
Hari itu Sengaja Pagar halaman Rumah Yudianto Terbuka lebar. Karena Yanto Dan Verry usai Membersihkan Halaman Depan Rumah Keluarga itu.
Sebuah mobil Melaju Dengan Mulus Ke Parkiran halaman rumah keluarga Yudianto pranata. Setelah memarkirkan mobil sewaannya itu. Mila Segera turun dari dalam mobil dan Berjalan Menuju Rumah Yudianto. Wanita muda itu Bertingkah Seolah ia Adalah seorang Wanita Kaya dan memiliki Karir. Sebelum masuk ke dalam Rumah Keluarga Yudianto. wanita itu merapikan penampilannya Terlebih dahulu agar mereka tidak Merasa canggung terhadap penampilan Barunya.
"Selamat Pagi om, Tante," Sapa Mila. Dengan sopan.
"Eh, Pagi juga Mila. Bagaimana kabarmu apa ada yang bisa Kami bantu?" Tanya Siska Yang Sedang duduk di sofa ruang tamu mereka.
Wanita muda itu tersenyum Hangat Pada ibunya Dion Agar ia Lebih kelihatan wanita Baik-baik di Depan keluarga itu.
"Hmm. pagi ini Tante Sudah Terlihat cantik Deh, Mau kemana Tan?" Tanya Mila. Yang tidak menjawab pertanyaan dari Wanita dewasa itu.
"Nggak kok, Hanya di rumah saja Karena kebetulan hari ini Saya tidak masuk kantor. Karena Lagi tidak enak Badan." Jawab Siska Dengan Santai.
"Kasihan, Terus Tante Nggak pergi ke dokter?" Biar Dapet Obatnya tante. Takutnya Tante Lebih bertamba Sakit." Menatap Siska. Dengan wajah yang penuh dengan Sandiwara.
"Nggak perlu. Ini cuma Kelelahan saja," Tersenyum Pada Wanita muda itu.
"Oya, Kamu belum menjawab pertanyaan Tante yang tadi. Kamu ada perlu apa datang kesini Pagi-pagi Begini," Menatap Kembali pada Gadis muda itu.
"Oh, Ini tante, Kedatangan aku Kesini Ingin menawarkan kerjasama dengan Tante dan Om, Itu pun kalau Tante dan Om, Tertarik dengan Produk terbaru dari perusahaan kami." Ucap Mila Dengan kepolosannya untuk Mempengaruhi Siska dan Yudianto.
"Memangnya Apa saja Produk terbaru dari Perusahaan Milik ayahmu?" Tanya Siska.
"Banyak Tante, Pokoknya Perusahaan ayah kini semakin Naik Daun. Dan Sangat terkenal di Luar negeri Tante," Jawab Mila dengan tipu rayunya.
"Oya, Berarti sekarang perusahaan ayah kamu Semakin Bertambah Bertamba Sukses Dong," sambung Yudianto. Yang baru Keluar dari kamar.
"Iya, Om. Dan ayah pengen om Sama Tante, Bekerjasama dengan ayah." Ucap Kembali Mila. Sembari tersenyum Hangat Menatap Yudianto yang baru saja Duduk di Sofa Depan mereka.
"Kalau om, Boleh tahu Apa nama Perusahaan terbaru ayah kamu?" Tanya Yudianto. dengan Cukup serius pada Mila.
"Namanya Masih di rahasiakan om, Karena om tau sendirilah, ayah orangnya Seperti apa." Jawab Mila. Yang sudah kehilangan Akal untuk Menjawab pertanyaan Yudianto.
__ADS_1
Lelaki dewasa itu hanya mengerutkan dahinya Lalu ia Berdiri dan Berjalan masuk ke ruang kerjanya.
Gadis muda itu Menatap seluruh ruangan di rumah itu. ia Bakan Tidak mendengarkan Suara Tangis dari Seorang bayi atau Melihat Dion berada di dalam rumah itu.
"Tante, Aku boleh ijin ke belakang Nggak? soalnya mau buang air kecil." Ucap Mila.
"Iya boleh, Kamu sudah tahu kan Tempatnya dimana?"
"Iya Tante," Singkat Mila. Lalu dengan cepat ia Berjalan Dan Melihat-lihat Sekeliling Ruangan itu. Namun tetap saja ia tidak menemukan adanya Dion di dalam rumah itu. Karena ia merasa penasaran Wanita muda itu segera menyusup ke kamarnya Dion dan Istrinya. Namun kamar yang di tepati oleh pasangan suami-istri itu. Sudah terlihat kosong dan Tidak ada Bayi di dalam sana. membuat Mila merasa Bingung Dan ia pun Keluar dari Kamarnya Dion. Dan Kembali berjalan ke arah dapur. Akan tetapi di sana ia juga tidak melihat istrinya Dion Sedang memasak atau pun berada di dapur itu.
"Kemana mereka Ya? Kenapa bisa nggak ada?" Gumam Mila. Yang masih berdiri di dapur.
Ketika Fatma kembali dari Luar Usai menjemur Pakaian. Ia melihat Mila sedang berdiri Dengan Tatapan yang sangat mencurigakan. Membuat Fatma kembali Bersembunyi di balik pintu.
"Sedang apa Wanita Itu Berdiri di sana ya?" Tanya Fatma dalam hatinya.
"Apa mungkin mereka sudah Pergi dari rumah ini, Atau Mungkin mereka lagi Ke Rumah sakit?" Ungkap Wanita itu dengan Nada suaranya Yang sangat pelan. membuat Fatma tidak bisa mendengarkan Perkataan Gadis itu.
"Kenapa aku merasa curiga dengan Gerak-geriknya, Bakan Cara ia Berdiri saja, sudah bisa Di tebak kalau dia itu punya maksud dan tujuan yang tidak Baik Pada keluarga ini." Ujar fatma. yang masih bersembunyi di Balik Pintu.
"Maaf lama menunggu Tante, Soalnya Aku tiba-tiba Sakit perut Mungkin karena Terlalu Banyak Minum Susu." Ucap gadis itu Penuh dengan Kebohongannya.
"Iya tidak apa-apa, Lalu Dimana ayah dan ibu kamu, Sekarang?" Menatap Mila
"M'mm, Sekarang mereka Masih Singapura tante. Kebetulan Beberapa minggu yang lalu Ayah Di Undang oleh rekan kerjanya ayah untuk Bekerjasama Dengan perusahaan milik mereka Tante," Jawab Mila. Dengan santai
"Wah. Hebat juga Ayah kamu Sekarang, Udah semakin sukses saja Setelah Tinggal Di Luar negeri." Tersenyum tipis pada Mila.
"Biasalah tante, Jika Tante Pengen Kerja sama Dengan ayah. nanti Tante bisa menghubungi aku saja,"
Dan hanya di anggukan oleh Siska.
"Oh iya Tante, Istrinya Dion Kemana? Kok Dia tidak Tidak kelihatan sejak tadi, Atau dia masih tidur ya Tante?" Mila Mencoba mencari tahu Keberadaan Dion dan Istrinya.
__ADS_1
"Mereka sudah tidak tinggal di sini lagi. Kemarin Pagi Mereka sudah berangkat ke Luar kota, Karena Dion harus bekerja di sana." Jawab Siska. Dengan tidak mengatakan Tempat tinggal Yang Sebenarnya pada gadis itu.
"Jadi Mereka Pindah ya Tante?" Kembali bertanya
"Iya, Mungkin mereka Tidak akan pernah kembali ke sini lagi." Ucap Kembali Siska.
"Dimana Mereka tinggal Tante, Siapa tahu aku bisa Mampir Ke sana. sekaligus mau Minta maaf Soal beberapa hari yang lalu, Karena aku Sudah Membuat hati Istrinya Dion, Merasa cemburu dengan perkataan Aku," Ucap Mila. Dengan Wajah manis Yang penuh dengan kebohongannya.
"Untuk hal itu Tante tidak bisa memberitahukannya Kepada siapa pun, Karena Dion Tidak ingin Di ganggu." jawab Siska. menatap Mila Sembari Tersenyum
Gadis itu merasa Geram Ketika mengetahui Dion Sudah tidak tinggal di rumah itu lagi. Bahkan Orang Tuanya Dion juga tidak ingin memberitahukan tempat tinggal Mereka saat ini.
"Kemana Perginya Mereka, Apa sebaiknya aku Cari tahu dari Pembantu dirumah ini Saja ya?" Gumam Mila. Yang masih duduk Di sampingnya Siska.
"Tante, Aku ke dapur dulu mau Minta Air putih." Ucap Mila.
Dan di anggukan oleh Wanita dewasa itu.
Siska Hanya Sibuk dengan Laptopnya Karena ia sedang Mengerjakan Beberapa laporan Pekerjaan yang belum ia Selesaikan. sehingga ia Tidak punya waktu untuk Mencari tahu Kedatangan Gadis itu kerumahnya.
"Hmm.
"Kemana Istrinya Dion? Kenapa dia Tidak Membantu Bibi di dapur?" Tanya Mila Lembut.
"Non Caca Tidak ada di rumah ini lagi," Jawab Fatma. tanpa Menatap Wajah Gadis itu.
"M'mm, Memangnya Kemana dia Bi, kan biasanya Dia selalu membantu Bibi Di dapur." Menatap Fatma.
"Bibi Sendiri juga tidak Tahu non, Karena saat mereka pergi. Bibi tidak ada di rumah." Elak Fatma untuk Tidak Di curigai Oleh Gadis itu.
"Memangnya Bibi kemana? Sampai-sampai Mereka pergi bibi kok nggak ada di rumah." Menatap datar pada Fatma.
"Saya kan seorang pembantu di rumah ini. Jadi Pekerjaan saya Selain di dapur, saya juga pergi ke pasar non, Jadi saya tidak tahu Kalau den Dion dan Istrinya sudah pergi."
__ADS_1
Gadis itu bertamba Kesal saat melihat wajah Fatma. Seakan ia Ingin Mencakar wajah wanita tua itu agar ia bisa mengatakan Tempat tinggalnya Dion.