
Kini Dion bersama istrinya masih berada di Daerah Yang sangat jauh dari kampung halamannya Caca. Pemuda itu masih Segan untuk Keluar dari Daerah tersebut karena ia masih memikirkan keselamatan Istrinya.
Namun di Sisi lain Ia juga memikirkan Anak dan Ayah mertuanya yang kini Hanya tinggal Berdua dirumah.
Kekhawatiran Dion juga di rasakan oleh Caca. Yang kini Merasa sangat Cemas Dengan Keadaan Anaknya.
"Mas, Bagaimana keadaan ayah sama Anak kita mas?" keluh Caca
"Sabar sayang. Kita pasti akan mendapatkan jalan lain. agar kita bisa segera pulang ke rumah." Menatap istrinya
Wanita muda itu hanya bisa mengangguk dengan perasaan yang sangat sedih.
Waktu sudah menunjukkan pukul Empat Sore. lelaki muda itu kembali Memutar mobilnya ke jalan yang mereka lewati tadi. Dengan penuh hati-hati mereka Mulai melajukan mobil dengan kecepatan yang Sangat tinggi. agar mereka bisa segera Keluar dari daerah itu. Tatapan Dion kini terus ke arah jalan dan Belakang mobil mereka. Karena ia sangat Takut jika para preman tadi akan kembali mengejar mereka.
Setelah melintasi sepanjang Jalan yang mereka Sudah Lewati Pemuda itu merasa Tenang karena mobil yang mengejar mereka sudah tidak ada di sekitar jalan itu.
"Syukurlah. sayang, Akhirnya kita bisa selamat dari para preman tadi." ujar Dion Sambil terus menyetir.
"Iya mas, Apa menurut mas Dion mereka itu adalah para preman Pasar, Atau orang suruhan dari Mba Mila?" Caca tiba-tiba menayangkan Hal yang sangat Sulit untuk di jawab oleh Dion.
"Aku juga tidak tahu sayang, Kalau pun Itu orang-orang suruhannya Mila. pasti mereka Tidak akan berhenti untuk mengejar kita." Jawab Dion
"Benar juga si mas, Lalu siapa mereka?"
Dion hanya bisa Mengerutkan Keningnya. karena ia sendiri masih Bingung dengan kehadiran para lelaki yang hampir mencelakai mereka.
"Nanti aku akan coba cari tahu dari Orang-orang dekat pasar tadi sayang, siapa tahu di antara mereka ada yang kenal sama pemilik mobil hitam itu."
"Iya mas," Singkat Caca.
__ADS_1
Setelah melewati beberapa jam dalam perjalanan Mobil milik Dion kini Melaju dengan mulus hingga ke depan rumah Heru. dengan cepat Dion Dan Istrinya keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah. Wanita muda itu Memanggil-manggil ayah dan anaknya. Yang Sejak pagi mereka tinggalkan di rumah.
Setelah menemukan Ayahnya sedang tidur bersama sang buah hati. Wanita muda itu Baru merasa tenang.
"Ayah, Ayah." Suara Caca sedikit di pelankan agar tidak membangunkan anaknya.
Lelaki tua itu pun terbangun dan langsung Duduk di samping Tempat tidur.
"Kenapa kalian baru pulang Nak?" tanya Heru Merasa khawatir dengan Caca.
"Tadi kami Di kejar oleh orang yang tidak kami kenali ayah, Sehingga kami harus Kemalaman Seperti ini."
"Apa kalian sama sekali tidak mengenali wajah mereka?" Tanya Heru. dengan sedikit cemas
Dion hanya menggelengkan kepalanya.
"Kami sendiri tidak tahu ayah. Tadinya kami sudah mau pulang tapi mereka mengejar kami hingga kami Kesasar di Daerah yang cukup jauh dari kampung ini." Ucap Dion.
"Kenapa Ayah bisa berpikiran Seperti itu?" Sambung Caca Menatap ayahnya dengan serius.
"Ayah hanya menebak saja. Kalau bukan Dia siapa lagi yang Membenci Atas Pernikahan Kalian,"
"Kita belum menemukan bukti yang kuat ayah, jika kita salah menuduh orang maka kita sendiri yang akan Kena salah dari mereka." ujar Caca.
"Apa yang di katakan oleh Caca itu benar ayah, kita harus bisa menemukan bukti yang cukup kuat untuk memberatkan mereka,"
Malam Itu Dion Dan Caca Masih Duduk Di Samping Tempat tidur. karena mereka belum bisa memejamkan Mata untuk tidur. Mereka masih memikirkan kejadian tadi pagi Yang hampir merenggut nyawa mereka.
"Kenapa ya mas, Disaat semua Sudah mulai membaik Pasti ada Saja yang mau Mencelakai Kita," Menatap Dion
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu sayang, Kenapa Kita selalu Diperhadapkan dengan Kondisi seperti ini." Jawab Dion.
"Apa mungkin kita memang tidak di takdirkan untuk bersama ya?"
"Jangan Berkata Seperti itu sayang, Kamu adalah Wanita yang sudah Tuhan Kirim buat Aku Dan keluargaku. Untuk menjadi pendamping Hidupku selamanya, Apa pun yang terjadi Aku akan selalu ada Di samping kamu." Ujar Dion. Membelai rambut Istrinya.
Wanita muda itu tersenyum dan segera memeluk Suaminya.
"Makasih mas, Aku Juga bahagia bisa memiliki seorang Suami seperti mas Dion,"
"Kita tidur saja Ya, pasti kamu sangat Capek." Ucap Dion.
Dan di anggukan oleh Caca.
Ditempat lain Mila dan Kedua Orang Tuanya Bersenang-senang Dengan keberhasilan yang mereka sudah capai bersama. Wajah Bima Kini terlihat lebih Ceria dari Sebelumnya. Apa yang ia Rencanakan Kini berjalan sesuai dengan rencananya.
"Akhirnya kita berhasil Menguasai Saham Milik Yudianto dan Keluarganya. Mulai besok kamu Harus bisa meyakinkan Yudianto Dan Istrinya, untuk bisa segera Mengeluarkan Dana untuk Modal Usaha Yang sudah kita rencanakan Sebelumnya," Pinta Bima menatap Putrinya dengan serius.
Dan Segera di anggukkan oleh Amelia.
"Pasti dong ayah. Aku bersumpah akan Membuat keluarga itu bangkrut seperti yang kita alami sekarang." Menatap tajam Pada kedua orangtuanya.
"Bagus. Ayah bangga punya anak seperti kamu Mila, Dan jangan pernah kecewakan ayah."
"Ayah tenang saja! Aku pasti akan Bisa membuat mereka untuk Menandatangani Kertas Kerja sama kita. Dan pada akhirnya perusahaan Mereka akan menjadi milik kita Seutuhnya!"
Kedua Suami Istri itu Menatap Mila dengan Sangat Bangga. karena sebentar lagi Semua Apa yang Yudianto miliki akan Segera Jatuh ke tangan Mereka.
"Selamat Bersenang-senang Dion! Sebentar lagi Keluargamu akan Menjadi Pengemis di jalanan. Dan kamu akan segera Datang untuk memohon-mohon Sama Aku," Gumam Mila. Menatap sinis pada layar ponselnya Ketika melihat Foto Pasangan Suami-istri Itu di akun sosial media Miliknya.
__ADS_1
"Dan aku Tidak akan pernah membuat Kehidupan kamu bahagia Dion! Tidak akan Pernah! Karena Dulu kamu Selalu Membuat Aku Merasa Malu di depan semua Orang. Kini aku yang akan Membuat kamu Kehilangan segalanya dan Kamu akan Menjadi sampah Di Jalanan Bersama Istri dan anakmu!" Gumam Mila Terus Tersenyum sinis.
Wanita muda itu terus mencari tahu Alamat Tempat tinggal Dion bersama istrinya. Namun ia sama sekali tidak berhasil menemukannya. Sehingga Membuatnya Bertambah emosi dan Marah Selama ini Ia memang Sengaja tidak Menghubungi Dion. karena ia tidak ingin Dion mengetahui Kalau Keluarganya Sudah bangkrut dan Sudah lama kembali ke Indonesia. Berbagai macam Cara sudah di lakukan oleh wanita itu untuk bisa bertahan hidup demi mendapatkan Apa yang ia inginkan bersama kedua orangtuanya.