Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 33: Ngidam


__ADS_3

Kini Usia Kehamilan Caca Sudah Memasuki Ke Tiga Bulan. Yudianto bersama istrinya sangat Bahagia Dengan Kehamilan Menantu Mereka yang Saat ini Sudah mulai Memasuki Usia tiga bulan itu. Siska Selalu Meminta Bi Fatma Untuk Mengawasi Caca Agar tidak Bekerja Terlalu Berat. karena mereka Sangat Menghawatirkan Kondisi Kandungan Caca Yang Masih muda Itu.


Walaupun Siska Sudah Melarang Caca Untuk Tidak Ber'aktivitas di luar atau pun Di dalam Rumah. Namun gadis muda itu Tetap Membantah, Karena ia merasa Bosan Selalu Di kamar.


"Non Caca, Mau Ngapain? Nanti ibu Siska bisa marah sama Non, Jika Non Harus Kerja." Ucap Fatma melarang Caca


"Tapi Bu, Aku Juga Pengen Kerja. Soalnya Aku Bosan Di kamar terus," Keluh Caca


"Lebih baik Non Caca Jalan-jalan Di halaman Saja. Asalkan Jangan Membantah Perintah Bu Siska."


Gadis muda itu hanya Bisa Tersenyum Menatap Wanita dewasa itu. Ia juga Tidak bisa Melawan Perintah dari Siska. Karena Nantinya Bu Fatma akan Kena marah Dari Mertuanya itu.


"Baik Bu. Tapi Aku bisa kan, bantu-bantu Biar cuma Membersihkan Sayuran dengan Ibu Di dapur?" Lirik Caca


"Iya bisa Non,"


Kehamilan Caca Sudah Mulai Sampai Ke Telinga Kirana. Membuat Gadis Itu Merasa Sangat Marah Ketika Mengetahui Caca Sudah Hamil. Bakan Ia Tidak bisa Terima Jika Wanita kampung itu Harus Melahirkan Anak Untuk Dion Dan Cucu bagi Yudianto dan Siska.


"Sebaiknya aku Harus Mencari cara. Agar Kandungan dari Wanita kampung itu Segera Tergugurkan!" Geram Kirana Penuh Kekesalan dalam hatinya.


Lalu Kirana Mencoba Untuk menghungi Nomor Ponsel Milik Caca. Agar ia Bisa Melanjutkan Rencananya Untuk Menjebak Wanita kampung itu.


"Halo. Apa ini dengan Istrinya Pak Dion Alexander Pranata?" Tanya Kirana. Dengan Nada Suaranya yang sedikit Di Buat-buat Agar Caca Tidak mengenali Suaranya.


("Iya. Ini dengan saya Sendiri, Memangnya ada Ya Bu?") Balas Caca. Dari Sebrang sana.


"Oh. Jadi Begini Bu. Hari Ini kami Ada penawaran Produk kosmetik Yang baru Keluar, Apa Ibu mau Membantu kami Untuk mempromosikan Produk kami?"


("Kosmetik? Saya Tidak terlalu Paham Dengan Produk seperti itu Bu. Sebaiknya Ibu cari Orang Lain Saja ya,") Ungkap Caca.


"Tolong Bu. kami sangat mengharapkan Kerjasama dari Ibu. Karena kami sudah tidak Tahu harus Minta Tolong Sama Siapa Lagi."


"Sekali lagi Saya mohon maaf Ya Bu. saya Tidak bisa. Karena suami saya, Tidak akan Pernah Menyetujui Jika Saya harus Kerja Di Luar Rumah. Maaf ya Bu." Ucap Caca, Lalu Dengan cepat Caca Memutuskan Sambungan Panggilan itu.


Sementara Kirana Merasa Kesal karena Rencananya Tidak berhasil untuk mempengaruhi Caca Agar bisa Keluar dari rumah itu.


"Ahhhh Sial!! Kenapa wanita Kampung itu Tidak Muda Untuk Di bodohi Si!" Gumam Kirana.


"Sebaiknya aku harus Cari cara Yang lainnya. Agar Urusanku cepat Selesai."


\*\*\*\*


Sepulangnya Dari Kantor. Dion Mampir untuk mencari Martabak Kesukaan istrinya. Setelah ia Memarkirkan Mobilnya Pemuda itu langsung pergi Untuk Membeli Kue yang sudah Caca Pesan itu.

__ADS_1


Melihat Mobil Dion Sedang Terparkir Di pinggir Jalan. Kirana Pun langsung Menghentikan Mobilnya tepat di belakang Mobil Milik Dion.


"Sepertinya itu mobil Dion. Aku Harus bisa Menemui Dion, Agar aku Bisa mempengaruhi Dia." Gumam kirana, Tersenyum Sinis.


Setelah Beberapa menit ia Menunggu Di dalam Mobilnya. Wanita Jahat itu Melihat Dion Sudah Berjalan Sambil Membawah Kantong plastik Kecil. Dengan Cepat Kirana keluar dari Mobilnya dan Berusaha untuk Membuat Dion Percaya Dengan Apa yang hendak mau ia Katakan itu.


"Dion!" Panggil Kirana.


Pemuda itu pun Berhenti dan Menatap Ke arah Sumber suara yang Sedang memanggilnya.


"Ada apa Kirana? Jawab Dion, Menatap Wanita itu dengan serius


"Tolong Bantuin aku Dion, Soalnya Mobil aku Tiba-tiba Mati." Ucap Kirana dengan segala Rencana Busuknya itu.


"Kenapa kamu Tidak Menghubungi tukang Servis Mobil Saja? Kan Mereka bisa membantu kamu Untuk Menyelesaikan Kerusakan Pada mobil kamu," Ujar Dion.


"Sudah. Tapi belum ada jawaban dari mereka." Balas Kirana, Dengan raut wajahnya Penuh Kemunafikan itu.


Dion pun menghembuskan Napas Kasar dan Ia mendekat Mobil Kirana.


Disana Dion Tidak menemukan Kerusakan Apa-apa Pada mobil wanita itu. Dion Pun Menyadari Kalau Kirana Sedang Membohonginya.


"Mobil kamu Terlihat baik-baik Saja! Dan Tidak ada Kerusakan apapun, Apa Kamu Sedang Berusaha Membohongi aku Lagi Kirana?? Bentak Dion. Menatap Tajam Pada wanita itu.


"Kenapa kamu Cuma Diam Kirana! Apa yang sedang kamu mau Rencanakan lagi Sama Aku?" Dion Semakin marah.


"I--iyaa. Maafkan Aku Dion, Sebenarnya Mobil Aku Memang Tidak Rusak. Aku Sengaja Berbohong Agar bisa Ngobrol Sama kamu." Ucap Kirana.


Pemuda itu menatap Kirana Dengan sangat Marah. Ia hampir saja Menampar Wajah Wanita itu. Namun Mengingat Istrinya sedang menunggunya Di Rumah. Dion Langsung Masuk ke Dalam Mobilnya dan pergi meninggalkan Wanita Jahat itu di jalanan.


"Kenapa Sangat sulit untuk Mendapatkan kamu Dion! Apa Aku harus melakukan Hal yang Lebih Jahat lagi Agar kamu Bisa Kembali Sama Aku!" Ucap Kirana. Menatap mobil Dion Yang Sudah Pergi Meninggalkannya.


Karena semua Rencana yang Ia Buat tidak berhasil Membuat Hati Dion Lulu. Kirana pun Kembali mengemudikan Mobilnya dan Ia Pulang Ke rumahnya.


Di luar sana Sudah Terdengar Suara mobil Dion.


Dengan cepat Gadis Muda itu Berjalan Ke Depan untuk Menemui Suaminya Yang baru saja Datang.


"Malam Sayang, Maaf aku Telat." Ucap Dion Sambil Memberikan Kantong Plastik kecil Berwarna Putih pada Istrinya.


Dengan senang hati Caca Mengambil Bungkusan Martabak Dari Suaminya itu. Ia pun Langsung Masuk ke dalam Rumah dan Membuka Isi Tas Plastik yang Sudah ada di tangannya. Caca Menikmati Martabak Coklat isi kacang Dengan Sangat Lahap. Sementara Dion Hanya bisa Mengelus-elus Rambut sang istri dengan Penuh Kasih Sayang. Ia Bakan Merasa senang Melihat Istrinya yang Menikmati Kue Martabak Darinya.


Setelah Menghabisi Beberapa Potongan Kue martabak yang Dion Belikan Itu. Caca Merasa Kekenyangan Ia pun Mengelus Perutnya dengan Sangat perlahan.

__ADS_1


"Kamu udah Kenyang ya Sayang. Mama Juga udah Sangat kenyang, Makaci papa. karena udah Belikan Dede bayi kue." Ucap Caca Mengelus Perutnya.


Dion Pun Duduk Di Samping Istrinya dan Ikut Mengelus Perut sang istri. Lalu ia Menciumi Perut istrinya dengan Penuh kelema-lembutan.


"Selalu sehat di dalam sana Ya Sayang, Papa Sangat Menyayangi Kamu Dan Mama." Balas Dion Dengan sangat Lembut.


Caca pun Tersenyum Melihat Keseriusan Suaminya Saat ini.


"Makasih sayang, Aku sangat Sayang sama Kamu Dan Dede bayi Yang Ada Dalam kandungan Kamu." Ujar Dion.


"Iya mas. Aku juga sayang Sama kamu Mas." Balas Caca, lalu ia memeluk Dion.


"Mas. Kok, Tiba-tiba aku Suka Makan Apel Ya?" Ucap Caca Sambil Menatap Suaminya.


"Haaaa?? sayang. Kan Kamu baru Saja Menghabiskan Kue yang amat Begitu banyak Sayang? Masa iya Udah mau Makan Buah lagi?" Cetus Dion. dengan sangat heran.


"Adu. Cepetan mas! Aku pengen makan apel! nggak boleh lama-lama." Ujar Caca Memaksa Dion Untuk mengambil Apel untuknya.


Dengan cepat Pemuda itu Berlari ke Arah dapur untuk mengambilkan Buah apel yang Ada di Kulkas. Walaupun ia merasa aneh dengan Keluhan Istrinya saat ini. Dion tetap Mengikuti keinginan Sang istri Dengan Baik.


Setelah kembali dari Mengambil Buah apel. Dion langsung memberikan Buah Tersebut pada Istrinya. Dengan cepat Caca Mengambil Buah Yang berada di tangan Suaminya dan Langsung Memakannya. Dion Merasa Aneh ketika menatap Istrinya yang Sama Sekali tidak merasa kenyang.


Pemuda itu menelan Ludahnya dengan Kasar Saat melihat Buah Yang Ia Bawah tadi Sudah Selesai Di makan Oleh Caca.


"Sayang, Apa Kamu Masih Lapar?" Lirih Dion. Menatap Istrinya.


Caca hanya Tersenyum Hangat Menatap Suaminya.


"Iya mas. Aku sangat lapar," Jawab Caca. sembari Tersenyum pada suaminya.


Membuat Dion Semakin Merasa Kebingungan. Karena Dion Tidak Pernah Berhadapan Dengan Wanita hamil. Jadi Ia Masih sedikit Kurang paham Tentang Masala Kehamilan Istrinya yang Pengen makan apapun.


Karena melihat waktu sudah menunjukkan Pukul Stenga Sebelas malam. Dion Langsung Mengajak Caca Untuk Masuk Ke dalam Kamar. Mengingat Hari Esok Ia harus bangun pagi-pagi Untuk Menjalankan Pekerjaannya Di kantor.


Gadis itu hanya bisa Menuruti Perintah Suaminya. Yang sudah Mengajak Ia Untuk Segera Tidur,


"Mas. Besok Kamu Mau Kerja lagi ya?" Tanya Caca.


Dan di angguki Oleh Dion.


"Iya sayang, Kan Aku Harus cari Uang untuk Kamu Dan Calon Dede bayi kita, yang Tidak lama Lagi akan Datang." Jawab Dion. Sembari Tersenyum pada Istrinya.


Dengan Pelukan hangat Dari Sang Suami. Gadis itu Langsung Tertidur Pulas dalam pelukan Dion.

__ADS_1


__ADS_2