Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 119: Tempat Tinggal Bima


__ADS_3

"Apa itu benar rumahnya Om Bima, pa?" Tanya Dion.


Dan di anggukkan oleh Yudianto.


Setelah beberapa menit mereka berdiri di Depan jalan. Akhirnya mereka melihat Bima yang keluar dari dalam rumah itu. Yudianto Memandangi Pria Dewasa yang baru saja keluar dari Dalam Rumahnya Sambil Membawah Sebuah Ember kecil di tangannya.


"Mau kemana dia? Kelihatannya Dia Sedang terburu-buru." Ujar Yudianto Menatap Bima yang sedang berjalan Ke arah Belakang Rumah.


"Sebaiknya kita hampiri saja Dia, pa. Agar kita bisa Mengetahui apa yang Sedang terjadi pada Om Bima," Sambung Dion.


Namun pada saat mereka Hendak menuju Ke rumah Bima. Sebuah taksi berhenti tepat di depan rumah itu. Dion dan Yudianto, beserta beberapa orang lainnya Kembali mengurungkan niat mereka untuk Menemui Bima di rumahnya.


"Sepertinya ada yang datang ke rumah itu Pa," Ucap Siska.


"Mungkin itu tamunya Bima, Dia kan orang Yang sangat licik jadi bisa saja yang datang itu adalah orang yang memiliki tujuan yang sama sepertinya." Jawab Yudianto. Masih menatap ke arah Mobil yang berwarna Kuning Yang Sedang Terparkir di depan rumah Bima.


Tidak lama kemudian Seorang wanita muda Berpakaian Rapi Keluar dari Mobil itu.


sambil Memandangi Sekeliling Halaman Rumahnya Bima.


"Itu kan Mila?! Cetus Siska. Menatap Tajam pada Gadis yang Baru saja masuk ke dalam Rumahnya.


"Ayah! ayah!" Teriak Mila Dari dalam Rumah.


Yudianto yang merasa penasaran Dengan Kedatangan Mila ke rumah itu. lalu Segera pergi Untuk mencari tahu Keadaan Didalam Rumah itu.


Melihat ayahnya Sudah Menuju ke sana. Dion juga segera mengikuti ayahnya dengan sangat berhati-hati agar tidak di ketahui oleh Bima dan Istrinya.


Mendengar Suara Teriakan dari dalam sana. Yudianto dan Dion. Menghentikan langkah mereka tepat di Depan Pohon Mangga yang Tidak terlalu jauh dari rumahnya Bima.

__ADS_1


"Ayah!" Teriak Mila Dengan sangat kuat. Sehingga membuat Dion dan Ayahnya saling bertatapan.


Dan tidak lama Kemudian Bima Kembali dari arah belakang rumahnya. Dengan Membawah Ember yang berisikan air.


"Ada apa Mila! kenapa kamu teriak-teriak seperti orang kelaparan saja!" Jawab Bima.


"Ayah dari mana Saja Si! kenapa Tidak Mendengar saat aku panggil sejak tadi!" Bentak Mila dengan Sangat kuat pada Ayahnya.


"Ayah baru kembali dari Mengambil air di Sumur Mila, Memangnya ada apa? Kenapa kamu datang-datang Sambil marah-marah seperti nak?" Tanya Bima.


"Aku lapar. Apa ada makanan yang sudah dimasak di dapur Sana?!


"Ayah belum sempat masak, Karena ayah baru saja Mengambil air. Ini baru juga mau masak nasi," Jawab Bima Dengan pelan.


"Alaaaah. kelamaan Ayah! memangnya Sejak Tadi ayah sedang apa si? sampai belum ada makanan yang Masak!" Bentak kembali Mila.


"Ada apa pa?" Bisik Siska dengan sangat pelan.


Namun Yudianto Memberi aba-aba kepada istrinya. agar tidak terlalu banyak bicara.


"Kamu sendiri sudah tahu Mila. Ibumu Sedang sakit, Dan ayah harus mengurus ibumu terlebih dahulu baru bisa memasak, Lagi pula Kamu sebagai anak perempuan harusnya Kamu yang Membantu ayah melakukan pekerjaan di rumah. Bukannya Mala Bersenang-senang Di luar sana!" tegas Bima.


"Apa? Aku harus kerja bantu ayah untuk mengurus wanita Lumpu itu?! Tidak ayah! Aku tidak mau Mengurus dia lagi. Siapa suruh Jadi Cacat seperti itu. Dia itu sudah tidak ada gunanya lagi untuk tinggal bersama kita lagi, Alangkah baiknya dia di buang ke Jalanan saja!" Ujar Mila. Membuat Bima geram dan Benar-benar Marah pada anaknya itu.


Pukk..Sebuah tamparan Mendarat Di pipinya Mila. Membuat Mila Merasa kesakitan dengan tamparan dari ayahnya itu.


"Jadi seperti ini, Balasan kamu Terhadap Ibumu, Mila? Apa kamu lupa Uang hasil Jual apartment Untuk biaya pengobatan ibumu. Sudah kamu curi semuanya?! Lalu sekarang kamu Mau bilang Ibumu Tidak berguna? Kamu memang anak kurang ajar Mila! Sebaiknya kamu keluar dari rumah ini Dan jangan pernah kembali lagi ke sini!" Ujar Bima Dengan sangat marah.


"Iya. Aku akan Keluar dari rumah ini. Lagi pula Siapa juga yang mau Tinggal bersama Kalian Berdua yang hidupnya kayak Gini. Miskin Melarat dan tidak punya apa-apa lagi. Lebih baik aku tinggal Di jalanan Ketimbang Punya Orang tua yang miskin Seperti kalian berdua!" ujar Kembali Mila. sambil memegangi Pipinya yang di tampar oleh ayahnya.

__ADS_1


"Kamu Bisa berkata seperti ini Karena Uang kami sudah kamu habiskan semua. Memangnya siapa yang sudah membuat Kami miskin seperti ini Kamu kan?? Apa kamu lupa Hampir stenga kekayaanku Kamu habiskan untuk Berjudi di luar negeri. Lalu sekarang kamu Menghina kami Seperti itu. Memangnya kamu sudah memiliki apa untuk di sombongkan kepada kami Mila?!


Menatap Putrinya dengan emosi.


"Aku Punya uang yang banyak! Dan aku bisa Hidup enak Di luar sana." Jawab Mila Sambil Menunjukkan amplop coklat Yang tebal Berisikan uang.


"Siapa lagi yang lagi yang kamu Tipu Untuk Menjalankan Aksi Jahat Mu, itu Mila? apa Kamu tidak Pernah Takut dengan Hukuman? sehingga kamu tidak ada henti-hentinya Menipu orang lain!" Ucap Bima Kembali.


"Itu bukan urusanmu! laki-laki Sialan!" Bentak Mila Lalu ia segera mendorong ayahnya hingga Terjatuh ke bawah lantai.


Mendengar suara Benturan yang Cukup keras di dalam sana. Yudianto merasa tidak tahan lagi. lalu Ia segera masuk ke dalam sana. Dan Menemukan Bima sedang Terbaring di Lantai sementara Mila hanya menatap ayahnya sambil menertawainya.


"Itulah yang akan terjadi sama kamu. Jika kamu berani Melawanku!" ujar Mila Lalu Ia kembali Menginjak Jemari tangan Ayahnya dengan sangat Kuat.


Melihat perlakuan kasar dari Mila kepada ayahnya. Yudianto segera menarik lengan tangan Gadis itu. dan Memberikan dua kali Tamparan berturut-turut kepada Mila.


Seketika Mila Menoleh ke arah Yudianto yang sudah berada di dalam rumahnya. Ia pun bertambah marah ketika Yudianto mencampuri urusan keluarganya.


Sedangkan Bima juga terkejut ketika melihat Yudianto Dan beberapa orang sudah ada di dalam rumahnya. Ia pun merasa malu di depan mereka. Karena dulu Bima pernah melakukan sebuah kesalahan pada keluarga Yudianto.


"Bagaimana bisa kalian datang kesini? Siapa yang sudah Memberikan alamat rumah ini kepada Kalian?" Lirik Mila menahan kesakitan pada wajahnya.


"Itu tidak penting dan tidak perlu Kamu Ketahui Siapa yang sudah memberitahukan kepada kami." Jawab Yudianto


"Lalu apa urusanmu datang Ke Sini! Apa Kamu mau Menangkap Saya? Boleh saja, Tapi alangkah baiknya Kamu menangkap laki-laki yang sudah membuat aku kehilangan segalanya!" Ujar Mila. menatap ke arah ayahnya.


"Lalu bagaimana denganmu? Apa menurut kamu, Hal yang Kamu lakukan ini Juga sudah benar? Apa Ayahmu yang telah membuat hidupmu susa?! bentak Yudianto


Suasana semakin memanas. Ekspresi Wajah Mila Mulai terlihat Marah Karena Dion dan keluarganya sudah berani Masuk dalam Urusan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2