Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 38: Kebaikan Caca.


__ADS_3

Setelah beberapa menit kemudian Suara kendaraan sudah terparkir di halaman rumah Keluarga Yudianto. Kedua lelaki itu masih berdiri di Depan kamarnya Dion dan Caca. Mereka Bakan Kebingungan Harus bersembunyi di mana. lalu Leon Menatap ke arah Sudut kamar yang Berada Di samping pintu Menuju luar.


"Ahhh sial! Kita akan Kena masalah. Jika terus-terusan berada di sini."


Ucap Leon. menatap Kamera yang Terletak di Sudut atas kamar Itu.


"Kenapa bro? Apanya yang akan Kena masalah?"


Tanya Iwan dengan sedikit keliru.


"Coba kamu lihat itu!" Ucap Leon Menunjukkan Kamera Cctv yang berada di Depan mereka.


"Lalu kita harus gimana Ini bos! Bisa-bisa mereka akan segera menemukan kita di sini." ujar iwan. dengan sangat Cemas


Apa lagi saat mereka mendengar Langkah kaki seseorang dari luar sana Menuju ke dalam rumah.


Iwan dan Leon. Langsung bergegas mencari tempat persembunyian yang Sangat aman Untuk mereka. lalu kedua pria muda itu langsung masuk ke dalam kamar pembantu yang Berada di Bagian belakang.


Setelah mereka berhasil bersembunyi. Kini Suara langkah kaki Mulai Terdengar sangat jelas Dari kamar Bi Fatma. tempat Iwan dan Leon bersembunyi.


"Non Caca?" kok, kamu tidur di sini nak? Mana pintunya tidak di kunci lagi." ucap Fatma Terkejut melihat Caca yang tertidur di sofa itu.


Wanita dewasa itu Langsung Menutup Pintu depan Karena Caca Sedang Tertidur Nyenyak di ruang tamu. Fatma sengaja tidak membangunkan Gadis itu. Agar ia bisa Beristirahat dengan Baik. Fatma pun kembali berjalan Ke arah dapur Untuk menyiapkan segala Bahan Makanan yang Akan Ia Buat Nanti.


Namun sebelum ia memulai pekerjaannya Wanita dewasa itu Pergi ke kamarnya untuk Berganti pakaian terlebih dahulu.


Pada saat ia baru mau masuk ke kamarnya. Tiba-tiba ia Melihat Dua orang pria yang Sedang Berdiri di depannya. membuat Fatma terkejut dan langsung berteriak-teriak. Hingga membuat Caca Terbangun Dan Wanita muda itu langsung pergi ke kamarnya Fatma.


Sedangkan Leon bersama Iwan, Menjadi gugup Di karenakan mereka sudah ketahuan oleh Orang Di rumah itu.

__ADS_1


"Ada pa Bu?" Tanya Caca Dengan sedikit Cemas.


Lalu ia juga Terkejut Ketika melihat kedua pemuda itu. Bakan Ia Merasa Heran kenapa Bisa ada Orang asin Di dalam Kamar Fatma.


"Siapa kalian! Kenapa bisa ada di dalam kamar Bu Fatma?" Tanya Caca. Dengan sedikit ragu Kepada kedua lelaki itu.


Sementara Kedua Lelaki itu hanya saling Bertatapan. Mereka benar-benar Bingung harus menjawab apa lagi. Karena sesungguhnya kedatangan mereka ke dalam Rumah itu. hanya Karena ingin Menculik Istrinya Dion. Namun kini Rencana mereka menjadi Gagal Karena mereka sudah ketahuan oleh Pembantu di dalam Rumah tersebut.


"Saya tanya sekali lagi Sama kalian berdua! Sebenarnya kalian Ini siapa? Dan bagaimana Kalian bisa masuk ke dalam Rumah ini!" tegas Caca Menatap Kedua Lelaki itu.


Dengan Sangat Terpaksa Leon Pun mengatakan hal Yang Sebenarnya pada Istrinya Dion.


"Sebelumnya kami minta maaf. Sama Mba Caca, Dan Bibi. Karena Kedatangan kami Kesini Hanya untuk Menculik Mba Caca." Leon Berusaha Jujur pada Kedua wanita itu.


Mendengar Tuturan dari Pemuda itu. Fatma Langsung Terkejut histeris. Ia Bakan Hampir Menghubungi Dion Dan Yudianto. Untuk memberitahu Tentang Kejadian itu. Namun Caca Melarang Fatma untuk mengatakan hal itu pada Suaminya dan Ayah mertuanya.


"Tolong. jangan Laporkan Kami berdua Mba. Karena kami Hanya Menuruti Perintah Kirana Saja," Ujar Leon.


"Karena Kirana tidak terima dengan Kehamilan Mba. Jadi dia akan Melakukan berbagai macam Cara untuk membuat mba, sama Dion. Berpisah."


"Dan Sebenarnya Saya sendiri juga tidak Ingin menuruti semua perintahnya. Namun Karena Nasip kedua Orang tuaku dalam genggaman Tangannya mba, jadi saya mohon. Dengan sangat Pada kalian Agar tidak memberitahu Hal ini pada Siapapun, karena saya khawatir dengan Nasip kedua orang tuaku." ucap Leon. Sambil bersujud di bawah kakinya Caca.


Caca menjadi Bingung dengan apa yang sedang terjadi padanya sekarang.


Dan ia juga Merasa Kasihan kepada Leon. Namun ia tidak tahu harus bagaimana bisa Mengatasi permasalahan Itu.


"Sebaiknya Sekarang kalian cepat kembali. Sebelum Den Dion Bersama Kedua Orang Tuanya kembali ke rumah ini." pinta fatma.


"Tapi Bu, gimana dengan nasip kedua orangtuanya. jika Sampai mba kirana tahu kalau mereka gagal Menjalankan perintahnya." Gumam Caca. menatap Fatma.

__ADS_1


"Untuk sementara. Kalian harus Membawah Pergi Orang Tua kalian, Agar Aman dari Wanita jahat itu," Usul Fatma. Sedikit menasihati Kedua Lelaki itu.


"Iya Bu. Terima banyak Bu, Kami berjanji akan Segera pergi dari kota ini. Agar kami Tidak lagi di ganggu oleh Wanita itu." ucap Leon, Dengan penuh Rasa Terimakasih pada kedua wanita itu.


Lalu mereka pun berpamitan pada Caca Dan Fatma.


Sebelum Mereka Pergi Caca Mengambil Beberapa Lembaran Kertas uang Berwarna merah. Dan Di isi dalam Amplop Putih. Untuk di berikan kepada kedua Pemuda itu. Untuk Biaya pengobatan Orang tua mereka nanti.


"Tunggu Mas!" Ucap caca,


Dan kedua pemuda itu Berbalik Ke arah Caca. yang Sedang berada di Depan Pintu.


"Ada apa Mba?" Tanya Leon. Dengan sangat Malu.


"Ini ambilah. Semoga uang ini bisa Bermanfaat Untuk Keluarga kalian." ucap Caca, Sembari Tersenyum Menatap Kedua Lelaki itu.


Leon Dan Iwan Saling bertatapan Ketika melihat Amplop Putih yang Di berikan kepada mereka.


"Ini Untuk apa mba! Lagian kami Hampir saja mencelakai mba, Tapi kenapa mba masih Berbaik hati memberikan kami Uang mba." Ucap Leon, sangat terharu dengan kebaikan gadis itu.


"Ini bukan apa-apa. Hanya saja aku ingin berbagi kelebihan sama kalian, Semoga Dengan hal Ini Kalian bisa Berubah jauh lebih baik lagi." ucap Caca


Leon pun Berterima kasih dengan sepenuh hatinya pada gadis itu. Dan ia juga berjanji akan Menjadi orang yang baik.


Caca pun tersenyum menatap kepergian kedua Pria itu. Sedangkan Bu Fatma Merasa bangga pada Sikap Caca Yang tidak pernah Dendam pada Orang Yang hampir mencelakainya.


"Bibi Sangat bangga Terhadapmu Non, Meskipun mereka sudah mau berniat jahat sama Non, Tapi non Masih Memberikan Mereka kesempatan untuk Merubah hidup mereka Lebih baik Lagi." Ujar Fatma. Tersenyum hangat pada Caca.


"Aku Hanya menjalankan Tugasku Saja Bu, Selama aku Mampu untuk menolong mereka. Aku pasti akan Lakukan." Tersenyum Menatap wanita dewasa itu. lalu mereka langsung masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Di dalam kamarnya Gadis itu Sedang memikirkan Tentang kejadian yang Baru saja Ia alami Bersama Fatma. gadis itu sama sekali tidak Menyangka Perbuatan Kirana Sudah Hampir mencelakainya


"Ternyata kamu adalah wanita yang sangat Jahat Kirana!" Ucap Caca. Termenung sendirian Sambil Menatap Langit-langit kamarnya.


__ADS_2