Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 132: Di ajak Ke pabrik


__ADS_3

"Bagaimana Dion. Apa Istrimu mau Menerima tawaran Papa Untuk Bekerja denganmu?" Tanya Yudianto.


"Aku juga tidak tahu pa. Caca belum Mengatakan apa-apa sama aku," Jawab Dion. Sembari duduk Di samping ayahnya.


Yudianto Hanya Mengerutkan dahinya.


"Lalu Bagaimana kabar Ayah mertuamu. Apa Dia baik-baik Saja,"


"Iya pa." Singkat Dion Yang masih sibuk Dengan Pekerjaannya di Laptop.


Pagi itu Dion Bangun Lebih awal Dari Istrinya. karena ia masih sibuk dengan Produk Terbarunya yang baru saja Ia promosikan. Yudianto Sangat Senang melihat keseriusan Anaknya dalam Mengurus Semua Perusahaan Miliknya. Walaupun dulu Dion Sangat Keras kepala dan Tidak pernah membantunya dalam Mengurus Pekerjaan Kantor. Namun kini Dion Sudah nampak lebih dewasa saat ia menikah dengan Caca.


"Dion. Kamu mau ke kantor?" Tanya Siska Ketika Duduk Di dekat Dion.


Dion Mengangguk.


"Menurut Mama. Sebaiknya Kamu tidak Usah pergi ke kantor dulu, Lebih baik Kamu Pergi Ajak Istrimu jalan-jalan Biar nanti mama dan Bi Fatma yang mengurus Dede. Kasihan Loh Caca, Selalu Di Tinggalkan di rumah terus oleh kamu," Menatap Dion.


"Tapi Caca Nggak mau Ma. Dia Tidak mau jalan kemana pun,"


"Itu kan Menurut kamu Dion, cobalah kamu Bujuk Dia dan Berikan waktu untuk dia Selalu Berdua dengan Mu Nak, Menurut Mama. Caca Itu Butuh perhatian Dari kamu." Ucap kembali Siska. Membuat Dion Termenung dan Kembali Menatap ibunya.


"Apa yang di katakan Oleh Mamamu Itu benar Dion, Lagi pula Dede Sudah Besar Kalian bisa Pergi kemanapun Kalian suka. Jangan Biarkan istrimu Tertekan dengan urusan pekerjaan Kita." Sambung Yudianto.


Lalu Dion Kembali mengangguk.


"Baiklah pa, ma. Nanti aku coba bujuk Dia."


Siska Tersenyum Menatap Putranya.


Didalam Kamar Caca masih tidur bersama anaknya. Ia merasa Kelelahan akibat aktivitas Semalam yang mereka lakukan bersama. Kini Dion mulai Berjalan Mendekati Sang Istri yang masih Tertidur pulas bersama anaknya.


Seketika Dion Tersenyum melihat Istri dan anaknya yang masih terlelap dalam Tidur mereka. Lalu pemuda itu segera Merebahkan tubuhnya di samping Istrinya dan memeluknya.


Caca yang mulai merasakan Tangan Suaminya yang sedang Melingkar Di bawah perutnya berusaha Untuk Melepaskan Tangan Suaminya. Tapi Ia tidak bisa lepas Karena Tangan Dion Menggenggam tangannya dengan erat.


"Mas. Lepasin Dong, aku mau Bangun," Rengek Caca Berusaha Melepaskan Tangan Suaminya Namun Masih tidak bisa.


"Bagun Mas. Udah siang," Ucap Caca Kembali. Namun Dion Masih berpura-pura memejamkan kedua matanya.


"Jangan Pura-pura Tidur de mas," keluh Caca


sambil Mencubit-cubit Perut suaminya. Dan akhirnya Dion merasa kesakitan Dan Ia Segera Bangun dan Tertawa Menatap istrinya.


"Tuh kan. Ternyata kamu memang pura-pura Tidur saja,"


"Aduuuh. Sakit Sayang," Ucap Dion sambil mengusap perutnya.


Melihat tingkah Suaminya Yang semakin jail. Caca hanya bisa menghembus napas Kasar.


"Sana mandi Sayang, Lalu kita segera ke Dapur Udah di tungguin tuh sama papa dan mama," Ucap Dion. Sambil Menatap Wajah Istrinya yang masih terlihat lesu


"Ini Udah jam berapa ya mas?" Tanya Caca.

__ADS_1


"Jam Tujuh pagi sayang,"


Lalu Caca Segera bergerak cepat bangun dari tempat tidur Menuju ke kamar mandi.


Sementara Dion hanya Tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat Istrinya yang terlihat Buru-buru.


"Anak papa masih bobo ya," menciumi Pipi sang anak.


Setelah mandi dan berganti pakaian. Kini Caca mengajak Suami dan anaknya untuk Keluar dari dalam kamar.


Kini mereka bertiga berjalan menuruni anak tangga menuju ke ruang makan. di mana Ayah Mertuanya Sudah Menunggu mereka di sana.


"Selamat Pagi Opa. Oma," Sapa Dion sambil menarik kursi untuk istri dan anaknya.


"Selamat pagi juga Cucu Opa sama Oma," Jawab Siska Sembari Tersenyum hangat menatap Cucu Mereka. yang kini Sedang berada di Pelukan Caca.


"Caca, ayo sarapan." ucap Yudianto Menatap Menantunya.


"Bibi, Cepat ke si Bi." Panggil Siska pada Bi Fatma.


"Iya Bu. ada apa," Berdiri di Samping Siska.


"Bi, Tolong Jagain Dede dulu ya Bi. biar Caca Bisa sarapan dulu," Pinta Siska.


Di anggukkan oleh Wanita tua itu.


Kini di Atas Meja makan sudah tersedia Berbagai macam makanan Yang sudah di masak oleh Bi Fatma. Namun Seperti Biasanya Caca hanya Sarapan dengan nasi goreng saja. karena itu adalah makanan favoritnya Sejak Dulu.


Yudianto Mengangguk Pelan. sambil mengunyah Roti yang sudah menjadi sarapan paginya.


"Lalu bagaimana Dengan kamu ca? Apa kamu Tidak mau Ikut bersama dengan Dion?"


Sesaat Caca Menatap Dion dan Kini mereka berdua saling bertatapan.


"Sebaiknya Kamu Ikut Dion saja Ca, Biar Kamu bisa membantu Suamimu juga di sana. Biar mama Sama Bi Fatma, Yang menjaga Dede di Sini ya," Sambung Siska.


Seketika Caca menundukkan wajahnya.


"Bagaimana Ca? Apa Kamu mau ikut bersama Suamimu kesana?" Ulang Yudianto Menatap serius pada Menantunya itu


"Iya pa. Aku akan ikut sama mas Dion," Jawab caca. Dan Dion Pun Tersenyum Melihat ke arah istrinya.


"Baguslah Ca, Mama senang Jika kamu bisa membantu Dion," Ungkap Siska.


Dan Caca kembali Mengangguk.


Usai Sarapan Yudianto segera Meninggalkan meja makan. Sementara Dion dan Caca Juga Sudah bersiap-siap Berangkat Ke pabrik untuk melihat produksi Di sana.


Dion Terkejut Ketika melihat Istrinya sedang Menyiapkan Pakaian untuk Mereka Bawah Ke sana.


Setelah semua pakaian di isi dalam Koper kecil Kini Caca Langsung bersiap-siap.


Sementara Dion masih menatap kesibukan istrinya.

__ADS_1


"Sayang, Apa Semua ini Harus kita Bawah Juga ya?" Melirik Istrinya.


Caca Mengangguk


"Iya mas. Memangnya kenapa,"


"Kita di sana kan Hanya Dua hari sayang, Kita bawah Yang lainnya saja. Nanti kita bisa Belih Jika Sudah sampai sana."


"Boros mas. Lagi pula kita masih punya banyak Pakaian Untuk apa Belih lagi." Protes Caca.


Dan Dion Hanya menggaruk-garuk kepalanya yang Tidak gatal.


"Astaga sayang. Lagi pula Harga Pakaian di sana murah-murah kok, Apa salahnya kita Belanja disana. Kita bawah seadanya saja Ya," Bujuk Dion kembali.


"Pokoknya aku tidak mau!" Ucap Caca melotot pada Dion.


"Okok. Baiklah sayangku, Terserah kamu saja Deh." Ucap Dion Tertawa Kecil Ketika melihat Istrinya Sudah marah.


Lalu Dion Mengambil Benda Tipis di atas meja.


"Halo Verry. Segera siapkan mobil Kita Akan berangkat sekarang juga."


["Baik Bos.] timpal Verry dari Seberang sana.


Lalu ia segera Keluar Menyiapkan mobil sesuai perintah Dion.


"Apa semuanya sudah beres. Ayok kita berangkat," Caca Mengangguk Seraya Tersenyum Menatap Suaminya.


Namun sebelum pergi Mereka Menemui Anaknya Yang Sedang Bermain bersama Ibu mertuanya Di ruang tamu.


"Dede, Papa Sama mama Berangkat kerja dulu Ya. Dede Jangan Rewel di rumah," Ucap Caca sambil mencium Pipi anaknya Berulang-ulang Kali.


Kini Verry berjalan Menemui Dion dan Caca. yang sedang Diruang tamu Bersama anaknya.


"Mobilnya sudah siap Bos." Ucap Verry.


"Tolong Bawahkan Koper dan Tas Kerja Saya yang berada di Dalam Kamar Ke mobil. saya masih Mau Ngobrol dengan Dede Dulu." Pinta Dion.


"Baik Bos," Lalu Verry segera masuk ke kamar Dion Mengambil Koper Kecil dan juga Tas Kerjanya Dion dan membawahnya ke Mobil.


Lalu ia menunggu Dion dan Caca di Depan mobil.


Tak lama Kemudian Dion dan Caca. keluar dari dalam Rumah.


Verry Segera Membukakan Pintu Mobi. Untuk Istri Bosnya. Lalu Dion Juga Segera masuk Kedalam.


lalu Verry Pun Masuk ke dalam Mobil Dan Mulai melajukan mobil Meninggalkan halaman Rumah Keluarga Yudianto.


Seperti biasanya Dion Terus menggenggam tangan Istrinya. Karena ia Sangat tahu Caca Tidak terlalu baik Dalam mobil.


"Tidurlah sayang. Biar kamu tidak merasa Pusing," Ucap Dion.


Caca Mengangguk dan Segera menutup kedua matanya.

__ADS_1


__ADS_2