Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 85: Pulau yang indah


__ADS_3

Beberapa orang suruhan Yudianto sudah kembali Dan mereka tidak menemukan Menantu dari Keluarga Yudianto pranata. wajah Heru semakin terlihat sedih ketika mengetahui Putrinya tidak temukan.


"Apa Sebelumnya Caca Tidak memiliki janji Dengan Orang lain, Maksud saya Seperti kerabat dekatnya?" tanya Yudianto kepada Heru.


Namun Heru Menggelengkan Kepalanya karena yang ia ketahui putrinya hanya pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Kirana.


"Bagaimana Dion, apa kamu juga tidak menemukan Istrimu?" ucap Siska Ketika melihat Dion kembali.


Pemuda itu juga Menggelengkan Kepalanya dengan sangat Pelan.


"Ya Tuhan. Apa yang sudah terjadi pada Caca, Kenapa dia tidak Kembali ke rumah." Ujar Siska


Malam Semakin Larut Seorang Nelayan Berjalan menuju pantai untuk pergi melaut. Tiba-tiba langkah kakinya terhenti ketika Cahaya senternya Mengenai Tubuh Seseorang yang sedang tergeletak Di Pinggir pantai itu. Dengan cepat ia Berjalan Mendekati Ke tubuh wanita yang sedang terbaring di pantai. Ketika melihat Wanita itu tidak sadarkan diri. Ia merasa ketakutan. Akan tetapi ia mencoba memberanikan dirinya untuk Menyentuh tubuh Gadis itu.


"Siapa yang sudah melakukan ini Padamu Nak, Kenapa Kamu bisa ada di tempat ini," Ucap Lelaki dewasa itu dengan Sedikit cemas.


Ia pun mengangkat Tubuh Wanita Muda itu dan Membawanya ke rumah Kediaman Keluarganya yang tidak jauh dari Pantai itu. Dengan nafasnya yang Terengah-engah lelaki itu Terus berusaha Agar segera tiba di rumahnya.


"Bu. Bu!" Teriak Lelaki itu dari Halaman Rumahnya.


"Ada apa Pak, Kenapa bapa Kembali lagi?" Sahut istrinya dari dalam sana.


Ceklek! pintu di Buka


"Astaga! Pak, Itu anaknya siapa? Kenapa bisa Seperti itu pa?" Tanya Wanita Dewasa yang baru saja keluar dari dalam rumahnya.


"Bapa juga tidak tahu Bu. Tadi bapa Menemukannya Di pinggir pantai sebelah sana. Sudah dalam kondisi seperti ini Bu, Bapa merasa Kasihan lalu bapa Bawah dia ke sini." Jawab Suaminya.


Wanita dewasa itu merasa Kasihan Ketika melihat wajah gadis itu. Yang sedang tidak sadarkan Diri. lalu kedua Suami Istri itu segera membawa masuk gadis itu kedalam rumah. Bu Rosa Langsung mengambil air hangat dan Membasuhnya seluruh tubuh Caca. Yang di penuhi oleh Pasir Wanita dewasa itu merasa sangat bahagia Ketika melihat Wajah Gadis itu. Karena selama ini Ia sangat mengharapkan Seorang anak yang bisa membuat Keluarganya Bahagia. Namun Pak Ramli dan juga Bu Rosa sama sekali tidak di karuniai anak. Sehingga mereka Menghabiskan Sisa hidup mereka dalam Kesendirian tanpa Ada Seorang anak yang Bisa Membantu mereka di masa Tua.


"Wajah kamu sangat cantik nak, Pasti ayah dan ibumu Juga sangat tampan dan cantik seperti kamu," Ucap Wanita itu sambil terus Membersihkan tubuh Caca dengan air hangat.


Kini Caca Sudah Terlihat bersih dan memakai pakaian Bu Rosa. Walaupun kini Caca belum juga sadarkan dirinya Namun pasangan suami-istri itu. tetap setia menjaga Caca.

__ADS_1


Tepat pada pukul Tiga tengah malam. Caca Merasa Terkejut ketika ia sudah berada di atas ranjang Tempat tidur. Wanita Muda itu bangun dan menatap seluruh ruangan di kamar Itu. ia merasa aneh karena sebelumnya ia tidak pernah melihat rumah itu.


Lalu ia melihat dua orang yang sedang duduk Di sampingnya sambil tersenyum menatap kearahnya.


"Syukurlah kamu sudah bangun nak, Apa kamu lapar?" tanya wanita dewasa itu Sembari Tersenyum.


Caca hanya mengangguk Pelan. Karena ia masih merasa sedikit pusing dengan tekanan dosis obat bius yang masih terasa di kepalanya.


Tidak lama kemudian wanita dewasa itu datang Membawah piring yang sudah berisi nasi dan juga ikan.


"Makanlah Nak, Kamu pasti sangat lapar," Ucap Rosa. sambil memberikan makanan itu kepada Caca.


Dengan cepat wanita muda itu meraih piring makanan dari Bu Rosa. dan Langsung memakannya dengan lahap. karena ia memang sudah sangat Lapar.


Usai menghabiskan makanannya. caca Langsung Melepaskan piring di atas meja samping tempat tidur itu.


"Makasih. Bu, pa." Ucap Caca Dengan sangat senang.


"Iya, Sama-sama nak. Tapi kalau kami boleh tau, Kenapa kamu bisa Berada di pinggiran pantai?" Tanya pak Ramli dengan pelan.


Gadis itu merasa sedih karena harus terpisah dari suami dan anaknya. ia Bakan tidak tahu saat ini ia sedang Dimana.


Setelah menceritakan kejadian yang sudah menimpanya kepada pak Ramli dan Bu Rosa. kedua orang tua itu merasa Kasihan dan prihatin atas apa yang sudah Menimpa gadis Itu. Mereka pun mengijinkan Caca tinggal untuk sementara waktu hingga ia bisa menemukan tempat dimana Suami dan anaknya berada. Caca sangat berterima kasih kepada suami-istri itu yang sudah berbaik hati kepadanya.


Suara ayam sudah berkokok Menandakan hari sudah pagi. Caca pergi ke luar rumah dan menatap sekeliling halaman rumah itu.


"Tempat ini sangat indah dan Pemandangannya benar-benar indah," Gumam Caca dalam hatinya.


"Nak Caca, Kamu sudah bangun?" Tanya Bu Rosa


"Iya Bu, Apa di sini Hanya ibu sama bapa saja yang tinggal di rumah ini ya?" kembali bertanya


Wanita dewasa itu mengangguk dengan Pelan. Sambil menundukkan kepalanya

__ADS_1


"Iya Nak, Hanya kami berdua saja. karena kami tidak memiliki anak." Jawab Rosa dengan sangat sedih.


Membuat Caca Merasa Kasihan Melihat kesedihan wanita dewasa itu.


"Ibu yang sabar ya, Mungkin memang ibu tidak memiliki seorang anak. tapi aku bisa kok menjadi anak dari bapa sama ibu, itu pun kalau bapa sama ibu tidak merasa keberatan." ucap Caca Sembari Tersenyum


Dengan cepat wanita Dewasa itu merangkul Caca dan memelukmu seperti anaknya sendiri. Ia Merasa Sangat Bahagia karena bisa Menjadi seorang Ibu untuk Caca. meskipun itu bukanlah Darah dagingnya sendiri akan tetapi kasih sayangnya Sangat besar untuk Caca.


"Terimakasih banyak Nak, Kamu sudah mau menjadi anakku dan bapa. Semoga kamu tidak merasa malu dengan Kekurangan kami yang hanya sebagai tukang Pelaut," Ujar wanita itu. dengan sangat senang.


"Bu. Apapun pekerjaan kalian Bagiku tidak Masala, Karena Kalian memiliki hati yang berbeda dengan orang lain Dan itu sudah cukup bagiku," Ucap kembali Caca.


"Iya Nak." Singkat Rosa.


"Lalu bapa pergi kemana Bu, Kok aku tidak melihat bapa pagi ini?" tanya Caca.


"Bapakmu pergi Mencari ikan nak. Karena hari ini Anak dari Majikan kami akan Datang untuk Mengambil Hasil tangkapan Dari bapakmu." Jawab Rosa.


Dan Caca hanya mengangguk-anggukan Kepalanya.


"Lalu ibu mau kemana?"


"Ibu mau ke Pasar nak, Mau cari keperluan dapur kita yang sudah hampir habis."


"Aku boleh ikut nggak Bu,"


"Kamu tinggal di rumah saja nak, Pasarnya sangat jauh dan. Kamu pasti tidak kuat untuk Jalan kaki." ucap wanita dewasa itu.


"Baiklah Bu, Aku beres-beres di rumah saja."


Dan Wanita Dewasa itu pun segera pergi mengikuti jalan Belakang rumah mereka.


Sementara Caca Masih menatap keindahan di pantai itu. Ia sangat menikmati suasana pantai yang sangat bersih Dan pasirnya sangat putih.

__ADS_1


"Andai saja aku bersama kamu dan anak kita, Mungkin kita bisa menikmati Keindahan Pantai di sini bersama-sama Mas," Ucap Caca dalam hatinya.


Ia merasa sangat Bingung Untuk kembali Ke Kota. Karena Ponselnya juga tidak ada Mungkin Sudah Di ambil oleh kedua pria itu.


__ADS_2