Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 95: Pura-pura Miskin


__ADS_3

Rencana Yudianto dan Siska akhirnya berjalan Dengan baik. Alexa Wibowo bersama Istrinya Rani Gunawarman. menjalankan tugas mereka dengan baik. Seminggu sudah berlalu Setelah Keluarga Yudianto pranata. pindah dari rumah kediaman mereka. Keluarga Bima Berusaha untuk Mencari tahu keberadaan Yudianto bersama istrinya.


"Kemana perginya Yudianto dan keluarganya. apa Mereka sudah Pindah Dari kota ini." Ucap Bima menatap istrinya.


"Memangnya bapak tidak mencoba Bertanya pada kerabat dekatnya Yudianto ya, Siapa tahu mereka Tahu kemana perginya Keluarga itu." Sambung Arista.


"Mana mungkin bapak Berani Menanyakan hal itu pada mereka. Bisa-bisa mereka Mengetahui Keberadaan kita saat ini Bu." Ujar kembali Bima.


Lalu keduanya pun Terdiam.


Sementara Di tempat lain Yudianto dan Putranya sedang Merencanakan sesuatu untuk menjebak Keluarga Bima Agar Masuk ke dalam jebakannya.


Yudianto dan Alexa sengaja bertukaran rumah untuk bisa Mengetahui Keberadaan Bima Dan Istrinya. yang saat ini sudah semakin Merugikan banyak Perusahaan yang Hampir semua Mereka Tipu Dengan Akal busuk yang mereka miliki.


"Lalu apa rencana kita selanjutnya Pa, Apa kita akan Berpura-pura Bangkrut agar keluarga itu bisa Segera muncul?" Tanya Dion Penasaran.


Dan hanya di Balas senyuman yang tipis dari sang ayah.


"Kita lihat saja Nanti Dion. Tapi kamu juga harus selalu Fokus Pada pencarian Istrimu, Agar dia juga tau kalau kita sudah tinggal di tempat Alexa." Menatap putranya.


Dion Hanya Mengangguk Pelan.


Drink Drink. Suara ponsel Yudianto bergetar di Atas Meja Samping Mereka sedang duduk.


"Ada apa Alexa?" Tanya Yudianto. dari Balik ponselnya.


("Maaf pak Yudianto. Saya mau Mengabarkan Sesuatu hal yang penting, ini menyangkut Perusahaan Bapak. Kelihatannya Keluarga Bima Sangat berambisi untuk Segera memiliki perusahaan itu, Dan ia Juga sudah Memanggil Orang-orang Kepercayaannya untuk Datang Menemui saya di kantor tadi pagi. pak,") Timpal Alexa dari seberang sana.


"Baguslah. Sekarang mereka mulai Masuk dalam perangkap kita. Lakukan saja apa yang bisa kamu lakukan Lex, Kabari aku jika Ada sesuatu yang ingin kau butuhkan."


("Baik pak. Oya pak, Seminggu yang lalu Saat keluarga bapak Pindah ke rumah saya. ada seorang wanita muda datang ke rumah Bapak. Katanya dia mencari Suaminya dan dia juga mengaku kalau dia adalah Menantu Bapak dan Ibu.") Ujar Alexa kembali.


"Maksud kamu Caca! Apa dia kesana? Lalu Sekarang dia di mana?" Kembali bertanya.


("Saya Juga tidak tahu pak. pada saat saya Mengatakan Kalau Rumah bapak sudah di Jual Wanita itu langsung pergi dan saya juga tidak tahu Kemana ia pergi,") Jawab Alexa.


"Dia adalah Istrinya Dion yang selama ini sedang kami cari keberadaannya. Jika kamu menemukan dia kembali Tolong segera bawah dia kesini." pinta Yudianto.


Dan sambungan Pembicaraan mereka di Ponsel pun segera berakhir.

__ADS_1


"Ada apa pa, Apa Caca Sudah kembali? Lalu Dia Di Rumah itu kan?" Sambung Dion dengan Cepat.


"Dia Sudah pergi. dan Alexa Juga tidak tahu Kemana perginya Istrimu. setelah ia mengetahui Kalau rumah itu sudah di jual Ia langsung pergi begitu saja."


"Kemana dia, Selama ini aku selalu mencarinya. akan tetapi aku tidak menemukan Dia, sekarang Dia kembali tapi aku tidak berada di sana. Pasti dia sangat Sedih." Ungkap Dion


"Jangan dulu Terburu-buru. Bisa saja itu adalah orang Suruhan dari Mila, Lagi pula Alexa tidak mengenal Istrimu. dengan baik," Ujar Yudianto kembali.


Namun Dion sangat yakin kalau itu adalah istrinya.


"Sekarang kita harus bisa Menyelesaikan Semua Rencana kita dengan Baik. agar Bima dan Istrinya itu segera di tangkap Dan kita bisa kembali ke rumah itu lagi." Ucap Yudianto menatap serius pada anaknya.


"Iya pa," Singkat Dion.


"Lalu bagaimana Dengan Pekerjaanmu hari ini, apa kamu masih ingin keluar bersama Verry, Untuk Menemui Orang yang mau Bekerjasama dengan kita?"


"Iya pa. rencanannya Siang ini kami akan bertemu di Restoran." Jawab Dion.


"Baguslah." Singkat Yudianto.


Pagi itu Caca Sedang Membuatkan Sarapan untuk Mahendra. Karena setiap paginya Caca Selalu bangun lebih awal untuk membuatkan Sarapan untuk lelaki itu. Namun di sisi lain Seorang Wanita Merasa risih dengan Gadis itu. Karena ia Sudah Menggagalkan Rencananya untuk Membuat Mahendra Bertambah lumpuh.


Caca merasa ada yang sedang memperhatikannya dari arah belakang. Ia pun segera menoleh ke belakang. namun Tidak ada siapapun di sana.


"Mungkin hanya perasaanku saja." Gumam Caca dalam hatinya. lalu ia kembali Mengaduk masakannya itu.


sementara Nita sudah Bersembunyi di balik tembok Depan dapur.


"Bagaimana pun caranya. aku harus bisa Mencampurkan ramuan ini kedalam Makanan Si Lumpuh itu!" Ujar Nita. Menatap pada Makanan yang sedang Berada di atas meja dapur itu.


Ia berusaha untuk bisa mencari cara agar bisa mencampurkan Ramuan obat ke dalam Makanan Mahendra. karena sudah hampir Seminggu ini Caca tidak pernah membiarkan dia untuk membawakan makanan untuk Ayahnya Stefan.


"Caca. Apa makanan ayah sudah siap?" Tanya stefan.


"Sudah tuan." Jawab Caca.


"Baik. nanti kamu tolong Antarkan ke dalam ya," Pinta Stefan. Sembari tersenyum pada Caca.


Dan Wanita muda itu hanya mengangguk pelan.

__ADS_1


Lalu Caca pergi ke arah belakang untuk mengambil Sesuatu di dalam sana. karena melihat situasi sedang aman. Nita segera mengambil kesempatan itu dan Berjalan dengan cepat ke arah makanan Yang sudah tersedia di meja makan itu. Dengan cepat ia mencampurkan ramuannya itu kedalam makanan dan minuman Untuk Mahendra.


Seketika Caca Menemukan Wanita itu sedang menaru sesuatu pada makanan itu. Sehingga ia Merekam dengan ponselnya yang di belikan oleh Stefan Kepadanya.


Semua apa yang Nita perbuat sudah berhasil di rekam oleh Caca.


Setelah melakukan Tugasnya Nita Segera Bergegas Meninggalkan dapur.


"Aku sudah curiga dari Beberapa hari yang lalu. Ternyata Dugaanku memang betul Dia memang Punya Rencana yang jahat untuk keluarga ini." Ucap Caca Menatap makanan itu.


Tidak lama kemudian Nita Kembali ke dapur untuk melakukan pekerjaannya Seperti biasa.


Namun Caca sudah menatapnya dengan tatapan yang sangat Tajam.


"Ada apa denganmu. Kenapa menatapku seperti itu!" Ucap Nita Menatap Tajam pada Caca.


"Hanya memastikan saja apa makanan untuk tuan Mahendra ini tidak ada racunnya." Singgung Caca.


"Maksud kamu apa ya! Apa kamu mau Bilang kalau aku sudah Menaruh sesuatu di dalam makanan itu? Lagi pula jika memang ada racunnya Itu pasti kamu yang Mencampurkannya. Kan memang kamu yang selalu menyiapkan makanan untuk Tuan Mahendra!" Menatap Sinis pada Caca.


"Walaupun Saya Hanya menumpang tinggal di rumah ini. Tapi Saya tidak pernah punya niat jahat untuk Mencelakai Tuan Mahendra, Lagi pula saya tidak menuduh kamu kan, Kenapa kamu jadi marah seperti itu?"


"Ternyata kamu ini Lebih licik dari dugaanku. Saya pikir kamu itu adalah wanita terhormat yang di bawah oleh tuan Stefan ke rumah ini, tapi nyatanya kamu adalah sampah yang di pungut oleh Stefan di jalanan sana!"


"Lebih baik Menjadi sampah yang hina. tapi masih ada yang Peduli dan membawaku kesini. Dari pada Menjadi Berlian yang di bayar mahal hanya untuk menghancurkan Orang lain!" sindir Caca kembali


"Apa maksudmu!! kenapa kamu seakan-akan menuduhku Mencampurkan Sesuatu pada makanan itu!"


"Saya Tidak menuduh kamu, Lagian Kenapa kamu sangat sensitif kalau memang kamu nggak salah ya udah, Nggak usah Emosi kayak gitu."


"Ada apa ini! Kenapa kalian sangat ribut?" Menatap kedua wanita itu silih berganti.


Melihat Stefan Sudah berada di samping Dengan cepat Nita memainkan Sandiwaranya di depan Pemuda itu.


"Itu tuan. Wanita itu telah menuduh aku Menaruh sesuatu pada Makanan tuan Mahendra," ucap Nita dengan senyuman liciknya.


"Apa itu benar ca? Memangnya apa yang kamu lihat?" menatap Caca.


"Aku Punya buktinya kok tuan, Jika memang Tuan tidak mau percaya sama aku, Gimana kalau makanan ini Kita suruh makan sama Nita saja tuan, Jika memang dia tidak mencampurkan Sesuatu pada makanan ini. Maka dia akan Makan!" Menatap Nita Sembari Tersenyum Tipis.

__ADS_1


Wanita Jahat itu pun merasa Khawatir dengan Dirinya. karena Pastinya mereka akan Menyuruhnya untuk mencicipi Makanan yang sudah ia campurkan dengan ramuan itu.


__ADS_2