
"Kruk, Kruk,' Perut Dion Tiba-tiba Berbunyi Karena Sejak Pagi ia Belum Makan.
"Mas, Kamu belum makan ya? Kok Perut kamu Bunyi Kayak Gitu?" Tanya Caca Menoleh Pada Suaminya yang sedang Duduk menjaga Putra Semata wayangnya.
Dengan Cepat Dion Mengangguk Antusias di depan Istrinya.
"Astaga Mas! Ngapain juga Belum makan? Memangnya kamu Lagi puasa?! Ujar Caca Dengan Sedikit Kesal Pada Dion.
"Habisnya Kamu tidak pernah mengajak aku Makan Bareng Lagi, Jadi aku Malas Makan." Keluh Dion.
Caca hanya bisa Menggelengkan Kepalanya Atas Sikap Suaminya yang Manja Itu.
"Dasar Manja!" Ujar Caca Lalu ia Segera Mengajak Dion ke dapur.
Kini Dion Sudah Duduk di Meja makan Sambil Menunggu Istrinya menyiapkan Makanan untuknya. Dan tak lama Caca Kembali Sambil Membawah Satu piring dan sendok untuk Dion makan.
"Ini piringnya, Sebentar aku ambilkan nasi Dulu," Ucap Caca Sambil Mengambilkan Nasi Ke piring Suaminya. dan tak lupa ia menaruh lauknya juga.
"Makanlah, Pasti kamu sangat lapar," Ucap Caca Sembari Tersenyum pada suaminya.
"Piring untuk kamu mana? kok, Cuma aku saja yang makan?" Tanya Dion.
"Aku Masih Kenyang mas. Kamu makan Saja Ya," Jawab Caca Kembali.
Dan akhirnya Dion segera menikmati Makanannya Dengan Lahap. sedangkan Caca Hanya Tertawa Kecil Ketika melihat suaminya yang Sedang makan.
"Pelan-pelan Saja Mas, Makannya Sampa Blepotan Begitu?" Ucap Caca menertawai Dion.
"Ini enak Sayang, Aku sangat Kangen dengan Masakan kamu ini," balas Dion. Sambil terus Mengunyah makanannya yang Masih banyak di mulut.
Caca hanya Tersenyum.
Tidak lama Kemudian Yudianto datang menemui Mereka di meja makan.
"Apa kalian sudah selesai makan?" Tanya Yudianto. yang masih berdiri Di Samping Caca.
"Sudah pa, Memangnya ada apa?" Tanya Dion. Sambil Meneguk Segelas air mineral.
"Ikutlah sama papa, Kita ke rumahnya Bima dan Arista." Jawab Yudianto.
Dan Di anggukkan oleh Dion.
"Ca, Kamu dan Dede ikut saja Dengan Dion, Biar kita bisa pergi bersama-sama ke rumah mereka," Ujar Yudianto. tersenyum menatap Cucunya.
"Baik Pa," jawab Caca.
__ADS_1
Lalu Yudianto Kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap. Sedangkan Dion Masih Duduk di meja makan. karena ia sangat kekenyangan.
Melihat suaminya yang masih duduk sambil bersendawa. Caca terus menertawainya.
"Kenapa kamu tertawa terus si sayang?"
M'mm. Aku tahu Pasti kamu dan Dede, sedang mengejek aku kan?" ucap Dion.
"Nggak kok, Dasarnya Ayah Saja
Yang Kebanyakan mamam ya sayang," Ucap Caca.
"Yuk kita Siap-siap Ikut Opa Dan Oma," Ajak Dion Pada Istri dan anaknya.
Lalu mereka segera Pergi ke kamar untuk Berganti pakaian.
"Kamu sangat Cantik sayang," Puji Dion Ketika melihat Istrinya memakai Dres Berwarna putih.
Dion merasa terkagum-kagum melihat Kecantikan istrinya setelah usai berdandan. kini Caca sudah sangat pintar Berdandan Hingga Dion semakin bertambah cemburu jika istrinya di dekat lelaki lain.
"Makasih Mas," Singkat Caca. yang masih Menyisir rambut panjangnya Di depan cermin.
"Rambutnya tidak usah di ikat Ya, Di urai saja. biar Lebih kelihatan cantiknya," Ucap Dion Sambil Bermanja-manja pada Istrinya.
"Dasar Genit!" Ucap Caca Tersenyum Menatap Suaminya yang mulai Nakal.
"Jangan kebanyakan gombal mas, Tu papa udah Nunggu di mobil." Ucap Caca. Namun Dion sama Sekali tidak mau Melepaskan Pelukannya Dari belakang Istrinya.
"Aku cinta Kamu, Jangan pernah Mencintai Orang lain Selain aku ya sayang," Ucap Dion. Seketika membuat Caca Kembali Termenung dengan perkataan Suaminya itu. Karena selama ini Caca selalu menjaga Cintanya pada Dion. namun Dion Mala Menghianatinya.
"Kamu kenapa diam Sayang? Apa kamu Tidak lagi mempercaiku? setelah apa yang terjadi sama aku?" Tanya Dion. Sambil membalikkan tubuh Istrinya hingga Berhadapan dengannya.
"Memangnya apa mas, pernah Menjaga Perasaan aku sama Mas?" Tanya Kembali Caca.
Membuat Dion Merasa bersalah dan ia pun Mengkup wajah istrinya.
"Maafkan aku. Aku Janji Tidak akan pernah Menyakiti kamu lagi," Ungkap Dion. lalu ia Segera Menciumi Bibir tipis Yang sudah menjadi favoritnya Tiap saat.
"Kita jalan Yuk," Ajak Dion Melepaskan Ciumannya dari Bibir Sang istri.
Lalu Dion segera menggendong anaknya yang sedang Bermain di tempat tidur. Sementara Caca Langsung Keluar Sambil Membawah Tas kecil Yang berisi perlengkapan Anaknya.
"Pa, Apa kita satu mobil?" Tanya Dion Ketika melihat Kedua Orang Tuanya yang sudah duduk di dalam mobil.
"Kalian Pakai mobil lain saja, minta Verry untuk menyetir." Jawab Yudianto dari dalam mobil.
__ADS_1
Dan segera di anggukkan oleh Dion.
Kini kedua mobil milik Yudianto sudah melaju mulus Meninggalkan Rumahnya.
\*\*\*\*
Dalam Perjalanan Caca Hanya Berdiam Diri. karena Ia Sudah merasa tidak Kuat saat Di dalam Mobil. Dion Menatap wajah istrinya yang nampak Pucat karena Mabuk Kendaraan.
"Apa kamu Pusing lagi Sayang?" Tanya Dion Sambil menggenggam tangan Istrinya.
"Iya mas, aku merasa sangat Pusing," Jawab Caca. sambil menyandarkan Kepalanya Di pundak Suaminya.
"Tidur saja Sayang, Tidak lama lagi kita akan akan Segera sampai," Ujar Dion. Namun ia sendiri masih tidak tahu Berapa jam lagi Bisa Tiba di rumahnya Bima Dan Istrinya.
Ketika melihat Istrinya sudah tertidur. Dion Merasa Kasihan Karena Caca tidak pernah bisa Naik Kendaraan jika menempuh perjalanan Yang Jaraknya Terlalu jauh.
Kini Dion Menggendong anaknya yang Juga Tertidur Di pangkuannya.
"Bos, Apa masih lama Lagi ya, Kok Udah Hampir Dua jam lebih kita menempuh perjalanan Tapi Belum juga Sampai. Kasihan non Caca, jika Masih jauh lagi," Ucap Verry
"Aku juga tidak tahu Ver, Papa juga tidak memberitahu kami. Jika aku tahu dari Awal perjalanannya Sangat Jauh Aku sudah tidak mengajak Istriku untuk Ikut," Balas Dion Sambil Menatap Jalan yang Mereka Lewati.
"Iya bos. Kasihan Non Caca, Sampai Pucat dan Lemas kayak Gitu,"
Dion hanya Menatap wajah istrinya. sambil Membelai rambut Caca Dengan pelan.
Dan akhirnya Mereka Melihat mobil milik Bimo Yang sedang terparkir di Depan Jalan Raya. Yang Berada di Sebrang sana. Kini Kedua mobil milik Yudianto Berhenti tepat di depan Mobilnya Bimo.
"Pak Yudianto, Bu Siska," Sapa Bimo. Yang Sejak tadi sudah menunggu Mereka Di jalan Bersama dengan Noldy.
"Dimana Rumah mereka Bim?" Tanya Yudianto. yang masih berada di dalam Mobilnya.
"Kita akan masuk Melalui jalan Kecil itu pak, Setelah itu baru kita akan menemukan rumahnya Pak Bima dan Juga Istrinya," Jawab Bimo.
"Baiklah. Mari kita segera ke sana." Ucap Yudianto Kembali.
Dan Bimo Segera Masuk ke mobilnya. dan mereka pergi bersama-sama Mengikuti jalan kecil itu.
Setibanya di Penghargaan jalan. Bimo Kembali Memarkirkan Mobilnya. dan Mereka keluar
"Itu rumah Mereka pak!" Tunjuk Bimo. ke arah Rumah Tua yang Sudah sangat Lama Tidak di Tempati.
"Apa Kamu yakin. Kalau itu Rumah sewaan yang Sekarang di tempati oleh Bima dan Istrinya?" Menatap serius pada Kedua Karyawannya itu.
"Benar pak, Mereka tinggal di sana." sambung Noldy.
__ADS_1
Yudianto merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat di depan matanya. karena selama ini Keluarga Bima tidak pernah bisa tinggal di rumah Yang Terlihat Sangat Kumu Seperti yang sekarang sedang mereka tempati.