Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 91: Ulang Tahun Putranya


__ADS_3

Kini hari ulang tahun putra dari Dion dan Caca telah tiba. Suasana hati Dion masih terlihat canggung Seakan ia tidak mampu melewati semuanya tanpa kehadiran istrinya di samping mereka.


"Selamat hari ulang tahun. Kesayangan papa dan mama, Moga Dede cepat besar. Dan semoga kita bisa kembali bertemu dengan Mama, Amin." Ucap Dion Menciumi Pipi sang anak berulang-ulang kali.


Dan semua para tamu undangan yang datang ke Acara ulang tahun anak dari Dion pun Memberikan selamat kepada Putra semata wayang Dion dan Caca. Hari itu Dion dan keluarganya membuat acara yang sederhana dan tidak terlalu Mewah Untuk Merayakan Hari kelahiran Putranya. Namun Karena kebaikan Yudianto dan Dion kepada Semua Orang sehingga acara hari ulang tahun anaknya itu terlihat Sangat meriah Karena banyak para tamu dan juga kerabat Yudianto datang ke acara ulang tahun itu.


Namun Dion masih berdiri dan menatap ke arah depan sana. Berharap istrinya akan segera datang karena hari ini adalah hari yang paling di nanti-nantikan Oleh Caca beberapa bulan yang lalu.


"Sayang, Apa kamu tahu Usia anak kita hari ini sudah Satu tahun. Kamu sangat mengharapkan Di usianya yang setahun. Kita akan Membuat pesta kecil-kecilan Untuk Merayakannya. Namun Saat ini kamu tidak ada di samping kami, Aku sangat Merindukan Kamu sayang," Ucap Dion Dengan sangat Sedih.


"Den Dion, Apa kamu baik-baik Saja?" Tanya Fatma.


"Bibi, Aku sangat merindukan dia Bi, Dimana dia sekarang. Kenapa dia Tidak pernah Kembali ke sini lagi Bi," Ucap Dion Menatap Jalan di depan rumah mereka.


"Sabar den, Mungkin saat ini non Caca Juga sangat merindukan den Dion dan Juga den Kecil. Semoga saja Kalian bisa cepat di pertemukan Kembali." balas Fatma. Berusaha menghibur Dion


"Iya Bi. Semoga dia dalam keadaan yang baik-baik Saja." Ucap Dion Kembali.


\*\*\*\*


Sementara di tempat lain Caca Menyalahkan Lilin kecil di dalam kamarnya. untuk merayakan hari ulangtahun Putranya. Ia sangat Sedih karena di hari Bahagia anaknya. Ia tidak bisa berada di sampingnya.


"Selamat hari ulangtahun Nak, Semoga Dede Selalu dalam lindungan yang maha kuasa. Mama Sangat merindukan Dede," Ucap lirih Caca. Sambil bercucuran air matanya menatap Cahaya lilin itu.


Tok tok! Suara ketukan pintu di depan kamarnya.


gadis itu pun segera beranjak dari tempat duduknya. dan mengusap wajahnya dengan selimut yang berada di sampingnya.


Ceklek! pintu di buka perlahan oleh Caca.


"Tuan, Kenapa malam-malam Begini tuan Mengetuk Pintu kamarku?" tanya Caca Dengan Kebingungan.


"Apa kamu sudah ngantuk?" tanya Stefan dengan pelan

__ADS_1


"Memangnya ada apa tuan. Apa tuan Butuh Sesuatu?" Menatap Stefan.


Namun Pemuda itu melihat sebuah cahaya lilin Dari dalam kamarnya Caca. Ia pun Menatap ke arah Cahaya di kamar itu.


"Kenapa ada lilin di sana, Memangnya lampu kamar kamu tidak menyalah ya?" Ucap Pemuda itu lalu ia segera menerobos ke Dalam kamar Caca. Dan ia mendapatkan Lilin yang sedang menyalah di Bawah lantai.


"Kamu sedang apa dengan lilin ini ca?" Menatap Caca Penuh tanda tanya.


"Sebenarnya Lilin Itu aku pakai untuk merayakan Ulang Tahun Anak saya, Tuan. Tapi saya Tidak bisa merayakannya bersama dengan dia." Ucap Caca


Pemuda itu pun menatap Caca Dengan Tatapan yang sangat Bingung. Ia Bakan Tidak percaya kalau ternyata Wanita itu sudah memiliki seorang anak. Karena Caca Terlihat seperti seorang gadis yang belum memiliki Anak


"Maksud kamu, Kamu sudah Memiliki seorang anak. dan Juga Suami?" Tanya Stefan.


Dan dengan Cepat Caca Mengangguk.


"Iya. tuan, Jujur aku Sengaja ikut ke kota ini. Agar aku bisa menemukan tempat tinggal Suami dan anakku." Jawab Caca Kembali.


Membuat Pemuda itu tidak Bisa berkata apapun lagi. Ia seperti Merasakan tekanan yang sangat berat di dadanya. sehingga tak mampu untuk Berkata apapun lagi.


"Aku juga tidak tahu tuan, Saat itu aku baru saja pulang dari rumah sakit menjenguk temanku di Yang di rawat di rumah sakit itu. tapi pada saat aku mau pulang aku Naik taksi yang salah Dan mereka Membuang ku ke laut. Bakan aku tidak kenal Para lelaki itu," Tertunduk lesu di depan Stefan.


"Berarti Sebelumnya kamu memang sudah di incar oleh para pria itu. Tapi kamu'nya saja yang tidak menyadari Bahaya di depan matamu." Sambung Stefan.


"Entahlah. Tuan, Aku juga tidak tahu kenapa mereka mau mencelakai aku. Pada hal aku tidak pernah memiliki musuh. Tapi mereka selalu Berusaha untuk mencelakai aku," ucap Caca Kembali. dan kali tangisannya tak terbendung lagi. Membuat pemuda itu merasa Kasihan atas apa yang sudah terjadi kepada Wanita muda itu.


Ia membiarkan Caca bersandar di pundaknya.


"Kamu yang sabar ca, Semoga saja Orang-orang itu bisa segera di tangkap. Dan kamu bisa segera bertemu dengan suami dan anakmu kembali." Ujar Stefan Membelai rambut Gadis itu


"Bagaimana kalau kita rayakan ulang tahun anak kamu bersama-sama. Biar lebih ramai," Bujuk Stefan.


Namun Caca Hanya Menggelengkan Kepalanya. Karena ia tidak ingin merepotkan Pemuda itu.

__ADS_1


"Apa kamu tidak ingin merayakannya denganku?" menatap Wajah gadis itu.


"Aku tidak ingin merepotkan kamu Tuan, Bagiku Walaupun hanya menyalahkan lilin ini Itu sudah cukup." Jawab Caca.


lalu pemuda itu mengajaknya ke luar dari kamar.


Dan pergi menemui Mehendra yang sedang di Kamarnya.


"Malam ayah." Ucap Stefan Sembari Tersenyum menatap Ayahnya.


"I--iya. Malam juga Fan," Balas Lelaki dewasa itu. sambil menatap Tangan Stefan yang sedang menggenggam tangan Wanita itu.


"Ayah. aku ijin keluar sebentar, Mau jalan-jalan dengan Caca." Ucap Stefan. tanpa menyadari kalau ayahnya sedang Menatap tangannya.


"Baiklah. Hati-hati di jalan Dan Cepat pulang jangan sampai larut Malam. Nanti Caca bisa sakit." Sahut Mahendra terus memperhatikan Sikap Anaknya yang Kini jauh berbeda dari sebelumnya.


"Iya Ayah." Singkat Stefan lalu Mereka segera pergi.


Malam itu Stefan Mengajak Caca ke Taman Yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka. Stefan Mengajak wanita itu ke taman karena ingin Menghibur Hati Wanita itu yang sedang bersedih karena Memikirkan masalah yang sudah menimpanya.


"Tempat ini sangat indah." ucap Caca. Sembari tersenyum


"Apa kamu suka dengan tempat ini?" Lirik Stefan


Dan di anggukan oleh caca


"Kamu tunggu disini sebentar ya, aku akan segera kembali." ucap Pemuda itu


"Iya." Singkat Caca Tersenyum Tipis


"Happy birthday. Sayang," Gumam Caca dalam hatinya. Sambil menatap Bintang yang bersinar di langit Ia sangat berharap Bisa segera bertemu dengan Keluarga kecilnya.


Dari sebrang sana Seorang pemuda sedang memperhatikan Caca Yang Sedang Duduk Sendirian di sana.

__ADS_1


"Entah mulai kapan perasaanku ini berubah menjadi tidak karuan Seperti ini. Apa mungkin aku Mulai menyukainya, Tapi dia sudah bersuami dan memiliki seorang anak. Bagaimana bisa aku Jatuh cinta sama Wanita yang sudah berkeluarga," Ucap Stefan Berbicara dengan sendirinya.


__ADS_2