Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 30: Kembali ke Kampung


__ADS_3

Setelah Malam tiba Caca Berusaha Untuk Tetap Terlihat Baik-baik Saja di depan Kedua Orang Tua Dion. Walaupun kini Dion sudah Tidak lagi berkumpul dengan mereka di Ruang tamu. namun Caca Berusaha Terlihat Baik-baik Saja di depan Yudianto dan Istrinya.


"Dion kemana ca, Kenapa dia tidak Gabung sama Kita di Sini?" Tanya Yudianto. Penasaran karena sejak Tadi Dion Tidak terlihat Lalu lalang Di Dalam rumah.


Caca hanya Menatap ke arah Bi Fatma yang Sedang duduk Menonton tv bersama mereka.


"Mas Dion. Lagi Keluar pa, Mungkin mas Dion ada urusan Di luar sana." Jawab Caca.


"Keluar? Kenapa kamu Tidak ikut dengan Dion Ca? Apa kalian Lagi ada masalah?" Melihat Caca Dengan Serius.


Dengan cepat Caca Menggelengkan Kepalanya.


"Tidak kok pa. Aku sama mas Dion, nggak Punya masalah apa-apa." Berusaha Untuk Tersenyum


"Baguslah. Jika memang hubungan kalian baik-baik Saja. Papa tidak ingin mendengar ada keributan lagi Di antara kalian berdua," ucap Yudianto Dengan Serius.


"I--iya. pa," Singkat Caca Penuh Rasa Bersalah.


Pada Kedua mertuanya itu.


"Pa, ma. Aku masuk Kamar dulu Udah rasa ngantuk." Ucap Caca


"Iya baiklah. Mama sama papa, juga Udah ngantuk. Bibi Nonton saja kami Mau tidur duluan." ujar Siska


"Iya Bu Siska." Sahut Fatma dengan Lembut.


Malam itu Fatma sengaja Tidak Masuk ke kamarnya. Karena ia ingin menunggu Dion Yang Masih Belum kembali sejak tadi.


"Kemana kamu Den? kenapa kamu Membiarkan Istrimu bertamba larut dalam Kesedihannya." Gumamnya Sambil terus menatap ke arah Luar Rumah.


Tidak lama kemudian Sebuah motor Berhenti Tepat di depan rumahnya Yudianto. Dengan cepat Fatma pergi membukakan Pintu Gerbang depan untuk Anak majikannya.


Setelah gerbang besi sudah terbuka Dion Langsung masuk bersama kendaraannya ke halaman rumah mereka.


"Selamat Malam Bi." Sapa dion, Ketika melihat Wanita dewasa itu sedang Berdiri di depannya.


"Iya. Malam juga den," Sahut Fatma


"Apa yang lainnya sudah pada tidur Bi?" Tanya Dion Kembali.


"Iya den. Non Caca bersama bapa dan ibu. Sudah tidur semua."

__ADS_1


"Oh. Jadi mereka sudah pada tidur Semua ya Bi,"


"Iya den." Jawab fatma


Setelah Berbincang dengan Fatma. Dion Langsung masuk ke dalam Rumah Untuk Beristirahat Karena Ia merasa Kecapean dari Menyelesaikan Pekerjaannya di kantor.


Dengan Perlahan Pemuda Itu Membuka Pintu kamar agar Istrinya tidak Terbangun. Namun Setelah Didalam kamar. Ternyata Caca Masih Duduk di kasur sambil menunggu Suaminya Pulang. Melihat Dion Yang baru Datang Caca Langsung Berdiri dan Mendekati Sang Suami yang Masih Berdiri di depan pintu kamar.


"Apa mas Sudah makan?" Tanya Caca Dengan Lembut. Walaupun ia Sudah tahu Kalau suaminya Pasti Baru Selesai makan Bersama Kirana.


"Sudah." Singkat dion, Lalu pemuda itu langsung Pergi ke dalam kamar mandi. tanpa menghiraukan Istrinya yang sedang Berdiri Di depannya


Dan Setelah Dion Masuk ke dalam kamar mandi. Caca Hanya menatap Punggung Suaminya yang Sudah Berlalu Dari hadapannya itu.


"Ternyata mas Dion Masih marah sama Aku." Gumam Caca Menatap ke arah pintu kamar mandi.


lalu Gadis muda itu Pergi Mengambil Bantal Guling dan Selimutnya Dan ia memili Tidur Di bawah Lantai. agar tidak menggangu Dion


Setelah Dion Keluar dari kamar mandi ia Sudah Menemukan Caca Sedang tidur di lantai. Dion Merasa Kasihan pada Istrinya namun ia Tidak bisa Terus menyakiti Hati Istrinya.


"Maafkan aku ca, Mungkin aku Lelaki yang Tidak Sempurna di mata kamu." ujar Dion. Yang mengira Caca Sudah Tertidur


Dengan cepat Caca Bangun dan berdiri di depan Suaminya.


Ucap Caca Sambil merai Jemari tangan Dion.


Namun Dion menghempaskan Tangan Istrinya Lalu ia pergi ke Ranjang Tempat Tidurnya dan langsung Berbaring


"Jika memang mas Tidak mau memaafkan aku, Besok pagi aku akan Pulang ke kampung. Agar Aku bisa Membantu ayahku di sana."


Ujar Caca Lalu ia kembali Berbaring


Hati Dion Merasa terpuruk Dengan Perkataan Istrinya. Namun ia tahu Kalau Caca Tidak akan Pernah Meninggalkannya. Karena yang ia tahu Caca Sangat mencintainya. lalu Dion pun Tertidur.


\*\*\*


Malam Berlalu Dengan Sangat Cepat. keesokan Paginya Caca Dan Fatma sudah Bangun dan mereka sudah Selesai Memasak. Hari Ini Caca Berencana Untuk Kembali ke kampung halamannya. Karena ia sangat Merindukan Ayahnya yang sudah sangat lama Ia tinggalkan. Tidak ada yang Tahu perasaan Gadis itu Seperti apa. Namun Fatma sudah bisa Mengerti dengan apa yang Sedang Caca Alami saat ini. Akan Tetapi Fatma tidak bisa berbuat apa-apa Untuk membantu Gadis muda itu.


"Bi. Aku harap bibi Selalu jaga Kesehatan di sini, Jangan Sampai telat makan, Aku tidak mau Jika Bibi Nanti sakit."


Fatma Mengangguk Dengan Cepat dan Memeluk Gadis Itu.

__ADS_1


"Kamu juga non, Apapun yang terjadi Sama Non Dan Den Dion, Bibi Percaya Kalau non Bisa Mengatasi semua ini Dengan baik. Dan Satu pesan Bibi. Tetap jaga kesehatan Kamu non." Ujar Fatma. Dengan sangat Sedih karena harus Berpisah dengan Caca.


"Iya Bi. aku Titip mas Dion Sama Bibi ya,"


Wanita dewasa itu kembali Mengangguk. Karena ia Harus Kehilangan Gadis yang sangat Peduli Terhadapnya.


Setelah berpamitan pada Fatma. Caca Kembali ke Kamar suaminya untuk Menatap Suaminya Yang terakhir kalinya. Karena mungkin Dia Tidak akan Pernah Kembali ke rumah itu lagi.


"Aku pamit Mas. Jaga Diri kamu baik-baik Di sini, Maaf Jika Selama ini Aku Selalu Merepotkan kamu Mas Dion." Gumam Caca Lalu ia pun Segera Keluar Dari kamar itu.


Dan Pergi ke mobil Yang sudah Yudianto dan Istrinya pesan Sejak Tadi. Yudianto Sama Siska Tidak pernah Mengetahui Kalau Caca Pergi tidak akan Pernah Kembali lagi. Karena Setahu mereka Caca hanya pergi untuk Melihat Ayahnya di kampung saja.


Setelah Mobil yang Mengantar Caca Sudah pergi Meninggalkan Halaman Rumah itu. Yudianto bersama istrinya Juga Segera Berangkat Ke kantor. Karena Waktu sudah menunjukkan Pukul Delapan lewat.


Dan Kini Yang tersisa di rumah hanya Dion Dan Wanita Dewasa itu. Setelah melihat Suasana di dalam kamarnya sudah Terang Dion langsung bangun Dan Seperti Biasanya Pemuda itu Langsung ke kamar mandi. Ia belum menyadari Kalau Istrinya sudah pergi meninggalkannya.


Sekeluarnya Dari Kamar mandi. Dion Langsung pergi ke dapur untuk Mengambil Sebotol air mineral Di sana. Di dalam dapur sana Dion hanya Melihat Bi Fatma Sedang Mencuci Beberapa Piring yang kotor. matanya kembali melirik ke Seluruh ruangan Di tempat itu. Karena Biasanya Caca Selalu ada Bersama Fatma Di Dapur.


"Selamat pagi. den," Ucap Bi Fatma Sembari Tersenyum pada Dion.


"Pagi Juga Bi, Kemana yang lainnya? Kenapa hanya Bibi Sendiri yang Bekerja di Dapur." Lirik Dion.


"Bapa Sama Ibu. Sudah Pergi ke kantor, Sementara Non Caca juga Sudah pergi." Jawab Fatma Dengan Raut wajahnya yang Bersedih.


"Caca Pergi Kemana Bi? Atau Dia lagi Ke pasar Ya?" Tanya kembali Dion.


Dan Fatma hanya menggelengkan Kepalanya.


"Mungkin Den Dion. akan Kehilangan Non caca. Karena Setahu bibi Kepergian Non Caca, Dari Rumah ini Itu bukanlah Sementara den," Ujar Fatma Menundukkan Kepalanya.


"Maksud bibi? Dia Pergi kemana Memangnya Siapa yang Sudah Mengusir Dia Bi?" ucap Dion Kembali Menatap wanita dewasa itu dengan Serius.


"Bibi juga belum Tahu Den, Tadi dia Bilang Sama Bibi. Kalau dia mau Pergi untuk Melihat Ayahnya di kampung. Lalu non caca akan Mencari Pekerjaan yang Baru Agar bisa membantu Ayahnya." Tutur Fatma.


Mendengar tuturan Wanita Dewasa itu. Dion Langsung masuk ke dalam Kamar dan Membuka Lemari tempat penyimpanan Pakaiannya Bersama Caca.


Setelah melihat seluruh isi dalam lemari itu. Dion Pun Tersungkur hingga Ke lantai. Karena Semua pakaian milik Caca Sudah Tidak ada Satu pun Yang Tersisa di dalam Lemari itu.


"Kenapa kamu pergi Tidak Memberitahukan Aku Ca? apa aku ini Sudah tidak penting untuk kamu?"


Batin Dion. Merasa Kehilangan Orang yang selama ini Benar-benar Perduli sama Dia.

__ADS_1


"Jadi apa yang kamu Katakan sama aku Semalam Itu Benar? Kamu Benar-benar Sudah pergi ca, Dan Aku Sudah kehilangan kamu."


Pemuda itu kini Baru menyesali Apa yang Sudah terjadi Di antara mereka. Kini ia hanya Bisa Menatap Foto Caca Yang masih ia Simpan di dalam Ponselnya.


__ADS_2