Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 40: Jalan-jalan ke luar kota


__ADS_3

Sinar matahari pagi Ramah menyapa Sepasang Suami-istri yang masih Tertidur Dalam Posisi Saling berpelukan. Seberkas sinar mengenai tepat wajah Dion. Hingga mata pemuda itu pun Terbuka Dan ia langsung Terbangun dari tidurnya. Ia menatap Istrinya yang masih berada di sampingnya. Dengan kecupan yang hangat mendarat di Pipi sang istri. Lalu ia Segera beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.


Di dalam sana suara gemericik air dari Shower mulai Terdengar di seluruh ruangan Kecil di kamar mandi tersebut. setelah usai dari Membersihkan Dirinya. Pemuda itu langsung Terlihat segar saat keluar dari dalam kamar mandi. Sementara sang istri masih tertidur pulas di kasur yang empuk dan Lembut itu. Dion Sengaja tidak membangunkan Caca. karena Ia merasa kasihan terhadap istrinya.


Kini Pemuda itu Sudah berganti pakaian. dengan Bawahan Celana Pendek dan Atasan Kaos Putih lengan Pendek. membuat ia Semakin Terlihat Tampan. Saat pemuda itu ingin melangkah Keluar dari dalam kamar. terdengar suara seseorang dari Luar sana. memanggil Namanya.


Ia pun langsung mengintip dari balik Kain Gorden yang masih tertutup rapat. Perlahan Mata pemuda itu mulai Melihat sekeliling halaman Rumahnya. Dan ia sangat terkejut ketika melihat Kirana Sedang berdiri di luar sana.


"Mau apa lagi perempuan itu ke sini! Dan Rencana apa lagi yang mau ia Lakuin lagi sama Caca." Gumam Dion, yang masih berdiri di sudut Jendela.


"Ada apa Dion?" Suara siapa tadi di luar sana." Tanya Yudianto. yang ikut mendengar suara teriakan seorang Wanita di luar sana.


"Kiran. Pa, Aku juga tidak tahu Mau apa wanita itu ke sini!" jawab Dion. Menatap ayahnya.


"Sebaiknya Kamu tidak keluar dari dalam Rumah. Karena itu lebih baik, dari pada Istrimu melihat kamu Sedang bersama Wanita itu lagi." Ujar Yudianto,


"Iya Pa. Aku juga Tidak mau ketemu dengan dia."


"Menurut papa. Sebaiknya kamu dan Istrimu. pergi ke Luar kota. Sebelum Caca Melahirkan, Ajaklah dia Jalan-jalan Dulu." pinta Yudianto.


"Nanti aku Coba Bicarakan Sama Caca, Dulu pa."


"Nanti biar papa cari orang untuk mengawal kalian Ke sana. Dan kamu harus bisa menjaga istrimu dengan baik Dion, Jangan Buat ia Kecewa Lagi."


Dion hanya mengangguk


"Iya pa." Singkat Dion.


Lalu ayahnya Langsung masuk ke ruang kerjanya.


Sementara di luar sana Kirana masih menunggu Dion keluar dari dalam rumahnya. Karena ia harus memastikan Keadaan Caca Yang belum ia Ketahui saat Iwan dan Leon Kabur dari Tugas yang ia perintahkan.

__ADS_1


"Jangan berharap aku akan Pergi Dion! Aku akan menunggu kamu Di sini Hingga kamu Keluar dari dalam Rumah." Ucap Kirana, menatap ke Rumah besar itu.


Namun Dion dan juga Fatma Sudah Sepakat untuk tidak Keluar dari dalam sana. Walaupun Kirana Tidak akan pergi Namun mereka akan Terus Berdiam di dalam Rumah saja.


Dion Kembali Ke kamar untuk Memanggil istrinya sarapan pagi. Pemuda itu Berjalan Pelan Menuju Tempat Istrinya Sedang tidur. Dengan Perlahan ia mulai Mengecup Kening sang istri Yang Masih Tertidur dengan sangat Nyenyak. Hingga membuat Gadis itu Membuka Kedua Matanya. Sambil menatap Suaminya yang Sudah Duduk di Samping Tempat tidur.


"Mas. Ternyata kamu sudah bangun ya, Kok kamu Tidak membangunkan aku lagi si!" Gerutu Caca. Sambil Mengusap matanya.


"Aku tidak mau membangunkan Kamu sayang. Karena yang aku lihat kamu Sangat Nyenyak, Maaf ya, soal semalam Kamu sudah lama Menunggu aku," Ujar Dion. Mengelus Perut Sang istri.


"Iya mas. Tidak apa-apa kok, Lagian Mas Sangat sibuk Kan? Sampai lupa kasih kabar sama aku Dan Dede bayi." ucap Caca, Sambil Mengelus-elus Perutnya Yang semakin Membesar itu.


"Iya. Sayang, Kemarin aku sama papa. Sangat sibuk Jadi aku lupa mengabari Istriku."


Bangun yuk. Udah mau sarapan Lo, Bibi udah Buatin Kamu Bubur kaldu ayam Kesukaan Kamu Sayang,"


Caca Pun bangkit dari tempat tidurnya. namun wanita itu Merasa aneh dengan Kondisi tubuhnya yang Semakin hari semakin bertambah berat. karena usia kandungannya Sudah Memasuki Ke tujuh bulan. Jadi Ia Mulai marasa capek Dan Tidak bisa bergerak lebih lagi. melihat Istrinya yang Merasa Kesulitan untuk Bangun. Dion pun Segera Membantu Caca untuk bangun Dari Tempat tidur.


"Iya sayang. Tinggal Menunggu dua bulan lagi. Dede Bayi akan Segera lahir ke dunia ini. Aku sudah nggak sabaran lagi pengen gendong dia, Dan Menyanyikan lagu untuknya." ucap Dion. tersenyum menatap Istrinya.


Caca Sangat bahagia melihat Senyuman Suaminya, Saat Mengharapkan kehadiran Sang buah hati mereka.


"Iya mas. Aku juga sudah nggak sabar, Pengen Gendong dia. Dan Nyusuin dia." Ungkap Caca, Dengan Sangat Senang.


Lalu Mereka pun Keluar dari Kamar dan Pergi ke dapur untuk sarapan bersama. Siska Bersama Yudianto, Dan juga Fatma Sudah duduk Di Meja makan. Sambil menunggu Dion dan Istrinya yang Baru Keluar dari kamar mereka.


"Pagi Pa, ma, Bi." Sapa Caca. Sembari tersenyum Pada mereka.


"Pagi juga nak, Mari cepat Duduk dan kita sarapan bareng." Ucap Siska, Tersenyum Menatap Menantunya itu.


"Iya ma." Singkat Caca. Lalu ia Duduk Sambil di bantu Dion. Karena ia sudah mulai merasa Kesusahan untuk Melakukan Sesuatu.

__ADS_1


"Ca. Ada sesuatu hal Yang penting Ingin papa, Sampaikan sama kamu Dan Dion." Ucap Yudianto, Sambil mengunyah Roti Yang sudah menjadi makanan favoritnya tiap Pagi


"Apa itu pa?" Singkat Caca.


"Hal ini Untuk Kebaikan Kalian berdua. Sebaiknya kalian pergilah untuk liburan dulu Ke luar kota. Sambil menunggu Kelahiran Cucu papa. Karena papa tidak ingin Terjadi apa-apa lagi sama kamu Dan Bayimu nak, Di luar sana Kirana. Sedang menunggu Dion Keluar dari Rumah. Entah rencana apa lagi yang Ingin ia Perbuat untuk Mencelakai Kamu dan Anakmu." Ujar Yudianto. menatap Serius pada Menantunya.


Sementara Caca Hanya menatap Dion. Dan kini mereka berdua saling bertatap mata. Caca merasa sangat bahagia mendengar kabar dari ayah mertuanya itu. Karena Selama ini ia memang Berharap Bisa Jalan-jalan berdua dengan Sang suami. Namun karena Dion Selalu sibuk dengan pekerjaannya membuat Caca Hanya bisa mengurungkan niatnya.


"Gimana Ca, apa kamu mau Pergi Jalan-jalan Bersama suamimu?" Lirik Siska.


Caca Kembali Menatap Suaminya. Sembari tersenyum.


"Iya ma. Aku suka." Singkat Caca. Dengan Sangat Bahagia.


"Baiklah. hari ini kalian bisa langsung pergi, Dan Papa sudah menyuruh Orang untuk Mengawal kalian di sana." Ucap Yudianto. kembali


"Baik pa. Makasih banyak pa, Karena papa, Sama mama. Udah mengijinkan Aku, Jalan-jalan Ke luar kota. bersama mas Dion." jawab Gadis itu Dengan Keceriaan di wajah cantiknya itu.


"Tapi kamu Harus tetap jaga kesehatan di sana Non, Jangan sampai telat makan, dan juga kelelahan." Sambung Bu Fatma.


"Iya Bu. Aku pasti tetap jaga kesehatan Kok," Sembari Tersenyum


Mereka pun Menyelesaikan Sarapan pagi mereka dengan Cukup Baik. Tanpa menghiraukan Suara teriakan Wanita yang sedang menunggu Dion di luar sana.


"Sayang. Kita istirahat sebentar Ya, baru kita siapkan Segala keperluan yang mau Kita bawah ke Sana." ucap Dion, Sambil Mengusap-usap Kepala istrinya dengan pelan.


"Iya mas. aku juga pengen tidur sebentar," Lalu ia langsung Berbaring di Tempat Tidur.


Dion Merasa Heran Dengan Sikap Caca. Yang tiba-tiba ingin tidur.


"Sayang, Apa kamu baik-baik Saja?" lirik Dion, Yang Menatap istrinya Sudah Tertidur Pulas.

__ADS_1


"Kamu Sudah tidur sayang?" Perasaan Ini baru Jam Sembilan pagi deh. Tapi, kamu udah Tidur lagi." Ucap Dion. Berbicara sendirian saja,


__ADS_2