Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 115: Rencana Caca


__ADS_3

Caca Merasa Sudah tidak tahan dengan Sikap Wanita itu. rasanya ia benar-benar sudah di buat Marah oleh Kinan.


"Saya minta kamu segera pergi dari rumah Suamiku, Dan jangan pernah kembali lagi." Ujar Caca Dengan Tegas


"Aku tidak akan pernah Pergi dari sini! kamu dan anakmu saja yang pergi dari sini, Kan Kalian Itu sudah Mau bercerai, Bukannya kamu yang meminta Dion untuk menceraikan kamu? Lalu kenapa kamu Bisa berada di sini?"


"Apa salahnya jika memang saya mau kembali ke sini? Apa masalah buat kamu Kinan? Lagian Aku kan masih istri sah Dari Dion Pranata. Berbeda Dengan Kamu yang hanya Mengemis-ngemis Untuk Di nikahi oleh suami saya!" Ujar Caca.


"Berani juga kamu Bicara seperti itu sama saya! Apa kamu tidak pernah sadar diri kalau kamu Itu Udah di campakkan oleh suamimu? Buktinya saja Dion lebih memilih tidur dengan saya, Karena diri kamu itu Udah Nggak di inginkan oleh Dion!"


"Oya? Lalu Bagaimana denganmu, apa Dion Juga menginginkan kamu?" Ujar Caca Menatap Tajam pada Kinan.


"Diam Kamu! Aku Akan pastikan Kalau kamu tidak akan Pernah Bahagia dengan Dion!"


"Lakukan saja Apa yang kamu inginkan, Saya tidak perduli! Karena saya Bisa membuat kamu Lebih menderita dari apa yang ingin kamu perbuat sama aku, Kinan!" ancam Caca.


"Minggir kamu! Aku mau Masuk kedalam!" Tegas Kinan. Lalu ia segera menerobos masuk ke Dalam Rumah.


Yudianto Sangat Terkejut ketika melihat Kinan kembali ke rumahnya lagi. Entah bagaimana wanita itu bisa kembali ke rumahnya.


"Mau apa kamu kembali ke Rumah ini lagi Kinan? apa kamu sudah tidak waras lagi!" ujar Yudianto.


"Iya om. Aku memang tidak waras, Memangnya Kenapa? Aku kembali ke sini, karena ingin meminta pertanggungjawaban Dari anakmu!" Jawab Kinan. melotot pada Yudianto.


"Pertanggungjawaban apa lagi yang harus kamu Minta dari Dion? Apa menurut kamu Dion, akan Menikahi kamu? itu tidak akan pernah terjadi. Karena Menantu kami sudah kembali ke sini,"


"Kinan!! Apa-apaan kamu ini! kenapa kamu Tidak pernah mau berhenti Mengganggu hubungan Dion dan Istrinya!" Sambung Siska.


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah Berhenti Mengganggu mereka. Sampai Dion menceraikan Wanita itu. Dan segera menikahi aku, Tante!"


"Ternyata Jalan pikiranmu Sudah benar-benar tidak Waras lagi ya? Mana mungkin Dion menceraikan Istrinya. Hanya demi menikahi wanita Seperti kamu. Itu tidak akan pernah terjadi!" ujar Siska dengan sangat Emosi.


Karena merasa Tidak nyaman berada di antara Mereka. Caca segera


Masuk ke kamarnya dan Mengantarkan Anaknya di Kamar.

__ADS_1


"Non Caca, Apa Non tidak apa-apa?" Tanya Fatma


"Nggak Bu, Aku baik-baik Saja kok,


Bu, Boleh aku Titip Dede sama ibu? Aku mau ke depan dulu," Ujar Caca. Menatap Fatma dengan Serius.


"Boleh. Non," Singkat Fatma


lalu ia segera masuk ke Kamarnya Caca untuk menjaga anaknya Caca di dalam sana.


Sementara Caca kembali menemui Kinan yang sedang berdebat dengan Yudianto dan Siska di Ruang Tamu.


"Pergi kamu dari sini! Kamu tidak pantas membentak Mertuaku Seperti itu. Apa kamu pikir dengan kamu Memaksakan diri kamu Untuk Di nikahi Dion, Bisa membuat kamu bahagia?


Pikirkan baik-baik Kinan, Jika kamu hadir dalam Kehidupan kami. hanya untuk merusak perkawinan kami berdua, Itu tidak akan pernah terjadi. Karena aku, Tidak akan pernah membiarkan siapapun merebut Kebahagiaan dalam Rumah Tanggaku!" tegas Caca.


"Diam kamu! Aku kan pernah bilang sama kamu. Kalau aku, tidak akan pernah berhenti untuk mendapatkan Dion. dan Sampai kapanpun aku akan terus berusaha agar Dion bisa segera menikahi aku!"


"Apa Lelaki di dunia ini Hanya Suamiku Seorang? Sehingga kamu tidak bisa berhenti untuk Mengganggu Hubungan kami?


"Tapi jika kamu ingin Memaksa agar Dion Segera menikah denganmu, Aku Bisa saja menceraikan Suamiku demi kamu. Tapi ada syaratnya, Apa kamu Bisa memenuhi persyaratan dari saya?" Ujar Caca kembali.


"Apa maksudmu sayang?" Lirik Dion


Namun Caca tidak menghiraukan pertanyaan dari suaminya itu. Ia masih menatap pada Kinan.


"Apa Persyaratannya. Saya pasti akan penuhi itu!" Jawab Kinan. Menatap Sinis pada Caca.


Dion semakin merasa tidak tenang dengan apa Yang Sedang Istrinya pikirkan itu. Bahkan ia Tidak pernah tau apa yang ingin Caca Perbuat pada Wanita itu.


"Simpel saja kok, Sekarang kamu sedang hamil Kan?" Tanya Kembali Caca.


Dan di anggukkan oleh Kinan


"Ya, I--iya. Saya memang Sedang mengandung anaknya Dion, Lalu apa Hubungannya dengan Kandungan saya? Menatap Caca.

__ADS_1


"Aku minta kamu tetap di sini. Sampai saya dan Suamiku Kembali. Ingat jangan kemana-mana Sampai aku kembali!" Pinta Caca.


"Baiklah. Aku Akan Turuti perintah kamu! Tapi jangan pernah Berbohong sama saya!"


Caca Mengangguk Dengan antusias pada wanita itu.


"Pak Yanto, Mas Verry. Tolong kalian ke sini Dan Jagain Kinan, Jangan Sampai dia Pergi kemanapun!" pinta Caca Kembali pada Pak Yanto dan Verry.


"Baik. Non," Jawab Verry.


Lalu Caca mengajak Dion keluar ke halaman rumah.


"Sayang, Sebenarnya rencana apa yang kamu ingin lakukan pada wanita itu, Aku tidak paham dengan apa yang barusan kamu Katakan sama Dia?" Tanya Dion. penasaran


"Aku ingin Mas Dion, mengantarkan aku ke rumah dokter Mila. aku ingin mencari bukti yang jelas tentang kehamilan Kinan. Mas," Jawab Caca. Menatap Suaminya


"Apa kamu yakin Ingin Melakukan semua ini Sayang? gimana kalau dia memang benar-benar Hamil!" Ucap Dion Kembali.


Dan Caca hanya menatap Wajah Suaminya itu Sembari Tersenyum.


"Jika Dia benar-benar Hamil. Maka aku, yang akan menceraikan kamu mas," Jawab Caca. dengan serius pada Suaminya.


"Kok Gitu si sayang? Lagi pula jika Memang dia Hamil. Itu bukan aku pelakunya sayang, Mana Mungkin Kami baru Menjalani hubungan itu Seminggu saja. Dan sekarang usia kandungannya Udah Satu bulan lebih. Berarti itu bukan anak aku, Sayang!" protes Dion.


"Sekarang Aku tanya sama Kamu mas, Dan aku minta mas Menjawabnya Dengan jujur. Kapan Mas melakukan Itu dengan Kinan?" Menatap Suaminya.


"Baiklah. Aku akan Menjawabnya Dengan jujur, Sebenarnya aku dan Kinan Baru Seminggu yang lalu Melakukan hubungan itu. dan itu pun Karena Dia Menjebak aku, Bukan Karena Kemauan aku." jawab Dion Dengan sangat jujur pada Istrinya.


"Kalau begitu sekarang kita ke Rumah Dokter Mila saja, Aku ingin masalah ini segera Berakhir. aku Capek mas, tiap hari selalu Berdebat dengan Hal-hal yang tidak ada buktinya."


Dion hanya bisa mengangguk pelan. Karena ia Juga tak ingin Istrinya terlalu sakit hati dengan apa yang Wanita itu lakukan di dalam Rumah Tangganya.


Setelah kembali Dari rumah Dokter Mila. Caca dan Dion Segera masuk kedalam rumah bersama Dokter Ahli Kandungan itu. Untuk menemui Kinan yang sudah menunggu Mereka di ruang tamu.


"Akhirnya kalian datang Juga. Memangnya Kalian Berdua dari mana Si?" Tanya Kinan.

__ADS_1


"Kami dari rumah dokter Yang biasa menangani Istriku, saat sedang mengandung dulu. Dan Dokter Mila Ini sangat terkenal hebat dalam soal Kandungan, Aku yakin kalau kamu akan Senang jika aku sudah Mengajak dokter Mila ke sini." Ucap Dion. Tersenyum Sinis pada Kinan.


Akan tetapi wajah Kinan Terlihat Gelisah ketika mengetahui Dion dan Caca Membawah dokter ahli kandungan ke Rumah itu.


__ADS_2