


Melihat makanan Dion Yang sangat banyak Di Piringnya. Caca Merasa aneh dengan Pemuda itu


"Sampai segitunya ya tuan Kalau Lapar," Gumam Caca dalam hatinya, Lalu ia Duduk Di Samping Dion dan Menatap Dion Yang sedang makan


"Kamu nggak mau makan ca, Ini enak Sekali." ucap Dion Sambil mengunyah makanannya.


Gadis itu hanya Tersenyum


"Apa tuan Yakin Bisa Menghabiskan Semua Makanan itu?" Tanya Caca,


Dion Mengangguk antusias


"Aku Laper banget ca, habisnya Sejak Semalam Aku belum makan." Jawab dion,


Kini mereka makan Bersama-sama Dengan Heru. Caca Sangat Menikmati Makanannya Walaupun Ia Merasa Kenyang Namun Tetap Memaksakan Diri untuk bisa Menghabiskan sisa Makanannya itu.


Sementara Dion Merasa Sangat Kenyang hingga Bersendawa Dengan Kuat.


Di tempat lain.


Seorang wanita Dewasa Baru saja keluar dari Mobilnya Ia berjalan Mendekati Sebuah Restoran Yang Tidak Jauh Dari tempat ia Memarkirkan Mobilnya. Wanita itu adalah Ibunya Dion Ia Sengaja datang ke Restoran milik Kirana Wibowo. Wanita yang Selama Ini Selalu Membuat Dion Berubah. Terlihat sangat Jelas Wajah Siska sedang Marah. Ia pun segera masuk dan Mencari Pemilik Restoran tersebut.


"Dimana Bos kalian? Tanya Siska, Pada Salah satu Karyawan Di restoran itu.


"Non Kirana masih di rumahnya Bu, Mungkin Non Kirana ke sini Nanti Siang." Jawab karyawan itu.


"Oh. sampaikan Sama dia Aku Ibunya Dion Menitip Pesan agar Dia Jangan pernah Mengganggu Hidup Putra saya lagi." Ujar Siska, Menatap Datar pada Wanita Itu.


"I--iya Bu. Nanti saya Sampaikan Pesannya Sama Non Kirana." Sahut wanita itu dengan Gugup.


Lalu Siska Kembali Ke mobilnya Karena Kirana tidak berasal di restoran itu.


Sementara Tika karyawan yang Bekerja di restoran milik kirana. hanya menatap mobil Yang Baru Saja Meninggalkan Tempat itu.


"Galak Amat Ibunya Tuan Dion," ucap Tika,


"Siapa Tika?" Kok kamu menatapnya sampai Segitunya?" tanya Fiko Asisten pribadi kirana,

__ADS_1


"Itu Lo, Ibunya Tuan Dion. Barusan Dia Dari Sini Dan Marah-marah Sama aku," Jawab Tika,


"Ibunya Dion, Dari sini? Lalu Ngapain saja Bu Siska Di Sini."


"Cuma Nitip Pesan sama Non Kirana. Agar tidak lagi Mengganggu Tuan Dion, Itu saja."


"Aneh Juga ya Ibunya Dion, Kan Yang sering Ke sini Anaknya Bukan Kirana Yang menggangu."


Tika Hanya Mengerutkan Dahinya Lalu Ia Kembali Bekerja


Dion Menatap Sebuah Foto Di layar Ponselnya


"Kirana, Kamu sangat Cantik. Tapi Kenapa ibuku Mala memilih Gadis aneh itu untuk Menikah Denganku." Batin Dion,


Evan menghela Napas kasar Saat Melihat Caca yang Sedang Berjalan melewatinya yang Sedang Duduk Di teras Rumah.


"Caca!" Panggil Dion Tanpa Ragu.


Caca Pun Menoleh. Iya, Tuan? Kenapa?"


"Aku mau Balik Ke kota."


Mata Gadis Itu hanya Menatap Sekeliling Halaman Rumahnya.


Karena ia Sendiri bingung harus Menjawab apa.


"Apa kamu Mau ikut denganku?" Tanya Dion Kembali.


"Aku Pengen Masih Di sini Tuan." Singkat Caca.


"Tapi Tinggal Berapa hari lagi Kita akan Nikah." ujar Dion.


Caca Merasa Bingung Dengan Sikap Pemuda itu. Kadang ia baik Kadang Sangat Menjengkelkan.


"Iya. Aku tau," Singkat Caca Kembali


"Lantas, Kenapa Kamu Belum Mau Kembali Ke kota Bareng aku?"


"Karena aku masih ada Urusan di Sini."


Dion Hanya mengerutkan Keningnya.


"Baiklah. Aku Pamit dulu," ucap Dion. Berpamitan Pada Caca.


Gadis itu hanya bisa Menatap Punggung Dion yang Sedang Berjalan Menuju Ke mobilnya.


Entah kenapa Ia mulai ada rasa Suka pada Pemuda itu. Namun kadang Ia Juga Merasa Sangat Kesal Dengan Tingkah Dion Yang Selalu Membuat Masala Dengannya.

__ADS_1


Setelah Mobil Dion Sudah Meninggalkan Halaman Rumahnya. Gadis itu Langsung masuk ke dalam Rumah. Gadis itu Terlihat Sangat Murung dengan Hari pernikahannya Yang tinggal Menghitung Waktu Saja akan Segera Berlangsung Ia Bakan Tidak Tau dengan Pikirannya Sendiri.


Karena Semua Yang Ia Lakukan hanya untuk Ayah Tercintanya.


__ADS_2