
Setelah Menyelesaikan Semua Pekerjaannya. Gadis itu kembali ke kamarnya dan Langsung Menjatuhkan Tubuhnya di atas Tempat tidur sambil Memeluk Guling. Wanita itu mulai Memejamkan Kedua Matanya untuk Tidur. karena ia merasa tidak Enak badan
Tok Tok.
Suara seseorang Sedang Mengetuk Pintu depan.
Gadis itu langsung pergi keluar dari kamarnya Untuk Membukakan Pintu.
Ceklek.
Tiba-tiba Seorang gadis masuk Ke Dalam Rumah itu. Setelah Pintu di bukakan oleh Caca. Kirana Langsung saja Menarik tubuh Caca Yang Sedang Berdiri di Depannya itu. Dan memegangi lengan Tangan Caca.
Plak!!!
Tanpa banyak bicara Gadis jahat itu langsung menampar Pipi Caca. Dan Seketika Caca Merasa Bingung Sambil Memegangi Pipinya yang Terasah Sakit akibat Di Tampar oleh Kirana.
"Mba?" Ucap Caca Lirih Yang Merasa Bingung Dengan Kedatangan gadis itu.
"Itu Tamparan Pertama Dari saya. Karena kamu Sudah Berani-beraninya, Mempengaruhi Dion. Agar Tidak Kembali Sama saya."
"Mba. Mas Dion itu adalah Suami aku. dan akulah yang paling berhak atas Mas Dion." Ujar Caca Sambil terus memegangi Pipinya yang Masih sakit itu.
"Apa? Kamu bilang Dion itu Suami kamu? Memangnya Dion Sekarang sudah benar-benar Mencintai Kamu, Hah." Bentak Kirana Kembali Sambil terus Menarik-narik Lengan tangan Caca.
"Saya peringatkan sekali lagi sama kamu. Wanita Kampung. Jangan pernah Berharap Bisa Bahagia dengan Dion."
"Memang kenapa mba?" apa Menurut mba, Saya Tidak pantas untuk Mas Dion? apa menurut mba, Saya akan Membiarkan Suami aku Di rebut Oleh Wanita pelakor seperti Mba ini." Ujar Caca, Dengan sangat Berani.
"Hei. Harusnya kamu Ngaca dong. Siapa yang sudah merebut Dion dari saya? Hah."
"Aku tidak pernah merasa merebut mas Dion, Dari Mba. Dan Aku juga tidak pernah Memaksakan Mas Dion, untuk Menikah Denganku?"
"Tapi kenyataannya Kamu kan memang Merebut Dion dari Saya Wanita Gila."
"Cukup mba. aku Tegaskan lagi sama Mba. Jika Mba Masih ingin Mengganggu Rumah tangga kami. Maka Mba akan aku Laporkan sama Pihak Yang berwajib Atas Kelakuan mba ini." Ancam Caca Pada wanita Jahat itu.
"Oh. Jadi Sekarang kamu Sudah berani Mengancam Saya? Memangnya Siapa kamu. Ingat ya, kamu itu hanya wanita Miskin yang Dion Nikahi Agar bisa Melunasi hutang-hutang Kalian di kampung kan?"
"Maksud mba Kirana apa ya, Dan Bagaimana Mba bisa tahu kalau Keluarga Mas Dion melunasi Hutang-hutang Keluarga kami?
Caca merasa Heran Dengan Ucapan Gadis itu yang Tiba-tiba Mengetahui Masalah Keluarganya di Kampung
"Hahaha. Kamu pikir saya Gadis bodoh, Yang Tidak akan Mencari tahu Latar belakang Keluarga Kamu!" menatap Tajam pada Caca.
"Maaf ya mba. Meskipun Keluarga kami Memiliki banyak Pinjaman Di kampung, Namun Bukan berarti kami Berharap Belas Kasihan dari Keluarga Mas Dion, untuk melunasinya."
__ADS_1
"Udahlah. Kamu tuh Nikah sama Dion karena hartanya saja kan? Dan Saya minta kamu tuh Sadar diri sebelum Terlambat Karena kamu itu Tidak selevel dengan keluarga ini, Paham?"
Caca Merasa marah Karena Kirana Sudah sangat keterlaluan menghina Keluarganya. Ia pun langsung Menarik Rambut wanita Jahat itu.
"Jangan Pernah mba berpikir Kalau aku Takut sama Mba. karena Aku tidak pernah Takut dengan Semua ancaman Kamu Mba." Ucap Caca Menarik Kuat Rambut Wanita itu Hingga Menjadi Berantakan.
Kirana Berusaha Melepaskan Cengkraman Tangan Caca Dari Rambutnya. Namun Ia Tidak bisa lepas karena Caca Sudah menariknya dengan Sangat kuat.
Lalu Caca Menarik lengan tangan wanita itu dan Membalas Apa yang Sudah Kirana perbuat Kepadanya.
Plak. Plak!!!
Dua kali Tamparan berturut-turut dari Caca Hinggap Di Pipi Wanita jahat itu. Membuat Kirana Kesakitan dan Mendorong Tubuh Caca hingga Terjatuh ke lantai.
"Awas saja kamu. Saya tidak akan Membiarkan kamu hidup bahagia Dengan Dion. Camkan itu." Bentak Kirana, lalu ia segera Meninggalkan Rumah Kediaman Yudianto itu dengan cepat. Karena ia sangat tahu Jam Pulangnya Mereka dari kantor.
Setelah kepergian Kirana. Caca Berusaha Untuk Berdiri Karena Ia masih tergeletak Di lantai. Pipi Caca Menjadi merah Akibat Bekas tamparan Kirana yang sangat kuat itu.
Kini ia masuk ke dalam kamarnya Sambil Berjalan pelan mengikuti Dinding menuju Kamar.
Tepat pukul Tiga sore. Mobil milik Dion Sudah Memasuki Halaman Rumah mereka. Setelah memarkirkan mobilnya Pemuda itu langsung keluar dari mobil dan Pergi Mencari Istrinya di dalam Sana.
"Sayang? Kamu di mana?" Panggil Dion. Dengan nada suaranya yang lembut.
Namun sudah beberapa kali ia memanggil-manggil Istrinya. Belum juga ada Sahutan Dari gadis itu. Membuat Dion Merasa cemas dan langsung berlari menuju arah kamar mereka.
Melihat tubuh Caca Yang Tergeletak di lantai Pemuda itu langsung Mendekati Istrinya dan Mengangkat Caca Hingga ke tempat tidur.
Dion Sangat Terkejut melihat Bekas tamparan Di wajah Istrinya itu.
"Sayang?" bangun sayang. Siapa yang sudah melakukan ini sama Kamu."
Dion Segera mengambil Minyak angin yang biasa Istrinya pakai. Ia pun Mengoleskan ke seluruh tubuh Istrinya.
"Badan Kamu Kok panas Gini si sayang, Apa kamu sakit?" Dion Menjadi Sangat cemas dengan Keadaan Istrinya yang Masih Belum sadarkan diri.
Ia pun mengambil Ponselnya di kantong celananya. Dan menghubungi Kedua orang Tuanya
"Halo. Pa."
("Ada apa Dion?") Balas Yudianto dari Sebrang sana.
"Pa. Caca pa, Caca pinsan dan Di Wajahnya Seperti bekas Tangan seseorang." ujar Dion
("Apa? Siapa yang sudah berani-beraninya melakukan Hal itu pada istrimu, Dion?")
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu pa. Sekarang Tubuhnya Sangat panas,"
("Ya sudah. Nanti kita bicarakan di rumah lagi, papa sama mama. akan segera pulang.")
Setelah sambungan Telepon itu Di matikan. Dion Segera pergi ke dapur dan mengambil Air hangat untuk mengompres Caca.
Dengan Penuh Rasa sabar Pemuda itu Mendampingi Istrinya yang sedang sakit. Walaupun ia belum tahu Siapa dalam Semua ini. Namun ia yakin kalau Kirana Yang sudah membuat Caca menjadi seperti ini.
"Ini semua pasti perbuatan Kirana. Awas saja Kamu Kirana, Aku bersumpah akan Menghancurkan mu." Ujar Dion. Dengan Sangat Marah.
Dan tidak lama kemudian Yudianto bersama istrinya pun Datang. Dan mereka langsung Menemui Dion Yang Berada di dalam Kamarnya.
"Apa yang terjadi sama caca, Dion." Ucap Siska
"Aku juga tidak tahu ma. Aku sampai di rumah Caca Sudah dalam keadaan seperti ini." Jawab Dion
"Apa tidak ada Tanda-tanda Orang yang masuk ke rumah ini Dion?" tanya Yudianto.
"Sebaiknya Kamu periksa CCTV Di ruang kerjanya Papa." pinta Yudianto menatap Putranya.
Dengan cepat Dion Pergi ke ruangan Yudianto. untuk Melihat Rekaman CCTV di dalam sana.
Dengan Wajah yang sangat marah. Dion Menatap layar dalam ruangan itu.
"Sialan Kamu Kirana!! Apa Maumu. kenapa kamu Melakukan ini sama Istriku." Ujar Dion Dengan Raut wajahnya yang Sangat Marah.
Ia pun kembali ke kamar.
"Bagaimanapun Dion?" apa ada yang mencurigakan?" Ucap Yudianto lirih menatap Dion.
Dan Pemuda itu Mengangguk Dengan antusias.
"Iya Pa. Semua ini adalah Ulah dari Kirana. Bakan Ia juga menampar Caca Hingga Menjadi Seperti ini." Ucap Dion.
Yudianto merasa tak tahan lagi. Dengan Perlakuan Kirana yang sudah melebihi batas Kemanusiaan.
"Jika Dulu Kita melaporkannya. Mungkin Caca tidak akan seperti ini," Ujar Siska Menatap Sedih pada Menantunya.
"Sudahlah Ma. Kita akan Balas semua Perbuatan Kirana, Saya berjanji akan Membuat Kirana Menyesali perbuatannya." Tegas Dion
Beberapa Menit kemudian. Caca Mulai sadar dan Memanggil Suaminya. Dengan cepat Dion Mendekati Sang istri dan Mencium Dahi keningnya.
"Sayang?" apa kamu baik-baik Saja. Kenapa tadi kamu Tidak Menghubungi aku. Saat Wanita jahat itu datang ke rumah Ini." Ujar Dion Mengelus Rambut Istrinya.
"Tidak Apa-apa Mas, aku Baik Kok." jawab Caca Tersenyum Menatap Suaminya.
__ADS_1
Namun Dion Tidak bisa menerima semua Perlakuan Kirana kepada istrinya. Dan ia berjanji Akan membalas semua itu. Walaupun kini Caca Sudah memaafkan Kelakuan Kirana. Namun bagi Dion Itu tidak akan Pernah Ia biarkan.