
Malam Hari ini Dion sama sekali belum bisa memejamkan matanya Untuk tidur. Lelaki muda itu masih berbaring di atas kursi panjang yang berada di teras rumah. Ia masih Kepikiran dengan Pemuda yang tadi mengikuti mereka Hingga ke hotel.
"Siapa Laki-laki Itu! Kenapa dia Bisa Mengenali mobil Yang aku Pakai." Gumamnya yang Masih Berbaring di Kursi Sambil Menatap Langit yang di hiasi oleh Ribuan bintang disana.
Jam Di tangannya sudah menunjukkan pukul Sebelas Hampir Tengah malam. Caca dan Putranya sudah tertidur nyenyak di dalam kamar mereka.
Lelaki itu tiba-tiba Melihat sosok Seorang Kirana Sedang Berdiri di sampingnya. Hingga Membuatnya Terkejut dan Hampir jatuh dari Kursi panjang tempat ia berbaring.
"Kenapa, Aku tiba-tiba Mengingat Dia?"
Ucap Dion. lalu ia segera masuk ke dalam rumah. dan Pergi untuk melihat istri dan anaknya.
"Kalian sudah tidur ya. Selamat bobo anak papa yang Ganteng." Ucap Dion. menciumi Pipi Anaknya.
Sejak kehadiran sang Buah hati. Dion Sangat berbeda ia lebih fokus pada putranya ketimbang dengan Pekerjaannya.
Caca yang melihat suaminya yang Masih Duduk di Ranjang Tempat tidur. Langsung bangun
"Kamu Kenapa belum tidur mas, Ini kan Sudah Tengah malam mas," Ucap Caca. menatap Suaminya
"Aku belum ngantuk sayang. Mungkin karena aku Terlalu bahagia Dengan Si buah hati kita yang sudah ada di antara kita saat ini." ungkap Dion. Yang tidak bisa menceritakan hal Yang Sebenarnya Kepada istrinya.
karena Dion Tidak ingin istrinya menjadi Cemas Atau pun Menghawatirkan nya.
"Aku juga sangat senang mas, akhirnya apa yang kita Nanti-nantikan sudah ada di depan mata." tersenyum menatap Suaminya.
"Iya sayang, Kamu tidur lagi ya. Biar nanti aku Yang jagain Dede bayinya." Ucap Dion. Dengan lembut pada istrinya.
"Baik. Mas, Aku juga masih ngantuk." Ucap Caca Lalu ia segera berbaring dan Kembali tidur.
"Kenapa aku terus Kepikiran dengan kirana? Apa dia Yang sudah memerintahkan laki-laki itu. Untuk mengikuti ku?"
Karena melihat Jam Sudah Menunjukkan pukul Satu tengah malam. Dion Segera Berbaring di sampingnya istri dan anaknya. Dan Ia pun Tertidur.
\*\*\*\*\*
__ADS_1
Angin berhembus Kencang Di pagi ini. Hingga menggugurkan Dedaunan.
Satu-persatu Daun Kering Dari pohon Mangga yang ada di halaman Rumah Yanto Mulai Berhamburan ke tanah.
Yanto Langsung mengambil sapu yang berada di Samping rumah. dan ia mulai Menyapu halaman yang kotor karena Daun dari pohon mangga yang kering telah mengotori halaman rumahnya.
Sementara Caca Sudah sibuk di dapur untuk membuat Sarapan pagi untuk mereka. Dion Duduk Tepat di belakang istrinya Menunggu Caca Hingga Selesai memasak.
Ditempat lain Di sebuah rumah yang mewah. seorang pria dewasa duduk Bersama Istrinya menikmati sarapan pagi bersama.
Di atas meja Tersedia banyak Menu makanan yang sudah di masak oleh Bu Fatma.
Siska Merasa tidak bersemangat untuk. sarapan di pagi ini. karena ia merindukan cucu dan Menantunya yang kini sedang tinggal di rumah Mantan Sopir di rumah mereka.
"Kamu Kenapa tidak Sarapan, Bu?" Lirik Yudianto.
"Aku kangen Cucu kita pa, Kenapa Setelah Dion Dan Caca sudah memiliki anak. Kita belum bisa Menggendongnya." Ucap Siska. Menatap sedih Pada Suaminya.
"Sabar. bu, Apa yang Mereka Lakukan ini untuk melindungi cucu kita dari kekejaman Kirana." balas Yudianto. kembali Menikmati Sarapan nya.
"Makanlah Dulu, Setelah itu kita berkunjung ke Rumah Yanto. Untuk menemui Cucu kita." Ucap Yudianto. Dengan ramah
Dan Hanya di angguki oleh istrinya.
Sebelum pergi menemui sang cucu. Yudianto bersama istrinya, pergi ke kampung Caca untuk Mengabari Kelahiran cucu mereka Kepada Heru. Karena sudah seminggu setelah kelahiran Anak Dion dan Caca. Heru Belum di beritahukan.
Setibanya di Kampung heru. Yudianto dan Istrinya, Mendapatkan sambutan yang baik dari Ayahnya Caca. Mereka Berbincang dengan sangat Bahagia Karena Mengetahui Kelahiran sang Cucu yang sangat mereka Nanti-nantikan.
Heru Merasa Senang sekaligus Gembira mendengar berita itu. Namun ia Juga merasa Malu karena sudah Merepotkan orang lain.
"Saya Mohon maaf Bu. Jika Caca, dan Anaknya. harus Tinggal di rumah orang lain, Sebagai orang tuanya, Saya merasa malu Bu." Ucap Heru
"Sudahlah pak, Itu hanya sementara saja. Kami juga tidak bisa berbuat apa-apa. Ketika Mereka harus tinggal di rumah Yanto. mantan Sopir pribadi di rumah kami." ucap Yudianto.
"Semoga Masalah mereka dan Kirana. bisa Segera terselesaikan, agar Mereka bisa Kembali berkumpul bersama kita." Sambung Siska. melebarkan senyumnya.
__ADS_1
Setelah Berbincang Cukup lama. Yudianto Mengajak Heru untuk Ikut bersama mereka ke Rumah Yanto. Heru merasa Senang karena bisa Di ajak untuk melihat cucu pertamanya. Kini mobil mereka sudah berjalan mulus di sepanjang jalan raya. Yudianto menyetir mobilnya dengan pelan.
Setelah tiba di Rumah kediaman Yanto. Mobil Yudianto segera Di parkirkan dan ketiga orang dewasa itu langsung turun dari mobil.
"Ayah?" ucap Caca. yang sedang menjemur pakaian Putranya. dihalaman rumah langsung berlari ke menuju ke arah Ayahnya yang sedang bersama Yudianto dan Siska.
"Nak, Bagaimana keadaan kamu Dan Cucu Ayah?" Tanya Heru. Tersenyum menatap Putrinya
"Kabar aku baik ayah, dan juga Cucu ayah. Dia lagi di kamar Masih tidur." jawab Caca. Merasa senang ketika melihat Ayahnya Sudah datang untuk menemui Mereka.
"Syukurlah. Ayah senang karena kamu sudah bisa menjadi Ibu yang baik Untuk anak Dan suamimu. Nak,"
"Iya, Ayah." singkat Caca. lalu Mereka Segera masuk ke dalam Untuk Melihat cucu kesayangan keluarga Yudianto dan juga Heru.
Heru sangat terharu melihat cucunya yang sedang tertidur Nyenyak di tempat tidur. Lelaki tua itu Sampai meneteskan air matanya. melihat Seorang bayi Yang tengah tidur dengan Sangat Nyenyak.
"Sehat selalu Cucuku, Yang Tampan." Ucap Heru. Sembari Menciumi pipi cucunya dengan penuh kasih sayang.
"Siapa namanya, Nak?" Tanya Heru. menatap putrinya.
"Dia belum punya nama ayah. Gimana, kalau namanya Ayah. dan papa, Saja yang Carikan buat Dede bayinya." Usul Caca Menatap ayah mertuanya dan juga Heru.
Heru dan Yudianto Saling bertatapan Mendengar permintaan Caca.
"Boleh juga." Sambung Yudianto dan Juga Heru. secara Bersamaan.
Setelah mencari nama yang cocok untuk cucu kesayangan mereka. Yudianto dan Heru Langsung Memberikan nama yang paling baik Untuk anak Dion dan Caca.
"Bagaimana ayah? apa sudah mendapatkan nama yang cocok untuk Dede bayinya?" Tanya Caca Kembali. sementara Dion hanya duduk Sambil Menunggu kedua orangtuanya untuk mendengarkan Nama yang Akan mereka berikan untuk Putra semata wayangnya.
"Nama dari Anak kalian adalah. Geraldy Putra Pranata. Apa kalian menyukainya?" Tanya Yudianto. Menatap Dion dan juga Menantunya
"Itu sangat bagus ayah, Iya kan mas Dion?" menatap Suaminya.
Dion Mengangguk dengan Pelan.
__ADS_1
"Iya Ayah. Papa, Makasih karena sudah memberikan nama yang Bagus Untuk anak kami." ucap Dion. Dengan sangat senang.