Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 108: Kedatangan tamu Penting


__ADS_3

Dion Semakin Bertambah Bingung karena Caca Ingin mengajaknya untuk bercerai. Ia tidak bisa melakukan apa yang istrinya minta itu Bahkan sampai kapanpun Dion akan tetap mempertahankan Pernikahan mereka Walaupun Caca tidak akan pernah kembali padanya lagi.


"Apa benar Caca datang ke sini Dion?" Tanya Yudianto Penasaran.


Dion hanya mengangguk lemah.


"Lalu kenapa kamu tidak membawanya masuk ke Dalam Rumah. Kenapa kamu membiarkan dia Di luar saja, sebenarnya apa yang sudah terjadi pada Kalian Berdua. Kenapa kamu tidak bisa mengatasi permasalahan di antara kalian berdua Dion?" Ucap Yudianto kembali


"Dia memintaku untuk menceraikannya, Pa. Tapi aku tidak akan pernah mengabulkan permintaannya itu!" Jawab Dion.


"Apa?? Caca meminta cerai darimu? Sejauh inikah permasalahan di antara kalian. Lalu bagaimana dengan Anakmu, apakah Caca tidak mempedulikan Nasib anak kalian?"


"Aku tahu dia sengaja memintaku untuk bercerai. Karena Kinan selalu di sampingku."


"Lalu mau sampai kapan wanita itu berada di rumah kita ini Dion? apa kamu tidak pernah kepikiran untuk Pergi dari Rumah ini saja, dan kembali ke rumah yang lama milik kita. Di sana kamu akan lebih aman dari Wanita itu!"


"Entahlah pa. aku juga masih bingung dengan apa yang terjadi pada Rumah Tangga kami saat ini. Aku tidak bisa terus-terusan seperti ini Lama kelamaan aku bisa jadi gila gara-gara Kinan, pa!"


"Wanita itu harus segera diusir dari rumah ini. Sebelum membuat onar yang berlebihan." Ujar Yudianto


Dan di anggukkan oleh Dion.


"Bi Fatma. Bi Fatma!" Teriak Kinan dari dalam kamar.


Membuat Dion dan Yudianto Saling bertatapan Penuh Kemarahan.


"Ada apa lagi dengan wanita itu! kenapa dia selalu membuat onar di dalam rumah ini!" Ucap Yudianto dengan Kesal.


"Sebentar biar ku lihat dulu Pa,"


"Iya non Kinan, Ada apa!." Sahut Fatma Tergesa-gesa menuju kamar Kinan.


"Mana Sop ayam yang aku Minta sama Kamu! Kenapa belum ada juga di meja kamar ini!" Menatap Sinis pada Pembantu keluarga Dion.


"Maaf Non Kinan. Sop ayam yang non Minta sudah ada di meja makan, Dan sebaiknya non Keluar dan makan di dapur saja!" Jawab Fatma dengan sedikit tegas pada wanita itu.


"Siapa kamu bisa seenaknya Menyuruh saya seperti itu. Memangnya kamu sebagai apa di rumah ini, Sehingga kamu tidak bisa mengikuti Semua perintahku!" ujar Kinan Dengan emosi.


"Saya memang hanya sekedar Pembantu di dalam Rumah ini. Akan tetapi Tugas saya hanya melayani Tuan dan Nyonya yang berada di rumah ini, bukannya sama non Kinan," Sindir Farma kembali.


"Apa yang terjadi Bi?" Tanya Dion di depan pintu kamarnya Kinan.


"Ini Den, Non Kinan meminta saya untuk membawakan Makanannya ke dalam kamar. Tapi saya menolak karena non Kinan Masih sehat dan bisa berjalan sendiri ke meja makan." Jawab Fatma


"Memangnya siapa kamu? Bisa berbuat sesuka hatimu di dalam rumahku! Apa kamu lupa Kalau kamu itu hanyalah benalu yang Menempel di dalam keluarga kami. Jadi seharusnya kamu Harus Taat pada peraturan di dalam rumah ini!" Bentak Dion


"Maaf ya Dion. Saya Bukan benalu yang Hanya tinggal Begitu saja di rumah ini, Saya juga masih punya hak Yang sepenuhnya terhadap rumah ini. Karena saya sedang mengandung anak kamu. Apa itu kurang jelas untuk meyakinkan kamu Dion!" Menatap Dion


"Oya? lalu mana buktinya kalau kamu memang mengandung anak saya! Atau itu hanya sebuah Permainan yang sedang kamu Mainkan dalam Rumah ini agar kamu bisa menguasai semua harta orang tuaku?"

__ADS_1


"Apa maksudmu Dion? Apa Kamu tidak mempercayai Ucapanku?"


"Selama aku belum menemukan bukti yang kuat atas kehamilan kamu. Maka aku tidak akan pernah mempercantik Semua Perkataan yang keluar dari Mulut busukmu itu!"


"Mari Bi, kita keluar saja Dari dalam sini. biarkan dia Sendiri!" ucap dion. lalu mereka segera keluar dari kamarnya Kinan.


"Sepertinya aku harus mencari bukti untuk bisa meyakinkan Dion bahwa aku Memang benar-benar Hamil. Tapi dari mana aku bisa menemukan semua bukti itu ya?" Gumam Kinan dalam Hatinya.


"Dion!" panggil Yudianto dari ruang tamu.


"Ada apa pa," Jawab Dion. mendekati ayahnya.


"Hari ini Kita kedatangan tamu penting di kantor kita. Sebaiknya kamu Ikut papa dan mama, untuk menemui mereka agar kerja sama di antara Perusahaan mereka dan perusahaan milik kita, bisa berjalan dengan Baik." ujar Yudianto Menatap Serius pada Dion.


"Memangnya siapa mereka Pa?" tanya Kembali Dion.


"Setahu papa Dia Adalah seorang Ceo Termuda di kota Samarinda. Sejak ayahnya sakit pemuda itu Menjadi CEO di kantor ayahnya sendiri."


"Oh. Jadi dia seorang pemimpin termuda di perusahaannya sendiri,"


Di anggukan oleh Yudianto.


"Bagaimana, apa kamu bisa mendampingi kami?" ulang kembali Yudianto.


"Baik pa, Tapi aku harus Mandi dulu." Ujar Dion.


"Baik pa." Singkat Dion lalu ia segera Masuk ke dalam kamarnya.


Setelah beberapa menit kemudian Dion keluar dari dalam kamarnya dengan mengenakan pakaian yang sangat rapi. Untuk Menemui Tamu Spesial dari Ayahnya.


"Apa kamu sudah siap Dion?" Tanya Siska. melirik Putranya yang baru saja keluar dari Kamar.


"Iya ma. Apa Kalian juga sudah Siap?" kembali bertanya.


Dan di Anggukkan oleh Siska.


"Baiklah. Kita segera berangkat," ujar Dion Dan ia pun segera Berjalan ke luar


Dan di ekori oleh Siska Dan Juga Verry dari belakangnya.


Pagi itu Dion Merasa Tidak bersemangat untuk Pergi ke kantor. Karena ia masih memikirkan hal Yang di ucapkan oleh Caca kepadanya


"Semoga aku tidak mengecewakan Mereka," Gumam Dion dalam hatinya.


Lalu mereka segera Pergi Menuju kantor milik keluarganya.


Setibanya di kantor Dion Segera menyiapkan Dirinya untuk menyambut tamu yang akan segera tiba. Walaupun ia masih sedikit Ragu Untuk menyelesaikan tugas dari ayahnya. Namun ia tetap berusaha agar tidak mempermalukan kedua orangtuanya.


Beberapa Orang sudah duduk menunggu Dion di ruang Meeting. Yudianto bersama istrinya juga sudah duduk di dalam sana.

__ADS_1


"Aku pasti bisa." Ucap Dion lalu ia segera masuk ke ruang meeting untuk menemui Kedua orang tuanya dan beberapa orang yang sudah menunggunya di dalam Sana.


"Selamat pagi. Pak Dion," Sapa Mereka dengan ramah pada anak pemimpin mereka.


"Pagi Juga, Semuanya." sahut Dion Dengan Pelan.


Lalu ia segera Duduk bersampingan dengan Ayahnya.


"Apa tamu kita sudah datang?" Tanya Dion


"Mereka masih dalam perjalanan menuju ke sini Pak Dion," jawab salah satu Karyawannya.


Setelah menunggu beberapa Menit akhirnya Tamu yang Mereka Tunggu pun tiba di Kantor Milik Keluarga Dion.


"Selamat Pagi Pak Stefan." Sapa mereka dengan penuh hormat pada Tamu Yudianto.


"Pagi juga," Balas Stefan Dengan ramah membalas sambutan mereka.


lalu mereka pun segera Membawah Stefan dan juga Caca ke dalam ruang meeting yang Sudah ada Dion di dalam sana.


Setelah melihat Stefan tiba di ruangan itu semua orang berdiri menyambut kedatangan pemuda itu dengan baik.


"Selamat pagi, Pak Stefan. Dan Selamat bertemu Di kantor ini." Sapa mereka dengan Ramah.


"Pagi Juga, Pak Yudianto dan juga Bu Siska. Semoga pertemuan kita ini akan Membawah keberuntungan dalam investasi yang akan Kita jalankan bersama pada hari Ini." balas Stefan lalu ia segera duduk di samping Dion.


Dion masih sibuk dengan Pekerjaannya di laptop sehingga ia tidak melihat kedatangan Stefan di ruang meeting itu.


"Terimakasih karena bapak sudah mau Mempercayai Saya untuk Kerja sama dengan Perusahaan Milik bapa. Dan Saya ingin memperkenalkan Seseorang yang akan Menginvestasikan Kerja sama kita ini. Pada Bapak dan Ibu," Ujar Stefan Lalu ia segera memanggil Caca masuk ke Dalam ruangan itu.


Setelah Caca Masuk ke dalam ruangan itu. Semua mata Menatap tanpa berkedip pada wanita cantik yang masuk ke dalam Ruangan itu. Namun Yudianto dan Istrinya. serta beberapa orang yang ada di situ Tercengang ketika melihat Caca yang Hadir dalam tamu spesial mereka hari ini.


"Perkenalkan Dirimu pada mereka semua yang ada di sini." Ucap Stefan Dengan serius Menatap pada Caca.


Akan tetapi Caca merasa Canggung ketika melihat Kedua mertuanya yang sedang duduk di depannya. dan di sana juga ada Dion Namun Dion sama sekali tidak menatap ke arahnya


karena Dion memang sibuk dengan Pekerjaannya di layar Laptop.


"Perkenalkan Nama Saya adalah Clarissa Putry Suhendra. Dan saya Akan Mewakili Pekerjaan ini Hingga Selesai." Ucap Caca Penuh Rasa Canggung. namun demi pekerjaanya ia Tetap sportif Demi menggapai Tujuannya.


Mendengar suara Itu Dion pun mengangkat wajahnya dan menatap Caca. Ia sangat terkejut ketika melihat wajah istrinya berada di depannya. Namun ia tidak bisa mengacaukan Semua Rencana ayahnya. Dion hanya bisa menunduk dan Kemudian ia Berusaha Tegar agar semua yang mereka rencanakan akan berjalan dengan baik.


Pertemuan dengan keluarga Dion pun berlangsung dengan sangat baik. dan Stefan Juga telah menerima Kerja sama dari keluarga Yudianto dengan baik. Demi Pekerjaan Caca Harus Bisa Tegar di depan kedua Mertuanya dan juga Suaminya.


"Maaf Pak Dion. Apa anda Tidak Ingin Melakukan Sesuatu untuk kembali Mendapatkan hak milikmu yang sudah hampir hilang DariMu?"


Tanya Stefan Dengan pelan.


Dion hanya menatap ke arah Stefan Dengan penuh rasa malu. Karena ia merasa rendah di depan Istrinya. Bakan selama ini Keluarga Yudianto tidak pernah memberikan kesempatan untuk istrinya Bekerja di kantor milik Keluarganya Sendiri. Dan sekarang Caca Menunjukkan Kemampuannya Pada semua orang yang ada di ruangan meeting. Dion Merasa Sangat malu pada dirinya sendiri. ketika melihat kemampuan Istrinya yang sangat luar biasa dalam mengelola Urusan pekerjaan di kantor.

__ADS_1


__ADS_2