
"Kemana perginya Istri dan anakku, Ver. Apa mereka baik-baik Saja?" Ucap Dion Dengan sangat sedih menatap Asisten pribadinya itu.
Verry hanya Mengangguk Pelan Dan Membantu Dion, Masuk ke dalam mobil.
"Kita Ke kampung sebelah ya bos, Aku yakin Non Caca dan juga den Geral, pasti tidak apa-apa kok," ucap Verry. Berusaha tenang di depan Dion.
"Tapi bagaimana jika terjadi Sesuatu sama mereka ver, Semua ini salahku. Kenapa aku tidak pernah menghubungi mereka," Ucap Dion Merasa bersalah pada istri dan anaknya.
"Tenang bos, Aku Sangat yakin. Non Caca dan Keluarganya Selamat dari Longsor itu." Ucap Kembali Verry. Lalu mereka berdua segera meninggalkan Halaman Rumah Caca. yang kini hanya tersisa Tanah yang menutupi seluruh halaman rumah itu.
"Bagaimana aku bisa tenang Ver, Sementara istri dan Anakku, juga ayah mertuaku. Belum aku ketahui Keberadaannya," Menatap Verry Dengan sangat Sedih.
"I--iya. Aku memang paham Isi hati bos sekarang ini, Tapi Kita tidak boleh Menyerah dulu Bos. Siapa tahu Mereka Bisa Terhindar dari Badai itu dan kini mereka lagi berlindung di tempat lain," ujar Verry. Walaupun ia sendiri belum yakin keberadaan Istrinya Dion. Namun ia terus berusaha Agar Dion tidak terlalu Bersedih.
Setibanya di kampung sebelah mobil Verry dan Dion segera di parkir di depan Sebuah Rumah yang juga Tertimpa oleh sebuah pohon besar. Dion semakin bertambah Cemas dan Khawatir ketika melihat kampung itu juga terkena Oleh badai. Ia semakin bertambah Putus asa karena Kini ia sudah benar-benar kehilangan Istri dan anaknya. pemuda itu seketika Langsung Tersungkur Hingga ke bawah tanah. Membuat Verry Merasa Kasihan dengan Majikannya itu.
"Sebentar bos, saya mau Ke sana dulu." ucap verry. ketika melihat seseorang sedang berjalan
Lelaki Muda itu Hanya Mengangguk Pelan.
"Permisi. Pak," Sapa Verry dengan pelan pada lelaki dewasa itu.
"Iya Nak, Ada apa?" tanya lelaki itu.
"Maaf pak, saya mau Bertanya sedikit sama bapa. Kebetulan istri dari Bos saya, Tinggal di kampung sebelah sana. Tapi saat kami kesana Rumah istri dari bos saya Itu sudah tertimbun oleh longsor. Apa kira-kira bapa tahu Tempat pengungsiang warga di sini dan Ujun sana pak?" Tanya Verry.
"Kedua kampung Ini Sudah di Bawah Ke Kota, Oleh Petugas. mengingat Badai susulan yang akan Terjadi kembali di kampung kami ini, Jadi mereka semua di bawah ke kota." Jawab Lelaki dewasa itu. dengan Baik
"Oh. Begitu ya pak, Kira-kira Mereka pergi ke kota yang Mana ya pak, Siapa tahu kami bisa menemukan Istri dan anak, Dari Bos saya pak."
"Kalau Soal itu saya juga tidak Tahu pasti. Karena saat saya Sudah tiba di sini Mereka baru saja pergi,"
"Memangnya bapa Tinggal di daerah mana pak?" tanya Kembali Verry.
"Saya Tinggal di Ujung Jalan Bawah. Dan Kebetulan saya Punya beberapa Lahan tanah di sini. Makanya saya ke sini untuk mengeceknya Namun semua Tertimbun oleh longsor dan Banjir Sejak Semalam."
__ADS_1
"Jadi badai ini Dari semalam ya pak?"
"Iya Nak. Untung saja tidak memakan korban, Karena saat badai berlangsung Para warga sudah berada Di Tempat yang aman Semua,"
"Syukur Alhamdulillah. Ya pak, Karena tidak ada korban jiwa dalam Badai ini." Ucap Verry.
"Iya Nak,"
"Baiklah pak, saya permisi dulu Untuk Mengabari Bos saya, agar dia Tidak Merasa sedih lagi."
ucap verry. Berpamitan pada Lelaki dewasa itu
Dan Segera di anggukkan oleh lelaki itu.
Melihat kesedihan Dion. Lelaki muda itu segera mendekatinya dan mengajaknya Kembali dalam Mobil.
"Gimana, Ver. apa ada kabar tentang Caca dan Anakku?" Lirik Dion.
"ada bos, Katanya Tidak ada korban jiwa saat badai berlangsung. karena mereka sudah berhasil mengungsi ke tempat yang lebih aman Sebelum badai. akan tetapi para warga di tempat ini Sudah di bawah oleh petugas keamanan ke Kota," Jawab Verry Dengan Cepat.
"Ke Kota? Maksud kamu, mereka di bawah ke kota Yang mana?" Tanya Dion dengan Cepat.
"Kemana mereka membawah istri dan anakku,dan juga ayah mertuaku. Bagaimana bisa aku Menemukan mereka jika Kita sendiri belum tahu tempat mereka." Ucap dion kembali
Kini Kedua Lelaki itu Kembali ke kota dengan Perasaan yang hampa. Dion masih terlihat Sedih dengan apa yang sudah menimpa Keluarga kecilnya. Ia terus berusaha menghubungi Ponsel Istrinya. namun masih saja tidak bisa di hubungi Membuat lelaki muda itu bertambah Kecewa.
Setibanya di rumah Dion Langsung masuk tanpa menghiraukan Kedua Orang Tuanya yang tengah duduk di Sofa ruang tamu. Yudianto Merasa Heran dengan sikap putranya yang tiba-tiba Menjadi Aneh seperti itu.
"Ada apa dengan Dion, Ya ma. kok dia terlihat Lemas Begitu?" Tanya Yudianto. Melirik Istrinya.
"Mana Ibu tau pa, Pasti dia Merindukan Istri dan anaknya," jawab Siska.
Dan Yudianto hanya mengerutkan Dahinya.
"Verry!" Panggil Yudianto saat melihat verry.
__ADS_1
"Iya Pak." Jawab Verry dengan pelan
"Apa yang terjadi dengan Dion, Kenapa ia terlihat sangat lesu dan tidak Punya Semangat,"
lelaki muda itu merasa bingung harus menjawab apa kepada kedua orang tuanya Dion. namun jika ia tidak memberitahu mereka. maka ia juga akan merasa sangat bersalah karena sudah menyembunyikan tentang apa yang menimpa keluarga Caca.
"Verry?" Apa yang sebenarnya Sudah terjadi? kenapa kamu Hanya diam saja." Ucap kembali Yudianto dengan Penasaran.
"Begini pak, Bu. Sebenarnya kami Baru Saja Balik dari kampung Non Caca, pak," jawab Verry dengan sedikit Gugup.
"Lalu, Bagaimana Keadaan Cucu dan menantukku, Verry. Apa mereka baik-baik Saja?" Sambung Siska.
"Kampung Halamannya non Caca. Terkena Badai Yang Cukup besar Pak, Bu. Dan Rumah non Caca Juga sudah habis tertimbun oleh longsor." Jawab Verry. Dengan sangat pelan.
"Apa? Kampung Caca Terkena badai? Lalu bagaimana Keadaan Mereka di sana Ver, Apa Mereka Baik-baik Saja? dan Kenapa kalian pulang Hanya berdua. dimana Caca dan juga Cucuku, verry?? menatap Verry
"M--mereka, Mereka sudah tidak ada di kampung itu lagi pak, Karena mereka sudah di bawah ke kota. akan tetapi tidak ada yang tahu kemana Non Caca dan keluarganya di Bawah." Jawab kembali Verry.
Kedua orang dewasa itu langsung Tertunduk lesu dan sedih ketika mendengar apa yang sudah terjadi di kampung halaman Istrinya Dion.
Mereka Sangat Merasa bersalah karena sudah Membiarkan keluarga Caca tinggal di kampung.
"Kemana kita harus mencari Cucu dan menantu, Kita Bu, Dan Semoga mereka baik-baik saja." Gumam Yudianto dengan raut wajahnya yang sangat Menyesal karena sudah Membiarkan Caca dan Cucunya tinggal di kampung.
"Ibu juga tidak tahu pak, Coba Saja Mereka tetap Bersama kita. mungkin Tidak Akan terjadi Hal Seperti ini." Jawab Siska Dengan sangat Sedih.
"Ada apa dengan Ibu sama Bapa, Nak Verry?" Tanya Fatma. Penasaran
"Itu loh Bi, Non Caca dan Anaknya juga Ayah non Caca, Tidak ada di kampungnya." Jawab Verry Berbelit-belit.
"Tidak Ada bagaimana, Nak Verry?" kembali Bertanya.
"Kampungnya Non Caca Lagi tertimpa badai Bi, Dan Semua Rumah di kampung itu Tertimbun oleh longsor."
"Apa? Lalu bagaimana keadaannya Non Caca Juga anaknya, Nak Verry. Apa mereka sudah di temukan?" Ucap Fatma dengan cemas.
__ADS_1
"Mereka Tidak apa-apa Bi, Hanya saja Mereka Sudah di bawah oleh para petugas ke kota. Tapi Nggak tau kalau di kota mana Mereka Membawah Non Caca bersama keluarganya." Jawab Kembali verry.
Fatma sangat Terpukul mendengar semua yang terjadi kepada keluarga Caca. Ia merasa sangat Khawatir dengan kondisi anaknya Caca Yang masih terlalu kecil dan juga Heru yang sudah sakit-sakitan.