
Suasana Rumah Mila Terlihat sangat berantakan Seperti kapal Pecah. Ia Sangat marah karena Dion Bisa Kabur dari mereka. Tidak lama Kemudian Wanto Kembali Usai dari mencari Dion. Pria bertubuh besar Itu Tidak berhasil menemukan Dion. Sehingga membuat Mila Semakin Geram Dan Bertambah Emosi.
Kepada Wanto.
Dari luar sana Terdengar Suara Ketukan Pintu. Mila Dan Wanto Saling bertatapan Ketika Mendengar Suara ketukan pintu Dari Depan sana.
"Siapa yang datang. kenapa Bisa ada orang Datang kesini!" ucap Mila
"Mungkin itu adalah Orang Tua Kamu bos. Kan Mereka Tinggal di sini Juga Kan."
"Iya Benar juga. Aku harus memberikan Pelajaran kepada mereka berdua Karena mereka Sudah Berani Melepaskan Dion Dari sini!" ujar Mila. Lalu ia segera Pergi Membukakan Pintu.
Namun ketika Pintu sudah di Buka Mila Merasa sangat terkejut Ketika Melihat Beberapa Orang petugas yang sedang berada di Luar Rumahnya.
"Selamat pagi. Bu Mila!" Sapa Salah Satu petugas yang Sedang Berdiri di depan Mila.
"P-pagi. Pak, Ada yang bisa aku bantu?" Tanya Mila Dengan sedikit Gugup.
"Kami Ke Sini atas Laporan dari pak Dion Pranata. kalau Ibu Mila Sudah melakukan Berbagai macam tindakan kejahatan pada Pak Dion dan juga Istrinya. Jadi Kedatangan kami kesini ingin Membawah Bu Mila Ke Kantor polisi Untuk Mempertanggung jawabkan semua perbuatan Anda.
"Itu bukan Saya Pelakunya pak. Mereka Hanya main Tuduh sembarang saja. lagi pula mereka tidak punya bukti apapun untuk menangkap saya!" Ucap Mila.
"Silakan Kamu Bicara di kantor saja. Kami Hanya menjalankan tugas Kami." Ucap Petugas itu kembali. Lalu ia segera Menarik lengan Tangan Mila Dan Menariknya dengan cara paksa Hingga ke Mobil. Sementara Wanto juga sudah berhasil di ringkus oleh para petugas pada saat ia ingin kabur dari Pintu Belakang. Kini Wanto dan Mila Sudah berhasil mereka Bawah ke Kantor polisi. Dion dan Caca merasa Bahagia ketika melihat Mila Sudah berhasil di Bawah oleh para petugas. untuk menjalankan Hukuman atas kesalahan yang sudah Mereka perbuat Selama ini.
"Akhirnya Mereka Berhasil di tangkap. Aku merasa Lebih tenang Sekarang Karena Mila Sudah Tidak ada lagi Di Sekitar kita." menatap Istrinya.
"Tapi Masih ada Kinan, mas. Apa kamu sudah Lupa dengan Kinan Yang lebih kejam Dari Mila,"
"Dia pasti juga akan Mengalami nasip Yang sama Seperti Mila. Sayang, Karena Cepat atau lambat Dia pasti akan segera di tangkap."
"Memangnya Mas udah Laporin dia?" tanya Caca Kembali.
Dan di anggukkan oleh Dion.
"Iya sayang." Singkat Dion.
Lalu Dion mengajak istrinya untuk segera pulang ke rumah Karena ia masih merasa Ngantuk Di karenakan semalam Dion Kurang tidur.
__ADS_1
Setelah Tiba Di Rumah Kediaman Yudianto pranata. Caca Segera Keluar Dari Mobil dan Berlari ke dalam rumah. Tanpa mempedulikan Dion Sedang memanggilnya Dari Luar sana. Caca Langsung Menaiki Anak Tangga Menuju kamar mereka Untuk mencari Anaknya Yang ia Titipkan pada Bu Fatma.
Sementara Yudianto yang sedang duduk di sofa Ruang tamu Merasa heran ketika melihat Menantunya yang sedang berlari ke atas sana.
"Dion!" Yudianto memanggil Dion Yang baru saja masuk ke dalam Rumah.
"Iya pa. Ada apa?" Tanya Dion.
"Apa yang terjadi pada Istrimu. Kenapa dia Terlihat buru-buru Seperti itu,"
Dan Dion Seketika Menoleh kepada ibunya yang Sedang Duduk Bersama ayahnya.
"Aku juga tidak Tahu pa. Mungkin Caca Ingin Melihat Dede Di dalam kamar. Aku ke kamar dulu Pa. Mau Menemui Caca," Ucap Dion Kembali.
"Tunggu Dion." Panggil Yudianto Ketika melihat Dion melangkah pergi. Lalu Dion menghentikan Langkahnya Ketika Mendengar Suara ayahnya.
"Ada apa pa?" Dion Mendekati ayah dan ibunya. yang Sedang Duduk di sofa.
"Ada yang harus papa Bicarakan dengan kamu. Sebaiknya kita keluar saja." Ucap Yudianto.
Dion Mengangguk Dan mengikuti Ayahnya Hingga ke luar rumah.
"Sebenarnya Caca Masih Menghawatirkan Kinan Pa, Dan Dia masih Trauma dengan wanita itu. Tapi sebenarnya saya sudah melaporkan Kinan Agar segera Di tangkap." Jawab Dion
"Itulah Yang Sebenarnya Papa takutkan Dion. Jika Kamu Ingin Istrimu bahagia, Lakukan yang terbaik untuk Istri dan anakmu." Ujar Kembali Yudianto menatap serius pada Dion.
Dion Kembali mengangguk.
"Pergilah Dan Bujuk Istrimu untuk Kembali Ke rumah Kita yang lama. Atau Ajak mereka ke Tempat Di mana Bisa Membuat istri dan anakmu Bahagia Dion."
"Iya pa," Singkat Dion. lalu ia segera Pergi ke kamar untuk menemui istri dan anaknya di dalam kamar.
Kini Dion berjalan mendekati Caca yang sedang Menggendong anak Mereka.
"Sayang. Apa Dede Sudah tidur?" Tanya Dion. Ketika Sudah berada di samping Caca.
Caca Mengangguk. Dan Tersenyum Menatap Suaminya.
__ADS_1
"Sayang. Kita Pergi liburan yuk, kan Selama Ini Kita sangat jarang Pergi liburan Berdua." Bujuk Dion.
"Kemana mas. Kok Tumbenan Mas Dion, Mau Ajak aku Sama Dede jalan-jalan." Balas Caca.
"Memangnya kamu sama Dede, Nggak mau Ikut liburan dengan aku Ya," Menatap Istrinya.
Caca Menggelengkan Kepalanya.
"Kenapa?" Tanya Dion Penasaran.
"Dulu Kita berdua pernah liburan mas. tapi yang ada Mala kekacauan yang terjadi. Jadi aku Udah Tidak mau lagi Jalan-jalan." Keluh Caca Dengan wajahnya yang Sedikit Cemberut.
"Aku janji Kali ini tidak akan terulang lagi." Sahut Dion Dengan Serius Menatap Istrinya.
Akan tetapi Caca masih saja Menggelengkan kepalanya. Sehingga membuat Dion tidak bisa Memaksa Kemauan Istrinya itu.
"Baiklah. Jika Memang Kamu Sama Dede nggak mau. Tidak apa-apa Kok," Ucap Dion Sambil mengelus-elus Pipi Sang buah hati
"Yank, Aku Tidur sebentar dulu ya. Udah ngantuk banget." Ucap Dion Lalu ia segera merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.
Ketika melihat Suaminya sudah tertidur Caca Membawah Anaknya keluar dari kamar. Agar Tidak Mengganggu Dion yang lagi Beristirahat.
Caca Dan anaknya berjalan keluar Tiba-tiba Yudianto Memanggilnya.
"Caca." Suara Yudianto memanggil Dan Seketika Membuat Caca Menghentikan langkahnya Ketika Sudah di depan pintu lalu ia menoleh Ke Sumber Suara yang sedang memanggilnya.
"Duduklah Di sini Sebentar Nak. Papa mau Bicara DenganMu."
Lalu Caca Bersama Anaknya segera Berjalan Ke Arah Yudianto Dan duduk Di sofa Samping Ayah mertuanya.
"Ada apa pa." Ucap Caca Menatap Ayah mertuanya.
"Caca. Papa Ingin Memberitahukan Sesuatu sama kamu. Ini Sangat penting Untuk Perusahaan kita, Jika kamu bisa membantuku Maka aku Sangat berterima kasih padamu Nak," Ucap Yudianto. Menatap Serius pada Menantunya.
"Soal apa pa?" Ulang kembali Caca.
"Saya mau kamu Membantu Dion untuk Mengurus beberapa Perusahaan Kita di Luar kota. Itu pun Kalau kamu Mau membantu, Jika Kamu tidak bisa. Papa Tidak Memaksa kamu Nak, Selama ini Papa selalu berharap agar kamu bisa Membantu Dion Dalam Segala Pekerjaannya." Ujar Yudianto Kembali.
__ADS_1
Dan Caca hanya Termenung Karena ini pertama kalinya Ia di Minta oleh Yudianto untuk Membantu Mengelola Bisnis Keluarga Pranata. Selama ini ia hanya Bekerja Mengurus Anak Dan juga Suaminya dirumah. Entah kenapa Sekarang Ayah mertuanya Bisa Memintanya untuk Bisa Membantu Dion Dalam urusan Pekerjaan Di perusahaan milik Keluarga Pranata