
"Bagaimana kabar Wanita itu, Apa dia Sudah Baikan?" Tanya Arista pada Mila.
Namun Mila hanya Mengerutkan dahinya.
"Aku juga tidak tahu bagaimana perkembangannya. Semoga saja Dia tidak akan Pernah bangun lagi." Ucap Mila. tersenyum Tipis Menatap ibunya.
"Apa kamu sudah gila! Bagaimanapun jika mereka menemukan siapa yang sudah Menabraknya." Ucap Kembali Wanita dewasa itu.
"Mereka tidak akan pernah tahu siapa yang sudah menabrak Wanita itu. Lagian Itu bukan salahku, Karena tujuanku bukan dia." Menatap Arista.
"Terserah kamu saja. Tapi Jika sampai mereka mengetahui kamulah pelakunya Maka Kamu harus segera pergi dari kota ini."
"Mama Tenang saja. Mereka tidak akan pernah tahu kok,"
Mentari di pagi itu bersinar dengan sangat cerah. Caca baru Saja Kembali dari pasar. Pagi itu Caca berencana ingin kembali ke rumah sakit lagi Untuk Mengantarkan Makanan untuk Dito dan Kirana. Karena Hingga saat ini Orang tua Dito belum juga tahu kalau Kirana Di rawat di rumah sakit.
"Pagi. Sayang," Sapa Dion Yang baru saja bangun.
"Pagi Juga mas," Singkat Caca
"Kamu Udah kembali dari pasar, Kok Nggak bangunin aku si sayang?" Lirik Dion.
"Nggak apa-apa kok mas, lagian pasarnya dekat dari sini kok." Jawab Caca Kembali.
"Mas, Hari ini aku mau kembali ke rumah sakit lagi, Mau Mengantarkan makanan untuk mas Dito dan mba Kirana." Ucap Caca.
"lalu Dede gimana sayang?"
"Nanti aku titip sama ayah saja mas. Lagian aku nggak lama kok,"
"Gimana kalau kamu di rumah dulu. Biar aku yang bawah Makanan untuk mereka,"
"Nggak usah mas."
Dion menghembuskan napas Kasar karena Istrinya Tidak mau mendengarkan Perkataannya.
Dion merasa Cemas jika Caca Pergi ke rumah sakit. Ia merasa Takut jika Wanita licik itu mencelakai Istrinya.
Setelah usai dari memasak Caca segera menyiapkan Beberapa makanan untuk di bawah Ke rumah sakit. Sementara Dion hanya menatap Istrinya.
"Apa kamu sudah siap sayang?" tanya Dion
__ADS_1
dan di anggukan Oleh Caca.
"Sudah mas. Aku pamitan sama Dede dan ayah dulu," Ujar Caca.
Setelah Berpamitan pada ayahnya. Mereka berdua segera berangkat Bersama-sama.
Setelah tiba di rumah Sakit. Dion Segera Memarkirkan Mobilnya Dan setelah itu Caca Keluar dari mobil Sementara Dion Langsung Kembali karena pagi itu ia ada pertemuan dengan beberapa orang rekan Kerjanya di kantor.
"Hei Tunggu!" Teriak Seorang wanita dari sebrang jalan.
Wandi muda itu membalikkan tubuhnya ke arah sumber suara itu.
"Mila?" Gumam Caca dalam Hati. Sambil menatap wanita Yang memakai Dres Hitam selutut yang sedang berjalan ka arahnya.
"Kamu Bukannya Istrinya Dion?" Tapi kamu Sedang apa di sini," Menatap Caca. Seakan ia Tidak Mengetahui apa-apa.
"Iya. Memangnya kenapa?" Tanya Kembali Caca.
"Oh. Lalu sedang apa kamu di sini, Apa ada yang sedang sakit?" Lirik Mila
"Bukan Urusanmu!" Jawab Caca. Lalu ia kembali Berjalan Dan Meninggalkan wanita licik itu sendirian di Luar.
"Sombong sekali kamu! Kita lihat saja Ketika kamu Keluar Nanti," Tertawa Kecil Menatap Punggung wanita yang sedang berjalan memasuki Rumah sakit.
Pemuda itu hanya Mengangguk Pelan Sambil Tersenyum.
Setelah mendengar suara Caca. Kirana Langsung membuka kedua matanya dengan pelan.
"kamu siapa?" tanya Kirana pelan. saat melihat Caca sedang Berdiri di sampingnya
"Mba kirana, Ini aku Caca. Kenapa mba tidak ingat sama aku?" kembali bertanya penuh Kebingungan
"Caca, Siapa? Kenapa aku tidak ingat apa-apa?" ucap Kirana Kembali
membuat Caca Semakin Kebingungan.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi sama kamu Mba, kenapa mba tidak mengingat aku?"
Namun Kirana Hanya Menatap Caca Dengan tatapan yang keliru. karena ia memang tidak mengingat Siapa dirinya dan orang-orang di sekitarnya.
"Mas Dito. Ada apa dengan mba kirana, mas? kenapa dia tidak mengingat Kita lagi. apa yang terjadi sama dia mas?"
__ADS_1
Akan tetapi Dito Hanya Menggelengkan Kepalanya lalu ia kembali menunduk dan menunjukkan hasil pemeriksaan dari dokter.
Melihat hasil yang di berikan oleh dito. wanita Muda itu langsung tersungkur lemah. entah apa yang akan terjadi jika Kirana tidak bisa mengingat siapa dirinya yang sebenarnya
lalu ia kembali ke tempat Kirana.
"Mba. Coba mba lihat pemuda itu, Apa mba sama sekali tidak mengingatnya?" Caca berusaha untuk Bisa Membantu Kirana mengingat Dito dan Dirinya.
Kirana hanya menggelengkan kepalanya
lalu ia kembali Tidur tanpa menghiraukan Caca dan Dito yang sedang menunggunya
Setelah melihat keadaan Kirana yang saat ini Tidak bisa mengingat Siapa pun. Caca merasa Sedih ia Bakan tidak tahu harus berbuat apa lagi agar bisa Mengembalikan Ingatan Sahabatnya itu.
Hari sudah mulai siang. Caca pun berpamitan kepada Kirana dan Dito. Karena ia harus segera kembali ke rumah karena ia juga menghawatirkan Anaknya.
"Mba, Aku pamit pulang dulu. Aku harap mba bisa segera sembuh dan bisa Kembali Mengingat kami mba," Ucap Caca berlinang air matanya. dan ia segera berlari keluar dari ruangan itu dengan perasaan yang sangat Sedih
Sementara di luar sana Mila sudah menyiapkan strategi untuk menjebak Caca. Ia sudah Menyuruh orang untuk mengikuti Caca Ketika Nanti keluar dari dalam rumah sakit itu.
Mata Mila Melotot ketika melihat seorang wanita Muda sedang berjalan keluar menuju jalan raya. Ia segera memerintahkan anak buahnya untuk Menjalankan misinya. Seperti biasanya Caca menunggu taksi di Depan rumah sakit. sebuah mobil melaju dengan sangat mulus hingga ke depan Caca.
"Mau kemana mba?" Tanya pria Suruhan Mila yang menyamar menjadi sopir taksi.
"Aku mau pulang ke jalan Anggur pak, Apa bapa bisa mengantar aku Kesana?" tanya Caca Kembali.
Dan sopir gadungan itu Mengangguk dengan pelan.
Caca pun segera masuk ke dalam mobil taksi itu. tanpa ia sadari kalau Sopir itu bukanlah sopir taksi yang sungguhan.
Setelah melewati beberapa jam perjalanan Seorang Lelaki Tiba-tiba muncul tepat di belakang Caca. dan ia langsung Menutup wajah Caca dengan Tisu yang sudah di beri Obat Bius. sehingga membuat wanita itu langsung tak sadarkan diri.
"Bagaimana bos, Apa kita buang dia ke laut saja?" tanya pria bertubuh kekar itu.
"Sebaiknya kalian cari tempat yang sepi dan Jauh dari kota ini. Setelah itu baru kalian lemparkan dia!" Ucap Mila Menatap kedua lelaki itu dengan tajam.
"Baik. Bos!"
Kedua Pria itu pun segera melanjutkan perjalanan mereka menuju ke suatu pulau yang sangat jauh dari kota itu. Agar tidak ada yang akan menemukan Wanita itu lagi.
Kini wajah wanita licik itu terlihat sangat bahagia karena ia berhasil menyingkirkan Saingannya itu.
__ADS_1
"Sekarang kita mulai permainan yang baru Dion!" gumam Mila Dalam hatinya.