
Beberapa bulan kemudian. Geral sudah mulai tumbuh menjadi anak yang lucu dan Di sayangi oleh Yudianto dan Istrinya. Sejak geral sudah mendekati usianya yang hampir Setahun. Suasana rumah itu Berubah menjadi sangat Ribut dengan suara anak kecil yang sedang berlari Di dalam rumah besar itu.
Pagi ini Dion Dan Yudianto Hendak berangkat ke kantor. Dengan senyuman yang sangat bahagia lelaki dewasa itu Mendekati Cucunya yang sedang bermain di Ruang tamu.
"Selamat pagi, Cucu opa yang tampan. Apa sudah minum Susu Atau masih belum, Cucunya opa ini?" Tanya Yudianto. Sambil berjongkok Di Dekat cucunya yang sedang bermain bersama Fatma dan juga verry
"Caca kemana?" Tanya Dion. pada Fatma.
"Non Caca, Lagi di belakang den. katanya mau bikinin bubur den kecil." sahut fatma.
pemuda itu langsung pergi mencari Istrinya yang sedang berada di Dapur.
"Sayang, Aku sama ayah berangkat dulu ya. Kamu jangan kemana-mana Tetap di rumah untuk jagain anak kita." ucap Dion. sambil memeluk Istrinya dari belakang.
"Iya. mas," Singkat Caca. yang tengah sibuk memasak Bubur untuk anaknya.
"Janji nggak bakalan kemana-mana?"
Lalu Gadis itu Membalikkan tubuhnya hingga Menghadap pada Dion.
"Iya. Suamiku yang Bawel." Sahut Caca Kembali Sambil mencubit hidung mancung milik suaminya.
"Jagain putra kecil kita ya sayang, aku nggak lama kok,"
Dion masih tidak ingin melepaskan pelukannya dari sang istri. namun Caca Mendorong tubuh suaminya hingga lepas.
"Kok gitu si Sayang?" aku kan Masih pengen bermanja-manja dengan kamu." Rayu Dion.
"Udah Tua, Masih saja pengen di manja. sana berangkat, Nanti papa bisa marah sama kamu!" Cetus Caca. menatap Suaminya.
"hehehe. Iya deh sayang, Aku ke kantor dulu ya. Jagain Anak kita dengan baik."
lalu pemuda itu Mencium dahi kening istrinya. lalu ia segera Pergi.
Caca hanya Menggelengkan Kepalanya saat melihat Sikap manja dari Suaminya itu.
"Mas Dion, mas Dion. Kamu kok nggak pernah berubah Si!" gumam Caca. Sembari tersenyum menatap punggung suaminya itu.
"Hai. Kesayangannya papa, Pintar-pintar di rumah ya sayang, Jagain mama. Sama oma, Dan juga bibi. Papa sama opa, mau Ke kantor dulu." Ucap Dion. Memeluk anaknya dengan Sangat senang
__ADS_1
Setelah ia berpamitan pada anaknya. pemuda itu langsung berjalan keluar Dan segera pergi bersama ayahnya ke kantor.
"Ayo kita masuk Den kecil. Papa sama opa kan Udah pergi," Ucap Fatma. Mengajak Anak Dion untuk masuk kedalam rumah.
Dalam perjalanan menuju ke kantor. Dion bersama Yudianto Melihat Kirana Sedang berjalan Dengan seorang pemuda yang belum pernah dion Lihat sebelumnya.
pemuda yang bersama Kirana Terlihat Sangat Lain dari para pemuda yang pernah Dion lihat saat bersama Gadis itu.
"Sejak kapan Kirana Memiliki teman Seperti itu." gumam Dion. Sambil terus menatap gadis yang Sedang berjalan dengan pemuda itu.
"Itu bukannya Kirana! Dia lagi bersama siapa?" Tanya Yudianto.
"Aku juga tidak tahu pa. Bakan aku juga baru melihat pemuda itu!" jawab Dion. yang masih memperhatikan Kirana bersama pemuda itu.
"Verry. sebaiknya kita Berhenti dulu!" ucap Yudianto.
"Baik. Pak," Sahut Verry. lalu ia segera memberhentikan mobil tersebut sesuai permintaan Yudianto.
"Papa mau ngapain? sebaiknya kita tidak usah Terpengaruh dengan Gadis itu dulu pa." ujar Dion. merasa heran saat melihat ayahnya sudah keluar dari balam mobil.
"Kamu tetap di sini. Biar papa yang pergi Menemui Kirana!" ucap Yudianto. Menatap Dion dengan tegas.
"Kirana!" Panggil Yudianto. dengan Nada Suaranya yang kasar.
Wanita muda itu berbalik ke sumber suara yang sedang memanggil namanya itu.
Ia sangat terkejut ketika melihat Yudianto sedang berjalan mendekati Mereka.
"Om Yudianto?" Kenapa bisa Berada di sini ya," Gumam Gadis itu menatap Yudianto.
"Kirana. Dari mana saja kamu! Dan Siapa lelaki ini?" Menatap Kirana.
"S-saya. Saya, Tidak kemana-mana kok om." jawab kirana. dengan Gugup
"Siapa lelaki ini! kenapa kalian Sangat akrab. apa dia ini Suruhan kamu Untuk membunuh Menantuku?" tegas Yudianto. dengan Emosi
"Nggak om. Dia adalah temanku Om," Jawab Kirana.
"Teman?" Apa benar kamu adalah temannya?" Atau kamu memang Suruhan gadis Jahat ini!"
__ADS_1
Kini Tatapan Yudianto. tertuju pada Diko
Pemuda itu hanya menggelengkan Kepalanya Di depan Yudianto. karena ia tidak bisa Berbicara apa-apa sehingga ia hanya bisa menggelengkan Kepalanya.
"Om. Dia tidak berbicara Karena dia bisu om, Tolong jangan Marahin diko, om. Dia tidak tahu apa-apa Soal yang om Bicarakan itu." Ucap Kirana. Dengan penuh permohonan.
Yudianto merasa Heran melihat sikap Kirana yang kini sangat berbeda.
"Saya minta maaf Om, Mungkin Selama ini saya mencoba untuk Memisahkan Dion dan juga Caca. Hingga apa pun yang selalu saya perbuat untuk bisa mencelakai Caca, Tapi sekarang Aku tahu Semua itu nggak mungkin aku Dapatkan lagi. Jadi tolong om, maafin aku dan semua kesalahanku sama keluarga om." Kirana meminta maaf pada Yudianto.
Lelaki dewasa itu hanya menatap Kirana Dengan Bingung karena selama ini kirana selalu membohongi Keluarganya Hingga Hampir mencelakai Menantunya. Namun kini sikap Kirana Jauh berbeda dari sebelumnya. Kirana yang dulu sangat kasar dan Jahat. kini menjadi lemah lembut dan Penuh Kesabaran untuk mengahadapi Sikap Lelaki bisu itu.
"Apa gadis ini memang sudah benar-benar berubah? atau ini hanya sebatas sandiwaranya untuk mengelabuhiku." Gumam Yudianto. penuh Pertimbangan di dalam hatinya.
"Saya belum bisa percaya dengan semua perkataan kamu Kirana! Karena pada dasarnya kamu selalu melakukan hal-hal yang Tidak kami Ketahui." Ujar Yudianto Kembali menyinggung Kirana.
"Saya tidak meminta om, untuk mempercayai aku om. Yang aku harapkan hanya om bisa Memaafkan semua kesalahanku."
"Jika kamu memang sudah benar-benar berubah. Maka orang yang harus kamu datangi untuk meminta maaf atas Semua yang kamu perbuat Adalah Menantuku. istrinya Dion," Ujar Yudianto menatap kirana.
Dengan cepat Wanita muda itu Mengangguk
"Baiklah Om. Saya janji Saya akan datang ke rumah om, Untuk meminta maaf sama Istrinya Dion dan juga Dion." Jawab Kirana. Sembari tersenyum
Sementara Yudianto hanya mengerutkan dahi keningnya dengan penuh Kebingungan.
"Om. kami ke pasar dulu mau Jualin ayam." Ucap Kirana. Sambil Mengajak Diko.
Lelaki dewasa itu hanya bisa memandangi kepergian Kirana dan juga Lelaki muda yang katanya bisu.
Setelah Yudianto Kembali ke mobil. Dion hanya menatap datar Wajah ayahnya yang terlihat bingung.
"Ada apa Pa?" siapa Pemuda yang bersama Kirana itu," Lirik Dion
"Papa juga tidak tahu siapa dia. yang jelas papa merasa ada yang Aneh terhadap Kirana." ujar Yudianto. Menatap Dion dengan serius
"Maksudnya papa gimana ya? Aku tidak mengerti."
"Kita lihat saja nanti. Katanya dia mau Menemui kamu dan Istrimu."
__ADS_1
Dion dan Verry saling bertatapan dengan penuh kebingungan. Lalu mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka ke kantor. karena waktu sudah menunjukkan pukul Sembilan pagi.