
Hari ini Caca Sangat sibuk mengurus anaknya Hingga ia tidak tahu kalau Dion Sudah berapa kali menghubunginya. Wanita itu terlalu fokus pada Putranya hingga ia sudah jarang memperhatikan Ponselnya.
"Sayang, Kita bobo ya. Kan Dede geral, udah Makan dan mandi. Sekarang waktunya untuk tidur." ucap Caca Menggendong putranya masuk ke dalam kamar.
Setelah meniduri anaknya Caca Mengambil Ponselnya yang berada di atas Nakas samping tempat tidur mereka.
Wanita itu sangat terkejut ketika melihat Dua belas panggilan dari Dion.
"Astaga! Pasti mas Dion Akan marah sama aku," ucap Caca Sambil Menatap layar ponselnya yang masih ia pegang.
Lalu Wanita itu kembali Menghubungi suaminya. namun sudah tidak ada jawaban dari Dion. membuat Caca merasa Cemas Kalau Dion Benar-benar sudah marah kepadanya.
"Kenapa aku bisa lupa untuk membawah ponsel Ini Ke luar." Gumam Caca. merasa bersalah pada Dion.
Tok Tok! Suara ketukan pintu mengejutkan Caca
Lalu Wanita itu berjalan Membukakan Pintu kamar
ceklek! perlahan pintu di bukakan oleh wanita muda itu.
"Non, ada tamu di depan. katanya mau ketemu dengan non Caca," ucap Fatma
"Siapa Bu?" Singkat caca.
"Bibi juga tidak tahu non, tapi orangnya sangat tampan." Sembari tersenyum menatap Caca.
"Tampan? Siapa ya, Kok aku nggak pernah kenal sama orang tampan deh Bu." Balas Caca. menatap Fatma dengan kebingungan.
"Ya udah. Sebaiknya non Caca Keluar dulu. Agar Non tau siapa yang sedang mencari Non,"
"I--iya. Bu," singkat Caca. lalu pergi mengikuti Wanita Dewasa itu ke depan rumah.
"Mana Bu?" kok nggak ada si!"
"Tadi dia di sini non, Tapi dia kemana ya?"
Tiba-tiba Seseorang menutupi kedua mata wanita muda itu dengan kedua tangannya.
Caca merasa Sangat Bingung dengan Tangan yang sedang menempel di kedua matanya.
Namun sesaat ia Mengenali bau Parfum milik Dion.
__ADS_1
"Mas Dion?" kenapa harus Kayak gini si!" Ucap Caca yang sudah mengenali Parfum Milik Suaminya itu.
Dion pun Melepaskan kedua tangannya. Dan menatap wajah istrinya dengan sangat datar.
"Kok Kamu bisa tahu kalau itu adalah aku?" Lirik Dion. Mengerutkan dahinya.
"Jelas tau dong mas. Kan Bau parfum mas aku kenal." Balas Caca. Sembari Mengejek Suaminya.
"Sayang, Aku punya sesuatu untuk kamu." ucap Dion. Sambil mengambil kotak kecil dari saku celananya.
"Apa itu mas?" tanya Caca. melirik ke kotak kecil yang sedang Di pegang oleh suaminya itu.
Lalu pemuda itu segera membuka Kotak kecil berwarna Merah di depan Caca dan Fatma.
Gadis muda itu Sangat Terkejut ketika melihat Kalung berlian yang sangat indah yang pernah ia lihat dulu. Namun karena ia tidak punya uang sehingga ia tidak bisa membelinya.
"Mas. Itu kan Kalung yang pernah aku dan ayahku Lihat dulu mas, Bagaimana bisa ada sama mas Dion?" Menatap Suaminya dengan bingung.
"Masa si? memangnya Dulu sayang, Sama Ayah. pernah melihat kalung berlian ini ya?" Tanya Dion.
Dan hanya di anggukkan oleh Caca.
"Iya. mas, Dulu aku sama ayah pernah datang ke kota. Saat aku baru berusia sekitar sepuluh tahun. dan aku, sangat menginginkan Kalung itu. Tapi ayah tidak punya uang sehingga kami tidak mampu membelinya." Tutur Caca. Dengan raut wajahnya yang Sedikit Sedih.
"Semoga hubungan kalian berdua Langgeng sampai Tua nanti Den, Non." Ucap fatma. Tersenyum menatap Pasangan Suami-istri itu.
"Amin. Makasih bibi," Sahut Dion.
"Makasih. Banyak mas, Aku janji akan Menjaga kalung ini dengan baik." ucap Caca. dengan sangat bahagia Karena kalung itu adalah Pemberian Dion pertama untuknya.
"Iya sayang. Maaf Ya, Jika aku baru bisa memberikan Hadia seperti ini sama kamu, Ini juga Baru Gaji pertama aku Yang papa kasih." menatap istrinya.
Hari sudah mulai sore. Yudianto bersama istrinya juga sudah kembali ke rumah. Siksa Menatap Leher Caca Dengan Amat Serius. Wanita dewasa itu langsung Mendekati Menantunya sambil Tersenyum hangat
"Caca, Kamu terlihat sangat cantik dengan Kalung berlian itu." ucap Siska.
"Makasih ma. Ini Hadia dari mas Dion, ma. Katanya Gaji pertamanya jadi Mas Dion. Membelikan aku Kalung ini ma," Jawab Caca. Dengan sedikit malu di depan Mertuanya.
"Hebat Dion. Sekarang dia sudah mulai memperhatikan Kamu. Mama harap Kalian akan Selalu bahagia."
"Amin. Ma," Singkat Caca.
__ADS_1
Lalu Ia kembali ke dalam kamar untuk melihat Putranya yang masih tertidur sejak siang tadi.
Di halaman Kediaman Keluarga Yudianto pranata. Terdengar suara Mobil berhenti tepat di Depan Pintu Besar Yang terbuat dari Jeruji besi.
Seorang wanita keluar dari mobil taksi tersebut bersama seorang pemuda Yang berpenampilan Sederhana dan Biasa-biasa saja. Kirana mengajak Dito untuk menemaninya ke rumah keluarga Dion. Walaupun ia merasa ragu untuk masuk ke dalam sana. Namun Dito menyemangatinya untuk tetap menerima konsekuensi dari Keluarga Yudianto.
"Makasih Dito. Semoga mereka bisa memanfaatkan aku," Ucap Kirana. dengan raut wajahnya yang terlihat Sangat pucat.
Pemuda itu hanya mengangguk pelan. lalu ia menggandeng tangan Kirana agar segera masuk kedalam sana. Wanita muda itu pun tersenyum hangat pada Dito. dan ia segera menekan tombol bel yang berada di Depan mereka.
Di dalam sana Siska Mendengar suara bel berbunyi dengan sangat Kuat di ruang tamu. ia pun memanggil Verry untuk segera Melihat tamu yang ada di luar sana.
Perlahan pemuda itu Membukakan Pintu besar itu dengan sekuat tenaganya. Dan ia sangat terkejut ketika melihat Kirana berada di luar sana.
"N--Non k--kirana?" ucap Verry. Terbata-bata ketika melihat gadis jahat itu. sedang berdiri di depannya.
"Verry. Mas Dion dan Istrinya ada di dalam nggak?" tanya kirana. dengan sangat lembut.
"A-ada. Non, Memangnya non Kirana Mau Bertemu sama bos Dion dan non Caca?" Lirik Verry. Merasa heran dengan penampilan Kirana saat ini.
"Iya Ver, Aku mau ketemu dengan mereka. ini sangat penting Ver, tolong ijinkan kami masuk ke dalam ya." Memohon pada Verry agar di ijinkan masuk ke dalam sana.
Namun Verry masih merasa ragu Kepada Kirana. Karena ia sangat Takut jika wanita Jahat itu kembali Membuat onar di rumah majikannya.
"Tapi non, Saya takut. nanti Bu Siska sama bapa bisa marah besar jika melihat Non di sini." Ujar Verry.
"Aku janji Nggak akan lama kok ver," Ucap Kirana. Kembali memohon pada pemuda itu.
"Baiklah. Non, Mari masuk." Ajak Verry.
Setelah berada di depan Pintu. Kirana kembali menatap Dito dan menahan tangan pemuda itu. Karena ia merasa sangat takut untuk bertemu dengan keluarga Dion.
Namun Dito Tetap berusaha untuk bisa Membuat Kirana Berani untuk Mempertanggung jawabkan semua perbuatannya pada Keluarga Dion.
Verry hanya menatap kedua orang itu. Lalu ia kembali mengajak mereka untuk segera masuk Kedalam rumah besar itu.
Dito terus menggenggam tangan Kirana dengan kuat. Seakan ia tidak bisa meninggalkan Kirana sendirian di dalam rumah itu.
Wajah kirana sudah terlihat sangat Pucat saat berada di ruang tamu. Verry pun mempersilahkan Mereka untuk duduk. Dan kedua orang itu segera duduk dengan saling berdekatan dan tangan Dito masih menggenggam tangannya Kirana.
"Siapa Verry?" tanya Yudianto. Tapi saat melihat Kirana. Yudianto merasa Terkejut karena wanita itu memang Menepati janjinya saat bertemu dengannya tadi pagi.
__ADS_1
"Kirana! Bagaimana bisa kamu Datang ke sini!" ucap Siska. Yang juga Datang Menemui mereka.
Siska sangat marah ketika melihat wajah Kirana Sedang ada di dalam rumahnya. Mendengar keributan di luar sana. Dion dan Istrinya Langsung keluar dan Menemui mereka yang sedang berada di ruang tamu. Dion dan Caca juga terkejut ketika melihat Kirana Sedang duduk di ruang tamu bersama seorang pemuda