
Hari Demi Hari Tingkah Laku Istrinya Semakin Aneh-aneh Saja. Dion Merasa Kebingungan Ketika menghadapi Sikap Istrinya yang kadang Bawel kadang Cengeng. Namun Ia Juga Memahami Kondisi yang Sedang terjadi kepada Istri tercintanya itu.
Usai Pulang dari kantor Dion Harus mencari Buah Kelapa Mudah Yang Harus ia bawakan untuk Sang istri yang Sedang Ngidam berat sama Kelapa Mudah.
"Dimana Lagi Aku bisa menemukan Kelapa Mudahnya. Sementara Caca Pasti sangat berharap aku bisa Membawakan Kelapa Mudah untuknya," Gumam Dion,
"Apa Sebaiknya aku pergi ke kampungnya Caca Saja ya? Mungkin di sana aku bisa Menemukan Kelapa Mudah yang banyak."
Namun sesaat ia Kepikiran kalau ia pergi ke kampung halaman istrinya. Maka ia Akan Kemalaman untuk kembali Ke rumah. Dan itu akan Membuat Caca Marah Lagi.
Sementara ia Duduk di dalam mobilnya. Seorang Lelaki Dewasa lewat dari Depan mobinya sambil Membawah beberapa Buah Kelapa yang Tidak Terlalu tua. Dion pun Langsung keluar dari mobilnya itu. Dan ia memanggil Lelaki dewasa itu
"Pak. Tunggu pak!" Panggil dion, Sambil Mengejar lelaki dewasa itu.
"Ada apa Ya nak?" Tanya lelaki dewasa itu. Dengan Lembut
"Pak. apa Saya boleh Bertanya sedikit Kepada bapa?" Menatap lelaki dewasa itu.
"Kamu mau Tanya apa Nak, Apa kamu Mau Membeli Kelapa Saya?"
"Memangnya bapa lagi Jualan Kelapa ya pak? Saya memang mau Cari Buah Kelapa. Tapi Bukan Yang Sudah tua pak. Melahan yang Masih mudah. Soalnya Istri saya lagi ngidam Sama Buah Kelapa mudah." Tutur Dion.
Lelaki dewasa itu Tercengang mendengar cerita Pemuda yang Sedang Berdiri di depannya itu.
"Kelapa Mudah? Tapi Nak, Rumah bapa Sangat Jauh dari sini. Dan Sangat tidak mungkin kalau Bapa Harus Kembali ke rumah untuk Memetik Buah Kelapa yang masih mudah." Ucap Lelaki Dewasa itu
"Gimana kalau saya saja Yang Mengantarkan Bapa pulang ke rumah. Masalanya saya sangat butuh Kelapa Mudahnya pak," Dion Memohon pada lelaki dewasa itu.
"Baiklah Nak, Jika memang kamu tidak merasa keberatan Dengan Penampilan bapa Seperti ini. Untuk Masuk Ke dalam Mobilmu."
Namun Dion Sama sekali tidak perduli dengan Penampilan Kumu Dari Lelaki dewasa itu. Karena baginya Ia harus bisa Mendapatkan Apa yang Caca minta.
Setelah Mobil Milik Dion Sampai di Rumah Lelaki Dewasa itu. Dion Langsung keluar bersama Lelaki tersebut.
"Maaf pak. Apa ini Rumahnya bapa?" Lirik Dion Menatap rumah kecil yang Hanya Berdinding Kardus Bekas.
__ADS_1
Dengan Penuh rasa malu Lelaki dewasa itu Mengangguk Di depan Dion.
"Iya Nak. Inilah rumah bapa," Singkat Lelaki itu.
Membuat Dion Merasa Kasihan dengan Rumah Kediaman Lelaki Dewasa itu.
"Apa bapa Tinggal bersama keluarga di sini? Atau Sama Anak-anak bapa?" kembali bertanya.
"Dulu bapa Memang Memiliki Keluarga yang Utuh. Namun Karena kekurangan Bapa Anak dan Istriku pergi Entah Kemana." Jawab Lelaki itu dengan Sangat Sedih.
Dion pun Merasa terharu dengan Cerita Lelaki itu.
"Oya nak, Kamu Mau Perlu berapa Kelapa mudah. Biar bapa Cepat ambilkan Kasihan Istrimu di rumah. Pasti sudah menunggu," Ujar Lelaki itu.
"Aku mau Tiga buah Saja Pak," Jawab Dion Dengan cepat.
Lalu Lelaki itu Pun Segera pergi memanjat Pohon kelapa yang Tidak jauh dari rumahnya itu. Dion hanya Duduk Sambil Menatap Lelaki dewasa yang Sedang memanjat pohon dengan Sangat Susah.
"Kasihan Bapa itu, Apa Sebaikanya aku Ajak dia Ke Rumah Saja ya?" Gumam Dion Berbicara Sendirian.
Hari Semakin Sore. Namun Dion Belum Kembali. Membuat Caca Merasa Khawatir Dengan Suaminya yang Belum Juga pulang Dari Kantor.
Melihat Caca yang Sedang Berdiri di Depan Jendela Ruang tamu. Siska Langsung datang Menghampiri Menantunya itu.
"Ca?" Kamu sedang apa di situ, Tidak baik Untuk Wanita hamil Berdiri di situ." Tegur Siska kepada Menantunya.
Dengan cepat Caca Mengalihkan Pandangannya Ke arah belakang.
"Iya ma. Aku Lagi Nungguin mas Dion, Ma. Kayaknya Mas Dion. Masih di kantor deh ma." Ujar Caca
Siska hanya Tersenyum Hangat menatap ke arah Menantunya itu.
"Mungkin Dion Lagi Ada urusan. Jadi Kamu Bersabar saja ya," Ucap Siska. Sembari Tersenyum
"Iya ma." Singkat Caca.
__ADS_1
\*\*\*\*
Dion Merasa sangat Senang karena bisa Menemukan Kelapa mudah untuk istrinya. Ia sangat Berterimakasih pada Pak Jimmy Yang Sudah Membantunya Mendapatkan Buah Kelapa Mudah Tersebut.
"Terimakasih banyak Pak. Berkat bapa Saya bisa Mendapatkan Buah Kelapa ini." Ujar Dion. Dengan Sangat Senang
"Iya Nak. Jika kamu Butuh Kelapa Mudahnya lagi. Kamu bisa Sekalian Mengajak Istrimu datang Ke sini." Ucap Pak Jimmy.
"Iya pak Makasih banyak. Kapan-kapan Kami pasti akan Ke sini lagi," Jawab Dion. Sambil memberikan Beberapa Lembar uang Berwarna merah kepada lelaki dewasa itu. Sebagai Ucapan Terimakasihnya.
"Ini terlalu Banyak Nak. Tidak Sesuai dengan apa Yang Kamu Bawah." Ujar Jimmy. Melihat uang Yang Berada Di tangannya.
"Tidak apa-apa Pak. Kalau Bukan Karena berkat bapa. saya Pasti sangat kesusahan Untuk Mendapatkan Buah Kelapa Mudahnya pak." Sambung Dion. Lalu ia pun Segera Berpamitan pada Jimmy. Karena Mengimang hari Sudah Sore.
Lelaki dewasa itu Sangat Berterima kasih pada Pemuda itu. Selain ia memiliki Wajah tampan Namun hatinya juga Begitu baik.
"Kamu pemuda Yang sungguh baik Nak, Istrimu Pasti sangat beruntung Memiliki Suami seperti mu." Gumam Jimmy. Menatap mobil milik Dion. Yang Sudah Pergi Meninggalkan pekarangan Rumahnya.
Setelah Mobil Milik Dion Tidak Terlihat lagi Olehnya. Jimmy Segera masuk Ke dalam Pondok Kecil yang Selama ini Ia Tinggali. Walaupun Kehidupan Lelaki itu Sangat Sederhana Namun ia Selalu mensyukuri Apa Yang Sudah ada Padanya Saat ini.
"Akhirnya aku bisa Membelikan Beberapa Bahan Makanan Untuk Aku Makan Hari ini." Ucap Jimmy. Tersenyum menatap Lembaran uang Yang Di berikan Oleh Dion tadi.
Sementara Dalam Perjalanan Pulang Dion Terus Mempercepat Mobilnya agar ia bisa Segera Tiba di Rumah. Namun Kondisi Jalanan Sangat macet. Membuat Pemuda itu Harus Menunggu dengan Penuh kesabaran.
"Semoga aku Bisa sampai rumah dengan Cepat. karena aku Sangat Khawatir dengan Caca," gumam Dion. Kembali Melajukan Mobilnya Dengan cepat Agar bisa segera sampai.
Hari semakin Gelap Dion Masih saja belum kembali Ke Rumah. Membuat Gadis muda Itu bertambah Khawatir.
"Apa Dion, Belum juga Pulang Ca?" tanya Yudianto. Yang Sedang Duduk di Ruang Tamu.
Gadis itu hanya bisa menggelengkan Kepalanya Dengan Pelan.
"Belum pa. Mungkin Mas Dion, Masih di kantor." Jawab Caca.
"Duduklah di sini Dulu. Kita Tunggu Dion Sampai Pulang." pinta Yudianto.
__ADS_1
Lalu Caca Segera duduk di samping Kedua Mertuanya. sambil Menunggu Sang suami Kembali.